Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
262 research outputs found
Sort by
VISUAL BUNGA AMARILIS SEBAGAI IDE BENTUK GARNITUR DENGAN TEKNIK EMBELLISHMENT PADA BUSANA PESTA MALAM MODEL BALLGOWN
Bunga amarilis, dikenal sebagai Hippeastrum, adalah tanaman bunga yang menawan dan indah, dinamai oleh orang Yunani sebagai amaryllis yang memiliki arti "kemegahan" atau "berkilau". Keindahan bunga tersebut dijadikan sumber ide penciptaan busana pesta malam model ballgown. Visual bunga amarilis diaplikasikan sebagai garnitur pada busana dengan menggunakan teknik embellishment, meliputi lekapan bordir, korsase, dan payet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode PPE: planning, production, dan evaluation. Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya busana pesta malam model ballgown beserta garniturnya yang memiliki kesesuaian dengan visual bunga amarilis, divalidasi oleh beberapa ahli tata busana sebagai responden melalui pembagian angket Google Forms. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian visual bunga amarilis pada busana secara umum dinilai oleh responden telah sesuai hingga sangat sesuai dengan sumber ide, terutama pada aspek warna dan konsep desain.Kata kunci: bunga amarilis; teknik embellishment; busana pesta malam---The Visualization of Amaryllis Flowers as a Design Idea for Garnishments Using Embellishment Techniques in a Ballgown Model Evening Party Dress. The amaryllis flower, known as Hippeastrum, is an ornamental plant admired for its striking beauty and was named by the Greeks as amaryllis, meaning “splendor” or “brilliance”. The visual qualities of this flower serve as the source of inspiration for the creation of a ballgown model evening party dress. The visual elements of the amaryllis flower are applied as garment garnishments using embellishment techniques, including embroidered appliqué, corsage, and beading. This study employs a research and development approach using the PPE model, consisting of planning, production, and evaluation stages. The result of this study is the creation of a ball gown model evening party dress complete with garnishments that correspond to the visual characteristics of the amaryllis flower, as validated by several fashion design experts through questionnaires distributed via Google Forms. The findings indicate that the application of amaryllis flower visuals in the dress is generally assessed by respondents as appropriate to highly appropriate to the source of inspiration, particularly in terms of color application and overall design concept.Keywords: amaryllis flower; embellishment technique; evening party dres
Perancangan Interior Kafe “Daily Coffee” di Makassar
Pada beberapa tahun terakhir, kafe menarik perhatian dan menjadi surga bagi kalangan anak muda khususnya mahasiswa. Seiring berjalannya waktu, telah banyak kafe menghadirkan konsep instagramable yang kekinian bagi generasi millenial. Saat ini, pengunjung kafe “Daily Coffee” di Makassar dari kalangan anak muda masih kurang dan fasilitas yang tersedia masih kurang optimal untuk memenuhi kebutuhan pengguna beraktivitas. Tujuan perancangan interior kali ini untuk memberikan daya tarik visual yang dapat menjadi perhatian pengunjung khususnya dikalangan anak muda, serta menata ruang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Perancangan interior kafe “Daily Coffee” di Makassar menggunakan metode design thinking dan menerapkan konsep instagramable, sehingga kafe mendapatkan suasana baru yang kekinian agar dapat meningkatkan brand kafe tersebut, serta melakukan penataan ruang sesuai kebutuhan pengguna untuk beraktivitas
Ilustrasi Karakter Avatar sebagai Identifikasi Diri
Sebagian besar generasi melineal terbiasa dengan bermain game online bahkan memiliki karakter idolanya yang akan mempengaruhi psikologis mereka dalam bermain. Tujuan penelitian ini agar para remaja mendapatkan gambaran diri melalui pemilihan karakter avatar dalam memilih jurusan kuliah yang sesuai dengan minat dan bakat. Perancangan ilustrasi karakter avatar ini berdasarkan tes psikologi RIASEC dan digambar melalui aplikasi Medibeng Paint. Hasilnya perancangan Ilustrasi karakter avatar dibedakan dari jenis kelamin, kostum, atribut dan aktivitas yang dilakukan, agar dapat mengidentifikasikan gambaran diri di dunia maya
Perkembangan dan Karakterisasi Batik Klasik dalam Fashion Kontemporer Berbasis Budaya Visual
Batik dipasarkan sebagai warisan Indonesia dengan nilai dan makna tertinggi di pasar nasional, regional, dan internasional. Pengembangan batik kemungkinan berguna sebagai kemajuan teknologi informasi dan untuk membuka dunia. Pemerintah, pemegang modal, praktisi, dan akademisi seketika ditekan oleh pasar guna menunjukkan kreativitas dan kebaruan, dari situ masalah mulai berkembang. Para pengrajin mulai beradaptasi dengan masalah ini dengan cara mengembangkan produk baru. Unsur potensi daerah dan kearifan lokalmasyarakat yang lebih tinggi ditunjukkan secara luas dengan inovasi pembentukan konsep desain batik kontemporer Indonesia. Pembangunan berdasar kearifan lokal merupakan konsep strategis. Metode kualitatif diterapkan dalam penelitian ini, serta fenomena sosial dan perspektif pasar berdasarkan dari pendekatan budaya visual. Sentra bisnis dan klaster batik merupakan hasl daripengaplikasian ini. Hal ini efektif dalam hal budaya tradisional serta tren masyarakat
Perancangan Game Edukasi Nilai-nilai Moral Peristiwa Bersejarah Sumpah Pemuda untuk Generasi Muda
Moral adalah istilah yang manusia disebut ke manusia atau orang lainnya dalam perbuatan yang memiliki nilai positif. Individu yang tidak mempunyai suatu moral disebut dengan amoral sehingga dapat diartikan bahwa ia tak bermoral dan tak memiliki nilai positif di pandangan para individu lainnya, sehingga moral merupakan hal absolut yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengedukasi nilai – nilai moral peristiwa bersejarah “Sumpah Pemuda” untuk generasi muda yang di harapkan dapat meningkatkan semangat nasionalis para generasi muda saat ini dan dapat mengambil nilai moralnya melalui media game yang akan ditunjukan kepada remaja usia 14 – 20 tahun. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan kuantitatif, pada metode kualitatif peneliti melakukan pengumpulan data dengan melakukan wawancara kepada guru, orang tua, target audiens dan menelusuri literatur yang ada, sementara pada metode kuantitatif peneliti menyebarkan kuesioner kepada target audiens untuk mendapatkan data serta menguji hipotesis, yang akan berpengaruh kepada penentuan objek perancangan
Perancangan Meja Kopi untuk Penunjang Kegiatan Rumah dengan Material Rotan
Di setiap rumah pasti memiliki furniturnya masing masing biasanya furnitur di rumah rumah besar berbahan material kayu selain karena kekuatannya kayu juga membawa kesan yang elegan, simple, dan estetik pada sebuah ruangan. Untuk rumah dengan desain minimalis kayu juga dapat meramaikan suasana di rumah tersebut karena kayu juga cocok dengan ruangan minimalis. Namun masalahnya harga material kayu cukup mahal beberapa produsen furnitur pun mencari beberapa solusi untuk menggantikan meterial kayu yang harganya cukup mahal ini di antaranya menggunakan material rotan. Rotan adalah jenis tanaman yang banyak tumbuh di Asia termasuk di Indonesia terbukti masyarakat pelosok di Indonesia telah menggunakan material rotan sebagai material untuk membuat benda seperti atap rumah, keranjang, topi, dan lain lain. Material rotan selain mudah didapat material ini juga mudah untuk diproduksi menjadi macam-macam kebutuhan manusia karena sifat dari material ini yang lentur, meskipun lentur material rotan ini juga kuat dan tahan lama
Analisis Efektivitas Desain Rak Sepatu Ergonomis di Pondok Pesantren Tahfidz Yatim Dhuafa Al-Furqon
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan rak sepatu ergonomis di Pondok Pesantren Tahfidz Yatim Dhuafa Al-Furqon. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus, memungkinkan penyelidikan mendalam terhadap penggunaan rak sepatu ergonomis di lingkungan pesantren. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari para penghuni pesantren yang menggunakan rak sepatu ergonomis. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek kenyamanan, keamanan, dan efisiensi penyimpanan sepatu, dengan mayoritas pengguna menyatakan kepuasan terhadap desain rak sepatu baru. Analisis data kualitatif mengidentifikasi perubahan positif dalam penggunaan rak sepatu ergonomis, termasuk penurunan risiko kerusakan sepatu hingga 70% dan peningkatan kebersihan lingkungan sekitar rak. Rekomendasi penelitian menyoroti pentingnya sosialisasi terus-menerus terkait pemeliharaan dan pengoptimalan penggunaan rak sepatu ergonomis, serta potensi implementasi model serupa di pesantren lain untuk meningkatkan kesejahteraan penghuninya
Pengembangan Teknik Block Printing dengan Teknologi Laser Cut Terinspirasi Art Deco dari Hotel Savoy Homann
Perkembangan teknologi, terutama teknologi laser cut, telah memberikan dampak signifikan pada industri kreatif, termasuk dalam pembuatan plat cetak block printing pada kriya tekstil. Penelitian ini mengoptimalkan teknologi laser cut dalam pembuatan plat cetak block printing yang terinspirasi dari motif art deco pada bangunan hotel Savoy Homann Kota Bandung. Dengan fokus pada pengembangan motif streamline deco, penelitian ini mengeksplorasi tingkat presisi, keakuratan, dan kompleksitas yang dapat dicapai melalui teknologi laser cut dalam menciptakan plat cetak block printing. Metode penelitian mencakup studi literatur, observasi langsung pada eksterior hotel, dan eksplorasi pembuatan plat cetak menggunakan teknologi laser cut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi laser cut dapat menghasilkan plat cetak yang presisi dan kompleks, serta penerapan pada lembaran kain memberikan hasil yang maksimal. Penelitian ini membantu meningkatkan penggunaan teknologi laser cut dalam industri fashion dan menciptakan inovasi penggunaan motif Art deco
Perbedaan Karakter Spiderman dalam 3 Film Spiderman
Film atau movie merupakan serangkaian gambar diam yang menciptakan ilusi gambar yang bergerak di dalam layar. Film Spiderman merupakan film yang menceritakan seorang pahlawan super berasal dari Amerika Serikat di adaptasi dari komik Marvel dengan karakter fiktif yang diberi nama Spiderman, Spiderman merupakan karakter yang berasal dari laba-laba. Genrenya adalah film petualangan, laga, fiksi ilmiah, film pahlawan super. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi 3 perbedaan karakter Spiderman. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode analisis semiotika C.S Pierce dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang melakukan riset yang cenderung bersifat deskriptif atau cenderung menggunakan analisis data. Dari hasil pembahasan diketahui perbedaan dari 3 Spiderman yang memiliki ciri khas pertama dalam film “Spiderman 2002” mempunyai karakter yang kutu buku, culun dengan jaring laba-laba yang timbul dan warna biru yang gelap, kedua “The Amazing Spiderman” menggunakan topeng yang berbentuk seperti bola basket warna merah gelap dengan karakter yang mudah bergaul dan tidak mendominasi sebagai pahlawan, terakhir “Spiderman: Homecoming” menggunakan web shooters yang lebih canggih dibandingkan dengan versi sebelumnya, kostum yang digunakan berwarna merah dengan aksen warna biru di bagian pinggang dan pola jaring laba-laba lebih tipis serta karakter yang energik dan berani
Penerapan Prinsip Feng Shui pada Perancangan Interior Rumah Toko di Palu
Seiring dengan berkembangnya zaman, desain rumah toko mengalami perubahan berdasarkan kebutuhan. Kegiatan jual beli yang awalnya dilayani sepenuhnya oleh penjual mengalami perubahan yaitu pembeli dapat memilih dan mengambil barang yang dipilih karena adanya swalayan yang menggeser aktivitas jual beli semula. Era pandemi Covid-19 memberikan dampak pada desain rumah toko yang harus menyesuaikan dengan protokol yang telah ditetapkan. Tujuan perancangan ini yaitu menyelesaikan permasalahan terkait bagaimana penerapan prinsip feng shui sehingga dapat menjadi solusi desain untuk rumah toko di era pandemi. Penerapan prinsip feng shui dilakukan dengan penataan ruang dan furnitur serta peletakkan bukaan berupa pintu dan jendela yang dapat menimbulkan cross ventilation. Metode yang digunakan yaitu design thinking yang terdiri dari enam tahapan yaitu understand, observe, point of view, ideate, prototype, dan test. Hasil dari perancangan ini berupa redesain rumah toko Sentral Phone yang menjual handphone dan aksesorisnya dengan konsep Positive Comfort yang menerapkan feng shui untuk mengalirkan angin ke dalam setiap ruang pada rumah toko dengan tata ruang, tata perabot, peletakan bukaan, penggunaan partisi, dan penerapan gaya chinese contemporer