Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
262 research outputs found
Sort by
KAJIAN BUDAYA DUDUK JAWA SEBAGAI INTERAKSI SOSIAL DI PANTI WREDA YOGYAKARTA
Pada umumnya orang lanjut usia dalam meniti kehidupan yang ia jalani dikategorikan kedalam dua macam. Pertama, masa tua tersebut akan diterima dengan wajar melalui kesadaran yang mendalam, sedangkan yang kedua, manusia usia lanjut dalam menyikapi hidupnya cenderung menolak datangnya masa tua, kelompok ini tidak mau menerima realitas yang ada (Hurlock, 1996). Terdapat banyak kasus dimana pasien lansia justru merasa depresi dan mendapat tekanan stress ketika harus dirawat di fasilitas panti wreda. Namun hal ini diperburuk dengan kenyataan bahwa pada beberapa kasus panti wreda tidak memiliki sistem yang dapat memfasilitasi masa transisi pasien lanjut usia. Interaksi sosial diharapkan menjadi salah satu jawaban untuk menjawab permasalahan adaptasi diatas, sedangkan budaya duduk Jawa digunakan sebagai langkah pendekatan yang mengarah pada emotional design . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Dengan pengembangan teori interaksi sosial pada budaya duduk Jawa yang diterapkan pada pasien lansia di panti wreda, akan ditelaah lebih jauh terkait pengembangan teori di atas, sehingga hasil kajian berupa konsep-konsep dan arahan dalam merancang ruang dengan dasar environmental psychology, diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menjadi jembatan untuk mereaktualisasikan budaya duduk Jawa sebagai stimulus interaksi sosial di panti wreda yang dapat membantu proses adaptasi pasien lansia
TELUSUR SEJARAH BERDIRINYA MASJID AL MANSHUR WONOSOBO
Sejarah merupakan bagian dari dinamika sosial budaya yang ada dimasyarakat. Faktanya, suatu bangunan dapat menjadi representasi dari nilai sejarah. Masjid Al Manshur merupakan salah satu bangunan ikonik di Kabupaten Wonosobo. Bagi masyarakat, masjid ini tak hanya berdiri sebagai tempat ibadah, namun juga merupakan saksi bisu dari lahirnya Kabupaten Wonosobo itu sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif. Usaha pencarian dan pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi, wawancara mendalam, serta studi literatur. Tujuan dari penelitian ini untuk menelusuri, merangkum, serta memberikan gambaran terkait bagaimana Masjid Al Manshur sebagai bangunan bersejarah di Wonosobo. Masjid Al Manshur merupakan bangunan bersejarah yang menjadi narasi vital dimasyarakat. Beragam cerita tentang bagaimana masjid ini berdiri, merupakan bentuk respon apresiatif masyarakat bahwa masjid ini memegang peranan penting dalam perkembangan Kabupaten Wonosobo. Terdapat empat riwayat yang mengarah pada bagaimana masjid ini berdiri. Pertama, masjid didirikan pasca perang Diponegoro pada masa pemerintahan Bupati Wonosobo R.A. Mangunkusumo. Kedua, masjid didirikan pada masa Kewalen(kewalian). Ketiga, masjid didirikan pada masa kolonial Belanda yang awalnya berlokasi di sebelah barat alun-alun Wonosobo.Keempat, masjid ini didirkan oleh kalangan ‘Alawiyin yang bermarga Ba’abud dan Bin Yahya dari daerah Batang dan Pekalongan pada sekitar tahun 1700M dalam rangka penyebaran Islam.
KERUSAKAN ALAM SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS
Proses pembuatan karya dengan tema dan konsep kerusakan alam ini berdasarkan pengalaman pribadi yang dialami, pengamatan, dan pengumpulan referensi-referensi mengenai kerusakan alam yang terjadi. Melalui karya-karya tersebut, diharapkan pesan mengenai kerusakan alam seperti penebangan illegal hutan, pembunuhan hewan langka, pencemaran lingkungan dan dampak negatif lainnya yang ditimbulkannya dapat tersampaikan kepada apresiator karya. Karya-karya lukisan dua dimensional dalam artikel ini menggambarkan fenomena kerusakan alam yang difantasikan tidak secara nyata namun dilukiskan secara logika (realistik). Aliran Seni yang digunakan untuk melukiskan tema tersebut adalah Surrealisme, sehingga objek sering tampil dengan tidak logis dan imajinatif seakan-akan melukis alam mimpi saja. Aliran Surrealisme figuratif dan Surrealisme murni/photografik dipilih karena aliran ini dapat menampilkan visual fenomena kerusakan alam dalam lukisan dengan bebas berimajinasi dan berfantasi, sehingga dapat lebih menggugah perasaan mengenai suasana kejadian dan dampak yang ditimbulkan dari fenomena kerusakan alam. Objek-objek yang dilukiskan dalam karya-karya dipilih dan dideformasi sesuai dengan fenomena kerusakan alam dan kaitannya dengan subject matter yang diangkat sehingga dapat menggambarkan fenomena kerusakan alam dan dampak yang ditimbulkan
PENGELOLAAN LUKISAN-LUKISAN KOLEKSI MUSEUM ISTANA KEPRESIDENAN YOGYAKARTA
Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta merupakan salah satu lembaga yang merawat dan mengelola benda seni di bawah Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.Lukisan-lukisan koleksi di dalamnyamemiliki nilai sejarah dan seni yang sebagian besar dikoleksiolehPresiden pertama, Sukarno.Warisan tersebut memiliki potensi yang sangat besar bagi masyarakat, namun minimnya ilmu pengetahuan tentang pengelolaan koleksi museum membuat pengelolaan dan penyampaian nilai koleksi dinilai kurangoptimal.Penelitian ini bertujuan untukmengkaji dan memperoleh pemahaman yang benar serta mendalam, tentang pengelolaan lukisan-lukisan koleksi museum.Metode pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif. Adapun pengumpulan data dilakukan denganpengamatan dan pendokumentasian langsung terhadap pengelolaan lukisan-lukisan koleksi, mempelajari dan mencatat data dari berbagai sumber. Penelitian ini menggunakan landasan teori tentang pengelolaan koleksi museum yang meliputi struktur organisasi, pengadaan koleksi, pendataan, penyajian, pengamanan dan pemeliharaan koleksi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan koleksi museum ini,mempunyai struktur organisasi museum yang tidak seperti organisasi museum yang lain, seperti memiliki kepala museum dan jajarannya, museum hanya memiliki pengelola. Perbedaan ini dinilai menyebabkan kurang optimalnya pengelolaan koleksi. Adapun untuk pengalihan risiko dengan menggunakan asuransi belum dilakukan pengelola, namun di sisi lain secara menyeluruh, pengelolaan koleksi yang meliputi; pengadaan koleksi, pendataan, penyajian, pengamanan dan pemeliharaan koleksi berada dalam taraf baik
STUDI PERUBAHAN DESAIN TATA LETAK SURAT KABAR HARIAN “KOMPAS” TAHUN 1965 – 2015
Surat kabar KOMPAS adalah raksasa media cetak yang terbit secara berkala dan merupakan salah satu surat kabar yang telah lama berdiri di Indonesia. Dari awal terbit, yakni tahun 1965 hingga tahun 2015, surat kabar ini telah mengalami perubahan desain, baik yang signifikan maupun yang berevolusi. Perubahan desain tentunya memiliki alasan, karena surat kabar yang terbit setiap hari telah membentuk citra surat kabar terhadap pembacanya. Surat kabar harus bertahan di tengah gempuran kemajuan teknologi, maka ia harus beradaptasi dengan perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang telah berubah maupun bagaimana perubahan tersebut dapat terjadi. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis sekaligus pendekatan analisis konten. Hasil penelitian ini berupa pemaparan perkembangan surat kabar harian KOMPAS dari tahun 1965 hingga 2015 dengan menjelaskan alasan di balik perubahan tersebut.Kata kunci : perubahan, surat kabar, tata leta
KOMPOSISI WARNA SPLIT KOMPLEMENTER UNTUK PENCIPTAAN LUKISAN LANSKAP CAT AIR
Penelitian berjudul “Komposisi Warna Split Komplementer untuk Penciptaan LukisanLanskapCat Air” ini untuk mengkaji komposisi warna split komplementer pada lukisan dengan material cat air di kertas. Warna komplementer adalah warna yang berhadap-hadapan dalam lingkaran warna, misalnya, kuning berkomplementer dengan ungu. Adapun split komplementer atau bias komplementer adalah sebuah warna dengan warna yang ada di dekat warna komplementernya, contohnya, warna kuning berbias komplementer dengan ungu-biru maupun ungu-merah. Dalam hal ini, warna kuning merupakan poros untuk split komplementer.Rumusan masalahnya adalah bagaimana menciptakan lukisan lanskap dengan menggunakan warna split komplementer danpersoalan artistik apakah yang timbul pada lukisan yang menggunakan warna split komplementer dengan material cat air. Penelitian ini menghasilkan lukisan dengan komposisi warna split komplementer dengan poros wana primer (merah, biru, dan kuning) maupun warna sekunder (oranye, hijau, dan ungu). Persoalan artistik yang dianalisis meliputi efek teknik cat air pada warna split komplementer, tonalitas, dan objek.
THE CONCEPT OF "THE SYNERGY OF INDONESIA RATTAN" AT THE INTERIOR DESIGN OF NATIONAL RATTAN INNOVATION CENTER (PIRNas) BY USING DESIGN THINKING METHOD
As an effort to support the national rattan industry development through appropriate innovations, the government established the National Rattan Innovation Center (PIRNas) in Palu, Central Sulawesi in 2012. However as an important institution in the rattan development industry in Indonesia, there are a number of fundamental problems related to the interior design of the PIRNas that must be fixed. The PIRNas interior design uses design thinking methods (Bob Gill 2004). The interior design result of the PIRNas will focus on strengthening the concept and the story of "The Synergy of Indonesia Rattan" adapted from big attention and appreciation of the rattan travel values, mainly its history, process and national rattan potential. The designer applies rattan material with all room elements that complementary and continuous each other in applying the concept. The implementation is expected to present a strong image in representing the identity and role of the PIRNas as a national center for rattan research and its development
EKSPERIMENTASI TEKSTUR SILIKA DALAM PENCIPTAAN LUKISAN
Penciptaan lukisan secara tekstural membutuhkan pemahaman mengenai kelebihan dan kekurangan material padat yang akan digunakan maupun chemistrycampuran bahan kimia yang dilakukan dalam pengolahan berbagai material eksperimennya.penulis akan melakukan eksplorasi eksperimentasi karakterkekayon Bali dengan material padat yakni pasir silika yang nantinya akan memperkaya corak ornamentik melalui kesan teksturalnya. Adapun penelitian ini bertujuan untuk merealisasikan gagasan estetik mengenai eksperimen potensi artistik dari kolaburasi wujud artefak tradisional melalui elemen material padat pasir silika sesuai dengan pengalaman empiris kreativitas dalam wujud pengembangan teknik dan bahan melalui lukisan.Hasil formulasi tekstur dalam penciptaanini harus dapat dipastikan memiliki kekerasan yang baik dan daya tahan lama sehingga tidak mudah pecah, mengelupas, jamuran maupun memudarkan warna.Hasilnya, corak kekayon Bali yang diaplikasikan dengan tekstur nyata pasir silika akan menambah karakter ornamentiknya. Selain juga tekstur akan menghadirkan unsur-unsur spontan dan alami terutama pada pola kontur tebal, kasar, dan pewarnaan transparan.Eksplorasi medium melalui eksperimentasi menjadi cara untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan baru dan inovatif yang lebih segar dan kelak menimbulkan personalitaspenciptaan yang khassesuai dengan karakter dasar medium tersebut
KAJIAN SEMIOTIK MOTIF PAKAIAN ADAT DAYAK KENYAH DI DESA PAMPANG SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR
Terdapat tiga motif utama dalam pakaian adat suku Dayak Kenyah yaitu, motif binatang (naga, enggang, harimau, dan aso), motif tumbuhan, dan motif manusia. Beberapa motif memiliki kaidah tertentu dalam penggunaannya di kalangan masyarakat suku Dayak Kenyah yang berkaitan dengan status sosial masyarakat suku Dayak Kenyah. Misalnya, motif tertentu seperti naga, enggang, harimau, dan figur manusia utuh hanya boleh digunakan oleh kalangan bangsawan, sedangkan motif lainnya seperti motif tumbuhan bisa digunakan oleh kalangan rakyat biasa. Maka, peran motif dalam pakaian adat suku Dayak Kenyah tidak hanya terkait untuk kegunaan perlengkapan dalam upacara adat atau sekedar menambah nilai estetis, namun juga sebagai pintu masuk untuk mempelajari nilai kehidupan yang berusaha ditanamkan dalam kebudayaan suku Dayak Kenyah. Masyarakat suku Dayak Kenyah meyakini hubungan timbal balik yang baik antara manusia dengan alam sekitarnya akan membawa manfaat bagi generasi manusia kini dan di masa mendatang. Motif dari pakaian adat suku Dayak Kenyah mengandung nilai idealis mengenai cara hidup yang dianut oleh masyarakat suku Dayak Kenyah
PESONA KEBAYA ENCIM MODIFIKASI DALAM SENTUHAN MOTIF BATIK MEGA MENDUNG
Berawal dari kecintaan terhadap budaya dalam negeri yaitu batik dan kebaya, maka dalam karya penciptaan ini diambil kebaya encim sebagai sumber ide penciptaannya, sekaligus turut serta memberikan sedikit andil dalam usaha pelestarian dan pengembangannya. Sulam yang merupakan ciri khas dari kebaya encim akan digantikan dengan teknik batik lorodanuntuk mengaplikasikan motif Mega Mendung yang menjadi motif hiasan pada kebaya. Metode penciptaan yang digunakan dalam penciptaan karya ini adalah metode pengumpulan data melalui studi pustaka dan observasi langsung, metode analisis data, metode perancangan, dan metode perwujudan yang keseluruhannya menggunakan teknik tradisional batik tulis dengan proses colet dan tutup celup pada pewarnaannya serta proses jahit mesin untuk pengerjaan busananya. Hasil akhir dari penciptaan karya busana berupa kebaya encim modifikasi ini menghasilkan karya yang mempunyai ciri khas warna cerah. Dari penciptaan karya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat terhadap perkembangan dunia seni kriya terutama tekstil, dan juga dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kebaya dan batik agar dikenakan dalam berbagai kesempatan