Konstruksia
Not a member yet
341 research outputs found
Sort by
Pengaruh Tingkat Penerapan BIM 5D Terhadap Kinerja Biaya Proyek Konstruksi
Dalam konstruksi, risiko biasanya permintaan untuk tambahan waktu, biaya, atau kualitas pekerjaan. Perselisihan akan terjadi Jika risiko tidak diselesaikan dengan baik. Dalam perkembangan revolusi industri 4.0, kita dapat menggunakan Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan efisiensi. BIM adalah tampilan digital mengenai semua informasi bangunan yang telah terintegrasi dengan periode siklus hidup bangunan. BIM akan mengoptimalkan kinerja proyek konstruksi. Di Indonesia, beberapa konsultan/kontraktor telah menerapkan BIM dalam proyek konstruksi. Penelitian ini untuk mengetahui serta menganalisis faktor-faktor pada proses penerapan BIM 5D yang berpengaruh terhadap kinerja biaya pelaksanaan proyek konstruksi . Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif menggunakan pendekatan Q-method dengan instrumen penelitian closed survey terhadap 53 kontraktor/konsultan yang menggunakan BIM. Hasil yang diperoleh dari indikator 5D BIM ada 5 berpengaruh terhadap kinerja biaya proyek konstruksi
Pengaruh Tata Guna Lahan terhadap Debit Banjir pada Daerah Aliran Sungai Pangkajene
Perubahan tutupan lahan yang terjadi berdampak pada kondisi hidrologi disuatu DAS. Kondisi hidrologi yang dimaksud dengan besaran keluaran DAS adalah debit yang menggambarkan besaran air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap aliran sungai di DAS Pangkajene. Data dianalisis dengan menggunakan analisis hidrologi dan perubahan tata guna lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan debit banjir rancangan sebesar ±18,83 m³/det pada masing-masing kala ulang. Perubahan tata guna lahan yang terjadi adalah luas area sawah, tambak, dan pemukiman bertambah sedangkan luas area hutan menjadi berkurang. Meningkatnya nilai debit banjir tidak signifikan dikarenakan perubahan tata guna lahan juga tidak berubah cukup banyak
Studi Perbandingan Pengaruh Letak Dinding Geser Pada Bangunan Bertingkat Akibat Beban Gempa
Indonesia merupakan salah satu negara dengan aktivitas gempa yang tinggi. Tak terkecuali dengan wilayah Indonesia bagian timur khususnya papua. pembangunan bangunan bertingkat dirancang untuk menahan beban vertikal dan horizontal. Semakin tinggi suatu bangunan bertingkat maka semakin besar kemampuannya dalam menahan sisi-sisi bangunan. Beban lateral ini dapat berupa beban gempa atau beban lainnya. Untuk meningkatkan kestabilan struktur maka perlu ditambahkan pengaku lateral yaitu berupa dinding geser. Bentuk dan letak dinding geser pada lokasi yang strategis dan tepat dapat mempengaruhi penyimpangan antar lantai dan kemampuan menahan beban lateral pada struktur bangunan. Metode yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum dengan perhitungan menggunakan program analisis struktur SAP2000. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh letak dinding geser dengan 3 model struktur yang berbeda pada gedung 10 lantai dalam menghadapi beban lateral yaitu beban gempa. Hasil analisis menunjukan bahwa reduksi terbesar terjadi pada struktur model 3 yaitu sebesar 0.18366 m arah x dan 0.11547 m arah y. Pada struktur model 1 sebesar 0.19291 m arah x dan 0.20277 arah y, pada struktur model 2 sebesar 0.18684 arah x dan 0.15004 m arah y
Pemasangan Barier Simpang Tiga Tak Bersinyal pada Jalan Putri Tunggal, Kota Depok
Persimpangan merupakan bagian penting dari ruas jalan yang berfungsi untuk memudahkan lalu lintas dan mobilitas masyarakat, selain itu persimpangan merupakan titik konflik kemacetan dari berbagai arah baik dari arah berlawanan hingga arah yang saling memotong. Simpang tiga tak bersinyal pada Jalan Putri Tunggal – Jalan Radar Auri merupakan titik konflik kemacetan yang sering terjadi, hal ini disebabkan adanya hambatan samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrean pada lokasi penelitian dengan alternatif yang diberikan yaitu alternatif pemasangan sinyal dan rekayasa lalu lintas. Penelitian ini dilakukan dengan metode berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Data lalu lintas diperoleh dari jumlah kendaraan yang melintas pada simpang tersebut, pengambilan data akan dilakukan pada hari Senin dan Jumat untuk mewakili hari kerja dan pada hari Sabtu untuk mewakili hari libur, serta dilakukan pada pukul 05.00 – 23.00 WIB. Setelah pengambilan data maka, data tersebut diolah dengan perhitungan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI). Hasil perhitungan diperoleh nilai derajat kejenuhan (DS) dari kondisi eksisting sebesar 1,22. Oleh karena itu dilakukan suatu alternatif dengan rekayasa lalu lintas pemasangan barrier, sehingga didapat nilai DS sebesar 0,82.
Penggunaan Critical Chain Project Management Method Terhadap Perencanaan Waktu Pelaksanaan Fly Over Jalan Tol
Efektivitas waktu menjadi suatu hal yang penting dan harus diperhatikan dalam proyek. Hal ini mengharuskan manajemen proyek dapat melakukan penjadwalan dengan tepat. Banyak metode penjadwalan yang tersedia untuk proyek sekarang ini, namun yang terbaru adalah metode Critical Chain Management (CCPM). Penelitian ini berdasarkan alasan bahwa pada praktiknya di dalam sebuah proyek sering terjadinya keterlambatan penyelesaian pekerjaan pada tahap perencanaan Pembangunan Jalan Tol. Banyaknya perubahan kebutuhan oleh owner akibat kejadian yang tidak dapat diprediksi sebelumnya menjadi penyebab utama pada tahap perencanaan. Pada penelitian ini pengolahan data kuantitatif hasil kuesioner menggunakan software SPSS 26. Hasil yang diperoleh Variabel metode pelaksanaan dan metode pengawasan berpengaruh tidak signifikan terhadap perencanaan waktu dengan arah yang positif (searah) sedangkan buffer time berpengaruh signifikan terhadap perencanaan pajak dengan arah yang positif (searah). Penelitian ini pun dilakukan dengan analisis menggunakan Microsoft Project yang melakukan analisa perencanaan waktu dalam pembangunan fly over jalan tol yang menghasilkan dengan perencanaan waktu awal dalam pelaksanaan pembangunan flyover jalan tol sebesar 520 hari yang setelah menggunakan critical chain project management method menjadi 410 hari sehingga ada percapatan waktu pelaksanaan. Hal ini sejalan dengan analisis primer yang menghasilkan buffer time yang menjadi salah satu indicator dalam critical chain project management method berpengaruh dalam perencanaan waktu
Faktor Penyebab Klaim Pada Proyek Infrastruktur Sanitasi Berdasarkan Fidic MDB Harmonised Edition 2010
Standar kontrak pada proyek konstruksi yang dibiayai dari dana pinjaman luar negeri umumnya menggunakan FIDIC Condition of Contract for Construction MDB Harmonised Edition 2010. Dalam pelaksanaan kontrak sering terjadi perbedaan antara apa yang sudah tercantum di dalam kontrak dengan kenyataan yang terjadi di lapangan maupun perbedaan lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya klaim. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor penyebab klaim perpanjangan waktu yang bisa mendapatkan hak tambahan biaya pada pelaksanaan proyek infrastruktur sanitasi yang menggunakan kontrak FIDIC Conditions of Contract for Construction MDB Harmonised Edition 2010. Metode penelitian ini adalah Metode kuantitatif. Pengambilan data primer melalui penyebaran kuesioner yang berisi 40 (empat puluh) butir pernyataan mengenai faktor penyebab timbulnya klaim dengan penilaian berdasarkan skala likert 5. Responden penelitian sebanyak 30 orang terdiri dari pihak pengguna jasa, penyedia jasa dan konsultan pengawas pada proyek infrastruktur sanitasi Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sampah dan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL). Analisis statistik menggunakan Uji Validitas, Uji Reliabilitas dan Relative Importance Index (RII) dengan alat bantu software SPSS versi 29. Hasil penelitian menemukan 5 (lima) faktor penyebab klaim paling dominan yaitu perubahan desain (X1), kekacauan publik (perang, terorisme, revolusi, kerusuhan, dll) (X38), kondisi geologi di bawah permukaan (X4), kepemilikan dan ketersediaan lahan (X5), dan bencana alam (X40).
Perbandingan Perhitungan MC-0 Metode Konvensional & Building Information Modelling (BIM) Terhadap Realisasi Pekerjaan
Dalam sebuah proyek konstruksi, efektivitas merupakan hal yang paling dicari karena dapat mengurangi biaya dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan perhitungan volume bata ringan metode konvensional terhadap realisasi lapangan dan volume bata ringan metode BIM terhadap realisasi lapangan agar dapat mengetahui metode manakah yang paling akurat dengan realisasi di lapangan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2022-Agustus 2022 dengan mengambil lokasi Proyek Pembangunan Auditorium Brawijaya dan KDP Gedung Entrepreneurship Terpadu. Penelitian ini berfokus pada Gedung Entrepreneurship Terpadu. Data primer dikumpulkan dengan mengambil data volume realisasi lapangan pekerjaan bata ringan dari Lantai 5 sampai dengan Lantai 8. Data sekunder didapatkan dari dokumen proyek yaitu seperti dokumen gambar pekerjaan bata ringan dan data BIM aplikasi Revit dari Gedung KDP Entrepreneurship Terpadu. Dari hasil pembahasan didapatkan data perbandingan volume metode BIM dengan realisasi lapangan memiliki deviasi 442,507 m2 dimana perbandingan volume metode konvensional dengan realisasi lapangan memiliki deviasi 175,623 m2, dengan hasil tersebut perhitungan metode konvensional memiliki keakuratan yang lebih mendekati dengan realisasi lapangan
Studi Variasi Perletakan Pada Respon Seismik Bangunan 17 Lantai
Desain dan analisis bangunan tinggi yang dikenakan beban lateral gempa sangat penting pada daerah yang rawan potensi terjadinya gempa bumi. Pada desain struktur tahan gempa, respons struktur tidak dapat dihitung secara pasti, kecuali metode penyaluran beban dari tanah ke struktur telah ditentukan. Pada saat ini, asumsi yang sering digunakan, ialah kuat getaran bebas dapat diaplikasikan langsung pada dasar bangunan. Struktur diasumsikan terjepit kaku sempurna atau tak terhingga pada dasar pondasi. Asumsi ini diambil pada analisis MDOF. Kondisi tanah pada jenis tanah bisa lunak atau kaku, tetapi tidak kaku tak terhingga. Struktur gedung yang berada diatas tanah yang dikenakan gaya gravitasi tidak diperuntukan menahan dari terjadinya rotasi pada pondasi. Analisis respon yang lebih akurat dapat dicapai ketika tanah dimodelkan sebagai material yang fleksibel dan tidak diasumsikan sebagai material yang kaku tak terhingga
Perbandingan Pengaruh LRB (Lead Rubber Bearing) Dan FPB (Friction Pendulum Bearing) Pada Perilaku Struktur Jembatan (Studi Kasus Jembatan Tol Layang Dalam Kota Jakarta)
Penelitian ini membandingkan pengaruh penggunaan LRB (Lead Rubber Bearing) dan FPB (Friction Pendulum Bearing) terhadap perilaku struktur jembatan di Kota Jakarta dengan geometrik alinyemen berbelok pada salah satu ramp diarea interchange. Geometrik alinyemen jembatan telah terbukti memengaruhi kinerja struktur. Pemilihan jenis perletakan jembatan seperti LRB dan FPB juga dapat meningkatkan kinerja struktur terutama saat terjadi gempa. Penelitian ini menggunakan analisis respon spektra dan analisis nonlinear riwayat waktu untuk memeriksa respon struktur seperti perpindahan, gaya geser dasar, gaya momen, dan gaya normal. Faktor-faktor seperti geometrik alinyemen, ketinggian pilar, serta jenis perletakan (LRB atau FPB) menjadi pertimbangan dalam penelitian ini. Desain dimensi LRB dan FPB mengikuti pedoman AASHTO Guide Specification for Seismic Isolation Design dan Technical Report MCEER-13-0010. Pemodelan dan analisis struktur menggunakan perangkat lunak CSI Bridge24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alinyemen berbelok pada jembatan berpengaruh signifikan terhadap respon struktur. Penggunaan LRB mengurangi nilai respon struktur perpindahan 81%, gaya geser dasar 52%, gaya momen 45%, dan gaya normal 8%. Sementara penggunaan FPB mengurangi nilai respon struktur perpindahan 84%, gaya geser dasar 58%, gaya momen 48%, dan gaya normal sebesar 10%. Secara keseluruhan, FPB lebih efektif daripada LRB dalam mengurangi nilai respon spektra, dengan pengurangan lebih besar, yaitu sekitar 2%-6%