Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
262 research outputs found
Sort by
Amplifikasi Kahoot sebagai Kuis Tanya-Jawab Online Pilihan Pendidik dalam Model Pembelajaran Game-Based Learning
Kahoot merupakan platform kuis tanya jawab online yang digunakan dalam model pembelajaran game-based learning. Platform Kahoot dapat dikatakan sebagai bagian dari budaya siber karena wujudnya berupa artefak di dalam jaringan internet. Pertanyaan yang mengemuka adalah terkait latar belakang dan alasan mengapa Kahoot menjadi pilihan dalam sebuah proses pembelajaran. Penelitian dilakukan untuk mengetahui amplifikasi platform Kahoot dalam sebuah model pembelajaran game-based learning. Metode yang digunakan untuk menguraikan dan menganalisis adalah metode etnografi virtual dengan pendekatan Analisis Media Siber (AMS). Analisis dilakukan di level mikro terhadap unit teks (konten) pada platform Kahoot, dan di level makro terhadap unit konteksnya, yaitu melalui wawancara dari sisi pendidik sebagai narasumber. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa terjadi amplifikasi platform Kahoot di tiap level mikro maupun makro. Amplifikasi tersebut menjadi latar belakang pendidik memilih dan menggunakan Kahoot dalam model pembelajaran game-based learning
Perancangan Buku Decoupage berdasarkan Desain Komunikasi Visual
Decoupage merupakan bahasa yang berasal dari Prancis Tengah yaitu ”decouper” yang berarti memotong. Decoupage adalah teknik dengan mengambil motif-motif tertentu menjadi sebuah karya yang dapat difungsikan, maupun sebagai media ekspresi visual dari desainer. Saat ini telah masuk era industri 4.0 dengan persaingan yang ketat sehingga generasi muda harus bisa eksis menghadapinya. Salah satu cara dengan decoupage, yaitu dengan memberikan nilai visual yang dipandang dari sisi desain memiliki nilai tertentu sebagai alternatif. Upaya yang dilakukan untuk memberikan makna pada motif-motif decoupage adalah dibuatkannya Buku Decoupage Berdasarkan Desain Komunikasi Visual. Agar masyarakat tidak hanya memotong dan menempelkan motif begitu saja, tetapi juga dapat membuat desain decoupage yang bermakna secara visual. Tujuan dari penelitian ini adalah agar dapat disusun buku tentang decoupage berdasarkan Desain Komunikasi Visual yang terfokus pada prinsip, agar masyarakat memiliki pengetahuan dan inspirasi bernilai estetis. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan, selanjutnya dianlisis dengan metode deskriptif kualitatif
Desain Interior pada Akomodasi Nomadic Tourism dalam Perspektif Postmodern
Nomadic tourism adalah wisata yang bersifat temporary baik dari segi akses atau amenitasnya. Sasaran utama dari nomadic tourism adalah backpackers yang didominasi oleh kaum milenial. Hal ini sejalan dengan jiwa milenial yang cenderung fleksibel, senang mencari pengalaman baru dan menyukai kepraktisan, sehingga pilihan wisata nomadic tourism mampu dijadikan peluang yang baik untuk kemudahan berwisata. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh cara berwisata nomadic terhadap akomodasi desain interior dari perspektif post modern. Budaya postmodern mengacu pada konsep nomadic tourism yang ringan dan sederhana. Desain interior pada amenitas ini menerapkan pola desain interior minimalis tanpa mengurangi kenyamanan pemakai aktivitas.Perabotan secara lengkap terdapat pada semua ruang dari fasilitas tidur, bersantai, bekerja, fasilitas mandi cuci, dapur bahkan fasilitas hiburan seperti perangkat televisi. Ruangan didesain multifungsi dengan mengambil ukuran minimal dengan sirkulasi yang memadai. Hal yang terpenting dari konsep desain interior nomadic ini adalah pada perlengkapan furniturnya yang memenuhi kriteria yang ringan, dapat dilipat, ditumpuk dan disimpan, dapat mengembang, dapat sekali pakai serta dapat didaur ulang
Eksplorasi Teknik Sulam pada Permukaan Anyaman Pandan Tasikmalaya
Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan sumber daya alamnya. Hal ini menghasilkan keberagaman dalam hal kerajinan tangan, salah satunya adalah pemanfaatan anyaman pandan Tasikmalaya menjadi berbagai jenis produk fesyen. Namun dalam perkembangannya, produk fesyen yang berbahan dasar anyaman pandan saat ini kurang diminati oleh pasar, karena bentuk dan elemen dekorasi yang dinilai sulit untuk mengikuti selera pasar dan anak muda jaman sekarang. Para pengrajin cenderung menggunakan material dekoratif yang monoton, sebab helaian anyaman pandan yang rapuh. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan alternatif teknik dekoratif yang memungkinkan untuk diterapkan pada anyaman pandan. Berdasarkan hasil eksplorasi hasilnya adalah menggunakan teknik sulam benang dengan beberapa jenis tusuk seperti tusuk rantai, tusuk tikam jejak, tusuk jelujur dan tusuk bullion. Dengan adanya alternatif teknik pengrajin diharapkan dapat mengembangkan produknya secara kreatif sehingga produk fesyen yang diproduksi menjadi lebih bervariatif. Penerapan alternatif teknik dan material inilah yang sekiranya dapat membawa perubahan dan menaikan value dan nilai jual pada produk fesyen tersebut. Alternatif teknik dan material yang ada dalam jurnal ini sekiranya dapat memberikan solusi bagi para pengrajin untuk menghindari kerusakan pada helaian anyaman pandan
Kajian Ikonografi dan Ikonologi: Ragam Hias pada Bangunan Bale Rante di Kompleks Makam Sunan Drajat
Kompleks makam Sunan Drajat merupakan warisan budaya yang memiliki hubungan dekat dengan periode kehiduan Sunan Drajat. Bale Rante merupakan bangunan berbahan material kayu yang berasal dari kerajaan Majapahit. Memiliki bentuk ragam hias yang unik dan berbeda dengan bentuk ragam hias pada bangunan kompleks makam lainnya. Bale Rante berbetuk joglo beratap limas, digunakan oleh para Wali Songo untuk berkumpul dan bermusyawarah. Tujuan: mendeskripsikan makna ragam hias yang ada pada bangunan Bale Rante. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis ikonografi dan ikonologi Erwin Panofsky. Tahap pra ikonografi dilakukan dengan mengkaji bentuk penyusun ragam hias pada bangunan Bale Rante berdasarkan makna faktual dan makna ekspresionalnya. Tahap analisis ikonografi dilakukan dengan mengidentifikasi makna sekunder yang telah dikaji sebelumnya dengan mengaitkan pada tema dan konsep penciptaan sesuai peristiwa atau sejarah ragam hias tersebut diciptakan. Tahap interpreasi ikonologi dilakukan dengan melakukan intuisi sintesis untuk mengungkap makna yang terkandung dalam simbol yang ada pada ragam hias. Hasil penelitian: Bentuk rantai menyimbolkan kesatuan dan pengayoman. Daun ukel menyimbolkan sumber kehidupan dan kebaikan hati. Pohon hayat dan bunga teratai menyimbolkan keabadian dan penyatuan manusia dengan Allah
BUKU ILUSTRASI POLA ASUH YANG TEPAT UNTUK MENUMBUHKAN EMOSI POSITIF ANAK
Pola asuh yang tepat penting untuk proses perkembangan anak, hal ini bertujan agar anak tidak tumbuh dengan emosi negatif. Namun, pada kenyataannya banyak orang tua yang tidak mengetahui akan pentignya pola asuh yang yang tepat sehingga orang tua banyak melakukan pola asuh yang salah seperti menggunakan kekerasan verbal ataupun fisik. Memberikan solusi dan edukasi kepada orang tua muda dan calon orang tua mengenai masalah ini adalah tujuan dari perancangan agar tidak terjadi kekerasan terhadap anak yang menyebabkan anak tumbuh dengan emosi negatif. Maka, terdapat dua tahapan metode yang dilakukan, yaitu tahap persiapan dan tahap penciptaan. Tahap persiapan meliputi pengumpulan data, analisis data, sintesis, dan penentuan objek perancangan. Sedangkan tahap penciptaan meliputi pra produksi, produksi dan pasca produksi. Dengan menggunakan metode tersebut akan menghasilkan konsep desain dengan keyword “Kunci Mendidik Anak Emas”, yaitu solusi bagi orang tua dalam mengasuh anak kesayangan pada masa keemasan agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan adanya keyword tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan buku ilustrasi tentang pola asuh yang tepat. Media buku ilustasi dirancang sebagai media bantu dan pendamping bagi orang tua agar anak tumbuh dengan emosi yang positif serta sebagai kontrol bagi orang tua agar menghindari perilaku-perilaku negatif dalam mendidik anak
BAMBOO HOUSE, DESAIN INTERIOR BERKELANJUTAN HUNIAN DESA WISATA MINGGIR SLEMAN YOGYAKARTA
Hunian yang menggunakan material utama bambu merupakan pilihan bagi wilayah yang memiliki sumber daya bambu berlimpah, seperti di desa wisata Bambu Brajan. Seperti juga material rotan, fleksibilitas bahan bambu membuatnya digemari untuk produk kerajinan, furniture, juga beragam bentuk hunian. Hunian bambu yang dibangun dengan menerapkan prinsip desain berkelanjutan dapat dijadikan sebagai solusi untuk mensinergikan berbagai macam potensi yang ada. Keselarasan optimalisasi sumberdaya alam dan manusia untuk menjawab permasalahan hunian adalah tujuan yang ditawarkan penelitian ini. Alternatif desain yang ditawarkan didapat berdasarkan hasil analisa, berupa bentuk hunian dengan penerapan prinsip desain berkelanjutan biomimicry. Pemaparan visual berupa gambar ilustrasi yang diharapkan dapat mempermudah tahap selanjutnya untuk penciptaan prototipe
KAJIAN VISUAL KEMASAN TEH TUBRUK LOKAL
Penelitian ini mengkaji visual kemasan dalam teh Cap Nyapu dan teh Cap Soklat. Kedua Produk teh lokal tersebut dikaji guna mengetahui apakah makna visual yang terdapat dalam visual kemasan teh Cap Nyapu dan teh Cap Soklat, dan apakah makna visual tersebut memiliki kaitannya dengan latar belakang sosial didalamnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data studi pustaka, observasi, dan wawancara/ interview. Dalam penelitian ini, pengaplikasian teori kepada objek yang dikaji hanya menggunakan salah satu dari teori metode visual Gillian Rose yaitu site of image itself. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan prinsip-prinsip desain, visual kemasan teh Cap nyapu memiliki gaya Victorian sedangkan visual kemasan teh Cap Soklat menunjukkan gaya Art Deco. Ilustrasi dalam visual kemasan teh Cap Nyapu, lekat dengan kebudayan Jawa dan menunjukkan tren kala itu, dimana perempuan masih mengenakan kebaya dan batik dalam kehidupan sehari-hari yaitu masa kolonialisme. Sementara dalam visual kemasan teh Cap Soklat menampilkan ilustrasi buah kakao, merupakan tanaman yang masuk dalam kategori tanaman cultuurstelsel
PENGEMBANGAN PERHIASAN UNTUK PENGRAJIN DI DESA BATAN KRAJAN KAB. MOJOKERTO JAWA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan perhiasan dan mendeskripsikan kuwalitas pengembangan perhiasan motif Majapahit untuk pengrajin di Desa Batan Krajan Kab. Mojokerto Jawa Timur. Penelitian yang berpendekatan pengembangan seni kriya, ditinjau dari sudut proses dan kualitas produk perhiasan bermotif Surya Majapahit. Menggunakan metode eksperimen untuk menghasilkan produk perhiasan dengan gaya klasik dan postmodern. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data ialah menggunakan metode observasi untuk memperoleh data utama, serta metode wawancara dan metode analisa dokumentasi untuk memperoleh data penunjang. Hasil dari penelitian dilapangan bahwa perhiasan motif Surya Majapahit dengan kolaborasi teori ikonografi, teori ergonomi, teori design thingking dan PPE, sangat membantu pengrajin untuk dapat mengembangkan perhiasan. Mulai dari segi proses sampai kwalitas produk perhiasan yang berbahan perak. Saran yang bisa diajukan dalam penilitian ini agar bisa dimanfaatkan oleh pengrajin dalam memproses perhiasan yang berkwalitas. Sehingga untuk pengrajin lebih meningkatkan kwalitas perhiasan dalam segi desain maupun perhiasan yang bercirikan atau bermotif Majapahit. Dan bagi peneliti dapat mengkaji dan menganalisa lebih mendalam tentang perhiasan klasik maupupun postmodern bermotif Surya Majapahit lebih mendalam
PENCAPAIAN MEDIA DIGITAL DALAM PENANAMAN KARAKTER PROGAM STUDI UNGGULAN (STUDI KASUS PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO)
Pencapaian Media Digital Dalam Penanaman Karakter Progam Studi Unggulan (Studi Kasus Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Dian Nuswantoro). Dalam penelitian dirumuskan bagaimana pencapaian media digital dalam upaya menanamkan karakter prodi unggulan pada mahasiswa. Adapun tujuan penelitian adalah mengetahui dan memahami media digital dalam upaya menanamkan karakter prodi unggulan pada mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Dian Nuswantoro Metode penelitian menggunakan metode kualitatif yang lebih ditekankan pada observasi, wawancara, dokumentasi. Peneliti sebagai partisipan untuk menangkap aspek yang diteliti dan target luaran yang dicapai yaitu media digital berupa video profil program studi. Luaran penelitian ini meliputi Jurnal Nasional Terakreditasi terindeks Sinta 4, ARS: Jurnal Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Pemakalah dan artikel ilmiah dimuat dalam Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana UNS 2020 Universitas Sebelas Maret, dan Bahan Ajar materi perkuliahan pada mata kuliah Pengantar Desain Komunikasi Visual