Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KELOR SEDUH HOME INDUSTRI KELOTA DI DESA TINGGEDE KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi alternatif apa yang baik untuk ditetapkan pada usaha kelor seduh home industri kelota di Desa Tinggede Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan secara sengaja (Purposive), Penelitian ini di laksanakan pada bulan September sampai bulan Desember. Responden dalam penelitian ini diambil sebanyak 7 orang adapun analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Treaths). Berdasarkan hasil perkalian dari bobot dan rating pada faktor lingkungan internal dan eksternal diperoleh letak kuadran dalam strategi pengembangan usaha kelor seduh home industri kelota yaitu diagram SWOT yang menunjukan posisi strategi pengembangan usaha kelor seduh home industri kelota berada pada kuadran 1. Yaitu pada posisi strategi kekuatan – peluang (SO) startegi SO (Strenghts-Opportunities). Strategi kekuatan-peluang yaitu menggunakan kekuatan internal perusahan untuk memanfaatkan peluang sehingga dapat memanfaatkan peluang eksternal, artinya dimana strategi ini dapat digunakan karena usaha atau industri tersebut memiliki kekuatan dan peluang yang ada
PENGARUH KOMBINASI PERENDAMAN PADA LARUTAN URIN SAPI DAN EKSTRAK BAWANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN STEK CABANG TANAMAN MAWAR (Rose sp)
Tanaman mawar dikenal sebagai tanaman hias berupa semak atau tanaman memanjat dengan tinggi mencapai 2-5 m. Warna bunga mawar bermacam-macam, seperti putih, merah jambu, orange, dan merah serta berduri pada batang dekat dengan tanah. Penelitian bertujuan untuk mempelejari dalam menentukan kombinasi perendaman pada larutan Urin Sapi dan Ekstrak Bawang Merah yang sesuai untuk budidaya tanaman mawar secara vegetatif dengan cara stek. Penelitian dilaksanakan di Desa Bantuga Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Tojo Una-una. Kegiatan penelitian dilaksana pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2021. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor, dengan perlakuan sebanyak delapan yaitu P0= tanpa perendaman ( Kontrol ), P1= tanpa Urin Sapi dan Ekstrak Bawang Merah 25%, P2= tanpa Urin Sapi dan Ekstrak Bawang Merah 50%, P3= tanpa Urin Sapi dan Ekstrak Bawang Merah 75%, P4= Urin Sapi 75 ml/liter air dan tanpa Ekstrak Bawang Merah, P5= Urin Sapi 50 ml/liter air dan Ekstrak Bawang Merah 25%, P6= Urin Sapi 25 ml/liter air dan Ekstrak Bawang Merah 50%, dan P7= Urin Sapi 75 ml/liter air dan Ekstrak Bawang Merah 75%. Terdapat 24 unit tanaman dan diulang sebanyak tiga kali dengan masing-masing perlakuan terdiri dari empat tanaman, sehingga total seluruhnya 96 tanaman. Pengamatan penelitian ini meliputi, saat muncul tunas, jumlah mata tunas, jumlah daun, panjang akar, bunga dan persentasi stek hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh nyata terhadap perlakuan ZPT Urin Sapi Dan Ekstrak Bawang Merah. Tetapi terdapat kecenderungan antara perlakuan yang dimana perlakuan kombinasi perendaman larutan Urin Sapi Dan Ekstrak Bawang Merah P1= tanpa Urin Sapi dan Ekstrak Bawang Merah 25% memberikan hasil tertinggi pada pertumbuhan presentasi stek hidup, muncul tunas, jumlah mata tunas dan akar terpanjang dibandingkan dengan perlakuan lainnya
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI BOKASHI CAIR DAUN GAMAL (Gliricidia sepium (Jacq) Kunth) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (Lactuca sativa L)
Selada merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki prospek dan nilai komersial yang cukup baik. Tanaman selada memiliki fungsi sebagai zat pembangun tubuh, dengan kandungan zat gizi dan vitamin yang cukup banyak dan baik untuk kesehatan masyarakat, sehingga disukai oleh masyarakat luas. Akan tetapi tingkat produktivitas selada di Indonesia masih tergolong rendah. Rendahnya produktivitas selada dapat diperbaiki melalui penerapan sistem budidaya tanaman yang tepat, antara lain pemberian pupuk organik cair secara seimbang. Salah satu tanaman yang termasuk golongan Leguminoceae yang berpotensi sebagai pupuk organik cair yang dapat memicu pertumbuhan tanaman adalah gamal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi bokashi cair daun gamal yang memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil selada. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2019 hingga tanggal 22 Januari 2020 di Green House Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan konsentrasi bokashi daun gamal dengan 6 taraf, yaitu G0 = Tanpa bokashi cair, G2 = 120 ml bokashi cair daun gamal/ L air, G3 = 150 ml bokashi cair daun gamal/ L air, G4 = 180 ml bokashi cair daun gamal/ L air dan G5 = 210 ml bokashi cair daun gamal/ L air. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 polibag sehingga secara keseluruhan terdapat 45 tanaman. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi bokashi cair daun gamal 180 ml/1L air (G3) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil selada pada semua parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat segar tanaman dan berat kering tanaman
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) DI DESA MAKMUR KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI
Evaluasi kesesuaian lahan merupakan proses penting dalam ilmu pertanian dan lingkungan, yang meliputi penilaian dan interpretasi berbagai karakteristik lahan untuk pemanfaatan yang optimal. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memastikan tingkat kesesuaian lahan untuk budidaya ubi jalar (Ipomoea batatas) di Desa Makmur, yang terletak di Kabupaten Palolo, Sulawesi Tengah. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan sistematis, menggambarkan lima unit penggunaan lahan (UL) yang berbeda melalui superimposisi peta penggunaan lahan, topografi, dan tanah. Evaluasi kesesuaian lahan untuk UL ini dilakukan menurut Pedoman Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian (2011). Analisis data evaluasi lahan mengungkapkan bahwa tiga dari lima LU secara potensial diklasifikasikan sebagai cukup sesuai untuk budidaya ubi jalar. Faktor pembatas utama yang diidentifikasi dalam unit-unit ini adalah karakteristik media perakaran, ketersediaan hara, dan kerentanan terhadap erosi. Sebaliknya, dua UL yang tersisa dikategorikan sebagai tidak sesuai saat ini (N1) atau tidak sesuai (N2), dengan bahaya erosi muncul sebagai kendala utama. Temuan studi ini memberikan wawasan berharga tentang potensi pertanian Desa Makmur, menawarkan dasar ilmiah untuk pengambilan keputusan yang tepat dalam perencanaan penggunaan lahan dan strategi pengelolaan tanaman berkelanjutan. 
PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP USAHATANI PADI SAWAH SISTEM TABELA DI DESA TOLAI BARAT KECAMATAN TORUE KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian terhadap usahatani padi sawah system tabela di desa tolai barat kecamatan torue kabupaten parigi moutong. Responden pada penelitian ini terdiri dari 44 orang petani yang ada di desa tolai barat, metode analisis yang digunakan yaitu skala likert dan Weighted Average ( Rata-rata Hitung Tertimbang). Hasil penelitian ini yaitu dari keempat indicator penilaian yang ada yaitu : Penyuluh sebagai Edukator,Motivator,Inovator dan Fasilitator penyuluh yang ada di desa tolai barat memenuhi 47,69 % dari penilaian yang dilakukan
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI KAKAO DI DESA OGODOPI KECAMATAN KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONG
This study aimed to evaluate the financial feasibility of cocoa farming in Ogodopi Village, Kasimbar District, over the period of November to December 2019. The village was selected purposively due to its prominence in cocoa production within the region. A sample of 33 cocoa farmers was chosen from a population of 124 using a simple random sampling technique. Financial feasibility was assessed using Net Present Value (NPV), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), and Sensitivity Analysis. Initial results indicated an NPV of IDR 576,322,972, a Net B/C of 1.33, an IRR of 10%, and a PP of 1.3 years, suggesting financial feasibility. Further sensitivity analysis, considering a potential 10% decrease in production, resulted in an NPV of IDR 858,617,192, a Net B/C of 0.50, an IRR of 39.35%, and a PP of 1.4 years. These findings confirm that cocoa farming in Ogodopi Village remains financially feasible under varying economic conditions
PENGARUH ARANG SEKAM DAN BOKASHI JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.)
This study, conducted in Poboya Village, Tanamodindi, South Palu, from January to April 2022, investigated the effects of rice husk charcoal and rice straw bokashi on the growth and yield of peanut (Arachis hypogaea L.). A Randomized Block Design (RBD) with a factorial arrangement was used, involving two factors: rice husk charcoal (0, 2, 4, and 6 kg/plot) and rice straw bokashi fertilizer (0, 2, 4, and 6 kg/plot). Each treatment was replicated three times. Observations included plant height, number of leaves, number of branches, flowering age (days), number of pods, pod weight, dry pod weight, and weight of 100 seeds. The results indicated that both rice husk charcoal and rice straw bokashi, each at a dose of 15 t/ha, significantly enhanced the growth and yield of peanut plants. However, no significant interaction was observed between rice husk charcoal and rice straw bokashi on the growth and yield parameters of peanuts
EFEKTIVITAS BAKTERI Bacillus sp. TERHADAP Pectobacterium carotovorum PENYEBAB PENYAKIT BUSUK LUNAK PADA TANAMAN SAWI (Brassica Juncea L.)
Penilitian ini bertujuan untuk menentukan Efektifitas Bacillus sp. yang tepat untuk mampu mengendalikan bakteri Pectobacterium Carotovorum. Penelitian ini di lakasanakan di Laboratorium Penyakit Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu, dan di Screen House Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu, Pelaksanakan penelitian ini dimulai pada bulan Desember 2022 sampai selesai. Desain penilitian yang digunakan yaitu sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT (Beda nyata Terkecil) dengan 4 perlakuaan B0 = Konsetrasi Bacillus sp 10-3 cfu/ml, B1= Konsetrasi Bacillus sp 10-5 cfu/ml, B2= Konsentrasi Bacillus sp 10-7 cfu/ml, dan B3= Konsentrasi Bacillus sp 10-9 cfu/ml. Dengan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Angka yang diikuti notasi huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT 5%. Variabel pengamatan meliputi keparahan penyakit, tinggi tanaman sawi, dan banyak daun tanaman sawi. Keparahan penyakit Menunjukkan presentase penyakit tertinggi terdapat pada konsentrasi 10?? dengan persentase 11.75%, Sedangkan keparahan penyakit yang terendah terdapat pada konsentrasi 10?? dengan persentase 1.00. Diketahui bahwa persentase semua jenis perlakuaan memiliki keparahan penyakit serangan cukup rendah. Hal ini menandakan bahwa penggunan Konsentrasi Bacillus sp. Mampu menekan keparahan Pectobacterium carotovorum. Presentase tinggi daun sawi menunjukkan rata-rata tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuaan konsentrasi 10?? dengan nilai rata-rata 17.63 cm. Sedangkan nilai rata-rata tinggi tanaman terendah terdapat pada konsentrasi 10?? dengan nilai rata-rata 11.93 cm dan Presentase jumlah daun menunjukkan rata-rata jumlah daun terbanyak terdapat pada perlakuaan 10?? dan 10?? dengan nilai rata-rata 5.75. Sedangkan jumlah daun yang paling sedikit menunjukkan nilai rata-rata terdapat pada perlakuaan 10?? dengan nilai rata-rata 4.00. dan presentase
KARAKTERISTIK FISIKA TANAH PADA LAHAN KELAPA (Cocos nucifera L) DI DESA LERO KECAMATAN SINDUE KABUPATEN DONGGALA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakteristik Fisika Tanah pada Lahan Kelapa di Desa Lero. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala dan analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni 2022 sampai Juli 2022. Metode yang digunakan adalah metode Survey dan penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive). Pengambilan sampel tanah tidak utuh dan sampel tanah utuh menggunakan metode Sistematis dengan 3 titik sampel pada kedalaman 0-20 cm, 20-40 cm, dan 40-60 cm. Sampel tanah utuh diambil menggunakan ring dan tanah tidak utuh dimasukan ke dalam kantong plastik dan diberi label. kemudian dibawa ke laboratorium untuk di analisis. Hasil analisis sifat fisika tanah menunjukkan pada lokasi tanaman kelapa di desa Lero dengan nilai kadar air tanah dari tiga titik sampel dengan berbeda kedalaman memiliki nilai yang berbeda.Tekstur Tanah pada kriteria Lempung Berpasir, Lempung, Lempung liat berpasir dan Lempung berliat. Bobot Isi Tanah pada kriteria Berat. C-Organik Tanah pada kriteria Rendah, Sangat rendah dan Sedang. Permeabilitas tanah Lambat hingga agak lambat
PERTUMBUHAN DAN HASIL RIMPANG TANAMAN KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria Rosc.) PADA INTERVAL PENYIRAMAN DAN KOMBINASI PUPUK ORGANIK DENGAN NPK MUTIARA
Beberapa tahun terakhir ini, masyarakat cenderung memakai obattradisional sebagai salah satu alternatif. Salah satu diantaranya adalah jamu yang berbahan baku dari kunyit(Curcuma zedoaria Rosc). Penelitian bertujuan mengetahui respons pertumbuhan dan hasil rimpang kunyit putih terhadap interval penyiraman dan kombinasi pemupukan. Penelitian dilaksanakan bulan JunihinggaNovember 2019 di Lahan Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian didesain menurut rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah interval penyiraman, terdiri dari 2 taraf yaitu penyiraman setiap 2 hari (A1) dan penyiraman setiap 4 hari (A2). Faktor kedua adalah kombinasi pupuk organik dengan NPK mutiara, terdiri dari 8 macam yaitu: Kontrol (M1), Pupuk Kandang (M2), Pupuk Kandang+Jerami Padi (M3), Jerami Padi (M4), NPK (M5), Pupuk Kandang+NPK (M6), Pupuk Kandang+Jerami Padi+NPK (M7), dan Jerami Padi+NPK (M8); Kombinasi perlakuan terdapat 16 unit dan diulang 3 kali sehingga totalnya menjadi 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara interval penyiraman dengan kombinasi pemupukan (AxM). Interval penyiraman setiap 2 hari (A1) memberikan bobot segar dan bobot kering rimpang lebih tinggi dibanding interval penyiraman setiap 4 hari (A2). Kombinasi pupuk kandang+jerami+NPK (M7) juga memberikan pertumbuhan tanaman lebih baik(tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, bobot segardan bobot kering tajuk tanaman) lebih tinggi dibanding perlakuan kombinasi pemupukan lainnya