Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
    262 research outputs found

    POTENSI TANAH LIAT GUNUNG MERAK DALAM PENGEMBANGAN DEKORASI ENGOBE DAN FINISHING GLASIR KERAMIK PAGERJURANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanah liat Gunung Merak dalam dekorasi engobe dan finishing keramik Pagerjurang. Pagerjurang merupakan desa vokasi keramik. Pagerjurang terletak di Kecamatan Bayat, Klaten. Hal menarik yang ada di Pagerjurang adalah finishing gerabahnya yang unik. Finishing tersebut disebut sebagai finishing irengan. Pagerjurang memiliki persoalan mengenai persaingan pasar keramik yang ketat. Setiap perajin membuat produk dengan desain yang sama tetapi harga berbeda. Selain itu saat ini kebutuhan akan variasi keramik baru di Pagerjurang meningkat dan pemanfaatan alat dan teknologi yang ada kurang, sehingga penelitian ini penting dilakukan agar mampu memberikan solusi serta memberikan variasi produk baru keramik Pagerjurang dengan tidak meninggalkan ciri khas tanah Pagerjurang menggunakan dekorasi engobe dan finishing glasir.Penelitian ini merupakan peneltian kualitatif dan kuantitatif menggunakan teori eksperimen dan action research  dengan teorti-teori keramik dan estetika sebagai pendukung dalam tahap penelitian. Hasil penelitian dianalisis sesuai teori keramik yang ada pada setiap proses eksperimen.            Penelitian ini menunjukkan hasil dekorasi engobe dan finishing glasir pada tanah liat Gunung Merak yang diimplementasikan di prototype tableware. Sampel tanah liat Gunung Merak yang digunakan dicampur dengan tanah liat Sukabumi dengan perbandingan 3:2. Hasil dekorasi engobe yang diterapkan pada tanah liat sampel mampu menempel dengan baik pada permukaan tanah, selain itu kondisi engobe yang diterapkan memiliki hasil yang rata dan warna tidak kusam. Kemudian finishing glasir underglaze yang dilakukan menghasilkan efek bening pada tableware

    ANALISIS WACANA KRITIS IKLAN FILM PENDEK LINE VERSI “ADA APA DENGAN CINTA?”

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk membongkar wacana yang terkandung di dalam iklan Ada Apa Dengan Cinta? tersebut yang menyebabkan viral di kalangan warganet. Melalui penelitian ini wacana yang terkandung di dalam iklan tersebut diuraikan dengan menggunakan metode analisis wacana kritis yang bersifat kualitatif yang dikembangkan oleh Norman Fairclough. Merujuk pada pendekatan tersebut, iklan sebagai objek penelitian akan diuraikan ke dalam tiga tingkatan analisis, yaitu dimensi teks, praktik kewacanaan, dan praktik sosiokultural. Pada tahap dimensi teks, dilakukan analisis unsur representasi, relasi, dan identitas. Melalui analisis pada dimensi teks dapat dipahami bahwa nostalgia direpresentasikan melalui relasi antara tokoh dengan objek di dalam iklan maupun dengan khalayak. Kemudian pada tahap dimensi praktik kewacanaan, dilakukan analisis unsur produksi dan konsumi. Pada dimensi praktik kewacanaan terjadi proses komodifikasi ingatan atau nostalgia antara Line dan Miles Production dengan khalayak. Selanjutnya, tahap terakhir, yaitu analisis unsur situasional, institusional, dan sosial pada dimensi praktik sosiokultural. Analisis pada dimensi praktik sosiokultural menunjukkan bahwa pengadaptasian film Ada Apa dengan Cinta? (2002) didasarkan pada kepentingan-kepentingan kelompok tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam iklan tersebut banyak terkandung wacana yang sengaja dikonstruksikan. Salah satunya, yaitu wacana nostalgia melalui pengadaptasian film Ada Apa dengan Cinta? (2002). Dalam iklan ini, nostalgia diposisikan sebagai komoditas. Nostalgia hanyalah satu dari sekian banyaknya wacana yang dikonstruksikan di dalam iklan yang pada akhirnya seluruh wacana akan bermuara pada kepentingan ekonomi kapitalis. Pengadaptasian tersebut dipandang sebagai upaya yang dilakukan Line untuk meminimalisir kegagalan promosi karena penggemar franchise film Ada Apa Dengan Cinta? (2002) yang berumur 27-37 tahun pada 2014 masih ada dan jumlahnya cukup besar. Selain itu, pemilihan Youtube sebagai media penayangan, dampak masifnya respon khalayak yang berupa pemberitaan media, meme, video parodi, bandwagon effects, akan memberikan keuntungan yang besar bagi Line dan Miles Production.  

    KOMIK INDONESIA PASCA REFORMASI 1998: STUDI KASUS KECENDERUNGAN VISUAL PADA KARYA PEMENANG LOMBA NGOMIK YUK! TAHUN 2001

    No full text
    Komik di Indonesia muncul pada periode 1930-an yang dipengaruhi oleh kisah bernuansa budaya Tionghoa dan Belanda serta tema keseharian menjadi tema utama komik Indonesia sampai 2017. Pada tahun 2001, majalah Animonster yang merupakan majalah yang berorientasi pada dunia animasi (anime), komik (manga), kebudayaan dan lifestyleterbarudi Jepang mengadakan lomba komik amatir bertajuk Ngomik Yuk! dan diikuti oleh 29 peserta. Makalah ini menganalisis karya peserta, khususnya pemenang berdasarkan gaya visualisasinya untuk menunjukkan kecenderungan visual yang muncul di Indonesia di antara komikus amatir pada tahun 2001. Disimpulkan bahwa, komikus amatir peserta lomba Ngomik Yuk!Tersebut mayoritas dipengaruhi gaya gambar Manga dan merupakan sebuah proses yang berulang sebelum menghasilkan karya-karya yang dianggap khas pada dekade 2010-an

    PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL KOTA SALATIGA SEBAGAI KOTA MULTIKULTUR DAN TOLERAN

    Get PDF
    Tujuan dari penalitian ini adalah menghasilkan sistem identitas visual Kota Salatiga yang merepresentasikan spirit keberagaman dan toleransi melalui logo dan aplikasinya pada berbagai media. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melaluistudi literatur, observasi, dan wawancara sehingga menjadi acuan terhadap penyusunan konsep branding, perancangan identitasvisual, dan aplikasinya ke berbagai media. Dari analisis dihasilkan “big idea” brandingKota Salatiga sebagai “Salatiga: Miniatur Indonesia”yang berarti bahwa multikulturalisme dan toleransi di Kota Salatiga merupakan miniatur (cerminan nyata) dari spirit ke-Indonesia-an yang begitu beragam namun tetap satu jua. Kemudian strategi komunikasi “Tiga M” (Mari Datang, Mari Kenal, Mari Gabung) juga menjadi strategi komunikasi yang dirasa cocok mewadahi berbagai potensi Kota Salatiga. Gagasan brandingSalatigaini diterjemahkan ke dalam logo berkonsep “Tiga Wajah” yang menggambarkan multikulturaliwsme, toleransi, keramah-tamahan, keharmonisan, dan legenda Salatiga. Sistem logo dibuat fleksibel dan mempunyai banyak peluang aplikasi agar merepresentasikan spirit keanekaragaman. Selanjutnya, identitas “Salatiga: Miniatur Indonesia”diterapkan dalam berbagai aplikasi seperti stationary, environmental graphics, booklet, website, video, dan suvenir

    INDONESIAN CRAFT IN THE WORLD TRADE

    Get PDF
    Some international craft exhibitions focus on home accessories, gifts, and furniture. The exhibition aim as craft product branding at the national and international market, for example 2016 JIFFINA exhibition. Indonesian craft commodity maintains market share in several export destination countries because Indonesian products offer special characteristics and moreover, Indonesian exporters are enthusiastic in promoting the products in international exhibitions. In Asia level, Canton Fair held in Guangzhou International Convention & Exhibition Center China is one of the biggest programs where a big number of buyers look for products they want to purchase. In Asia, exhibition series peak in Guangzhou in March and in Shanghai in October. These exhibitions are visited by importers from Europe, America, Africa, The Middle East, Australia, etc. They come to buy Asian furniture. Some exhibitions in several countries are intentionally organized within a short time in sequence to grab buyers coming to South East Asian area. It is when the commission products from Indonesian producers, in form of retails or projects. Indonesian stakeholders respond this opportunity by organizing two big exhibitions, namely Indonesia International Furniture Expo (IFEX) in Jakarta and Jogja International Furniture and Craft Fair (JIFFINA) in Yogyakarta

    KAJIAN KOMUNIKASI DIBALIK MAKNA CAMPAIGN A MILD “NANTI JUGA LO PAHAM”

    Get PDF
    Gerilya adalah sebuah kata yang tepat dalam merepresentasikan periklanan pada zaman sekarang. Iklan telah mengepung dari berbagai sisi kehidupan mulai dari iklan konvensional hingga digital. Hal ini dikarenakan iklan memiliki kekuatan yang besar dalam mempersuasi konsumen, iklan sebagai sarana pemberi informasi yang akan menempatkan produk dalam pikiran konsumen. Namun dalam jangka panjang akan muncul permasalahan saat sebuah iklan dengan produk yang sama ditampilkan secara bersamaan. Sebuah iklan harus memiliki konsep atau big idea dan ketertarikan tersendiri agar konsumen langsung memilihnya. Seperti campaign A Mild seri “Nant iJuga Lo Paham” yang memiliki konsep tentang identitas yang kontradiksi yaitu mengangkat tentang anak punk yang merupakan kaum minoritas dan dikucilkan dari lingkungan. A Mild mewadahi mereka yang dianggap sebelah mata. Adanya campaign ini membuat mereka yang merasa diasingkan pada akhirnya akan merasa dihargai. Hal ini merupakan celah yang dimanfaatkan A Mild untuk mempromosikan produknya secara softselling. Metode yang digunakan dalam mengkaji campaign ini yaitu metode pengambilan sampling secara purposif untuk membandingkan konsep campaign A Mild dengan kompetitor rokok mild lainnya. Sedangkan untuk mengkaji komunikasi dan mengetahui makna dibalik campaign tersebut akan dilakukan kajian dengan pendekatan semiotika signifikasi, legisigns, post strukturalisme serta teori achanceofpespective. Hasil kajian tersebut dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pembuatan konsep campaign yang berbeda dengan campaign padaumumnya

    ART AND CRAFT IN THE ERA OF CREATIVE INDUSTRY IN MALAYSIA

    Get PDF
    Malaysia is targeted to become a developed county in the year 2020.  This paper aims to establish an ideology that craft is a high art creation that deals with intellectual, careful and meaningful output. In order to develop an inclusive framework about art and craft, this paper reviews the development of craft and art in Malaysia.  The epistemological discussion on the definition of art and craft will offer a fresh spectacle on art and craft as elements that can ensure the success of the creative industry. The combination of art, craft and Malay aesthetics provides more clues on how the creative industry can go about. In addition, several initiatives from Malaysia are presented due to illustrate how Malaysia engineered the country towards 2050.  Creative industries in Malaysia have a very high potential to be developed and should supported by the government as well as the private sector.  This researcher believes that active and dynamic collaboration, new media exploration, cross discipline and innovation will be the crucial issues to be considered in the development of art and craft in the era of creative industry

    TRANSFORMASI KRIYA DALAM BERBAGAI KONTEKS BUDAYA PADA ERA INDUSTRI KREATIF

    Get PDF
    Transformasi yang ada dan terjadi pada ranah kriya saat ini merupakan sebuah konsekuensi dari pengaruh informasi dan teknologi global yang berdampak di berbagai bidang. Aplikasi teknologi tinggi pada proses perwujudan bidang kriya menjadikan produk kriya bertransformasi menjadi karya yang kaya karena memadukan unsur seni, teknologi, ekonomi, budaya, personal dan tangan. Pada era industri kreatif dimana kriya menjadi salah satu sub sektornya, transformasi yang ada adalah keniscayaan karena secara tidak langsung merefleksikan bagaimana kondisi sosio cultural masyarakat yang ada. Selain tentu saja sebagai upaya meningkatkan pendapatan karena produk yang dihasilkan bersifat inovatif dan distingtif. Topik tulisan ini menarik untuk dikaji karena melihat sisi lain dari transformasi yang ada di seni kriya.Transformasi tersebut tentu dilihat positif dan memberikan keuntungan bagi masyarakat dan kriyawan Indonesia.Temuan dari tulisan ini adalah bagaimana sinergi yang kuat antara berbagai pihak seperti pengrajin, kriyawan, akademisi, praktisi dan pemerintah akan menghasilkan karya kriya berkualitas, sustain, dan mampu bersaing di pasar global tanpa meninggalkan akar kultur yag dimiliki bangsa Indonesia

    INSTAGRAM SELFIE DI PAMERAN ARTJOG

    Get PDF
    Instagram Selfie in ArtJog exhibition is a research conducted with purpose to identify how selfie done with artwork in an art exhibition using social media as well as to determine the effect of social media on the art exhibitions visitor. The object of this study is limited to selfies with artworkthat uses social media instagram and conducted in 2016. The exhibits were selected in this study will be limited in ArtJog exhibition. Instagram data collection is done by using meta data search categories based on hashtag.The selection of selfies at the artjog exhibition was done after seeing the rampant selfie at the exhibition also saw the number of uploads with hastag ArtJjog reaching 25,883 and dominated by selfies. Most Selfie actions with artwork and publish on public pages done without mentioning the identity of the artwork and give a new "caption" on the artwork without the permission of the artist

    DAYA GAGAS POSTER DALAM PERGERAKAN DAN KEBEBASAN REVOLUSI INDONESIA 1945 - 1965

    Get PDF
    Wacana ini bertujuan untuk merekonstruksi sejarah perjalanan poster dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Adapun data diperoleh berdasarkan studi pustaka dan observasi lapangan. Data dipaparkan secara deskriptif dengan pendekatan sketsa historis dalam untaian diakronik. Diharapkan melalui wacana ini maka diharapkan dapat menambah wacana tentang media publikasi khususnya poster sejak masa revolusi hingga akhir demokrasi terpimpin era 1945 - 1965

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇