JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia
Not a member yet
    195 research outputs found

    Pengembangan PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN KIMIA BERBANTUAN APLIKASI CANVA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KELAS XI SMA 2 SIAK HULU

    No full text
      Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat validitas pengembangan e-modul berbantuan aplikasi canva dan untuk mengetahui respon pengguna terkait pengembangan e-modul di Kelas XI SMAN 2 Siak Hulu. Penelitian ini menggunakan model pengembangan R & D yaitu 4-D yang terdiri dari tahapan defenisi, perancangan, pengembangan, dan implementasi. Analisis data yang digunakan yaitu validasi terhadap E-modul kepada 3 validator dan angket respon. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa para ahli media dan ahli materi pembelajaran dengan rata-rata persentase kevalidan 83,93% dan 81,57% dengan kriteria sangat valid.  Dinyatakan sangat praktis sesuai dengan penilaian guru dengan rata-rata persentase 92,45%, serta siswa uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan dengan rata-rata persentase 92,63% dan 92,98% dengan kriteria sangat praktis. E-modul berbantuan canva pada materi stoikiometri yang telah dikembangkan dinyatakan telah layak digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan penilaian. Abstract  This research aims to determine the level of validity of e-module development assisted by the Canva application and to determine user responses regarding e-module development in Class XI SMAN 2 Siak Hulu. This research uses the R & D development model, namely 4-D which consists of the stages of definition, design, development and implementation. The data analysis used is validation of the E-module with 3 validators and a response questionnaire. The data analysis technique in this research uses a Likert scale. The research results concluded that media experts and learning material experts had an average validity percentage of 83.93% and 81.57% with very valid criteria. It was declared very practical according to the teacher's assessment with an average percentage of 92.45%, as well as students in small group trials and field trials with an average percentage of 92.63% and 92.98% with very practical criteria. The Canva-assisted e-module on stoichiometry material that has been developed is declared suitable for use in learning according to the assessment.      Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat validitas pengembangan e-modul berbantuan aplikasi canva dan untuk mengetahui respon pengguna terkait pengembangan e-modul di Kelas XI SMAN 2 Siak Hulu. Penelitian ini menggunakan model pengembangan R & D yaitu 4-D yang terdiri dari tahapan defenisi, perancangan, pengembangan, dan implementasi. Analisis data yang digunakan yaitu validasi terhadap E-modul kepada 3 validator dan angket respon. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa para ahli media dan ahli materi pembelajaran dengan rata-rata persentase kevalidan 83,93% dan 81,57% dengan kriteria sangat valid.  Dinyatakan sangat praktis sesuai dengan penilaian guru dengan rata-rata persentase 92,45%, serta siswa uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan dengan rata-rata persentase 92,63% dan 92,98% dengan kriteria sangat praktis. E-modul berbantuan canva pada materi stoikiometri yang telah dikembangkan dinyatakan telah layak digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan penilaian

    ANALISIS KEBUTUHAN BUKU PENGAYAAN KIMIA HIJAU BERBASIS CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT)

    Full text link
    Abstrak Pembelajaran kimia di Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang cukup kompleks, terutama dalam menyesuaikan kebutuhan belajar dengan latar belakang budaya siswa. Di sisi lain, pendidikan abad ke-21 mengharapkan siswa dapat menguasai sejumlah kompetensi kimia, salah satunya adalah literasi kimia yang memungkinkan siswa dengan budaya lokal yang berbeda dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan membangun keberlanjutan isu-isu lingkungan yang global. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi guru kimia tentang kebutuhan dan karakteristik buku pengayaan kimia hijau berbasis CRT dengan integrasi SDGs yang baik dan sesuai dengan kebutuhan guru di lapangan.  Untuk memenuhi tujuan ini, dilakukan penelitian survey dengan pendekatan kualitatif. Sebanyak 6 guru kimia berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan open endeed-questionnaire yang berjumlah 16. Teknik analisis data yang digunakan adalah content analysis dengan metode interpretative coding. Hasil yang diperoleh yaitu guru menyatakan bahwa pengembangan buku pengayaan kimia berbasis culturally responsive teaching (CRT) perlu dilakukan untuk mendukung integrasi SDGs dan literasi kimia siswa SMA. Karakteristik buku pengayaan yang diharapkan oleh guru yaitu terdapat integrasi materi kimia hijau dengan yang lainnya, mendukung keberlanjutan, dan dapat membekali literasi kimia. Abstract Chemistry learning in Indonesia currently faces quite complex challenges, especially in adapting learning needs to students' cultural backgrounds. On the other hand, 21st century education expects students to master a number of chemical competencies, one of which is chemical literacy that allows students with different local cultures to create more relevant learning experiences and build sustainability on global environmental issues. This study aims to explore the perceptions of chemistry teachers about the needs and characteristics of CRT-based green chemistry enrichment books with SDGs integration that are good and in accordance with the needs of teachers in the field.  To fulfill this objective, a survey research was conducted with a qualitative approach. A total of 6 chemistry teachers participated in this study. Data were collected using an open-ended questionnaire totaling 16. The data analysis technique used was content analysis with interpretative coding method. The results obtained were that teachers stated that the development of culturally responsive teaching (CRT)-based chemistry enrichment books needs to be done to support the integration of SDGs and chemical literacy of high school students. The characteristics of enrichment books expected by teachers are the integration of other green chemistry materials, support sustainability, and can equip chemical literacy.Pembelajaran kimia di Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang cukup kompleks, terutama dalam menyesuaikan kebutuhan belajar dengan latar belakang budaya siswa. Di sisi lain, pendidikan abad ke-21 mengharapkan siswa dapat menguasai sejumlah kompetensi kimia, salah satunya adalah literasi kimia yang memungkinkan siswa dengan budaya lokal yang berbeda dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan membangun keberlanjutan isu-isu lingkungan yang global. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi guru kimia tentang kebutuhan dan karakteristik buku pengayaan kimia hijau berbasis CRT dengan integrasi SDGs yang baik dan sesuai dengan kebutuhan guru di lapangan.  Untuk memenuhi tujuan ini, dilakukan penelitian survey dengan pendekatan kualitatif. Sebanyak 6 guru kimia berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan open endeed-questionnaire yang berjumlah 16. Teknik analisis data yang digunakan adalah content analysis dengan metode interpretative coding. Hasil yang diperoleh yaitu guru menyatakan bahwa pengembangan buku pengayaan kimia berbasis culturally responsive teaching (CRT) perlu dilakukan untuk mendukung integrasi SDGs dan literasi kimia siswa SMA. Karakteristik buku pengayaan yang diharapkan oleh guru yaitu terdapat integrasi materi kimia hijau dengan yang lainnya, mendukung keberlanjutan, dan dapat membekali literasi kimia

    Pengaruh Model Pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XI pada Materi Larutan Penyangga

    Full text link
    The implementation of chemistry learning in schools is not yet optimal because it tends to only prioritize products, namely students' cognitive learning outcomes, while students' science process skills are put aside. Therefore, this research aims to determine the effect of the POE (Predict-Observe-Explain) learning model on class XI students' science process skills in buffer solution material. The participants in this research were 86 class XI students at SMA Negeri 1 South Tangerang in the even semester of the 2023/2024 academic year. The research method used was quasi-experimental with a Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design research design. This research sample was taken using a purposive sampling technique so that class XI MIPA 4 was obtained as a control class which applied the 5M learning model and class Quantitative data were analyzed using SPSS 29 with the Mann Whitney U test and Wilcoxon test. The results show that the science process skills of experimental class students are greater than those of control class students. Therefore, it can be concluded that the application of the POE (Predict-Observe-Explain) learning model has a positive effect on class XI students' science process skills in buffer solution material.Pelaksanaan pembelajaran kimia disekolah belum optimal karena cenderung hanya memprioritaskan produk yaitu hasil belajar kognitif siswa saja, sedangkan keterampilan proses sains siswa dikesampingkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) terhadap keterampilan proses sains siswa kelas XI pada materi larutan penyangga. Partisipan penelitian ini berjumlah 86 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tangerang Selatan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran 5M dan kelas XI MIPA 5 sebagai kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain). Data kuantitatif dianalisis menggunakan SPSS 29 dengan uji U Mann Whitney dan uji Wilcoxon. Hasil menunjukan bahwa keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen lebih besar dibandingkan siswa kelas kontrol. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) berpengaruh positif terhadap keterampilan proses sains siswa kelas XI pada materi larutan penyangga

    Efektivitas Media Pembelajaran terintegrasi Augmented Reality Materi Asam Basa Fase F terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di SMA Negeri 13 Padang

    No full text
    This study aims to determine the effectiveness of acid-base learning media integrated with Augmented Reality (AR) technology on improving students' cognitive learning outcomes. One of the topics discussed in chemistry learning is acid-base material. Given the concept of acid-base is abstract, it requires visualization in three-dimensional form to facilitate understanding. The learning media used has gone through validity and practicality tests, with results showing that the media is valid and practical. This research is included in the pre-experimental type with a one group pretest-posttest design. The research sample consisted of 35 students of class F.6 at SMA Negeri 13 Padang. The instrument used was a multiple choice diagnostic test. Data analysis obtained that the data is normally distributed with a Wcount value of (0.93443) which is greater than Wtable (0.934). Hypothesis testing using paired sample t-test shows that the tcount of (21.23) is greater than the ttable of (2.03011). Thus, it can be concluded that the use of Augmented Reality-based learning media on acid-base material is effective in improving the learning outcomes of students at the SMA / MA phase F level Keywords: Effectiveness, Learning Media, Augmented Reality, Acid-Base, Learning OutcomesPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran asam basa yang terintegrasi dengan teknologi Augmented Reality (AR) terhadap peningkatan hasil belajar kognitif peserta didik. Salah satu topik yang dibahas dalam pembelajaran kimia adalah materi asam basa. Mengingat konsep asam basa bersifat abstrak, maka diperlukan visualisasi dalam bentuk tiga dimensi untuk mempermudah pemahaman. Media pembelajaran yang digunakan telah melalui uji validitas dan kepraktisan, dengan hasil yang menunjukkan bahwa media tersebut valid dan praktis. Penelitian ini termasuk dalam jenis pra-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 35 siswa kelas F.6 di SMA Negeri 13 Padang. Instrumen yang digunakan berupa tes diagnostik pilihan ganda. Data analisis diperoleh bahwa data terdistribusi normal dengan nilai Whitung sebesar (0,93443) yang lebih besar dari Wtabel (0,934). Uji hipotesis menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa thitung sebesar (21,23) lebih besar dari ttabel sebesar (2,03011). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada materi asam basa efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di tingkat SMA/MA fase F Kata-kunci: Efektivitas, Media Pembelajaran, Augmented Reality, Asam Basa, Hasil Belaja

    Analisis Kesulitan Belajar Siswa dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Kimia Kelas X di SMA Negeri 1 Kerinci

    Full text link
    Abstrak  Studi ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa kelas X dalam pembelajaran kimia di SMAN 1 Kerinci dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap guru kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep abstrak seperti atom dan reaksi kimia, yang diperburuk oleh keterbatasan akses informasi dan kesiapan guru yang bervariasi dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Studi ini merekomendasikan pelatihan guru, peningkatan akses ke sumber belajar, dan penerapan pendekatan fleksibel serta diferensiasi pengajaran untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran kimia dan prestasi siswa. Abstract  This study aims to analyze the learning difficulties of grade X students in chemistry learning at SMAN 1 Kerinci in the context of implementing the Independent Curriculum. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews and observations of chemistry teachers. The results showed that students had difficulty in understanding abstract concepts such as atoms and chemical reactions, which were exacerbated by limited access to information and varying teacher readiness in implementing the Independent Curriculum. This study recommends teacher training, increasing access to learning resources, and implementing flexible approaches and teaching differentiation to improve the effectiveness of chemistry learning and student achievement.Penelitian ini bertujuan menganalisis kesulitan belajar siswa kelas X dalam pembelajaran kimia di SMAN 1 Kerinci dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap guru kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep abstrak seperti atom dan reaksi kimia, yang diperparah oleh keterbatasan akses informasi serta kesiapan guru yang beragam dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan guru, peningkatan akses sumber belajar, dan penerapan pendekatan fleksibel serta diferensiasi pengajaran untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran kimia dan prestasi siswa

    DESAIN E-MODUL BERBASIS KONTEKSTUAL TERINTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN PADA MATERI LAJU REAKSI

    Full text link
    The increase in juvenile delinquency can be overcome by character education that combines Islamic religion and science. In addition, contextual learning is a solution to overcome students' difficulties in learning the material of reaction rates. This study aims to determine the characteristics, analyze the feasibility, usability, and determine students' responses to the developed e-module. This study uses the DBR (Design-Based Research) development model which consists of three stages: analysis and exploration, design and construction, and evaluation and reflection. This study involved experts (chemistry, Islamic religion, and media), chemistry teachers of MA in DIY, and students in phase F. The instruments used were validation sheets and questionnaires. Data analysis used qualitative descriptive for qualitative data and descriptive statistics for quantitative data. The results of the study indicate that the required characteristics of the e-module are that the teaching materials are made electronically and are easily accessible, contain images/illustrations about the material, contain the context of the material integrated with Islamic values and related to daily life, and are presented in the form of a flipbook. Based on expert assessments, the developed e-module is considered feasible with revision. According to the teachers' assessment, the developed e-module fell into the very good category, achieving an average score of 98 and a 91% ideality percentage. Meanwhile, student responses based on the readability test yielded an average score of 68, falling into the very good category with an 85% ideality percentage.Peningkatan kenakalan remaja dapat diatasi dengan pendidikan karakter yang memadukan agama Islam dan ilmu pengetahuan. Selain itu, pembelajaran kontekstual menjadi solusi untuk mengatasi kesulitan peserta didik dalam mempelajari materi laju reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, menganalisis kelayakan, kedapatgunaan, dan mengetahui respon peserta didik terhadap e-modul yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan DBR (Desain-Based Research) yang terdiri dari tiga tahapan yaitu analisis dan eksplorasi, desain dan konstruksi, serta evaluasi dan refleksi. Penelitian ini melibatkan ahli (materi kimia, agama Islam, dan media), guru kimia MA di DIY, dan peserta didik fase F. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi dan angket. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk data kualitatif dan statistik deskriptif untuk data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik e-modul yang dibutuhkan yaitu bahan ajar dibuat elektronik dan mudah diakses, memuat gambar/ilustrasi tentang materi, memuat konteks materi yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, serta disajikan dalam bentuk flipbook. Berdasarkan penilaian ahli, e-modul yang dikembangkan dinilai layak dengan revisi. Menurut penilaian guru, e-modul yang dikembangkan masuk dalam kategori sangat baik karena mendapat skor rata-rata sebesar 98 dan persen keidealan sebesar 91%. Sedangkan respon peserta didik berdasarkan hasil uji keterbacaan diperoleh skor rata-rata sebesar 68 dan masuk kategori sangat baik dengan persen keidealan sebesar 85%

    Pengembangan Pengembangan Game Edukasi Berbasis Deep Learning Berbantuan Construct 3 di Sekolah Menengah Atas pada Materi Laju Reaksi: Pendahuluan

    No full text
    This study aims to produce a feasible deep learning-based educational game learning medium assisted by Construct 3. This study was conducted at SMAN 10 Kota Jambi with the research subjects being class XI Phase 2. This study used the Lee & Owens development model, namely: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research instruments used were interview guidelines and questionnaires. The data analysis techniques used were qualitative data analysis (suggestions and comments) and quantitative data analysis (percentage and average answer scores). The results of this study indicate that this deep learning-based educational game assisted by Construct 3 is feasible conceptually and procedurally, with a material expert feasibility score of 98% (Very Good), a media expert score of 93% (Very Good), and a teacher assessment score of 94% (Very Good). The deep learning-based educational game assisted by Construct 3 can be used at all cognitive levels of students with a percentage of 86.6% (Very Good) and student responses have a percentage of 93.1% (Very Good). Based on the results obtained, it can be concluded that the deep learning-based educational game assisted by Construct 3 is very feasible to be used in learning to increase student motivation in reaction rate material.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran game edukasi berbasis deep learning berbantuan Construct 3 yang layak. Penelitian ini dilakukan di SMAN 10 Kota Jambi dengan subjek penelitian kelas XI Fase 2. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Lee & Owens, yaitu: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif (saran dan komentar) dan analisis data kuantitatif (skor persentase dan rata-rata jawaban). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa game edukasi berbasis deep learning berbantuan Construct 3 ini layak secara konseptual dan prosedural, dengan skor kelayakan ahli materi 98% (Sangat Baik), skor ahli media 93% (Sangat Baik), dan skor penilaian guru 94% (Sangat Baik). Game edukasi berbasis deep learning berbantuan Construct 3 dapat digunakan pada semua tingkat kognitif murid dengan persentase 86,6% (Sangat Baik) dan respons murid memiliki persentase 93,1% (Sangat Baik). Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa game edukasi berbasis deep learning yang berbantuan Construct 3 sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan motivasi murid pada materi laju reaksi

    Analisis Model Mental Peserta Didik pada Pembelajaran Sistem Periodik Unsur Menggunakan Represnetasi 3D

    No full text
    This study aims to analyze the mental model of students in learning the periodic system of elements using 3D representations. This research was conducted in the odd semester of the 2022/2023 academic year. The research subjects were 36 students of class XB SMAN 54 Jakarta. This study used qualitative research methods. Data collection techniques through mental model tests, interviews, reflective journals, and classroom observations. The students' mental models were analyzed in three stages, namely engage, explore, and explain. The students' mental models are categorized into three, namely scientific, synthetic, and initial mental models which are viewed from the three levels of macroscopic, submicroscopic, and symbolic representations. The results showed that class XB had three categories of mental models, namely scientific mental models with an overall average of 70.86%, synthetic mental models with an overall average of 17.54%, and initial mental models with an overall average of 11.60 %. Mental models are formed from the thoughts and experiences of students who previously had, teacher explanations, 3D representation media, and handbooks or other sources.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model mental peserta didik pada pembelajaran sistem periodik unsur menggunakan representasi 3D. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023. Subjek penelitian berjumlah 36 peserta didik kelas XB SMAN 54 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui tes model mental, wawancara, reflektif jurnal, dan observasi kelas. Model mental peserta didik dianalisis pada tiga tahap yaitu engage, explore, dan explain. Model mental peserta didik dikategorikan menjadi tiga yaitu model mental saintifik, sintetik, dan inisial yang ditinjau dari tiga tingkat representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas XB memiliki ketiga kategori model mental yaitu model mental saintifik dengan rata-rata keseluruhan 70,88%, model mental sintetik dengan rata-rata keseluruhan 17,55%, dan model mental inisial dengan rata-rata keseluruhan 11,61%. Model mental terbentuk dari pemikiran dan pengalaman peserta didik yang dimiliki sebelumnya, penjelasan guru, media representasi 3D, dan buku pegangan atau sumber lainnya

    Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Learning Cycle 5E Pada Materi Laju Reaksi Di Kelas XI.4 MAN 1 Kendari

    Full text link
    Abstrak Penelitian "Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Learning Cycle 5E pada Materi Laju Reaksi di Kelas XI.4 MAN 1 Kendari" bertujuan untuk menguji validitas LKPD berbasis learning cycle 5E dan menentukan respons siswa terhadap media pembelajaran LKPD berbasis learning cycle 5E.Metode penelitian ini menggunakan model Thiagarajan 4-D, dengan instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli dan lembar kuesioner respons siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk LKPD berbasis siklus pembelajaran 5e yang telah dikembangkan berada dalam kategori sangat layak dengan persentase rata-rata 92,8%; dengan kategori layak; dan respons siswa terhadap kepraktisan LKPD berada dalam kategori sangat layak dengan persentase 83,4%.   Abstract This research aims to determine the level of validity of e-module development assisted by the Canva application and to determine user responses regarding e-module development in Class XI SMAN 2 Siak Hulu. This research uses the R & D development model, namely 4-D which consists of the stages of definition, design, development and implementation. The data analysis used is validation of the E-module with 3 validators and a response questionnaire. The data analysis technique in this research uses a Likert scale. The research results concluded that media experts and learning material experts had an average validity percentage of 83.93% and 81.57% with very valid criteria. It was declared very practical according to the teacher's assessment with an average percentage of 92.45%, as well as students in small group trials and field trials with an average percentage of 92.63% and 92.98% with very practical criteria. The Canva-assisted e-module on stoichiometry material that has been developed is declared suitable for use in learning according to the assessment.Penelitian “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Learning Cycle 5E Pada Materi Laju Reaksi Dikelas XI.4 MAN 1 Kendari” bertujuan untuk menguji validitas LKPD berbasis learning cycle 5e dan Mengetahui respon peserta didik terhadap media pembelajaran LKPD berbasis learning cycle 5e. Metode Penelitian ini menggunakan model 4-D Thiagarajan, dengan instrument penelitian berupa lembar validasi ahli dan lembar angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukan bahwa produk LKPD berbasis learning cycle 5e yang telah dikembangkan berada pada kategori sangat layak dengan persentase rata-rata sebesar 92,8%; dengan kategori layak; dan respon peserta didik terhadap kepraktisan LKPD berada pada kategori sangat layak dengan persentase sebesar 83,4

    Analisis Kebutuhan E-modul Interaktif Terintegrasi STSE (Science, Technology, Society, Environment) pada Materi Larutan Asam Basa sebagai Sumber Belajar Mandiri Siswa SMA/MA

    Full text link
    This study aims to analyze the needs of chemistry teachers for the development of integrated interactive e-modules on STSE (Science, Technology, Society, and Environment) regarding acid-base solutions for high school students, which are used as independent learning resources. This study applies a qualitative approach using an exploratory survey method. The research subjects consisted of seven chemistry teachers from three schools in the Yogyakarta area, selected using purposive sampling. Data were collected using a semi-open questionnaire consisting of three main aspects, namely the implementation of chemistry learning, STSE integration, and responses and expectations regarding e-module development. Data analysis was performed applies content analysis techniques through interpretive coding. The results showed that most teachers considered acid-base solution material difficult for students to understand due to the abundance of theory and calculations, as well as the limited learning resources available in the form of textbooks and conventional resources from school facilities. The majority of teachers did not yet understand the STSE approach but showed high enthusiasm for the development of interactive e-modules that are interesting, easy to use, relate to science and technology, and are relevant to everyday life. Thus, the results of this needs analysis confirm that the development of STSE-based interactive e-modules is urgently needed to support more meaningful and contextual chemistry learning, as well as to foster student independence in learning.Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kebutuhan guru kimia terhadap pengembangan e-modul interaktif terintegrasi STSE (Science, Technology, Society, and Environment) tentang materi larutan asam basa untuk siswa SMA/MA  yang dijadikan sumber belajar mandiri. Penelitian ini menerapkan  pendekatan kualitatif menggunakan metode survei eksploratif. Subjek penelitian terdiri dari tujuh guru kimia dari tiga sekolah di wilayah Yogyakarta yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data diakumulasikan menggunakan lembar angket semi terbuka terdiri dari tiga aspek utama yaitu pelaksanaan pembelajaran kimia, integrasi STSE, dan tanggapan serta harapan pengembangan e-modul. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis konten melalui koding intepretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru menilai materi larutan asam basa sulit dipahami oleh siswa karena banyaknya teori dan perhitungan, serta sumber belajar yang tersedia masih terbatas dalam bentuk buku paket dan sumber konvensional dari fasilitas sekolah. Mayoritas guru belum memahami pendekatan STSE, namun menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengembangan e-modul interaktif yang menarik, mudah digunakan, mengaitkan sains teknologi, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, hasil analisis kebutuhan ini menegaskan bahwa pengembangan e-modul interaktif berbasis STSE sangat diperlukan untuk mendukung pembelajaran kimia yang lebih bermakna, kontekstual, serta menumbuhkan kemandirian belajar siswa

    162

    full texts

    195

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇