Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
262 research outputs found
Sort by
Domestikasi Atas Hegemoni: Peran Pameran Seni "Conversing With Domestic Memories"
The research based on the exhibition 'Conversing With Domestic Memories' at Ruang MES 56 from 18th-21st February 2025, explores the concept of domestication, which positions marginalised groups as subordinate elements in the construction of an authoritarian society. This exhibition highlights the less well-known events that have occured in Indonesia, Canada, Chile, Northern Ireland, Nicaragua, Colombia, and Uganda. This research is qualitative study using literature sources. The primary data used in this research are Antonio Gramsci concept of hegemony, Maurice Halbwach's collective memory, Jan Assmann's cultural identity, and Gayatri Chakravorty Spivak's subaltern approach. It aims to review the implementation of the exhibition's role through art as a tool and or a medium in the context of the truth of the dominant version of historical narratives, especially aspects of memory, aspects of power, and aspects of marganalized groups. The researcher employed the data with elements of description, interpretation, intercoherence and critical reflection with a visual analysis component and interviews to examine how an art exhibition relates to the issue of state violence and the provision of a space for the voices of marganalized communities. The result shows that art exhibitions function not only as a medium for revealing historical truths, but also as a tool for fostering solidarity and critical awareness among audiences. A broader perspective reveals the role of art in combating forgetting and impunity, including the role of art in constructing a more inclusive narrative of the past authoritarian society and encompasses the role of the art's as a tool, as a medium, and the synergy between these two functions
PROSES KREATIF SISWA DALAM KEGIATAN P5 BERTEMA LINGKUNGAN HIDUP: MELUKIS PADA TOTE BAG DI SMPN 1 SURABAYA
Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi tugas Pendidikan Profesi Guru tahun pembelajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dan dokumentasi pada kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema lingkungan hidup di SMP Negeri 1 Surabaya. Fokus penelitian ini adalah mengkaji proses kreatif siswa dalam kegiatan melukis pada media tote bag yang meliputi tahapan persiapan, perenungan, inspirasi, dan pembentukan. Kegiatan P5 melukis pada tote bag tidak hanya menjadi sarana bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas, tetapi juga berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VIII A hingga D dengan mengusung tema zero waste. Sebelum pelaksanaan kegiatan praktik, siswa dibekali materi pendahuluan oleh guru pendamping P5 di masing-masing kelas. Adapun alat dan bahan yang digunakan meliputi tote bag polos berwarna putih, cat akrilik, kuas lukis, palet, air, dan pensil. Melalui kegiatan P5 ini, siswa diharapkan mampu meningkatkan motivasi untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi jumlah sampah, khususnya penggunaan kantong plastik sekali pakai, sejalan dengan tema zero waste yang diangkat.Kata kunci: proses; kreatif; melukis; Profil Pelajar Pancasila; P5---Students’ Creative Process in P5 Activities with an Environmental Theme: Painting on Tote Bags at SMPN 1 Surabaya. This study was conducted as part of the requirements for the Teacher Professional Education Program (Pendidikan Profesi Guru) in the 2024/2025 academic year. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through direct observation and documentation during the implementation of the Project for Strengthening the Pancasila Student Profile (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila/P5) with an environmental theme at SMP Negeri 1 Surabaya. The focus of this study was to examine students’ creative processes in painting activities using tote bags as the medium, which included the stages of preparation, reflection, inspiration, and formation. The P5 tote bag painting activity not only served as a medium for students to express their creativity but also played an important role in fostering environmental awareness and concern. The activity involved students from classes VIII A to D and was carried out under the theme of zero waste. Prior to the practical activity, students received preliminary instruction from P5 supervising teachers in each class. The tools and materials used included plain white tote bags, acrylic paint, paintbrushes, palettes, water, and pencils. Through this P5 activity, students were expected to increase their motivation to maintain environmental cleanliness and reduce waste, particularly the use of single-use plastic bags, in line with the zero waste theme.Keywords: process; creative; painting; Pancasila Student Profile; P
STUDI KOMPARATIF PADA WEBSITE GALERI SENI UNIVERSITAS
Website galeri seni milik universitas berfungsi sebagai wadah untuk menyajikan karya seni secara online, vitrin digital untuk mengekspos karya seni, media edukasi melalui berbagai penelitian, alat manajemen koleksi seni, sarana penyelenggaraan pameran, penyedia informasi, serta sebagai medium komunikasi digital bagi seniman, pengunjung, dan akademisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan aspek-aspek kritis pada website galeri seni universitas, meliputi estetika tampilan visual, struktur navigasi, kualitas konten, aksesibilitas, fitur interaktif, dan informasi praktis. Rumusan masalah pada penelitian ini mencakup: (1) bagaimana penerapan aspek-aspek kritis tersebut pada website galeri universitas, dan (2) aspek apa yang perlu dioptimalkan pada website Galeri RJ Katamsi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis komparatif melalui observasi mendalam terhadap lima website galeri seni universitas sebagai sampel, yang kemudian dianalisis berdasarkan aspek-aspek kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa website galeri seni internasional seperti Princeton University Art Museum dan UNSW Art and Design Gallery telah menerapkan desain visual yang konsisten, fitur interaktif yang kuat, serta penyajian konten yang beragam. Sebaliknya, website Galeri RJ Katamsi masih menghadapi tantangan berupa ketidakkonsistenan desain, minimnya fitur interaktif, serta pembaruan konten yang belum berjalan secara optimal. Temuan ini menegaskan perlunya optimalisasi pada aspek desain dan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung fungsi Galeri RJ Katamsi sebagai galeri seni akademik yang lebih informatif, inklusif, dan kompetitif secara digital.Kata kunci: teknologi digital; website; galeri seni; desain visual; pengalaman pengguna---A Comparative Study of University Art Gallery Websites. University-owned art gallery websites function as platforms for presenting artworks online, serving as digital showcases for artistic exposure, educational media through various research outputs, tools for art collection management, means for organizing exhibitions, providers of information, and digital communication media for artists, visitors, and academics. This study aims to analyze and compare critical aspects of university art gallery websites, including visual aesthetic design, navigation structure, content quality, accessibility, interactive features, and practical information. The research questions address: (1) how these critical aspects are implemented on university art gallery websites, and (2) which aspects need to be optimized on the Galeri RJ Katamsi website. This study employs a qualitative methodology with a comparative analysis approach, conducted through in-depth observation of five university art gallery websites as samples, which are then analyzed based on the identified critical aspects. The findings indicate that several international art gallery websites, such as the Princeton University Art Museum and the UNSW Art and Design Gallery, have implemented consistent visual designs, strong interactive features, and diverse content presentations. In contrast, the Galeri RJ Katamsi website still faces challenges, including design inconsistency, limited interactive features, and suboptimal content updates. These findings emphasize the need to optimize design aspects and the use of digital technology to support the role of Galeri RJ Katamsi as an academic art gallery that is more informative, inclusive, and digitally competitive.Keywords: digital technology; website; art gallery; visual design; user experienc
TRANSFORMASI MOTIF FILAMEN PLA MENJADI LAMPU MEJA MENGGUNAKAN TEKNIK 3D PEN SEBAGAI PROSES BERKARYA HIBRIDA
Transformasi filamen PLA menjadi lampu meja adalah proses perubahan hasil eksplorasi motif filamen menjadi bentuk bangun ruang. Perubahan bentuk ini dilakukan dengan menggunakan teknik 3D pen sebagai proses berkarya hibrida antara keterampilan dan kemampuan manual tangan dengan teknologi manufaktur. Proses berkarya hibrida memiliki keunikan dalam memberikan sentuhan personal yang akan memberi pengaruh pada hasil produk desain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah karakteristik lampu meja yang dibuat dengan menggunakan teknik 3D pen melalui dua metode kerja berbeda. Adapun alat bantu yang digunakan adalah 3D pen RoHS 3DPen-2. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara melakukan studi literatur dan eksplorasi terhadap proses perubahan motif filamen PLA menjadi lampu meja. Hasil eksplorasi akan memperlihatkan karakteristik bentuk lampu meja yang diperoleh dari sinkronisasi kemampuan manual tangan dalam menggunakan teknik 3D pen. Selain itu, persinggungan antara cahaya dengan motif filamen akan menunjukkan orisinalitas dari karakteristik bayangan dan efek gelap terang yang terjadi pada permukaan dinding. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa teknik 3D pen sebagai proses berkarya hibrida dapat memberikan sentuhan personal pada produk desain yang merupakan hasil dari kerajinan tangan.Kata kunci: transformasi; filamen PLA; 3D pen; hibrida; kerajinan tangan---The Transformation of PLA Filament Motifs into a Table Lamp Using the 3D Pen Technique as a Hybrid Creative Process. The transformation of PLA filaments into a table lamp involves changing the results of filament motif exploration into a three-dimensional form. This change in form is achieved using a 3D pen technique as a hybrid creative process that combines manual hand skills and abilities with manufacturing technology. This hybrid creative process offers uniqueness by providing a personal touch that influences the final design product. The purpose of this research is to examine the characteristics of table lamps made using the 3D pen technique through two different working methods. The auxiliary tool used is the 3D pen RoHS 3DPen-2. This research employs a qualitative method, involving literature studies and exploration of the process of transforming PLA filament motifs into table lamps. The results of the exploration will demonstrate the characteristic shape of the table lamp obtained from the synchronization of manual hand skills in using the 3D pen technique. Furthermore, the interplay between light and the filament motifs will reveal the originality of the shadow characteristics and the light-dark effects that occur on the wall surface. This research shows that the 3D pen technique, as a hybrid creative process, can provide a personal touch to design products that are the result of handcraft.Keywords: transformation; PLA filament; 3D pen; hybrids; handcraf
PERANCANGAN ILUSTRASI DUA DIMENSI KARAKTER DAYANG TOREK DALAM CERITA RAKYAT LUBUKLINGGAU
Dayang Torek merupakan tokoh utama dalam beberapa cerita rakyat Lubuklinggau, seperti legenda asal usul Lubuklinggau dan mitos Kerajaan Ulak Lebar. Dalam cerita rakyat tersebut, Dayang Torek dikisahkan sebagai karakter tokoh yang sangat cantik. Perancangan ini bertujuan untuk merancang karakter tokoh Dayang Torek dalam cerita rakyat Lubuklinggau yang sesuai dengan budaya masyarakat Lubuklinggau. Pengumpulan data menggunakan metode kualitatif yang bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan beberapa narasumber. Data sekunder diperoleh dari buku, arsip, dan artikel yang terkait dengan objek penelitian. Metode perancangan menggunakan metode 5 phases of design graphic process dari Robin Landa yang terdiri dari Lima tahapan yaitu, orientation, analysis, concept, design, dan implementation. Perancangan ini menghasilkan ilustrasi dua dimensi karakter Dayang Torek yang mencerminkan identitas Lubuklinggau, sehingga dapat dijadikan acuan desain dalam berbagai media
LAGU TOMORROW X TOGETHER “ETERNALLY” SEBAGAI GAGASAN PENCIPTAAN KARYA LUKIS
Penciptaan karya seni lukis yang terinspirasi dari lagu “Eternally” karya TOMORROW X TOGETHER berfokus pada visualisasi lirik. Di samping komposisi lagu yang unik, lirik lagu “Eternally” yang berisi tentang konflik batin manusia akibat keretakan hubungan turut menggugah pencipta untuk mengemasnya dalam bentuk seni lukis. Dengan gaya pribadi, pencipta menyatukan konsep mimpi yang dibawakan oleh “Eternally” dengan objek yang merepresentasikan lirik lagu. Tujuan dari penelitian penciptaan ini adalah untuk memaparkan konsep, proses penciptaan, visualisasi, dan penyajian karya lukis. Penelitian penciptaan ini mengadopsi metode penciptaan Catharina Patrick yang terdiri dari tahap persiapan, tahap penetasan, tahap inspirasi, dan tahap pengembangan. Hasil ciptaan berupa enam karya lukis dengan judul “Flicker of Salvation”, “Bound in Silence”, “The Silent Plea”, “Fractured Horizon”, “Flamefall Reverie”, dan “Quiet Dissonance”. Keenam karya tersebut diwujudkan menggunakan teknik opaque dan impasto dengan media kanvas, cat minyak, dan cat akrilik. Penelitian penciptaan ini dapat menjadi sarana apresiasi seni bagi masyarakat dan memberikan sumbangan referensi studi seni bagi pendidikan
EKSPERIMEN TEKSTUR CETAK KOLASE SAMPAH INDUSTRI DALAM KARYA SENI GRAFIS
Permasalahan sampah di Yogyakarta menjadi penting untuk ditinjau kembali karena belum ditangani secara optimal. Budaya konsumtif masyarakat juga menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya sampah yang dihasilkan, khususnya sampah industri yang sulit terurai. Penelitian ini bertujuan menjawab bagaimana karakter tekstur yang dihasilkan sampah industri (kardus, bubble pack, kabel, dan lainnya) dapat dimanfaatkan dalam cetak kolase seni grafis. Perancangan ini juga bertujuan mengangkat alternatif material yang mudah ditemukan dan lebih ekonomis dalam perancangan karya. Selain itu, juga sebagai bentuk dukungan gerakan zero sampah anorganik yang saat ini sedang dilaksanakan di Yogyakarta sejak awal tahun 2023. Visualisasi karya yang dihadirkan adalah landscape pemukiman padat penduduk, divisualkan secara realistis, dalam artian objek yang dihadirkan sama dengan nyatanya. Oleh karena itu, diperlukan eksperimen tekstur hasil cetakan sampah industri yang merupakan perwujudan gagasan estetik berdasarkan pengalaman empiris peneliti. Metode penelitian ini menggunakan practice-led research dengan pendekatan kualitatif, melalui perancangan karya seni grafis teknik cetak tinggi dengan berfokus pada eksperimen tekstur cetak kolase sampah industri. Tahapan metode dalam penelitian ini menggunakan metode perancangan kreatif seni, yaitu eksplorasi (pengumpulan, pemilahan bahan, dan eksperimen tekstur cetak), perancangan, dan perwujudan, dengan menerapkan teknik cetak kolase pada media 2 dimensi.Kata kunci: eksperimen; sampah industri; seni grafis; cetak kolase; tekstur---Experimental Printed Textures from Industrial Waste Collage in Printmaking. The waste management problem in Yogyakarta requires renewed attention, as current efforts remain inadequate. The growing culture of consumerism has contributed to increasing waste production, particularly industrial waste that is difficult to decompose. This study aims to examine how the textural characteristics of industrial waste materials (such as cardboard, bubble wrap, cables, and others) can be utilized in collage printing within printmaking practices. The design process also seeks to promote alternative materials that are easily accessible and more economical for artistic production, while supporting the zero inorganic waste movement implemented in Yogyakarta since early 2023. The resulting artworks depict densely populated residential landscapes rendered realistically, reflecting actual conditions. Therefore, texture experimentation using prints derived from industrial waste was necessary to embody the researcher’s aesthetic ideas based on empirical experience. This research employs a practice-led qualitative approach through the creation of relief-print works, focusing on texture experimentation using industrial waste in collage printing techniques. The methodological stages follow a creative art design framework: exploration (material collection, sorting, and printed texture experimentation), design development, and realization, applying collage printing techniques on 2 dimensional media.Keywords: experimet; industrial waste; printmaking; collage printing; textur
PERANCANGAN DESAIN CELANA ADAPTIF UNTUK LANSIA PEREMPUAN BERBASIS KEBUTUHAN FISIOLOGIS
Populasi lanjut usia (lansia) terus meningkat yang berkaitan langsung dengan masalah kesehatan, seperti keterbatasan fisik dan meningkatnya risiko cedera. Salah satu aktivitas yang menjadi tantangan bagi lansia adalah berpakaian. Celana sebagai salah satu jenis pakaian yang umum dikenakan, dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan meningkatkan risiko jatuh pada lansia akibat penurunan fungsi motorik dan keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain celana adaptif berdasarkan perubahan fisiologis lansia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis terhadap sampel celana adaptif yang tersedia di pasar daring, serta kajian literatur mengenai kebutuhan fisiologis lansia yang berimplikasi terhadap desain celana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat ruang inovasi yang dapat dilakukan terhadap desain celana adaptif existing, dengan mempertimbangkan kebutuhan fisik lansia serta meningkatkan aspek keamanan dalam penggunaannya. Fitur desain yang direkomendasikan dari penelitian ini antara lain, kenyamanan ekstra di beberapa bagian tubuh sensitif, desain ujung celana yang aman, dan sistem penggunaan yang memfasilitasi berbagai kondisi fisik lansia.Kata kunci: lansia; celana adaptif; kebutuhan fisiologis; desain pakaian---Development of Adaptive Pants Design for Elderly Women Based on Physiological Needs. The elderly population continues to increase, and is directly related to many health issues, such as physical limitations and increased risk of injuries. One of the challenges faced by the elderly is dressing activity. Pants, as one of the clothing items that is commonly worn, can cause discomfort and increase the risk of falls in the elderly due to declining motor function and balance. This study aims to develop an adaptive pants design based on the physiological changes of the elderly. A qualitative method was used with an analytical approach to examine existing adaptive pants available in the online market, as well as a literature review on the physiological needs of the elderly that have implications for pants design. The finding indicates that there is still a chance for innovation to be done on the existing adaptive pants designs by considering the physical needs of the elderly and enhancing the safety aspects. The design feature recommendations from this study include extra comfort in some sensitive body areas, a safer pants hem design, and an adaptive fastening and usage system that facilitates various physical conditions of the elderly.Keywords: elderly; adaptive pants; physiological needs; fashion desig
MENGANALISIS PROSES KREATIF, TEKNIK, DAN ESTETIKA PADA KARYA SENI KERAMIK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kreatif, teknik, dan estetika pada karya seni keramik dengan fokus studi kasus di Pabrik Barokah Keramik, Sukapura, Bandung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analisis, penelitian ini menggali bagaimana praktik pembuatan keramik tradisional dan modern dipadukan dalam satu ruang produksi. Keramik sebagai cabang seni rupa telah mengalami perkembangan panjang dari masa prasejarah hingga era kontemporer, mengedepankan fungsi sekaligus nilai estetika. Dalam konteks keramik di Pabrik Barokah Keramik Sukapura Bandung, berbagai teknik seperti pijat, pilin, lempengan, putar, dan cetak diterapkan untuk membentuk karya, kemudian diperkaya melalui pewarnaan glasir dan teknik dekorasi lainnya. Studi ini juga menyoroti bagaimana inovasi material dan teknologi modern telah memperluas kemungkinan artistik dalam seni keramik, sekaligus mempertahankan unsur tradisi yang menjadi akar budaya lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman perkembangan seni keramik di Indonesia, khususnya dalam mempertahankan kearifan lokal di tengah arus perkembangan teknologi digital.Kata kunci: seni keramik; proses kreatif; estetika; inovasi; ekspresi seni---Analyzing the Creative Process, Techniques, and Aesthetics in Ceramic Artworks. This research aims to analyze the creative process, techniques, and aesthetics of ceramic artworks with a case study focus at Barokah Keramik Factory, Sukapura, Bandung. Using a qualitative approach with a descriptive-analytical method, this research explores how traditional and modern ceramic making practices are combined in one production space. Ceramics as a branch of fine art has undergone a long development from prehistoric times to the contemporary era, prioritizing function as well as aesthetic value. In the context of ceramics at Barokah Keramik Sukapura Factory in Bandung, various techniques such as massage, twisting, slabbing, turning, and molding are applied to form works, then enriched through glaze coloring and other decoration techniques. The study also highlights how modern material and technological innovations have expanded the artistic possibilities in ceramic art, while maintaining the traditional elements at the root of local culture. The results of this study are expected to contribute to the understanding of the development of Indonesian ceramic art, especially in maintaining local wisdom in the midst of digital technology development.Keywords: ceramic art; creative process; aesthetics; innovation; art expressio
PERANCANGAN TRANSFORMING DRESS BERBASIS MOTIF BATIK SOLO
Perkembangan tren fesyen yang semakin dinamis mendorong perempuan untuk selalu tampil fashionable di berbagai suasana. Tantangan terbesar muncul ketika harus menghadiri beberapa kegiatan dalam satu waktu dengan keterbatasan durasi untuk berganti busana, sehingga dibutuhkan solusi fesyen yang praktis namun tetap estetis. Penelitian ini berfokus pada perancangan transforming dress yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan dengan tampilan berbeda hanya melalui satu jenis busana. Tujuannya adalah menghasilkan desain busana yang mampu mendukung kebutuhan mobilitas perempuan modern tanpa mengurangi kesan profesional, anggun, dan elegan. Dalam proses perancangan, motif batik Solo diterapkan sebagai unsur utama untuk memperkuat identitas budaya dan menambah karakter visual busana. Integrasi batik Solo dipilih tidak hanya untuk menghadirkan keunikan dan pesona kecantikan pemakainya, tetapi juga sebagai upaya pelestarian dan promosi tekstil tradisional Indonesia pada lingkup yang lebih luas. Hasil penelitian ini berupa transforming dress berbasis motif batik Solo yang memadukan fungsi, fleksibilitas, dan nilai budaya, sehingga memberikan alternatif desain fesyen yang relevan bagi perempuan modern dengan mobilitas tinggi.Kata kunci: transforming dress; batik Solo; desain pakaian---Design of a Transforming Dress Based on Solo Batik Motifs. The rapid development of dynamic fashion trends encourages women to remain fashionable in various situations. A major challenge arises when attending multiple activities within a limited timeframe, which restricts opportunities to change outfits. Therefore, a practical yet aesthetically appealing fashion solution is required. This study focuses on the design of a transforming dress that can be worn for multiple occasions with different visual appearances using only a single dress. The aim is to produce a fashion design that supports the mobility needs of modern women without reducing the impression of professionalism, grace, and elegance. In the design process, Solo batik motifs are applied as the primary element to reinforce cultural identity and enhance the visual character of the dress. The integration of Solo batik is intended not only to present uniqueness and highlight the wearer’s beauty but also to contribute to the preservation and promotion of Indonesia’s traditional textile heritage on a broader scale. The outcome of this study is a transforming dress based on Solo batik motifs that combines functionality, flexibility, and cultural value, offering a fashion design alternative relevant to modern women with high mobility.Keywords: transforming dress; Solo batik; fashion desig