Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
262 research outputs found
Sort by
INOVASI ORNAMEN MASJID AGUNG DEMAK UNTUK MOTIF BATIK KONTEMPORER KHAS DEMAK
Penelitian ini diarahkan pada eksplorasi desain ornamen dalam pengembangan desain motif batik kontemporer berbasis konservasi budaya pada seni perbatikan Kabupaten Demak. Metode perancangan menggunakan teori proses penciptaan seni kriya dari Gustami yaitu Proses eksplorasi, Proses perancangan karya, dan Proses perwujudan. Proses eksplorasi dilakukan untuk pencarian ide dengan pengumpulan dan pencarian data menggenai ornamen-ornamen Masjid Agung Demak dengan cara studi literatur dan observasi langsung ke Masjid Agung Demak. Proses perancangan karya diawali dengan brainstorming dan dilanjukan proses visualisasi. Proses perwujudan melakukan finalisasi desain dan pengaplikasian karya. Motif batik yang dihasilkan telah mempertimbangkan target audiens yang dituju yaitu anak muda usia 15-30 tahun dan mempertimbangkan tren yang sedang populer sekarang ini. Teknik penciptaan batik yang disarankan adalah teknik cap, teknik sablon, dan teknik cetak printing. Motif batik yang dihasilkan juga sudah diterapkan di media tas totebag dan sarung bantal
EKSPERIMEN TAFRIL UNTUK LUKISAN CAT AIR
Kertas merupakan pasangan konvensional untuk tafril atau bidang lukisan cat air; sebagai bentuk kreativitas, peran kertas perlu diganti dengan tafril berbahan lain. Untuk itu, penelitian berjudul “Eksperimen Tafril untuk Lukisan Cat Air” ini mengajukan rumusan penciptan: “Bagaimanakah karakter tafril dari kulit jeruk kering, kulit kacang kering, dan daun pisang kering jika digunakan untuk lukisan cat air? Dari ketiga tafril alami yang berasal dari tumbuhan kering tersebut, manakah bahan yang paling cocok untuk cat air?” Dengan metode improvisasi, eksperimen dilakukan menggunakan tafril berbahan kulit jeruk kering, kulit kacang kering, dan daun pisang kering. Karakter tafril yang diperhatikan meliputi daya serap, warna dasar, dan tekstur. Karena cat air bersifat transparan, tafril yang cocok adalah memiliki daya serap kuat, berwarna dasar terang, dan teksturnya tidak terlalu kasar juga tidak terlalu halus. Dalam penelitian ini, tafril yang memiliki karakter tersebut adalah kulit jeruk kering. Adapun tafril dari kulit kacang kering memiliki tekstur yang terlalu kasar dan tafril dari daun pisang tidak memiliki daya serap tinggi juga warna dasarnya kurang terang.
PERANCANGAN INFOGRAFIS KESEHATAN MENTAL BAGI PENYANDANG SKOLIOSIS MENGGUNAKAN ACUAN SKEMA WARNA BIVARIATE MAP
Kesehatan fisik dan mental merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan. Kecenderungan seseorang memiliki kelainan fisik akan berimbas pada persepsi diri seseorang dimana persepsi diri dalam bentuk negatif dapat berakibat kepada kesehatan mental yang buruk seperti depresi atau ansietas. Dalam hal ini, penderita skoliosis mendapatkan perhatian khusus, pasalnya kelainan fisik ini membuat sebagian besar tubuh penderita berubah posturnya. Apalagi mayoritas penderita skoliosis diderita oleh remaja yang rentan dengan ansietas dimana kecenderungan mereka untuk harus tampil sempurna di tengah masyarakat. Berdasarkan hal tersebut ditemukan bahwa sebagian besar remaja dengan skoliosis memiliki self-esteem yang rendah karena kelainan fisik yang dideritanya. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah media yang dapat membantu mengomunikasikan informasi yang valid mengenai self-esteem yang berujung pada ansietas dan depresi kepada remaja dengan skoliosis dengan tujuan untuk membantu dan mendukung gerakan sadar skoliosis sebagai bentuk kampanye penyebaran informasi tentang skoliosis kepada masyarakat
REDESIGN PAKAIAN SECONDHAND BERWARNA PUTIH DENGAN TEKNIK BATIK TULIS MENGGUNAKAN PENCELUPAN PEWARNA ALAMI
Pasar Cimol Gedebage adalah tempat terbesar di kota Bandung yang menjual pakaian secondhand. Pasar Cimol Gedebage menjual berbagai model dan warna pada pakaian secondhand, biasanya berbahan katun, linen, dan sifon. Dilihat dari segi warna salah satunya pakaian secondhand berwarna putih yang sudah cacat seperti menguning atau terkena noda warna lain sulit dijual ataupun dijual dengan harga yang lebih murah. Oleh karena itu, peneliti melihat potensi diolah menjadi produk fashion baru layak pakai dan menjadikan konsep dengan style yang menarik, menggunakan teknik redesign dan teknik surface textile design yaitu batik tulis dengan pencelupan pewarna alami. Motif pada batik tulis yang diangkat salah satu batik dari Yogyakarta yaitu batik parang barong dan parang curigo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan data melalui studi literatur sebagai landasan dalam penelitian, observasi lapangan guna melihat ketersediaan bahan yang akan digunakan, wawancara secara acak kepada pedagang di Pasar Cimol Gedebage, dan eksplorasi guna mengetahui teknik yang optimal untuk diaplikasikan pada bahan baku yang akan diolah. Penelitian dilakukan untuk memberikan manfaat jangka umur produk dan agar tidak menambah dampak buruk bagi lingkungan dengan menggunakan teknik redesign pada pakaian secondhand berwarna putih, Selain itu juga untuk meningkatkan nilai fungsi, estetika, dan nilai ekonomi pada pakaian secondhand tersebut
KAJIAN PERKEMBANGAN DESAIN, WARNA DAN NILAI MOTIF KEMBANG KOPI PADA BATIK TULIS di BANGKALAN MADURA, TAHUN 2005-2015
Batik adalah karya orang Indonesia yang sudah dikenal sejak lama, merupakan hasil perpaduan seni dan teknologi dari nenek moyang yang nilainya sangat tinggi. Batik adalah gambar dari budaya kerajinan tinggi orang Indonesia. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi berupa foto ataupun buku bukuyang relevan berhubungan dengan motif batik. Metode analisis yaitu ada tiga yaitu: 1. Reduksi data, 2. Penyajian data, 3. Keabsahan data. Hasil akhir dari penciptaan kembang kopi yang di stilisasikan menjadi hewan dengan ciri khas warna yang mencolok. Dari penciptaan karya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat terhadap perkembangan dunia seni kriya terutama tekstil, dan juga dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap batik agar dikenakan dalam berbagai kesempatan
PERANCANGAN AKSESORI FESYEN BERBAHAN RESIN DENGAN INSPIRASI MOTIF MARBLE
Fashion bukan hanya soal pakaian, gaya dalam fashion juga meliputi pelengkapnya. Di dunia fashion, aksesori digunakan sebagai pelengkap busana yang membuat seseorang terlihat lebih menarik sehingga aksesori kini sudah dianggap menjadi bagian penting dari fashion. Resin adalah suatu campuran yang kompleks dari ekskret tumbuh-tumbuhan dan insekta. Resin dapat digunakan sebagai bahan dasar aksesori fashion karena bahannya mudah diolah dan tahan lama. Produk yang dihasilkan berupa anting, dan cincin yang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri.
IKLAN LAYANAN MASYARAKARAT MENYIKAPI FENOMENA PENGABAIAN PADA ANAK
Ide penciptaan karya ini berupa perancangan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang mengungkapkan tentang ‘kebiasaan’ orangtua yang tak sadar membuat jarak dengan anaknya. Media yang digunakan adalah poster yang disesuaikan dengan target audience, yakni ibu muda yang berada di kota-kota besar/metropolitan, dari kalangan menegah ke atas dan memiliki waktu luang namun kurang peka terhadap anaknya. Dengan menggunakan teknik fotografi ‘good eye’ yang memiliki kesan realis dan konsep black white agar lebih dapat menonjolkan ajakan bagi ibu untuk tetap sadar akan ikatan emosional langsung dengan anak. Dengan model komunikasi AIDCA: (Attention) (Interest) (Desire) (Conviction (Action) maka perancangan ini diharapkan mampu menyasar audience dengan cara yang tepat. Penggunaan Teori Hegemoni Gramsci diambil guna menyadarkan otoritas orang tua sebagai sarana kultural maupun ideologis dalam berkomunikasi dengan anak, karena munculnya fenomena pengabaian terhadap anak, sehingga aspek komunikasi tidak berfungsi secara maksimal atas perilakunya terhadap anak yang berakibat ikatan emosional dengan anak berkurang. Pada perancangan ini menggunakan perbandingan yang digunakan untuk mengkritik perasaan orangtua, agar nantinya tersadarkan akan peran sesungguhnya yaitu ibu yang paling berhak mendidik anaknya sebagai generasi penerus
ANALISIS MAKNA DAN BENTUK BUSANA ADAT DAHA DAN TRUNA DESA BUNGAYA KARANGASEM
Busana adat daha dan truna Desa Bungaya adalah busana yang wajib digunakan saat upacara Dewa Yadnya yang biasanya berlokasi di Pura Bale Agung Desa Bungaya Karangasem. Busana adat daha dan truna ini merupakan salah satu bagian unik dari adat dan tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun oleh leluhur di Desa Bungaya. Busana adat ini secara visual nampak sangat sederhana namun memiliki filosofi yang erat kaitannya dengan nilai-nilai dalam agama. Oleh karena itu bentuk yang menyusun busana ini memiliki makna yaitu makna konotatif dan denotatif. Makna dalam satu bentuk atau bentuk lainnya, menyampaikan pengalaman sebagian besar umat manusia di semua masyarakat dan bentuk menjadi begitu penting karena mampu mempengaruhi perasaan estetis para penikmat seni ketika pertama melihat suatu karya seni rupa. Adapun tujuan dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui lebih dalam tentang bagaimana unsur pada desain mode yang terkandung didalamnya yaitu bentuk dalam busana adat daha dan truna di Desa Bungaya yang mengandung suatu makna. Penulisan ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan kepustakaan. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, didapat kesimpulan yaitu unsur bentuk dalam busana adat daha dan truna terdapat bentuk geometris, non geometris dan bentuk siluet yang menyusun busana adat dan dalam bentuk tersebut mengandung makna konotatif dan denotatif
ANALISA POLITIK IDENTITAS DALAM KARYA-KARYA POTRET DIRI AGUS SUWAGE DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIKA
Potret diri dalam seni rupa seringkali identik sebagai pengungkapan identitas sang perupa. Banyak seniman yang kemudian menggunakan dirinya sebagai frame atau sudut pandang yang menempatkan sosoknya sebagai bagian dari permasalahan yang diangkat dalam karya. Dalam sejarah panjang seni rupa Indonesia, sudah banyak seniman yang berupaya mengangkat tentang trema potret diri sebagai penanda kedudukannya dalam masyarakat, seperti halnya Agus Suwage yang merupakan seniman kontemporer yang kerap menggunakan dirinya untuk mengkritisi nilai-nilai sosial dalam masyarakat
SENI LUKIS SURYALISME KARYA SENIMAN KOEBOE SARAWAN SEBAGAI MEDIA REFLEKSI DAN EDUKASI TERHADAP MASYRAKAT
Dalam penelitian ini penulis memberikan informasi dan edukasi betapa pentingnya sebuah pembelajaran akan makna dan simbol dari sebuah visual atu lukian, dari situ penulis berkeinginan untuk membahas jauh lebih dalam untuk meidentifiksi lukisan seorang seniman Jawa Timur yaitu Koeboe Sarawan dengan aliran yang digeluti yaitu seni lukis suryalisme. Tujuan dimana untuk mendeskripsikan bagaimana seni lukis beraliran suryalisme menjadi sebuah daya refleksi dan media pembelajaran dan manfaat bagi apresiasi penikmat seni. dari fenomena tersebut penulis dapat mengkaji lewat pendekatan deskriptif dan penjabaran apa makna dan isi filosofi dengan menggunakan ilmu estetika dan seni rupa oleh lukisan seorang seniman Koeboe Sarawa