Protobiont (Journal)
Not a member yet
387 research outputs found
Sort by
Prevalensi dan Intensitas Telur Cacing Parasit pada Feses Sapi (Bos Sp.) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Pontianak Kalimantan Barat
Penyakit pada ternak akibat cacing parasit dapat merugikan secara ekonomis, karena dapat menurunkan produktifitas dari ternak tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi dan intensitas infeksi telur cacing parasit pada sapi potong di RPH Kota Pontianak. Metode yang digunakan adalah metode flotasi dan sedimentasi pada 80 sampel feses sapi potong. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Pebruari dan Juli 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel feses sapi yang diambil di RPH Kota Pontianak mengandung parasit Nematoda, Trematoda dan Cestoda. Telur cacing parasit yang ditemukan sebanyak 7 jenis, yaitu: Ascaris sp. (infertil, fertil dan berembrio), Taenia saginata, Trichiuris trichiura, Strongyloid sp., Moniezia sp., Fasciola sp. dan Paramphistomum sp. Prevalensi infeksi tertinggi disebabkan oleh Ascaris sp. (100%) dan terendah Taenia saginata (3,75%). Intensitas infeksi tertinggi berasal dari jenis Taenia saginata (111 butir/ind) dan intensitas terendah adalah Fasciola hepatica (1,31 butir/ind). Infeksi pada sapi juga dapat terjadi secara tunggal atau campuran (terdiri atas dua maupun lebih cacing parasit). Prevalensi infeksi tertinggi adalah infeksi tunggal oleh Nematoda sebesar 56,25% dan prevalensi infeksi terendah bersifat campuran Nematoda dan Cestoda sebesar 7,5%. Tingkat prevalensi dan intensitas telur cacing parasit di RPH Kota Pontianak masih tergolong renda
Pertumbuhan Stek Melati Putih (Jasminum sambac (L) W. Ait.) dengan Pemberian Air Kelapa dan IBA (Indole Butyric Acid )
Melati Putih (Jasminum sambac (L) W. Ait.) merupakan salah satu jenis tanaman yang dikembangkan sebagai bahan baku industri minyak wangi, penyedap teh, dan obat-obatan. Tanaman melati dapat diperbanyak melalui stek tetapi kemampuan stek melati untuk berakar masih sangat rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa dan IBA (Indole Butyric Acid ) terhadap pertumbuhan stek melati putih. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi dan Rumah Kaca Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura Pontianak selama 3 bulan (Maret 2012 hingga Juni 2012). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pola Faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor A (konsentrasi air kelapa) yang terdiri dari 4 taraf konsentrasi yaitu 0% (kontrol), 20%, 40%, dan 60% dan faktor B (konsentrasi IBA) yang terdiri dari 4 taraf konsentrasi yaitu 0 ppm (kontrol), 25 ppm, 50 ppm, dan 75 ppm dan diperoleh 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air kelapa 60 % dapat meningkatkan jumlah daun 4,50 helai, berat basah tajuk 2,37 gr, berat kering tajuk 0,90 gr. Sedangkan pemberian IBA 75 ppm dapat meningkatkan jumlah akar 24,25 helai akar, berat basah akar 0,81 gr, dan berat kering akar 0,45 gr. Konsentrasi air kelapa 60% dan IBA 75 ppm adalah konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan stek melati putih
Respon Pertumbuhan Stek Batang Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz dan Pav). setelah Direndam dalam Urin Sapi
Red bettle (Piper crocatum Ruiz and Pav) was one kind of plants that was used as an ornamental plant and medicine. Red bettle plant was propagated using stem cutting. Propagation by stem cuttings was often failed because of the absence of root growth. Natural plant growth regulator was used to address that failure. One of plant growth regulators which may affect the growth of red bettle was cow urine. The aimed of this study at finding the effect of cow urine intake on the rad betel stem cutting and determining the effect of cow urine on the growth of red bettle stem cuttings as well as the best time of soaking. The research was conducted in the department of Biology of Mathematics and Natural Sciences faculty Tanjungpura University Pontianak from July to September 2012 using a Completely Randomized Desigen (CRD) with factorial pattern that consists of 2 treatment factors. The first factor was the concentration of cow urine the second factor was the time of immersion. Concentration of cow urine is used 0%, 5%, 10%, 15%. Soaking time used was 0 minute, 15 min, 30 min, 45 minute. Each treatment was repeated three times so that there would be 48 treatment units. The results showed that the treatment of 15% cow urine for 45 minute soaking was the best combination for the growth of stem cuttings red bettle
Inventarisasi Jamur Makroskopis Di Hutan Rawa Gambut Desa Teluk Bakung Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya
Jamur makroskopis memiliki peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Penelitian inventarisasi jamur makroskopis ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis dan pemanfaatannya oleh masyarakat Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 (empat) bulan dari bulan Agustus 2011 sampai November 2011 dengan menggunakan metode jelajah (Cruise Method) (Rugayah et al., 2004). Hasil penelitian diperoleh 20 spesies jamur makroskopis dari kelas Basidiomycetes yang terdiri dari 4 ordo, 9 famili dan 15 genera. Jamur dari ordo Aphylloporales paling banyak ditemukan di hutan rawa gambut Desa Teluk Bakung Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Dari 20 spesies yang ditemukan, 10 spesies jamur dimanfaatkan sebagai makanan, 3 spesies sebagai obat-obatan, 3 spesies bersifat racun dan 6 spesies tidak diketahui pemanfaatanny
Karakteristik Populasi Ikan Biawan (Helostoma temminckii Cuvier) di Danau Kelubi Kecamatan Tayan Hilir
Ikan biawan (Helostoma temmincki Cuvier) merupakan ikan air tawar ekonomis yang banyak ditemukan di Danau Kelubi dan banyak ditangkap oleh nelayan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik populasi ikan biawan di Danau Kelubi yang meliputi kepadatan, struktur umur, nisbah kelamin dan indeks kematangan gonad (IKG). Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga Juli 2012. Pengambilan sampel ikan menggunakan metode Proportionate Cluster Random Sampling dengan jala tebar seluas 12,56m2. Berdasarkan analisis Catch Per Unit Effort (CPUE) diketahui kepadatan ikan biawan di Danau Kelubi sebanyak 331 ekor, yang terdiri atas dua kelompok umur ekologis yaitu juvenil (75,42%) dan dewasa (24,58%). Nisbah kelamin ikan biawan jantan dan betina memiliki perbandingan 1,5:1. Populasi ikan biawan didominasi ikan muda dengan tingkat kematangan gonad (TKG) I. Indeks kematangan gonad (IKG) ikan biawan berkisar antara 0,474,48 %. Nilai IKG ikan biawan di Danau Kelubi < 20% menandakan bahwa ikan biawan dapat memijah sepanjang tahun
Penggunaan Larutan Kalsium Klorida (CaCl2) dalam Menunda Pematangan Buah Pepaya (Carica papaya L.)
Papaya (Carica papaya L.) spreads in tropical areas. The harvested fruit generally is ripe between 4 and 5 days, therefore to maintain the quality of the fruit delaying ripening of it is needed. One of the ways to delay ripening of fruit is using Calsium Choloride (CaCl2) solution. The research project aims to find out of the influence of CaCl2solution as material for delaying ripening papaya. The study was conducted from December 2011 to May 2012 in Biology Laboratory of Biology department in Faculty of Mathematics and Natural Science, Tanjungpura University. The research methodology used experimental factorial complete randomized design which consisted of two treatments that are concentration of CaCl2 solution (C) with five levels; 0%, 2%, 4%, 6%, 8% and soaking time with five level; 0 minutes, 15 minutes, 30 minutes, 45 minutes, and 60 minutes. The investigation covered keeping period of time (days), weight decrease (%), food color, flesh color, tenderness and food glucose level (%). The best fruit storage time was 6% concentrate and soaking time was 60 minutes, and weight decrease, food color, flesh color and food glucose level was 6% concentrate and the soaking time was 30 minutes
Pertumbuhan Cabai Hibrida (Capsicum annuum L.) pada Kombinasi Tanah PMK dengan Kompos Limbah TKKS
Penelitian mengenai pertumbuhan cabai hibrida (Capsicum annuum L.) pada kombinasi tanah podsolik merah kuning (PMK) dengan kompos limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) telah dilakukan pada bulan April 2011 sampai November 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kompos limbah TKKS yang dihasilkan dan pengaruh pemberian kombinasi tanah PMK dengan kompos limbah TKKS, terhadap pertumbuhan cabai hibrida (Capsicum annuum L.). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yang diulang 5 kali. Dilakukan 5 perlakuan dengan kombinasi tanah PMK dan kompos limbah TKKS yaitu 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi 25% tanah PMK dan 75% kompos limbah TKKS mampu menghasilkan rerata jumlah daun 1241,80 helai, rerata jumlah bunga 91,80 kuntum dan rerata jumlah buah 62,20 buah
Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) pada Media Tanah Gambut yang Diberi Abu Jerami Padi dan Pupuk Kandang Sapi
Abu jerami padi dan pupuk kandang sapi berpotensi meningkatkan pH dan unsur hara pada tanah gambut sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai pada tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril) pada media tanah gambut yang diberi abu jerami padi dan pupuk kandang sapi. Penelitian dilakukan di rumah kasa Jurusan Biologi FMIPA Universitas Tanjungpura dari bulan Juli sampai September 2012 menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu abu jerami padi dan faktor kedua yaitu pupuk kandang sapi. Konsentrasi abu jerami padi yang digunakan yaitu 0 gram, 5 gram, 10 gram, 15 gram. Konsentrasi pupuk kandang sapi yang digunakan yaitu 0 gram, 11 gram, 22 gram, 33 gram. Masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 48 unit perlakuan. Perlakuan 10 gram abu jerami padi dan 33 gram pupuk kandang sapi menunjukan hasil yang terbaik untuk parameter tinggi tanaman 181 cm, jumlah bunga 41,66 kuntum, jumlah polong 34,66 polong, berat basah tanaman 31 gram, dan berat kering tanaman 8,66 gram. Perlakuan 15 gram abu jerami padi dan 22 gram pupuk kandang sapi menunjukan hasil terbaik untuk jumlah daun 72 helai
Kualitas Perairan Sungai Kapuas Kota Sintang Ditinjau Dari Keanekaragaman Makrozoobentos
Sungai Kapuas memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Kota Sintang. Kepadatan penduduk dan intensitas penggunaan sungai yang semakin meningkat menyebabkan penurunan kualitas air Sungai Kapuas akibat pencemaran limbah yang masuk ke dalamnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman makrozoobentos dan kualitas perairan di Sungai Kapuas Kota Sintang. Pengambilan sampel dilakukan pada 5 stasiun, setiap stasiun diambil 4 titik yang mewakili tepi kanan dan kiri sungai. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada bulan Maret dan bulan April 2011. Hasil penelitian didapatkan tiga filum makrozoobentos yaitu Annelida, Arthropoda dan Molusca. Filum Annelida diwakili kelas Oligochaeta dari genus Limnodrilus dan Lumbricullus. Filum Arthropoda diwakili kelas Insecta dari genus Chironomus dan Probezzia. Filum Molusca diwakili kelas Gastropoda dari genus Sphaerium. Kepadatan total genus makrozoobentos tertinggi pada bulan Maret (1244,44 ind./m2) dan April 2011 (1911,11 ind./m2) didominasi oleh Limnodrilus. Indeks keanekaragaman Shannon-Winner makrozoobentos pada bulan Maret dan April 2011 tergolong rendah (0,4196-1,1644). Kualitas perairan Sungai Kapuas Kota Sintang ditinjau dari keanekaragaman makrozoobentos tergolong sebagai perairan tercemar berat oleh bahan organik
Pengendalian Hama pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Menggunakan Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.)
Mustard (Brassica juncea L.) is a plant that quite popular and widely grown in West Kalimantan. The purpose of this study is to discover the concentration of papaya leaf extract (Carica papaya L.), as a pest controller in mustard (B. juncea L.) and investigate the effect of the intensity of pest attacks on mustard (B. juncea L.). The study was conducted around the greenhouse and the laboratory of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences University Tanjungpura, Pontianak in November 2011 to February 2012. The research used Completely Randomized Design consisting of 4 treatments and 2 controls (positive and negative) with 3 replications. Papaya leaf extract concentrations used were 25%, 50%, 75% and 100%. The results showed that pets that attack the mustard plant are crop controlling (Crocidolomia binotalis). The concentration of papaya leaf extract 100% was capable of controlling C. binotalis attack. 100% concentration showed the best results at the first week to the fourth week (0%), compared to a concentration of 25%, 50% and 75%. The use of papaya leaf extract 100% is a good number for of the mustard plant as a natural insecticide with number 10 strands of fresh mustard leaves, fresh weight, dry weight of 50.68 grams and 2.1 grams