JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan
Not a member yet
    245 research outputs found

    Hubungan Pengetahuan Mengemudi Aman dan Masa Kerja dengan Perilaku Mengemudi Aman pada Sopir Bus PO. X Kutoarjo

    No full text
    There was an increase in traffic accident cases at 5.13% from 2015 (96,233 cases) to 2016 (106,644 cases) (BPS, 2019). Those  traffic accidents could be prevented with the high knowledge of safety driving and period of service of the bus driver. The driver can be more skilled and know the risks of his job so that he is more careful and adopts safe driving behavior. This study aims to determine the relationship between safe driving knowledge and period of service with safety driving behavior. This was an analytic-observational research which utilized the cross sectional research design. Respondents are 93 bus driver of PO.  X Kutoarjo. The sampling technique used is simple random sampling. The instruments used in this research were questionnaires to determine the safety driving knowledge, period of service and safety driving behavior. Then the analysis was carried out using the somers’d test and multiple ordinal regression test. Somers'd test result found that there was a significant relation between knowledge of safety driving and safety driving behavior (p = 0.000; r = 0.683). With the same test, there is a significant relation between period of service and safety driving behavior (p = 0.000; r = 0.606). The result of the multiple ordinal regression test shows that knowledge of safety driving and period of service both have an effect on safety driving behavior, and it is known that knowledge of safety driving has a greater impact than period of service on the safety driving behavior. (p = 0.000; OR = 7.677; p = 0.001; OR = 6.060), it means there is a relation of safety driving knowledge and period of service with safety driving behavior. Knowledge is a precursor factor in a person behavior. Drivers who have good knowledge of safety driving will have a high awareness of the importance of driving safely. The period of service have relation with safety driving behavior, the longer drivers period of service have better safety driving behavior.Terjadi kenaikan kasus kecelakaan lalu lintas 5,13% dari tahun 2015 (96.233 kasus) ke 2016 (106.644 kasus)(BPS, 2019). Kecelakaan lalu lintas tersebut dapat dicegah dengan pengetahuan mengemudi aman yang tinggi dan masa kerja lama yang dimiliki oleh sopir bus. Sopir tersebut dapat lebih terampil dan mengetahui risiko dari pekerjaanya sehingga lebih berhati-hati dan menerapkan perilaku mengemudi aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan mengemudi aman dan masa kerja dengan perilaku mengemudi aman.  Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Responden merupakan sopir bus PO. X Kutoarjo sejumlah 93 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner untuk mengetahui pengetahuan mengemudi aman, masa kerja, dan perilaku mengemudi aman. Kemudian dilakukan analisis menggunakan uji Somers’d dan uji regresi ordinal berganda. Hasil uji somers’d diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan mengemudi aman dengan perilaku mengemudi aman (p= 0,000; r=0,683), dan terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan perilaku mengemudi aman (p= 0,000; r=0,606). Hasil uji regresi ordinal berganda menunjukkan bahwa pengetahuan mengemudi aman dan masa kerja sama-sama berpengaruh terhadap perilaku mengemudi aman, dan diketahui pengetahuan mengemudi aman memiliki kekuatan pengaruh yang lebih besar dibandingkan masa kerja terhadap perilaku mengemudi aman (p=0,000 ; OR=7,677 ; p=0,001 ; OR=6,060), artinya terdapat hubungan pengetahuan mengemudi aman dan masa kerja dengan perilaku mengemudi aman. Pengetahuan merupakan faktor pendahulu dalam perilaku seseorang. Pengemudi yang memiliki  pengetahuan mengemudi aman yang baik akan memiliki kesadaran yang tinggi mengenai pentingnya mengemudikan kendaraan dengan aman. Masa kerja berhubungan dengan perilaku mengemudi aman, semakin lama masa kerja pengemudi maka semakin baik perilaku mengemudi aman yang dimiliki

    Analisis Jumlah Angka Kuman Pada Spons Dapur

    No full text
    Food utensil doesnot hygiene cause disease transmission. Food utensil can be free form microorganisms through the washing process. Washing utensil using software and hardware, such as water and detergent, while hardware such us basin, faucet, sinks and sponge. A habitually leave sponges in the washing water resulting in growing microorganism. Porous spongy materials can be a major source of contamination, because corss contamination transmits pathogenic microbe origating from spoiled food residues in food scarps. This study aims to determine the number of germs on kitchen sponges used to wash cutlery. This research is descriptive, examining the number of germs on sponges based on the frequency of use and storage. The sample criteria are sponges used by households after use are washed and dried, after use are washed and dried adm sponge after use are not washed and not dried. Sample were taken and grown on agar media, then incubated in incubator. The research was conducted in the laboratory of Department of Environmental Healt. The result, the number of germ on kitchen sponges were different based on the treatment. The kitchen sponge are washed and dried after used have lower germ numbers than kitchen sponges that are not washed and not dired after used. The recommended, kitchen sponges after use should be washed and dried to stop the growth of bacteria and change the sponges once a week.Peralatan makan yang tidak hygiene dapat menyebabkan penularan penyakit. Peralatan makan dapat terbebas dari mikroorganisme melalui proses pencucian. Pencucian peralatan makan menggunakan perangkat lunak dan keras, seperti . Perangkat lunak seperti air dan larutan pencucian, sedangkan perangkat keras seperti baskom, kran air, bak pencucian dan spons. Kebiasaan meninggalkan spons dalam air cucian mengakibatkan pertumbuhan mikroorganisme. Bahan spons berpori dapat menjadi sumber kontaminasi utama, karena kontaminasi silang menularkan mikroba patogen yang berasal dari sisa makanan yang mengalami pembusukan pada sisa makanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah angka kuman pada spon dapur yang digunakan untuk mencuci alat makan. Jenis penelitian deskriptif, pemeriksaan angka kuman pada spons berdasarkan frekuensi pemakaian dan penyimpanan. Kriteria sampel adalah spon yang digunakan rumah tangga setelah penggunaan dicuci dan dikeringkan, setelah penggunaan di cuci dan tidak dikeringkan, setelah penggunaan tidak di cuci dan dikeringkan serta spons setelah digunakan tidak dicuci dan tidak di keringkan. Sampel diambil dan ditumbuhkan pada media agar, selanjutnya di inkubasi pada incubator. Penelitian dilakukan di laboratorium Jurusan Kesehatan Lingkungan. Hasil penelitian jumlah angka kuman pada spons dapur berbeda berdasarkan  perlakuan. Spons dapur yang dicuci dan di keringkan setelah penggunaan mempunyai kandungan angka kuman lebih rendah dibandingkan dengan spons dapur yang tidak di cuci dan tidak dikeringkan setelah penggunaan. Sehingga disarankan spon setelah digunakan harus dicuci dan dikeringkan untuk memperlambat pertumbuhan bakteri serta mengganti spons cuci piring seminggu sekali

    Pengembangan Persamaan Regresi Kenyamanan Termal Ruang Luar Untuk Situasi Malam Hari Di Daerah Tropis Lembab

    No full text
    In tropical and humid cities, at night human activities also take place at outdoor space under the open sky, especially around 18.00 to 22.00. Air temperature during that time also tends to be warm, and the humidity has started to increase. The question is how much the thermal comfort level of people at outdoor space so that they feel enjoy and productive for their activities. Through this study, two regression equations was developed in order to predict the level of human thermal comfort at outdoor spaces at night in tropical area. A total of 80 adults consisting of 40 men and 40 women as subjects and respondents have filled out questionnaire about the perception of thermal comfort scales when obtaining various climate penetrations. The respondents wore tropical clothing types. The experiment was carried out at outdoor under open  sky at coastal area in the city of Manado. The climate variables include air temperature, humidity, and wind speed. The regression equation consists of two, namely for the case of activities sitting with light work, and walking leisurely. The equation is in the form of Y=f(Xi), where Y is the scale of perception of comfort, and Xi is the climate variable. The equation produces a predicted range of perception of thermal comfort in terms of  numbers 2 (feeling hot), 1 (feeling a slightly hot), 0 (feeling comfortable), -1 (feeling a slightly cold), and -2 (feeling cold). The R value of the two regression equations are 0.7. One of the results of calculations by using the regression shows that at outdoor spaces, pepole who sit with light work still feel comfortable in a climatic environment with air temperature 320C, humidity 65%, and being touched by a wind speed of 1 m/s.Di lingkugan kota beriklim tropis lembab, saat malam hari juga berlangsung kegiatan manusia di ruang luar dibawah langit terbuka, terutama di sekitar jam 18.00 sd 22.00.  Suhu udara pada periode waktu tersebut juga masih cenderung hangat, namun kelembaban udara sudah mulai meningkat. Dipertanyakan seberapa besar tingkat kenyamanan manusia di ruang luar sedemikian sehingga mereka akan merasa senang dan produktif beraktifitas. Melalui penelitian ini dilakukan penyusunan persamaan regresi untuk memprediksi tingkat kenyamanan termal manusia di ruang luar saat malam hari. Sebanyak 80 orang dewasa terdiri atas 40 laki-laki dan 40 perempuan sebagai subyek dan responden mengisi kuisioner persepsi skala kenyamanan pada saat memperoleh penetrasi iklim yang bervariasi. Para responden mengenakan tipe pakaian tropis. Percobaan dilakukan di ruang luar, kawasan pantai di Kota Manado. Komponen iklim yang menjadi variabel persamaan meliputi suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Persamaan regresi terdiri atas dua, yaitu untuk kasus beraktifitas duduk bekerja ringan, dan berjalan santai. Persamaan dalam bentuk Y=f(Xi), dimana Y adalah skala persepsi rasa kenyamanan, dan Xi adalah variabel iklim. Persamaan menghasilkan prediksi rentang persepsi kenyamanan termal dengan angka angka 2(rasa panas),1(rasa agak panas),0(rasa nyaman),-1(rasa agak dingin),-2(rasa dingin). Nilai R dari kedua persamaan regresi sebesar 0.7. Salah satu hasil perhitungan dengan regresi menunjukkan bahwa di ruang luar manusia duduk dengan kerja ringan masih merasa nyaman pada kondisi iklim dengan suhu udara 320C, kelembaban udara 65%, dan dengan tersentuh angin berkecepatan 1 m/s

    Analisis Penerapan Laik Higiene Sanitasi Pada Depot Air Minum (DAM): (Studi pada DAM di Daerah Kerja Puskesmas Sugio Lamongan Tahun 2021)

    No full text
    DAM managers have to make sure the protection of water ate up via way of means of the network meets first-rate standards. Sanitary hygiene rules on DAM manufacturing water remedy have to consist of premises, equipment, fisherizers and uncooked water. The implementation of dam manufacturing water first-rate supervision serves to save you the onset of fitness risks. This studies objectives to research the Application of Sanitary Hygiene Laik on the Drinking Water Depot (DAM) withinside the Sugio Lamongan Health Center Work Area in 2021. Research is analytical via a pass sectional method to the populace taken on this take a look at of 30 DAM. The pattern from this take a look at amounted to 24 DAM In The Sugio Lamongan Health Center Work Area. The approach of taking samples is easy random sampling. Data evaluation strategies use statistical evaluation software. The outcomes of calculations withinside the take a look at acquired a cost of p = 0.013 (α<0.05) withinside the thing of vicinity, equipment (p = 0.013), toucher (p = 0.031) and uncooked water (p = 0.013) in order that it could be concluded that the thing of the vicinity influences the content material of coliform micro organism consuming water DAM manufacturing withinside the Sugio Lamongan Health Center In 2021. The neighborhood Health Office / Health Center is suggested to behavior counseling sports, schooling on dam sanitation hygiene and dam owners / fishermen are anticipated to enforce DAM sanitation hygiene sports primarily based totally on Permenkes RI Number forty three of 2014.Pengelola DAM harus memastikan keamanan air yang dikonsumsi masyarakat mencukupi standar mutu. Peraturan higiene sanitasi pada pengolahan air produksi DAM wajib mencakup tempat, peralatan, penjamah dan air baku. Penerapan pengawasan kualitas air produksi DAM berfungsi mencegah timbulnya risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan buat menganalisis Penerapan Laik Higiene Sanitasi di Depot Air Minum (DAM) di Daerah Kerja Puskesmas Sugio Lamongan Tahun 2021. Penelitian bersifat analitik melalui pendekatan cross sectional degan populasi yang diambil pada penelitian ini sebesar 30 DAM. Sampel dari penelitian ini sebesar 24 DAM Di Daerah Kerja Puskesmas Sugio Lamongan. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Teknik analisis data memakai software analisis statistik. Hasil perhitungan dalam penelitian didapatkan nilai p=0,013 (α<0,05) pada aspek tempat, peralatan (p=0,013), penjamah (p=0,031) dan air baku (p=0,013) sehingga dapat disimpulkan bahwa aspek tempat berpengaruh pada kandungan bakteri coliform air minum produksi DAM di Daerah Kerja Puskesmas Sugio Lamongan Tahun 2021. Dinas Kesehatan/Puskesmas setempat disarankan melakukan kegiatan penyuluhan, pelatihan mengenai higiene sanitasi DAM dan pemilik/penjamah DAM diharapkan menerapkan kegiatan higiene sanitasi DAM berlandaskan Permenkes RI Nomor 43 Tahun 2014

    Tingkat Pengetahuan PHBS Guru Wali Dan Pola PHBS Murid: (Studi di SD Inpres 60 Klamono, Kabupaten Sorong)

    No full text
    Healthy and Clean Behavior (HCB) is an endeavor to promote individual’s consciousness to improve their health. HCB components include proper hand washing, adequate fruits and vegetables intake, adequate physical activity, and clean environment maintenance. Teachers have their own portion in HCB. They can directly transfer their knowledge about HCB to their students or they can become role models to the students in their action. This study aimed to assess whether teachers’ knowledge is sufficient and how it impacts their students’ behavior. This observational study used a cross-sectional design. A total of 38 students and 3 teachers from Klamono 60 Inpres Elementary School, Sorong Regency were involved in this study. Questionnaires on HCB knowledge and HCB practice were used to evaluate both the teachers and students. All teachers (n= 3) had a good HCB knowledge while 74% of students had poor attitude towards Healthy and Clean Behavior. The knowledge of Healthy and Clean Behavior of all teachers were good while HCB practices among students were mostly poor.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya yang bertujuan meningkatkan kesadaran individu dalam kesehariannya sehingga derajat kesehatannya baik. Komponen dalam PHBS mencakup cara mencuci tangan, konsumsi buah dan sayur, kebiasaan berolahraga dan menjaga kebersihan lingkungan. Guru memiliki peran tersendiri dalam PHBS. Seorang guru dapat membagikan pengetahuannya tentang PHBS kepada muridnya atau dapat menjadi panutan secara langsung dalam perilaku PHBS-nya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai apakah pola pengetahuan guru tentang PHBS cukup dan bagaimana dampaknya terhadap perilaku siswa di sekolah yang sama. Penelitian observasi ini dilakukan secara potong lintang di Distrik Klamono, Kabupaten Sorong pada Januari 2019. Sebanyak 38 murid dan 3 guru wali kelas (IV, V dan VI) di SD INPRES 60 Klamono diminta kesediaannya untuk mengisi kuesioner pengetahuan PHBS dan kuesioner perilaku PHBS pada murid kelas IV, V, dan VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan PHBS guru wali kelas baik (100%) namun pola perilaku PHBS murid sebagian besar kurang baik (74%). Dari penelitian ini disimpulkan bahwa pengetahuan PHBS semua guru wali kelas baik sedangkan pola perilaku PHBS murid sebagian besar kurang baik

    Keluhan Carpal Tunnel Syndrome Pada Pengrajin Purun

    No full text
    Carpal Tunnel Syndrome includes disorders of the muscles, nerves, tendons, and blood vessels caused by repetitive activities for a long time. One of the informal sectors that always works using hands and wrists is the purun craftsman in Palam, Cempaka, Banjarbaru City. The purpose of this study was to determine the relationship between length of service and tenure with complaints of CTS on Purun craftsmen. One of the sampling techniques used is purposive sampling using inclusion and exclusion criteria. The number of samples collected is 53 respondents. Data analysis using the chi-square test. The results of the research test on the variable length of work, the Pearson chi-square sig value of 0.002 (<0.05) indicates a relationship between length of work and complaints of carpal tunnel syndrome in craftsmen. Although the results of the time-of-use survey test vary, the results of the research test on the variable period of service, the value of sig pearson's chi-square sig 0.002 (etlt; 0.05), which means that there is a relationship between years of service and complaints of carpal tunnel syndrome of purun craftsmen in Palam, Cempaka, Banjarbaru City.Carpal Tunnel Syndrome termasuk gangguan  pada otot, saraf, tendon, dan pembuluh darah yang disebabkan oleh aktivitas yang dilakukan berulang-ulang dalam waktu yang lama. Salah satu sektor informal yang bekerja selalu menggunakan tangan dan pergelangan tangan yaitu pengrajin purun di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama kerja danmasa kerjal dengan keluhan CTS pada pengrajin purun. Salah satu teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah Purposive Sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel yang dikumpulkan adalah 53 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil dari uji penelitian pada variabel lama kerja, nilai sig Pearson chi-square 0,002 (< 0,05) menunjukkan adanya hubungan antara lama kerja dengan keluhan pengrajin carpal tunnel syndrome. Meskipun hasil uji survey time-of-use bervariasi, hasil uji penelitian pada variabel masa kerja , nilai sig  pearson's chi-square sig 0,002 (etlt; 0,05), yaitu artinya adanya hubungan  masa kerja dan keluhan carpal tunnel syndrome  pengrajin purun di Kelurahan  Palam, Kecamatan Cempaka, Kota  Banjarbaru

    Variasi Warna Fly Grill Dan Pengaruhnya Terhadap Kepadatan Lalat Rumah (Musca domestica)

    No full text
    Garbage is something that is no longer needed, used and needed anymore. Trash that is buried and decayed will become a breeding ground for flies. The fly density level is the number of flies measured using a fly grill and can be used as a parameter to determine the success of waste management at the TPA or TPS. At the temporary disposal site on Jalan Brigjend Katamso, Yogyakarta City, there was an increase in the volume of waste and no previous measurements of fly density had been carried out. The purpose of this study was to determine differences in the density of house flies (Musca domestica) on various fly grill colors at the Temporary Disposal Site of Jalan Brigjend Katamso Yogyakarta. The type of research in this study is quantitative with an experimental analytical design using a post test only control group design approach. Based on the results of the study, there were differences in the density of house flies (Musca domestica) on red, orange, blue, purple and unpainted fly grills in temporary shelters on Brigjend Katamso Street, Yogyakarta City with the highest density of house flies (Musca domestica) on fly the red grille with an average value of 10 and the lowest average on the blue fly grill with an average value of 3.4. There is a significant difference between the red fly grill and the blue fly grill with a significance value of 0.041 < 0.05. Based on the results of the study, it can be concluded that the red fly grill is the preferred color for flies with the highest fly density level and the blue fly grill is the disliked color for flies with the lowest fly density level.Sampah adalah hal yang sudah tidak diperlukan,digunakan dan di butuhkan lagi. Sampah yang tertimbun dan mengalami pembusukan akan menjadi tempat perkembang biakan yang disukai lalat. Tingkat kepadatan lalat adalah jumlah lalat yang diukur menggunakan fly grill dan dapat di jadikan parameter untuk mengetahui keberhasilan dalam pengelolaan sampah di TPA atau TPS. Di tempat pembuangan sementara Jalan Brigjend Katamso Kota Yogyakarta terjadi kenaikan volume sampah dan belum dilakukan pengukuran kepadatan lalat sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kepadatan lalat rumah (Musca domestica)  pada berbagai warna fly grill di Tempat Pembuangan Sementara Jalan Brigjend Katamso Yogyakarta. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain analitik eksperimental menggunakan pendekatan post test only control group design. Berdasakan hasil penelitian terdapat perbedaan kepadatan lalat rumah (Musca domestica) pada fly grill warna merah, jingga, biru, ungu dan fly grill yang tidak dicat dengan kepadatan lalat rumah (Musca domestica) tertinggi pada fly grill warna merah dengan nilai rata-rata 10 dan rata-rata terendah pada fly grill warna biru dengan nilai rata-rata 3,4. Terdapat perbedaan bermakna antara fly grill warna merah dan fly grill warna biru dengan nilai signifikansi 0,041<0,05. Fly grill merah adalah warna yang disukai lalat dengan tingkat kepadatan lalat tertinggi dan fly grill warna biru adalah warna yang tidak disukai lalat dengan tingkat kepadatan lalat terendah

    Dampak Cemaran Dioksin Bagi Keadaan Gizi Dan Kesehatan: Literature Review

    No full text
    Dioxins and related compounds can contaminate food and have an impact on human nutrition and health. The impact of dioxin contamination on nutrition and health is not widely known by consumers, because the effect lasts a long time after dioxin accumulates in fat tissue. This research was conducted in the form of a literature study with the aim of providing an overview of the impact of dioxin contamination on nutritional and health conditions. In research, it was found that dioxins in the body can cause free radicals which can trigger oxidation stress, so that damage to several important cellular components can occur. Consumption of foods containing antioxidants is an effort to minimize the negative effects caused by dioxin contamination in humans. Close supervision of the sources of dioxin contamination is necessary to reduce its impact on nutrition and health.Berdampakkah Cemaran Dioksin Bagi Keadaan Gizi Dan Kesehatan? Dioksin dan senyawa terkait dapat mencemari makanan dan menimbulkan dampak pada kondisi gizi dan kesehatan manusia. Dampak cemaran dioksin pada gizi dan Kesehatan belum banyak diketahui oleh konsumen, karena efeknya yang berlangsung dalam waktu lama setelah dioksin terakumulasi dalam jaringan lemak. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk studi literatur dengan tujuan untuk memberikan gambaran tentang dampak cemaran dioksin terhadap keadaan gizi dan kesehatan. Pada penelitian ditemukan dioksin dalam tubuh dapat menimbulkan radikal bebas yang dapat memicu stress oksidasi, sehingga kerusakan beberapa komponen seluler penting dapat terjadi. Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan merupakan salah satu upaya yang meminimalisir efek negative yang disebabkan oleh cemaran dioksin pada manusia. Pengawasan yang ketat terhadap sumber-sumber pencemaran dioksin perlu dilakukan untuk mengurangi dampaknya bagi keadaan gizi dan kesehatan

    Evaluasi Dan Analisis Pengelolaan Limbah Medis Padat Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kota Padang

    No full text
    Medical waste management procedures of health facilities such as the use of plastic bags that have not been in accordance with the type and characteristics of waste, the use of disinfection of medical waste containers that have been used, the lack of use of Personal Protective Equipment. In addition, the knowledge and attitude of medical waste management officers are still low such as the colour of plastic bags used, maximum storage of medical waste. This study used quantitative descriptive methods with a sample of 58 samples using the guttman scale and the likert scale with Multiple Regression analysis. For First Level Health Facilities (FKTP) most have carried out medical waste management in accordance with established regulations but there are some stages that are still low such as Temporary Shelter and Onsite Transportation.  For knowledge (p = 0.031), attitude (p = 0.007) and perception of leadership support (p = 0.000) in medical waste management officers are still relatively low and the result of multiple regressions that knowledge, attitude and leadership support have a real effect on solid medical waste management. For FKTP as Health Centers and Clinics have carried out medical waste management by established standards but for the dentist practice is still low in the application of regulations regarding the management of solid medical waste.Tatacara Pengelolaan limbah medis fasilitas kesehatan seperti penggunaan kantong plastik yang belum sesuai dengan jenis dan karakteristik limbah, penggunaan desinfeksi terhadap wadah limbah medis yang telah digunakan, masih minimnya penggunaan Alat Pelindung Diri. Disamping itu pengetahuan dan sikap petugas pengelola limbah medis masih rendah seperti warna kantong plastik yang digunakan, penyimpanan maksimal limbah medis. Sehingga membutuhkan kontribusi pimpinan dalam pengelolaan limbah medis padat. Mengetahui dan menganalisis pengelolaan limbah medis padat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebesar 58 Sampel menggunakan skala guttman dan skala likert dengan analisis Regresi Berganda. Untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagian besar telah melaksanakan pengelolaan limbah medis sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan namun ada beberapa tahapan yang masih rendah seperti Tempat Penampungan Sementara dan Pengangkutan Onsite. Untuk pengetahuan (p = 0,031), sikap (p = 0,007) dan persepsi dukungan pimpinan (p = 0,000) pada petugas pengelola limbah medis masih tergolong rendah dan hasil regresi berganda bahwa pengetahuan, sikap dan dukungan pimpinan berpengaruh nyata terhadap pengelolaan limbah medis padat. Untuk FKTP seperti Puskesmas dan Klinik sudah melaksanakan pengelolaan limbah medis sesuai standar yang ditetapkan namun untuk praktek dokter gigi masih rendah dalam penerapan peraturan mengenai pengelolaan limbah medis pada

    Ekstrak Lidah Mertua (Sansevieria sp.) Efektif dalam Mereduksi Volatile Organic Compound (VOC)-Benzena Dalam Ruang

    No full text
    Extract of Snake Plant (Sansevieria sp.) As a Reducer of Indoor Air Pollution, Volatile Organic Compounds (VOC) -Benzene. The quality of the indoor environment has become a health concern, as city dwellers spend 80-90% of their time indoors, where outdoor air pollution is several times higher. Indoor potted plants can remove airborne contaminants such as volatile organic compounds (VOCs), more than 300 of which have been identified in indoor air. and a very wide range of light, and is resistant to pollutants. This plant is also able to absorb more than 107 harmful pollutants in the air, this is due to Sansevieria sp. contains the active ingredient Pregnane glycosides. These active ingredients function to reduce pollutants into organic acids, sugars and amino acids so that these pollutants are no longer harmful to humans3. This study aims to see the extract of the tongue-in-law in reducing Volatile Organic Compounds (VOCs) in the room. The method used in this research is true experimental design with pre and post-test design without control design. Based on the results of the study, the decrease in benzene levels was done by using the sansevieria extract concentration with the average reduction proportions, namely: 10 ppm concentration; 98.24%, 20 ppm; 98.47%; 30 ppm; 98.73%. The results of statistical tests using the Mann Whitney U test showed that the results were 0.000 <0.05 so that there was a relationship, namely that there was a difference in the concentration of the extract of Sansevieria sp. against decreased levels of benzene. The most effective level of Sansevieria extract in reducing benzene levels in the air was 30 ppm with an average reduction proportion of 98.73%.Kualitas lingkungan dalam ruangan telah menjadi pertimbangan dalam kesehatan, karena penduduk kota menghabiskan 80-90% waktu mereka di dalam ruangan, dimana polusi udara bisa beberapa kali lebih tinggi daripada di luar ruangan. Tanaman pot dalam ruangan dapat menghilangkan kontaminan yang ditularkan melalui udara seperti senyawa organik menguap (VOC), lebih dari 300 diantaranya telah diidentifikasi di udara dalam ruangan.1 Tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata) mempunyai banyak kelebihan, seperti mampu bertahan hidup pada rentang waktu suhu dan cahaya yang sangat luas, dan resisten terhadap polutan. Tanaman ini dapat mereduksi sekitar 107 jenis polutan yang  berbahaya di udara, hal ini disebabkan bahan aktif preganane glikosid yang terkandung dalam tanaman Sansevieria sp. yang berfungsi untuk mereduksi polutan menjadi senyawa  asam organik, gula dan asam amino, sehingga kandungan dalam polutan tersebut menjadi aman dan tidak membahayakan kesehatan manusia . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak lidah mertua dalam mereduksi Volatile Organic Compounds (VOCs) dalam ruangan. Metode dalam penelitian ini adalah true experimental design dengan menggunakan desain pre and post-test without control design. Berdasarkan hasil penelitian penurunan kadar benzena dengan menggunakan konsentrasi ekstrak sansevieria dengan rata-rata persentase penurunan, yaitu : Konsentrasi 10 ppm; 98,24%, 20 ppm; 98,47%; 30 ppm; 98,73%. Hasil uji statistik menggunakan Mann Whitney U Test adalah 0,000 < 0,05, maka terdapat hubungan yang bermakna perbedaan konsentrasi ekstrak Sansevieria sp. terhadap pernurunan kadar benzena. Kadar ekstrak Sansevieria yang paling efektif dalam menurunkan kadar benzena di udara adalah 30 ppm dengan persentase rata-rata penurunan adalah sebesar 98,73%

    116

    full texts

    245

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇