eJournal Kedokteran Indonesia
Not a member yet
287 research outputs found
Sort by
Kepadatan dan Penyebaran Aedes aegypti Setelah Penyuluhan DBD di Kelurahan Paseban, Jakarta Pusat
Uji Efek Kelasi Ekstrak Etanol Daun Mangifera foetida pada Feritin Serum Penderita Talasemia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Tahun 2012
Plagiarisme, Runtuhnya Tembok Kejujuran Akademik
Plagiarisme, Runtuhnya Tembok Kejujuran Akademi
Gambaran Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Gambir dan Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Tahun 2005-2009
ungan Insidens Malaria dengan Ketersediaan Unit Pelayanan Kesehatan di Kecamatan Bayah, Provinsi Banten pada Tahun 2006-2009
Hubungan Penyuluhan dengan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu Hamil tentang HIV dan Program Voluntary Counseling and Testing
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan menyebabkan Acquired Immuno-Deficiency Sindrome (AIDS) hingga kematian. Indonesia termasuk negara di Asia yang mengalami epidemi HIV-AIDS dengan prevalensi yangmeningkat setiap tahunnya. Salah satu metode pencegahan transmisi tersebut adalah dengan metode konseling dan tes HIV melalui program VCT (Voluntary Counseling and Testing). Di Indonesia program ini tergolong baru sehingga sosialisasi kepada masyarakat masih sangat kurang. Puskesmas Pulo Gadung merupakan salah satu tempat yang memiliki pelayanan VCT sejak Januari 2013. Studi ini mengenai efektifitas penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan,sikap, dan perilaku ibu hamil mengenai HIV dan VCT. Penelitian ini berdesain potong lintang. Pengumpulan data dilakukan pada 28 November 2013 di Puskesmas Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur melalui kuesioner pada 38 responden. Dari 38 responden, sebanyak 13 respondentidak diikutsertakan dalam analisis karena data yang tidak lengkap. Mayoritas responden (76%) berusia di antara 20-35 tahun, 52% berpendidikan tamat SMA dan 88% berpendapatan di bawah Rp 3.000.000 per bulan. Sebanyak 80% responden tidak bekerja, dengan jumlah anak mayoritassebanyak 1 orang (40%). Terdapat hubungan bermakna antara penyuluhan dengan tingkat pengetahuan dan sikap mengenai HIV, serta tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai VCT, dan tidak terdapat hubungan bermakna dengan perilaku mengenai HIV. Kata Kunci: Penyuluhan, tingkat pengetahuan, sikap, perilaku, HIV, VCT
Pengetahuan dan Perilaku Pengunjung Puskesmas dan Tenaga Kesehatan terhadap Penggunaan Antibiotik pada ISPA
Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) menempati urutan pertama dari 10 penyakit rawat jalan tersering pada tahun 2010- 2011. Antibiotik hanya perlu diberikan pada 20% kasusISPA, namun penggunaan antibiotik pada ISPA seringkali tidak rasional. Perilaku tidak rasional dipengaruhi oleh pengetahuan dan perilaku masyarakat baik tentang ISPA maupun antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku pengunjung puskesmas dantenaga kesehatan Puskesmas Kelurahan Rawamangun terhadap penggunaan antibiotik pada ISPA. Studi ini menggunakan desain potong lintang. Pengumpulan data dilakukan tanggal 2229 Mei 2013 melalui wawancara terpimpindengan menjawab 11 pertanyaan yang tertera padakuesioner. Responden adalah 83 pengunjung puskesmas dan 7 responden tenaga kesehatan. Didapatkan hasil pengetahuan dan perilaku responden pengunjung puskesmas terhadap penggunaan antibotik pada ISPA buruk, sedangkan pengetahuan dan perilaku petugas kesehatan ik. Perlu penyuluhan kepada masyarakat tentang penggunaan antibotik yang tepat.Kata Kunci: ISPA, antibiotik, pengetahuan, perilaku, pengunjung puskesmas dan tenaga kesehatan 
Hantaran Sinyal Leptin dan Obesitas: Hubungannya dengan Penyakit Kardiovaskuler
Diperkirakan saat ini jumlah orang dengan obesitas melebihi 250 juta orang, yaitu 7% dari populasi orang dewasa di dunia. Mortalitas obesitas erat hubungannya dengan sindrom metabolik yang merupakan kelainan metabolik meliputi obesitas, resistensi insulin, gangguan toleransi glukosa, abnormalitas trigliserida dan hemostasis, disfungsi endotel dan hipertensi. Leptin dihasilkan adiposit dan merupakan anggota dari adipositokin; berperan dalam hantaran sinyal hormon jaringan adiposa. Kelainan leptin maupun reseptornyadapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas, metabolik sindrom, diabetes dan penyakit kardiovaskuler. Kompleks leptin-reseptor mengaktifkan sistem transduksi sinyal, yang paling dominan adalah jalur janus kinase-signal transducer and activator of transcription-3 (JAK-STAT3), kemudian phospatidyl inositol 3- kinase (PI3K), mitogen-activated protein kinase (MAPK), 5’adenosine monophosphate-activated protein kinase (AMPK), dan mammalian target of rapamycin (mTOR). Jalur leptin-associated PI3K dengan ERK cascade berperan penting dalam proliferasi kardiomiosit dan melindungi jantung dari ischemia reperfusion injury. ERK1/2 mengaktifkan target gen seperti c-fos dan egr-1 yang berperan dalam proliferasi dan diferensiasi. Nuclear factor κB diduga sebagai target jalur p38 dan JNK MAPK. Faktor transkripsi inu berperan pentingdalam mengatur transkripsi sitokin proinflamasi seperti tumor necrosis factor (TNF)-α dan interleukin (IL)-1β. Leptin dapat meningkatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS) sel endotel pembuluh darah dan menstimulasi sekresi TNF-α dan IL-6 yang merupakan promotor hipertensi dan aterosklerosis.Kata Kunci: obesitas, leptin, sistem kardiovaskuler