Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Not a member yet
88 research outputs found
Sort by
Pembuatan Sistem Kendali Numerik untuk Pengerak Sistem Inspeksi Visi
Commonreasons for implementing automated vision inspection system has been discussed by previous researchers. Many advantages when compared to automated vision inspection of human visual inspection. Automated vision inspection system can work tirelessly, and has accuracy and consistent quality control. Vision inspection system can detect defects that are hard to find by the human visual. Without tools and can operate faster than the human visual. This research will use the software as mach3 CNC control system controls the computer, as the driving bipolar stepper motors, and motor driver IC that is used as a controller L297 and L298 stepper motors. Measuring instruments that are used for data retrieval using calipers. Testing is done by measuring the displacement of the desk and then compare the measured values with values that ruled on the computer simulation of translational motion as far as 1 cm, 2 cm, 3 cm, 4 cm, 5 cm, and 6 cm.From the testing that has been done on each axis movement values obtained average error as follows: on the x-axis value obtained the largest average error was 3%. Then the z axis has an average value of the largest error is 8.4%. Value of the compensation amount given step is 2 times the amount of an ideal step.Keywords: Software Mach3 CNC, Driver L297 & L298, Stepper Motor - bipolar
PENGARUH VARIASI MASSA DAN TEMPERATUR AKTIVASI FLY ASH PELET DARI CANGKANG DAN SERABUT KELAPA SAWIT TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR BENSIN 4 LANGKAH
Energy determines the development and sustainability of economic system, social change and political growth in a country. Because of that, the energy crisis is the crisis of growth and sustainability of life system. Auto-vehicle is a certain transportation mode which an engine requiring fuel. To decrease the fuel consumption, we can use the natural resource like fly ash of shell and fiber of palm. The objective of this research is to observe the effect of the variation of mass and activation temperature in producing pelletized fly ash on performance and emission of a four-stroke petrol motorcycle. This research was done by implementing several variations of test, those were test of fuel comsumption at speed of 50km/hour for 5 km and stationer at 1500, 3500, and 5000 rpm. The fly ash used in this research was 10 mm in diameter and 3 mm in thicknes. Those fly ash were wrapped in a frame and put in an air filter of New Jupiter Z 110 cc. So the combustion air fistly contacted with the fly ash before entering into the combustion chamber. From the results, the best fly ash mass used P•—nƒì ?‡ and the best temperature activation is 175 oC. Those fly ash can save the fuel consumption by 17.23 % (road test) and 20.06% (stasioner test). Keywords : fly ash adsorbent, combustion air treatment, emissio
Pengaruh Gerak Makan Dan Kecepatan Putaran Terhadap Aus Pahat HSS Pada Pengeboran Baja ASTM A1011 Menggunakan Pelumas Minyak Goreng
Pahat HSS yang digunakan dalam proses pengeboran memiliki umur dan tidak dapat digunakan secara terus menerus. Banyak faktor yang mempengaruhi umur pahat diataranya keausan pahat. Untuk menentukan keausan pahat pahat bor biasanya operator mesin hanya melakukan secara visual atau meraba pada bagian ujung mata pahat. Cara ini yang sering dilakukan pada dunia industri dikarenakan keterbatasan alat dan efisiensi waktu dalam proses produksi. Dalam penelitian ini pengaruh kecepatan putaran (n), gerak makan (f) terhadap terbentuknya keausan tepi pahat HSS, dianalisis dengan dua metode, yaitu metode kualitatif (grafik) dan metode kuantitatif (statis) dengan metode analisis variasi (ANOVA). Dalam penelitian ini, proses pengeboran menggunakan pahat HSS dan material uji baja ASTM A1011 dengan ketebalan material 10 mm. Dalam proses pengujian, gerak makan (f) yang digunakan adalah 0,1 mm/rev, 0,18 mm/rev,0,24 mm/rev sedangkan kecepatan putaran (n) yang digunakan adalah 443 rpm, 635 rpm, 970 rpm. Dari hasil pengujian secara kualitatif didapat bahwa peningkatan gerak makan (f) akan meningkatkan keausan tepi pahat HSS. Begitu pula peningkatan nilai kecepatan putaran (n) akan meningkatkan keauasan tepi pahat HSS. Dari metode ANOVA ( pengujian kuantitatif) dengan menggunakan program diperoleh hasil bahwa kecepatan putaran (n), dan gerak makan (f) secara bersama-sama mempunyai pengaruh timbulnya keausan pahat, namun secara signifikan hanya gerak makan yang berpengaruh terhadap timbulnya keausan tepi pahat HSS. Pada penelitian ini gerak makan (f) mempunyai pengaruh paling besar terhadap timbulnya keausan tepi yaitu 50,01% sedangkan kecepatan putaran hanya berpengaruh sebesar 37,42% terhadap timbulnya keausan tepi pahat HSS. Kata Kunci : kecepatan putaran (n), gerak makan (f), keausan pahat, baja ASTM A1011,ANNOV
PENGARUH VARIASI JENIS AIR DAN KONDISI AKTIVASI DARI ADSORBEN ARANG SEKAM TERHADAP PRESTASI MESIN DAN KANDUNGAN EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR KARBURATOR 4-LANGKAH
The fuel crisis is one of the problems that faced by the world and Indonesia today. To reduce the vehicle fuel consumption, it can be done by using charcoal from rice husk pellet. This research is done with some testing that is the runs test (road test and acceleration),stationary and emission testing. Charcoal pellets are packed in a frame and placed in the air filter on the absolute revo 110 cc motorcycle.In this study, the efficient use of water in the mixture of pellet making charcoal is the best zeolite water immersion results (H12Z20),the best activation conditions at a temperature of 150 C and the activation time of 2 hours. The charcoal pellets can save fuel by 15.72% on road test, and making the accelerate for 7.02% and save fuel consumption until 18.55% on a stationary test. Rice husk pellets are also proven to reduce vehicle exhaust emissions. it can reduce levels of CO and HC by 85,71% at 37,45% as well as increasing levels of CO by 6,70%.Keywords : performance, rice hulk charcoal pellets, charcoal adsorbent pellets, exhaust emissions
STUDI KOMPARASI DARI ZAT ADITIF SINTETIK DENGAN ZAT ADITIF ALAMI TERHADAP PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG PADA MESIN GENSET MOTOR BENSIN 4-LANGKAH
Kebutuhan listrik yang terus meningkat dan belum diiringi dengan peningkatan pasokan listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) sehingga sering terjadi pemadaman listrik. Masyarakat yang menggunakan listrik dari PLN mencari alternatif lain dengan menggunakan genset sebagai sumber pembangkit listrik sementara. Pada umumnya penggunaan genset digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga, kantor dan toko-toko. Mesin genset umumnya menggunakan bahan bakar bensin. Dengan kenaikan harga bahan bakar minyak saat ini, biaya operasional genset menjadi meningkat. Untuk mengatasi hal ini sekarang sudah tersedia jenis zat aditif sintetik dan zat aditif alami. Dengan penambahan zat aditif pada bahan bakar (bensin) dapat meningkatkan angka oktan dan kualitas dari bahan bakar sehingga didapatkan pembakaran yang sempurna. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemakaian zat aditif sintetik dengan zat aditif alami terhadap pemakaian bahan bakar dan emisi gas buang pada genset. Untuk itu dilakukanlah serangkaian pengujian, pada pengujian ini menggunakan mesin genset CAMARO 4-langkah berbahan bakar bensin. Variasi pada pengujian ini meliputi pengujian konsumsi bahan bakar tanpa zat aditif, dengan zat aditif sintetik dan dengan zat aditif alami untuk tanpa beban dan dengan beban 700 watt. Variasi waktu yang digunakan dalam penelitian yaitu selama 10 menit, 20 menit dan 30 menit. Zat aditif yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis zat aditif sintetik dengan perbandingan 1 (satu) pil/tablet untuk 4 liter bensin premium (1:4) dan untuk jenis zat aditif alami dengan perbandingan 1 (satu) pil/tablet untuk 30 liter bensin premium (1:30). Pada pengujian emisi gas buang bertujuan untuk mengetahui kandungan kadar gas CO, HC dan CO yang dihasilkan mesin genset.Dari penelitian ini, didapat penurunan konsumsi bahan bakar terbaik yaitu pada kondisi tanpa beban dengan zat aditif sintetik sebesar 15,66 % dan pada beban 700 watt sebesar 16,99 %. Tegangan listrik yang dihasilkan mesin genset sebesar 181,106 volt dan nyala lampu yang dihasilkan tidak seterang dengan nyala lampu dari PLN yang tegangan listriknya sebesar 220 volt. Untuk penurunan kadar gas CO terbaik yaitu dengan menggunakan zat aditif alami pada kondisi tanpa beban sebesar 5,35 % dan pada beban 700 watt sebesar 9,06 %, untuk penurunan kadar gas HC terbaik yaitu dengan menggunakan zat aditif sintetik pada kondisi tanpa beban sebesar 344 ppm dan pada beban 700 watt sebesar 585 ppm, untuk peningkatan kadar gas CO terbaik yaitu dengan menggunakan zat aditif alami pada kondisi dengan beban 700 watt sebesar 6,3 %. Untuk prestasi terbaik pada penggunaan zat aditif sintetik pada kondisi tanpa beban sebesar 15,66 % dan pada beban 700 watt sebesar 16,99 %. Untuk perbandingan biaya bahan bakar lebih murah menggunakan zat aditif sintetik untuk 1 (satu) liter bahan bakar pada kondisi tanpa beban biaya yang dihabiskan sebesar Rp. 6.645,- dan mesin genset dapat beroperasi selama 2,9 jam, untuk 1 (satu) liter bahan bakar pada kondisi dengan beban 700 watt biaya yang dihabiskan sebesar Rp. 6.645,- dan mesin genset dapat beroperasi selama 1,3 jam. Kata Kunci : Mesin genset, zat aditif sintetik, zat aditif alami, konsumsi bahan bakar, emisi gas buang, biaya bahan bakar
Cover Jurnal FEMA Vol.2 No.2 April Tahun 2014
Halaman Sampul Jurnal FEMA Vol.2 No.2 April 201
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH BENTUK SUDU TERHADAP UNJUK KERJA TURBIN HELIK UNTUK SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH)
Electric energy demand in Indonesia is currently growing and is still dominated by energy-based fossil fuels, such as petroleum and coal. Fossil fuels are not renewable energy, so that when exploited continuously then fossil fuel reserves will be exhausted. In addition there are also areas where geographical conditions which do not allow the electrical networks up to the community. It needs to be made an effort to supply electrical energy needs by utilizing existing and potential conditions on the area such as energy of water flow. One of the turbines that can be used to harness the energy of water flow is helical turbines. The parameters for the use of a turbine is one form of helical blades (NACA), where the form of the blades (NACA) it affects the style of the lift and drag forces helical turbines. On the research study was performed experimentally on effect shape of blade of the helical turbine blades form by varying the shape of turbine blades NACA 0020, 0025 and 0030 with number of blades as much as 3 pieces for each form of blades. From the results of testing the turbine efficiency is obtained by helical 33,97% on the operation of the turbine blades with NACA helical 0030 and water flow rate of 0.8 m/s with a given light load of 130 Watts.Keywords : water turbines, micro hydro, the helical turbine, water power
PENGARUH VARIASI NORMALITAS NaOH PADA AKTIVASI BASAFISIK ZEOLIT PELET PEREKAT TERHADAP PRESTASI SEPEDA MOTOR BENSIN 4-LANGKAH
Natural zeolite is an alternative adsorbent. It needs firstly to be activated before using it as absorbent in order to get zeolite with high adsorption capacity. Previously, the use of pelletized zeolite activated by NaOH-physic and KOH-physic with varied normalities was only performed in a diesel engine to observe the engine performance.In this study there were two kinds of activation, that is chemical activation with NaOH activator variation on the normality of 0.25 N, 0.5 N, 0.75 N, and 1.0 N and physical activation with using a temperature of 220 °C for 2 hours. All are made in the form of adhesive zeolite pellets with a diameter of 10 mm and a thickness of 3 mm.From the test results and analysis showed that the use of chemically activated zeolite can improve the performance of 4-stroke petrol engine when compared without using zeolite. The best performance in this experiment obtained at the normality of 0,75 N. At road test, the pelletized zeolite can reduce the fuel consumption 23, 15 %, and 16,51 % at stationary test, and increase acceleration by 14,77 %. Keywords: zeolite adsorbent, variation of normality, activator of NaO
Aplikasi Udara Dingin Vortex Tubepada Pembubutan Baja ST 41 Menggunakan Pahat HSS
Pahat merupakan komponen utama dalam proses pemesinan selain mesin bubut dan benda kerja. Umur pahat merupakan suatu data pemesinan yang sangat penting dalam perencanaan pemesinan. Vortextube merupakan alat yang dapat memisahkan aliran udara yang bertekanan menjadi udara panas dan dingin. Dalam penelitian ini pengaruh kecepatan potong, gerak makan, dan kedalaman potong terhadap keausan pahat yang digunakan akan diteliti. Metode Taguchi digunakan menganalisa faktor yang paling berpengaruh signifikan terhadap keausan. Pada penelitian ini akan dianalisis secara kualitatif (grafik) dan kuantitatif (statistic) dengan metode analisa varian (ANOVA). Dalam penelitian ini, proses pembubutan menggunakan pahat HSS dan material benda kerja baja ST 41. Dalam proses pengujian, gerak makan (f) yang digunakan adalah 0,09 mm/rev, 0,12 mm/rev,0,18 mm/rev, sedangkan kecepatan potong (v) yang digunakan adalah 58,72 mm/min, 86,35 m/min, 113,25 m/min dan untuk kedalaman potong (a) 1,0 mm, 1,5 mm, 2,0 mm. Udara dingin vortextube yang sudah ada dilakukan pada penelitian sebelumnya yaitu suhu 15º dan tekanan udara 5 bar/psi. Dari analisa varian yang dilakukan, kecepatan potong memiliki pengaruh signifikan terhadap keausan pahat. Kondisi parameter pemesinan yang optimal diperoleh pada kecepatan potong (v): 58,72, gerak makan (f) 0,09 mm/rev dan kedalaman potong (a) : 1,0 mm dengan umur pahat mencapai 139 menit. Laju keausan tepi pahat semakin meningkat dengan bertambahnya kecepatan potong. Dari analisa S/N ratio diperoleh parameter pemesinan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keausan pahat adalah kecepatan potong dengan nilai kontribusi = 0,024 karena tidak melebihi > 0,05. Kata Kunci : keausan pahat, Metode Taguchi, baja ST 41, pahat HSS, kecepatan poton
Cover Jurnal FEMA Vol.2 No.2 Januari Tahun 2014
Ini adalah identitas Cover Jurnal FEMA Vol.2 No.1 Tahun 201