Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
262 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN VIDEO PROFIL KHASANAH BATIK “ADI PURWO” KABUPATEN PURWOREJO
Kabupaten Purworejo, merupakan daerah yangpotensial dengan hasil budaya lokal, salah satunya adalah industri kecil menengah batik. Dalam perkembangannya usaha batik lokal ini berkembangmenjadi industri kreatif pembuatan dan pengembangan batik kahs Purworejo. Melalui usaha bersama di bawah badan usaha koperasi batik “AdiPurwo Raharjo”,masyarakat komunitas sepakat memberi nama batik tersebut “AdiPurwo”.Denganmotif khasnyayang terinspirasi dari bentuk makanan, buah, benda, hewan dan kesenian, objek tersebut menjadiciri khas dari potensi bumi Purworejo. Melalui metodependekatan deskriptif dan analisis 5W 1 H(What, Who, When,Why, Where, How), maka disusunlah konsep penciptaan pengenalan industri batik lokal Purworejo tersebut menggunakan media audio visual, sehinggapotensiyang dihasilkan dapat lebih dikenal dan menjadi identitas lokal KabupatenPurworejo
DESAIN INTERAKSI PADA UANG RUPIAH KERTAS EMISI 2016
Uang rupiah emisi 2016 sudah beredar di masyarakat selama hampir satu tahun lamanya. Berdasarkan survei penulis mayoritas masyarakat sering tertukar ketika menggunakan uang rupiah emisi baru ini. Uang yang sering tertukar adalah pecahan Rp 2000 dan Rp 20000. Menggunakan premis desain interaksi penulis menganalisis elemen-elemen bentuk dari disiplin desain grafis pada uang rupiah emisi 2016. Kajian ini menggunakan metode pengumpulan data survei kuesioner daring dan data materi visual, data yang telah terkumpul kemudian diinterpretasikan menggunakan analisis pendekatan estetika dengan membahas elemen-elemen visual dalam objek desain uang emisi 2016. Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah berupa analisis kualitatif tentang desain uang emisi 2016 dan faktor-faktor elemen bentuk apa saja yang membuat masyarakat sering tertukar ketika menggunakan uang ini
DESKRIPSI PEMASARAN PAMERAN ABSTRACT PARTY BOROBUDUR TODAY 2018 DI GALERI LIMANJAWI ART HOUSE
Penelitian ini akan difokuskan pada penerapan teori bauran pemasaran 4P (Produk, Harga, Tempat, Promosi) dan STP (Segmentasi, Target Sasaran, Pemosisian) yang merupakan pengembangan dari konsep strategi pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Melalui metode tersebut dapat diketahui sejauh mana Limanjawi menerapkan teori pemasaran bauran pemasaran 4P dan STP. Hasil dari penelitian ini yaitu produk yang di pasarkan berupa pameran dan pertunjukan seni dengan sistem free entry dan dilaksanakan di daerah wisata sehingga memudahkan pemasaran, selain itu promosi dilakukan melalui berbagai media baik advertising, public relation, dan personal selling. Kedua yaitu perumusan strategi STP yang diterapkan dalam pameran Abstract Party. Segmen pengunjung yaitu demografis, geografis, dan psikografis, serta target sasaran merupakan segmen georgrafis dan psikografis. Limanjawi sebagai galeri memposisikan diri sebagai galeri yang unik dan berbeda dari galeri lain di Borobudur
PENDEKATAN TEORI KOMIK PADA ADEGAN RELIEF KRESNAYANA CANDI WISNU
Penelitian ini mengetengahkan pengidentifikasian unsur-unsur komik yang terdapat pada relief tersebut menggunakan teori komik. Berbagai unsur dalam komik dapat dipelajari dari teori yang ditulis oleh Scott McCloud. Memang tidak semua unsur komik terdapat pada relief itu, khususnya disebabkan oleh medianya. Beberapa unsur yang terpenting di antaranya adalah panel, pertokohan dan transisi antarpanel. Unsur komik lainnya juga dapat digunakan untuk membedah relief Kresnayana, kecuali yang termasuk kata-kata. Sebagai hasilnya, relief Kresnayana dan komik menunjukkan adanya beberapa kesamaan maupun ketidaksamaan dalam unsur-unsurnya. Semua panelnya ternyata merupakan gabungan pecahan-pecahan batu. Kemudian, parit (gutter) dalam relief ini juga unik, yaitu berupa dua pilar yang mengapit panel. Transisi antarpanel dalam relief Kresnayana berpatokan pada cara pradaksina
PERSEPSI DESAIN BANTARAN SUNGAI TERHADAP RESIKO LINGKUNGAN DI BANTARAN SUNGAI CODE DAN KARANGWARU RIVER SIDE: STUDI KOMPARASI MAHASISWA AMERIKA SERIKAT DAN INDONESIA
Lingkungan bantaran sungai merupakan lingkungan kota yang cukup memiliki resiko bahaya jika dibandingkan dengan wilayah kota lainnya. Resiko bahaya yang muncul dari satu lingkungan tertentu menimbulkan ancaman bagi penghuni wilayah tersebut dan orang-orang yang beraktifitas di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur persepsi resiko lingkungan yang ada di wilayah bantaran sungai Code dan Karangwaru riverside. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan angket untuk mengukur tingkat persepsi resiko lingkungan dikalangan mahasiswa desain interior dan arsitektur. 43 responden yang terdiri dari warga negara Indonesia dan Amerika Serikat diminta untuk mengisi angket tentang persepsi resiko lingkungan terhadap dua wilayah bantaran sungai. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua wilayah bantaran sungai tersebut secara umum dinilai sedang tingkat keamanannya meskipun masih memiliki resiko banjir dan tanah longsor. Desain bantaran sungai dikedua wilayah tersebut masih dinilai kurang aman bagi anak anak. Resiko dari bahaya polusi dari mengkonsumsi air dan ikan dari wilayah tersebut juga dinilai cukup tinggi. Selain itu desain bantaran sungai kedua wilayah tersebut dinilai memiliki nilai estetika yang baik.
TATA KELOLA RUANG MUSEUM SONOBUDOYO DAN RUANG MUSEUM RADYA PUSTAKA : SEBUAH PERBANDINGAN
Setelah terjadinya beberapa kali pencurian beberapa benda bersejarah, terutama di Museum Radya Pustaka, ada upaya di pihak pengelola Museum Sonobudoyo dan Museum Radya Pustaka untuk menata kembali pengelolaan ruang di kedua museum tersebut. Hal inilah menarik untuk diteliti dan dibandingkan. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab dua masalah: (1) Aspek-aspek apa yang digarap dalam proses tata kelola ruang Museum Sonobudoyo Yogyakarta dan ruang Museum Radya Pustaka Surakarta?, (2) Apa persamaan dan perbedaan proses tata kelola ruang Museum Sonobudoyo Yogyakarta dan Museum Radya Pustaka Surakarta? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif. Metode komparatif bertujuan membandingkan dua subjek penelitian dalam rangka memperlihatkan persamaan dan perbedaan di antara keduanya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari perspektif tata kelola ruang, kedua museum masih menghadapi banyak kendala, meskipun secara keseluruhan tata kelola ruang pada Museum Sonobudoyo masih lebih baik daripada tata kelola Museum Radya Pustaka
VISUAL THIEF, SUREALISME DALAM ART BOOK KARYA RESATIO ADI PUTRA
Visual Thiefmerupakan sebuah artbook(disebut Art Book) kumpulan kolase karya Resatio Adi Putra, hanya dicetak sejumlah 200 eksemplar. Beberapa karya didalamnya pernah diikutsertakan dalam pameran, serta terlibat dalam beberapa projek tertentu. Resatio Adi Putra menyatakan bahwa karyanya bergenre surealis, selain kemunculan objek rubah sebagai pengganti konsep pencurian yang diusung Resatio dalam Visual Thief, kecenderungan Resatio memakai objek perempuan dalam karyanya memungkinkan munculnya sebuah metafora. Menggunakan teori surealisme yang dikemukakan oleh Andre Breton. Analisis karya Resatio dalam Visual Thief, dari detail setiap objek hingga fragmentasi yang tersusun menjadi berbagai macam komposisi menampakan beberapa ciri surealisme yaitu munculnya kejanggalan, penampakan mimpi, mengandung erotisme serta teror, namun karyanya tidak dapat sepenuhnya dikatakan bergenre surealis (less surrealism), karena ada salah satu unsur yang tidak muncul yaitu otomatisme, yang mensejajarkan fragmen dari dorongan alam nirsadar
PERANCANGAN DESAIN WEB DAN INSTAGRAM UNDANGAN PERNIKAHAN “ANYTIME WEDDING INVITATION”
Bisnis online telah merebak begitu cepat di berbagai media dan menembus lintas ruang dan waktu. Salah satu bisnis yang kini berkembang adalah pembuatan jasa undangan pernikahan. Tak dapat diragukan lagi bahwa kini bisnis online memiliki prospek pasar yang cukup besar. Peluang bisnis yang terbilang cukup mudah dan murah untuk dijalankan ini mampu memberikan keuntungan besar bagi para pelaku usahanya. “Anytime Wedding Invitation” sebagai salah satu pelaku bisnis online kartu undangan pernikahan, mencoba melakukan terobosan melalui citra eksklusif yang akan dibangun yakni dengan menawarkan desain bergaya vintage berbasis vektor. Melalui metode pendekatan deskriptif dan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat), maka disusunlah konsep perancangan media online menggunakan media web dan instagram, sehingga diharapkan masih dapat menyasar pasar yang lebih luas di kota Yogyakarta
PERANCANGAN CONCEPT ART FILM ANIMASI 2D “SMARADHANA”
Cerita Panji adalah salah satu mahakarya masyarakat Indonesia yang beredar luas hingga ke berbagai daerah Asia Tenggara. Dalam perkembangannya, Cerita Panji juga tak hanya mengenai pencarian Panji Asmarabangun terhadap kekasihnya Dewi Sekartaji. Munculnya banyak versi serta turunan cerita memberikan ragam warna kepada cerita asli Nusantara ini. Tak hanya muncul di relief-relief candi, cerita panji juga dihadirkan di berbagai macam kesenian tradisional seperti pertunjukan Tari Topeng Malang. Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni di atas, disusunlah sebuah konsep Film Animasi 2D yang diadaptasi dari Cerita Panji dan potret kehidupan masyarakat sekarang dengan Perancangan Concept Art Karakter Film Animasi 2D “Smaradhana” sebagai tahap awal dalam proses penyusunannya. Concept art ini dirancang menghadirkan cerita dan visual baru untuk mendukung dan mengangkat karya seni tradisional dengan menggunakan media baru dalam bertutur yang lebih dekat dengan generasi muda. Data berupa budaya dan sejarah diolah menjadi sebuah bentuk konsep visual dan style visual unik sehingga yang memiliki daya tarik tersendiri. Menggunakan mediaconcept art book sebagai media penyajian bagi target audience untuk mendapatkan informasi proses awal pembuatan film, serta sebagai sarana promosi film itu sendiri. Diharapkan, perancangan Concept art karakter film animasi ini dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi masyarakat tentang proses pra produksi film animasi khususnya perancangan karakter, serta memberi dorongan terhadap masyarakat Indonesia untuk menjunjung dan melestarikan sejarah, budaya dan kesenian lokalnya
Busana Sultan Hamengku Buwono IX dalam Perspektif Integrasi Struktural
Sultan Hamengku Buwana IX merupakan seorang raja keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang melewati tiga zaman, antara lain: masa pemerintahan Kolonial Hindia Belanda, masa pemerintahan Jepang, dan setelah Indonesia merdeka. Ia juga ikut andil dalam pemerintahan Negara Republik Indonesia, salah satunya menjadi Wakil Presiden pada masa pemerintahan Presiden Suharto. Selain itu sejak usia empat tahun ia (Dorodjatun) telah tinggal bersama keluarga Belanda dan kemudian melanjutkan pendidikan di Negeri Belanda. GRM. Dorodjatun memiliki latar belakang kehidupan dan perjalanan hidup yang menarik, sehingga penulis tertarik untuk menjadikannya objek material dalam penelitian kualitatif ini. Rumusan masalah akan dibatasi pada busana Sultan Hamengku Buwana IX, sehingga dapat mengetahui busana apa saja yang dikenakan oleh Sultan Hamengku Buwana IX dan wujud dari busana tersebut.Objek formal dalam penelitian ini adalah perspektif Integrasi Struktural. Perspektif tersebut digunakan untuk mengurai busana Sultan Hamengku Buwono IX hingga bagian terkecil. Integrasi Struktural biasa diwujudkan dalam bentuk skematika yang penerapannya berisi alur berpikir penulis. Skema tersebut membantu dalam pembatasan masalah, pengumpulan data, dan pengelompokkan data. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan studi lapangan. Studi pustaka dengan mencari data baik dari buku, foto, maupun jurnal. Adapun studi lapangan dengan observasi dan wawancara.Segala sesuatu mengenai busana Sultan Hamengku Buwono IX akan dikaji menggunakan perspektif Integrasi Struktural.Penerapan perspektif Integrasi Struktural membuat kategorisasi busana Sultan Hamengku Buwono IX menjadi terstruktur. Kategorisasi mengenai jenis-jenis busana dan wujudnya dapat menjadi lebih mudah diselesaikan. Secara garis besar, busana Sultan Hamengku Buwono IX diklasifikasikan menjadi busana keraton dan busana nonkeraton