Agrotekbis Jurnal Ilmu Pertanian
Not a member yet
1395 research outputs found
Sort by
PERAN ISTRI NELAYAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAHTANGGA DI DESA TINOMBO KECAMATAN TINOMBO KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Ketidakpastian pendapatan yang diperoleh nelayan mendorong anggota rumahtangga lainnya seperti istri harus ikut berperan dalam membantu meningaktkan pendapatan rumahtangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar persentase pendapatan istri nelayan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga di Desa Tinombo Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai November 2021. Penentuan responden pada penelitian ini dilakukan dengan metode Purposive Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 33 responden dari jumlah populasi sebanyak 50 orang. Analisis yang digunakan yaitu analisis analisis pendapatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan istri nelayan lebih besar dibanding pendapatan nelayan. Rata-rata total penerimaan istri nelayan dari hasil menjual nasi kuning, menjual barang harian dan buruh cuci adalah sebesar Rp.2.995.364 dikurangi total biaya yang dikeluarkan istri nelayan sebesar Rp.1.182.447. Rata-rata penerimaan nelayan Rp.1.639.394 dikurangi total biaya yang dikeluarkan nelayan sebesar Rp.672.891 rata-rata pendapatan nelayan Rp.966.503. rata-rata pendapatan rumah tangga nelayan adalah sebesar Rp.2.171.132, dalam satu bulan persentase pendapatan istri nelayan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga di Desa Tinombo Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong adalah sebesar 54,46%
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KELAPA SAWIT DI DESA PEDANDA KECAMATAN PEDONGGA KABUPATEN PASANGKAYU
Tanaman kelapa sawit sangat berpotensi dikembangkan dan diusahakan di Provinsi Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Pasangkayu. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pendapatan usahatani kelapa sawit di Desa Pedanda Kecamatan Pedongga Kabupaten Pasangkayu. Penelitian ini dilakukan di Desa Pedanda pada bulan Maret-Juni 2021. Responden dalam penelitian ini adalah petani kelapa sawit yang di tentukan dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 33 petani kelapa sawit. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan usahatani. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah produksi 64.000 kg/2,7 ha/ tahun atau 24.000 kg/2,7 ha/bulan dengan harga jual tandan buah segar Rp. 1.500, total biaya Rp. 32.579.408/2,7 ha/tahun atau Rp. 12.217.278/2,7 ha/bulan dan penerimaan Rp. 96,000,000/2,7 ha/tahun atau 36.000.000/2,7 ha/bulan, sehingga pendapatan yang diterima petani kelapa sawit adalah Rp.63.420.592/2,7 ha/tahun atau Rp. 23.782.722/2,7 ha/bulan
EKSPLORASI MAKROFAUNA TANAH PADA LAHAN PERTANAMAN KAKAO MONOKULTUR DAN POLIKULTUR
Peran makrofauna tanah sebagai pengurai sangat berguna dalam proses jaring-jaring makanan yang ada yang hasilnya dimanfaatkan oleh tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan keanekaragaman dari makrofauna tanah yang terdapat pada lahan pertanaman kakao tipe monokultur dan tipe polikultur. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan April 2023. Pengambilan sampel dilakukan di lahan pertanaman kakao di Desa Saloya, Kec. Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Sampel diidentifikasi di Laboratorium Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksplorasi langsung pada lahan pertanaman kakao untuk mengindentifikasi makrofauna tanah yang terdapat pada lahan monokultur dan polikultur dan di klasifikasikan sesuai dengan Ordo, Famili dan Genus pada setiap spesies. Data hasil identifikasi di analisis pada indeks kepadatan, indeks dominansi, indeks keanekaragaman dan uji t tidak berpasangan.hasil penelitian memperoleh 7 ordo, 9 Famili, 11 genus dan spesies. Spesies yang paling banyak ditemukan baik di lahan pertanaman kakao monokultur ataupun polikultur yaitu Selonopsis. invicta (Hymenoptera : Formicidae) dengan jumlah 133 ekor pada lahan monokultur dan lahan polikultur berjumlah 166 ekor dan paling sedikit yaitu Gryllotalpa grillotalpa (Orthoptera : Gryllotalpa). berjumlah 2 ekor pada lahan monokultur dan lahan polikultur berjumlah 3 ekor. Indeks kepadatan di perkebunan kakao monokultur dan polikultur masuk dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata pada lahan mokulutur sebedsar 231,12 ekor/ 1,6m2 dan pada lahan monokulur sebesar 270,62 ekor/ 1,6m2, Indeks dominansi termasuk dalam kategori rendah dengan nilai rata-rata pada lahan monokultur sebesar 0,28 dan pada lahan polikultur sebesar 0,26 indeks keaenkaragaman pada lahan perkebunan kakao termasuk dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata pada lahan monokultur 1,41 dan 1,46 pada lahan polikultur. Semua spesies makrofauna yang didapatkan berpengaruh signifikan kecuali S. invicta dan P. spiralis tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi tipe lahan berbeda
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU BAWANG GORENG PADA INDUSTRI AQASIA DI KOTA PALU
Tujuan penelitian ini ialah: (1) Mengetahui jumlah pemesanan yang ekonomis (EOQ), di Industri Aqasia, (2) Mengetahui pemesanan kembali (ROP) bahan baku pada Industri Aqasia, (3) Mengetahui berapa besarnya (Safety Stock) pada Industri Aqasia, (4) Mengetahui total biaya persediaan bahan baku pada Industri Aqasia. Pemilihan lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Industri Aqasia merupakan industri yang hanya memproduksi satu produk saja yaitu bawang goreng, berbeda dengan industri lain yang memproduksi produk lain selain bawang goreng. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan ialah bulan januari-maret 2022. Penentuan responden ditentukan secara sengaja mengambil 3 orang, yaitu pemilik dan 2 orang karyawan. Analisis data yang digunakan adalah EOQ, Safety Stock, ROP, dan TIC. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa analisis persediaan bahan baku bawang goreng dengan menggunakan metode (Econimic Order Quantity) pada Bulan Januari – Desember 2021 rata-rata sebesar 301.7275 kg. Persediaan Pengaman atau (Safety Stock) bahan baku yang selalu tersedia pada Industri Aqasia sebesar 48 kg. Pemesanan kembali (Reorder Point) yang harus dilakukan Industri Aqasia Bulan Januari-Desember 2021 rata-rata sebesar 349.7275 kg. Total biaya persediaan bahan baku bawang goreng yang dilalukan di Industri Aqasia rata-rata sebesar Rp. 189.736/bulan.
 
PENDAPATAN USAHA PENGOLAHAN MINYAK DAUN CENGKEH DI DESABUNTUNA KECAMATAN BAOLAN KABUPATEN TOLITOLI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha penyulingan minyak daun cengkeh di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli.Penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai Desember 2019 di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli.Jumlah sampel yang digunakan yakni 6 responden dengan metode yang di pilih secara sengaja (purpossif sampling). Sumber data dari penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh dari Desa Buntuna. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pendapatan yang di tuliskan dengan rumus ? = TR-TC analisis ini digunakan untuk mengetahui pendapatan setelah total penerimaan yang diperoleh dikurangi dengan total biaya yang dikeluarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil produksi yang diperoleh pemilik usaha industri penyulingan Minyak Daun Cengkeh di Desa Buntuna sebesar Rp.14.384.485/bulan Yang diperoleh dari penerimaan sebesar Rp. 55.000.000 selama satubulan di kurangi dengan total biaya produksi sebesar Rp.40.615.51
PENINGKATAN MUTU FISIOLOGIS BENIH CABAI RAWIT ( Capsicum frutescens L.) DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK BAWANG MERAH DAN AIR KELAPA MUDA
Benih yang unggul dan bermutu diperlukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman cabai rawit. Salah satu indikator mutu benih adalah viabilitas dan vigor yang tinggi. Ekstrak bawang merah dan air kelapa muda dapat digunakan untuk meningktakan mutu fisiologis benih. Tujuan penelitian ini yaitu memperoleh benih cabai rawit yang memiliki mutu fisiologis tinggi pada setiap konsentrasi ekstrak bawang merah dan air kelapa muda yang sesuai untuk peningkatan mutu fisiologis benih cabai rawit, memperoleh benih cabai rawit yang memiliki mutu fisiologis tinggi, memperoleh konsentrasi ekstrak bawang merah dan air kelapa muda yang sesuai untuk peningkatan mutu fisiologis benih cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Waktu penelitian dimulai dari Bulan Januari sampai Maret 2025. Penelitian ini menggunakan benih cabai rawit kadaluarsa dan benih hasil petani bermutu rendah. Faktor pertama yaitu benih cabai rawit. Faktor kedua adalah pengaruh pemberian 25% dan 30 % ekstrak bawang merah serta 25% dan 30 % air kelapa muda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Analisis of Varian (ANOVA) dengan uji F (Fisher Test) pada kepercayaan 95%, apabila perlakuan memberikan pengaruh yang nyata, dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara benih cabai rawit dan konsentrasi ekstrak bawang merah dan air kelapa muda tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan mutu fisiologis benih, peningkatan mutu fisiologis benih kadaluarsa memberikan hasil yang terbaik yaitu dengan nilai daya berkecambah 91%, kecepatan berkecambah 28,30%, serta potensi tumbuh maksimum 94%, peningkatan mutu fisiologis menggunakan air kelapa muda 30% memberikan hasil terbaik pada proses perkecambahan benih yaitu memiliki daya berkecambah 94% dan potensi tumbuh maksimum 96,67% sedangkan ekstrak bawang merah 30% memberikan hasil yang terbaik pada fase pertumbuhan yaitu panjang hipokotil 5,28 cm dan tinggi tanaman 7,13 cm
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK BIO-ORGANIK CAIR DAN PUPUK ORGANIK PADAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frustescens L.)
Tujuan dari penelitian ialah Mengetahui interaksi antara pemberian bio organik herbafarm dan pupuk kandang sapi yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit, Mengetahui pengaruh pemberian pupuk bio organik herbafarm terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit, Mengetahui dosis pupuk kotoran kandang sapi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil cabair rawit. Penelitian ini di laksanakan pada bulan September sampai Februari 2023. Lokasi penelitian bertempat Di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kandang sapi yang terdiri atas 3 taraf yakni P0 : Tanpak pupuk kotoran kandang sapi, P1 : 10 ton/ha (setara dengan 6 kg/petak), P2 : 20 ton/ha (setara dengan 12 kg/petak). Sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi Bio Organik Herbafarm yang terdiri atas 2 taraf yakni H0 : Tanpa pupuk POC herbafarm dan H1 : 5 ml/L air. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 18 unit percobaan dan setiap unit percobaan terdiri atas 18 tanaman per petak dengan 3 tanaman tengah sebagai tanaman sampel. Berdasarkan hasil penelitian ini tidak terdapat Interaksi pemberian Bio organik herbafarm dan pupuk bokashi kotoran kandang sapi terhadap semua parameter yang diamati, Pemberian konsentrasi bio-organik herbafarm (H1) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit menghasilkan nilai rata-rata terbaik dari semua parameter yang diamati dibandingkan dengan tanpa pemberian herbafarm (H0). Dan Dosis pupuk bokashi kotoran kandang sapi 20 ton/ha (P2) merupakan dosis terbaik terhadap berat buah dan jumlah buah per tanaman
PENGARUH SISTEM TANAM BENIH LANGSUNG PADI (Oryza sativa) TERHADAP KERAGAMAN BIOTA TANAH DI DESA OLAYA KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanam benih langsung terhadap kondisi kadar bahan organik, keragaman populasi bakteri, fungi, serta cacing tanah pada lahan sawah di Desa Olaya. Analisisi Laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Unit Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Pengambilan sampel dilapangan ditentukan baerdasarkan teknik purposive sampling, yaitu tehnik pengambilannya secara sengaja berdasarkan pertimbangan peneliti terhadap kondisi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan organik terbanyak ditemukan pada sawah yang intensif menggunakan insektisida, fungisida, dan herbisida. Jumlah total populasi bakteri dan fungi terbanyak ditemukan pada sawah yang intensif menggunakan insektisida dan pupuk urea dan populasi yang lebih rendah ditemukan pada sawah yang intensif menggunakan insektisida dan fungisida dan herbisida organik. Jumlah total populasi cacing yang paling banyak di temukan pada sawah yang intensif menggunakan insektisida dan populasi terendah atau tidak di temukan populasi cacing, yaitu pada sawah yang intensif menggunakan insektisida, fungisida dan herbisida organik.
 
SURVEI TINGKAT KEJADIAN PENYAKIT BUSUK BATANG DAN TINDAKAN PETANI PADA TANAMAN BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) DI KABUPATEN MOROWALI
Penelitian ini bertujuan menghitung tingkat kejadian penyakit busuk batang pada tanaman buah naga, mengetahui tindakan petani dalam pengendalian penyakit busuk batang pada tanaman buah naga dan mengetahui hubungan antara tingkat kejadian penyakit busuk batang dan tindakan petani dalam pengendalian penyakit busuk batang di Kabupaten Morowali. Waktu penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai bulan Juni 2019. Penelitian terdiri atas dua kegiatan , yaitu survey kejadian penyakit busuk batang dilapangan dan wawancara dengan petani buah naga. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistic korelasi rank sperman menggunakan software SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 16.0 untuk menghitung dan menghubungkan tingkat serangan penyakit busuk batang dan tindakan petani pada tanaman buah naga. Hasil survei menunjukan tingkat kejadian penyakit busuk batang tertinggi berada di lahan keempat sebesar 85.13 % dan terendah di lahan kedua sebesar 42.26 %. Tindakan petani dalam pengendalian penyakit busuk batang dengan pemangkasan,pembakaran tanaman terinfeksi, dan pergantian tanaman baru. Hubungan antara tindakan petani dan tingkat kejadian penyakit busuk batang sangat kuat yaitu pada variabel pengalaman bertani buah naga dan penggunaan pupuk terhadap tingkat kejadian penyakit busuk batang dengan koefesien korelasi -0,632 dan -0,500 sedangkan hubungan sangat lemah berada pada variabel tingkat pendidikan petani terhadap tingkat kejadian penyakit busuk batang dengan nilai koefesien korelasi sebesar -0.250
ANALISIS PERMINTAAN SAYURAN HIDROPONIK DI SIGI HIDROPONIK DESA LOLU KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI
Sigi Hidroponik merupakan produsen sayuran hidroponik yang terletak di Desa Lolu Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Sigi Hidroponik memasarkan berbagai jenis sayuran hidroponik, seperti sayuran Selada dan sawi. Pertimbangan Sigi Hidroponik sebagai tempat penelitian dikarenakan semua produknya berupa sayuran hidroponik dengan kualitas tergolong prima 3, artinya produk yang dihasilkan aman dikonsumsi (aman pestisida). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel harga, umur, pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap permintaan konsumen pada sayuran hidroponik di Sigi Hidroponik Desa Lolu Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2022. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 50 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan variabel harga, umur, pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga berpengaruh terhadap permintaan sayuran hidroponik. Secara persial variabel harga, pendapatan dan variabel jumlah tanggungan keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan sayuran hidroponik. Sedangkan variabel umur berpengaruh tidak nyata terhadap permintaan sayuran hidroponik di Sigi Hidroponik Desa Lolu Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi