Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
    262 research outputs found

    Kemajuan Teknologi Dan Siasat Untuk Berkembang

    No full text
    Technology Advance and Its Development Strategy. Art education organized by the Faculty of  Visual Art of  ISI Yogyakarta is related to the dynamic of  the art development in the visual art practitioners’ networking in both national and global level. The students enrich their knowledge and experience from inside as well as outside the campus by employing various strategies. Within this process, at many times the effort in achieving an artistic convention crashes with the artistic creativity that develops along with the world improvement. Market undeniably has to be considered in assisting the students to be ‘mature’ artists. It is also a must that art interacts with other fields of  science. Technology will hold an important position as new learning resources in the education of  art.Keywords: interdisciplinary, art, new technology, art education institution, art worl

    EXHIBITION CURATOR DALAM MEDIASI SENI RUPA KONTEMPORER DAN PERSOALANNYA

    No full text
    dari popularitas profesi kurator dalam praktek sen: rupa kontemporer di Barat. Namundemikian profesi kurator yang popular tersebut sesungguhnya adalah jenis kurator yanglengkapnya disebut exhibition curator atau kurator pameran. Awainya profesi kurator dalampengertian tradisi museum Barar adalah pen jaga, pencatat dan pengklasifikasi karyadanbendabendayang dikoleksi oleh museum, karena itu pekerjaan kurator biasanya terspcsialisasikan kedalam berbagai jenis ruang pamer, mulai dari museum etnografi/antropologi sampai dengankebun binatang. Selain itu ada sub-sub spesisalisasi lebih lanjut, misalnya dalam museumsejarah seni rupa, dikenal spesialisasi berdasarkan rentang waktu, gaya dan daerah tertentu.Profesi kurator seperti yang diuraikan dikenal sebagai kurator museum. Terjadi perubahanbesar dalam kerja kurasi sejalan dengan perubahan dan perkembangan seni rupa kotemporer.Dalam konteks seni rupa kontemporer kurator lebih sibuk dengan penyelenggaraan pameran,karena itu dikenal sebagai kurator pameran kerja “ kurator pameran” ;ni, berbeda dengan“kurator museum” yang lebih terfokus pada “penanganan” koleksi yang dimiliki museum,yakni perawatan, pencatatan, pengklasifikasian dan pameran.Kurator museum pun memiliki kemampuan memamerkan, namun umumnva terbataspada koleksi museum dan spesialisasi yang dimilikinya. Sedangkan kurator pameran labihfokus dalam upaya penyelenggaraan program pameran yang umumnya lebih fokus padapraktek dan wacana seni rupa kontemporer yang sedang berlangsung. Kurator pameran adayangbeker jadi museum atau galeri, ada pula yang mandiri, disebut sebagai kurator independen.Kurator pameran yang bekerja di museum, tugasnya terutama menyusun program pamerandan merealisasikannya. Untuk itu mereka tak membatasi pada karya-karya pada karya-karyayang dikoleksi oleh museumnya, tetapi juga karya-karya yang dipinjam dari museum lain atauseniman, tak jarang mereka minta seniman untuk membuat karya baru. Sedangkan kuratorindependen, kendati awai keberadaannya dipicu oleh penentangan mereka terhadap kekuasaandan hegemoni kurator pameran di museum-museurr. besar, tetapi saat ini mereka juga kerapmenjadi guest curator di museum-museum tersebut. Selain itu kurator independen juga bekerjabagi lembaga di luar museum dan senimanyangingin menyelenggarakan pameran

    PADMASANA KAJIAN SENI HIAS DAN FUNGSI

    No full text
    Padmasana is a sacred building for the Hindu people. It is used to worship God. This building is located in the northeast zone of the worship complex (Pura) as the main building. Padmasana building is very closely related to the symbolic values reflected in the name ‘padmasana’ itself, also the shape of the building and its decorative art that adorning the entire padmasana. To reveal these symbolic values, the writer approached the topic using some theories on function that were proposed by some prominent functionalist. The conclusion was that Padmasana functioned, first regiously, second ethically or morally, third aesthetically, fourth economically, and fifth expressively.Keywords: Padmasana, decorative art, functio

    POTENSI UNSUR-UNSUR KEKRIYAAN (CRAFTMANSHIP) DALAM PAMERAN BIENNALE JOGJA VIII 2005 “DI SINI DAN KINI”

    No full text
    Craftsmanship elements is always can be found in many kind o f visual arts ivork. These elementsmay include in technicals, materials, concepts, forms, and decorative aspects. Up to now, craftsmanshipelements not only in kriya art, but they also exist in another visua. arts fields. New phenomenon anddevelopment in kriya art is always happen and parallel with 'the neto spirit'of each period, without limited.Craftsmanship elements is also appeared in Biennalle Jogja VIII2005 exhibition. In this article, we will tryto see and describe craftsmanship elements on a few sample visual art works, which is shown in BiennaleJogja VIII2005,4-22 December 2005, on theme "Di Sini dan Kini" (Consciousness o f the Here and Now).Key words: Crafttnanshipelement, Contemporer, Biennale Joy

    Modernisasi dan Transformasi Seni Lukis Bali pada karya I Gusti Nyoman Lempad

    No full text
    Pita Maha was founded by Cokorda Gede Raka Sukawati, with Walter Spies and Bonnet Rodelf  in. Pita Maha as an organization that embodies activity Balinese painters and sculptors at that time, 1937th contribute to the marketing of  art works. Through this Pitamaha values-aesthetic identity Balinese art and artists built awareness (constructed), then be the names then began confirmed its position as an individual artist.  So the position of  an artist for most of  Balinese painters at that time was in a state of  given situation, rather than grow out of  their consciousness as an individual artist (modern). Although the development is slowly starting to appear professional awareness of  the individual artists but again, awareness is not as modern individual artist. I Gusti Nyoman Lempad is one of the most important generation of  artists Pita Maha, displaying his works of  art aesthetic transpormasi postHindu Balinese to fine art (painting) modern Balinese.Keywords: Pita Maha, aesthetic, transformation, indivial artist, visual art (Bali

    Seni Patung Berbasis Teknologi Biner 01

    No full text
    Sculpture is three-dimensional works created as a way to communicate the artist to the recipient. In general, the sculpture has the look of  a close spatial relationship with the planning and preparation form. By some artists of  this digital technology is processed and used as a means of  creative media. Planning can form through the process without the process technology or technology-based aritmatic row that work based programming language. Blend series aritmatic 0 1 in binary processing will change analog data into an array of  data will produce the color through the liquid crystal display (LCD) or cathode ray tube (CRT). Analog data in the form sculpture sketch plan will be changed into electronic visual data displayed through the LCD or CRT screen.Keywords: Sculpture, Technology, Binary 0

    TINJAUAN FENOMENOLOGIS SENI RUPA MODERN INDONESIA

    No full text
    dengan bidang seni lukis semata, mesiu makna sesungguhnya tidak demikian, melainkanberlaku pula bagi jenis karya seni rupa lainnya seperti seni patung, seni grafis, seni kriya(meliputi seni kriya logam, ukir kayu, keramik, bauk), dan sebagainya. Akan tetapi ridakdipungkiri bahwa ditinjau dari aspek sejarah peranan seni lukis sangat menonjol sehubungandengan proses pembentukan dan kemunculan seni rupa modem Indonesia berupa timbulnyasikap baru yang mendasari penciptaan karya-karya seni rupa dan hal itu membedakannyadengan hal-hal yang mendasari penciptaan karya-karya seni rupa pada masa sebelumnya (senirupatradisional).Seni rupa modem Indonesia merupakan bahagan baru dari perkembangan seni rupsIndonesia masa sebelumnya, sejak masa pra-sejarah berlanjut ke masa proto-sejarah, masaklasik-kecandian 'Hindu dan Budha), masa masuknya pengaruh agama Islam, masa masuknyapengaruh budaya Barat bersamaan dengan terjadinya jaman penjajahan oleh bangsa-bangsaBarat, masa kemerdekaan hingga sekarang.Keberadaan seni rupa modern Indonesia yang dirintis oleh Raden Saleh SyarirBustaman (1814-1880) dan sempat terputus kuranglebih 50 tahun, tampil kembali dan mulaiberkembang sejak 1925 hingga kini, sehingga eksistensinya dapat dikatakan masih sangatmuda bila dibandingkan dengan keberadaan seni rupatradisional Indonesia

    MANAJEMEN PAMERAN: Bagaimana Membuat Misi dan Perencanaan Strategis

    No full text
    Oleh karena topik yang akan saya bahas sangat luas, maka saya memutuskan untukfokus pada hal-hal yang saya anggap sebagai komponen penting dalam percncanaan pameran.Jika kita membicarakan mengenai pengelolaan pengambilan keputusan, maka misi memegangperanan penting sebagai pemandu seluruh aspek yang terdapat di dalamnya. Misi sangatpen ting dalam perencanaan pameran karena karya seni mempunyai fungsi-fungsi sosial, politikdan budaya yang beragam yang harus dihargai, dan bukan semata-mata sebagai komoditas saja.Meskipun karya seni dapat diperjualbelikan, tetapi fungsinya terkait dengan pengertiankemanusiaan kita secara mendalam. Dengan demikian, orang-orang yang mengorganisirpameran termasuk galeri-galeri komersial - perlu memerhatikan fungsi seni dan tujuanseniman ketika merencanakan pameran. Tcrciptanya sebuah misi yang baik adalah hal yangpalingutamadan merupakan langkah yangpalingpentingdalam proses ini.Selama saya berada di Indonesia, saya memperhatikan adanya suatu kecenderungantiadanya misi maupun tema dalam pameran-pameran yang diselenggarakan. Saya seringmenemukan adanya pameran-pameran kelompok di mana para pengelolanyamengikutsertakan seniman-seniman yang karyanya disukai atau dianggap bagus danmemasang kara-karya tersebut bersama-sama di dalam galeri seolah-olah kualitas karya sajasudah cukup memenuhi syarat bagi “suksesnya” suatu pameran. Sebagai akibatnva, seringkarya seni tersebut kehilangan kekuatannya sehingga para penonton mempertanyakanketiadaan hubungan antara satu karya seni dengan karya seni yang lainnya. Inilah alasannyamengapa menciptakan suatu misi yang kuat dan rencanayang strategis menjadi penting dalammenyelenggarakan pameran yang lebih baik dan sukses

    IDEOLOGI DALAM IKLAN

    No full text
    This paper discusses the ideology implied in an advertisement. The discussion does not focus uponthe busi» uf the ideology und its schools, but instead on how an advertisement acts as a means o f capitalism./\s the media o f an ideology, an advertisement not only reflects reality but also represents the social realitythat often transforms ideological meaning. As a social representation, an advertisement is a language,covered by an accumulation o f values, choices and interests which are integrated within the capitalist systemand which eventually fosters the development o f consumerism.Keywords: ideology, advertisement, capitalism

    Garis Dalam Seni Patung

    No full text
    Line is an element commonly found in any kind of visual arts, both two and three dimensional forms such as painting and sculpture for instance. But basically there’s a different visualization between lines  in painting and lines in sculpture caused by the nature of the dimension. So it leads to the different  way of treating them. This essay is to analyze, mainly, the lines in sculpture relating to its formal structure which covers several types of style.Keywords: line, sculptur

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇