Konstruksia
Not a member yet
    341 research outputs found

    ANALISIS PERTUKARAN WAKTU DAN BIAYA DENGAN METODE TIME COST TRADE OFF (TCTO) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DI JAKARTA

    Get PDF
    Dalam pelaksanaan pembangunan proyek perlu perencanaan yang baik sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai dengan jadwal. Keterlambatan pekerjaan proyek dapat diantisipasi dengan melakukan percepatan pelaksanaan dengan mempertimbangkan faktor biaya. Salah satu metode yang dapat digunakan disebut juga dengan istilah Time Cost Trade Off[1] atau pertukaran waktu dan biaya. Metode ini dapat dilakukan dengan metode pelaksanaan kerja dengan menambah group kerja, menambah peralatan, dan menambah jam kerja atau lembur.Kata Kunci : Proyek, waktu, Biay

    ANALISIS DAMPAK KEMIRINGAN LERENG PADA KONSTRUKSI PERGUDANGAN RIVER SIDE, CILEUNGSI

    Get PDF
    ABSTRAK: Sebuah Konstruksi Pergudangan River Side, Cileungsi, akan dibangun pada daerah sekitar tebing dengankedalaman tertentu. Permasalahan ini harus ditinjau dari sisi teknis soil investigasi lapangan dan analisis perhitungan.Bidang stabilitas lereng meliputi analisis stabilitas statis dan dinamis lereng bumi dan batu-mengisibendungan, lereng jenis lain tanggul, lereng digali, dan lereng alami di dalam tanah dan batu lunak. Pada ekstremyang lain, lempengan berbentuk tergelincir di lereng bukit dapat menghapus lapisan tanah dari puncak batuandasar yang mendasari. Sekali lagi, ini biasanya dimulai oleh hujan lebat, kadang-kadang dikombinasikan denganloading meningkat dari bangunan baru atau penghapusan dukungan di kaki (akibat pelebaran jalan atau pekerjaankonstruksi lainnya).Metode yang cukup dikenal adalah Metode Irisan. Metode irisan merupakan metode untuk menganalisis stabilitaslereng dalam dua dimensi. Massa meluncur di atas permukaan kegagalan dibagi menjadi beberapa iris. Gaya yangbekerja pada setiap irisan diperoleh dengan mempertimbangkan keseimbangan mekanik untuk irisan.Analisa hasil perhitungan kelongsoran tebing dengan menggunakan metode Bishop adalah sebagai berikut: FaktorKeamanan Optimum dapat dicapai yaitu mencapai nilai 4,845. Keruntuhan lereng tidak akan terjadi, terlihat dari polalongsor yang mendekati parabolis (puncak 9 m di bawah permukaan Exit). Beban paling aman ditempatkan 10 m daribibir tebing (daerah permukaan Entry).Kata kunci : Kemiringan, stabilitas, tanah, faktor keselamata

    PENGARUH VARIASI PANJANG SAMBUNGAN LAS TERHADAP KAPASITAS KUAT TARIK BAJA TULANGAN

    Get PDF
    Pada proses suatu konstruksi bangunan sering menggunakan adanya sambungan tulangan baja terutama untuk struktur dari beton bertulang. Sambungan yang sudah umum dilakukan yaitu dengan memakai sambungan lewatan dengan mengikuti aturan panjang lewatan sebesar 14D dari tulangan yang dipakai. Dengan pemasangan sambungan seperti ini berakibat akan terjadi pemborosan tulangan yang dipakai sebagai akibat adanya panjang lewatan tersebut. Alternatif sambungan yang dipakai yaitu dengan pengelasan antara tulangan baja yang disambung.Penelitian ini menggunakan tiga buah model untuk setiap sampel panjang pengelasan. Variasi panjang pengelasan yang digunakan masing masing bernilai 6 cm, 8 cm, 10 cm, 12 cm, 16 cm, 20 cm dan tulangan referensi dengan tanpa sambungan. Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan beban statis terpusat pada tengah bentang dengan memberikan kekangan pada kedua ujung tumpuannya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hampir semua benda uji menunjukkan daerah leleh terjadi pada daerah tulangan utuhnya bukan pada sambungan las namun ada satu benda uji yaitu pada panjang pengelasan 6 cm mengalami kegagalan pada sambungan lasnya.Kata kunci : Sambungan Las, Kapasitas Tarik Baja Tulanga

    CONFINING PRESSURE TIANG MERUNCING PADA TANAH LEMPUNG DENGAN VARIASI OVERBURDEN

    Get PDF
    Keruncingan tiang adalah parameter yang belum banyak dipelajari terhadap peningkatan kapasitas dukungnya. Perilaku distribusi gaya yang terjadi disepanjang tiang merupakan satu hal yang penting. Penelitian dilakukan dengan tiang berukuran kecil berbentuk meruncing dan seragam sebagai pembanding. Ukuran tiang meruncing diameter atas 5 cm dan bawah 4 cm sedang untuk tiang seragam berdiameter luar 4,5 cm masing-masing dengan panjang efektif 20 cm serta ketebalan tiang 0,3 cm. Sebagai batasan tanah uji pengujian dilakukan di dalam mould dengan diameter 30 cm. Untuk mengetahui perilaku distribusi gaya maka dipasang strain gauge pada tiang dan mould dengan 3 posisi. Media tanah digunakan tanah asli, lempung tak organik dengan plastisitas tinggi (CH) yang diambil dari Desa Kedung Sari, Sentolo, Kulonprogo, DIY, yang dijenuhkan pada berat volume kering, d = 10,9 kN/m3 dan kadar air, w = 52%. Untuk mengkondisikan kedalaman tiang tanah diberikan tekanan vertikal, v sebesar 163 kN/m2, 326 kN/m2 dan 489 kN/m2. Setelah tiang diposisikan dan tanah dimasukan dalam mould pengujian geser dilakukan sampai runtuh. Analisa dilakukan tentang perilaku distribusi gaya dan displacement Hasil pengujian menunjukan dengan bertambahnya takanan vertikal, confining pressure akan naik, pada tiang seragam diperoleh tekanan confining pressure lebih besar dari tiang meruncing. Saat uji geser (P) akan terjadi peningkatan confining pressure, walaupun pada awalnya cofining pressure pada tiang meruncing lebih kecil namun dengan bertambahnya gaya gesek (P) akan terjadi peningkatan lebih besar sehingga melebihi confining pressure pada tiang seragam, hal ini terjadi karena proses pemampatan akibat keruncingan tiang.Kata Kunci: Confining pressure, overburden, Tanah Kohesif, Tiang Meruncin

    ANALISIS PENGGUNAAN ADMIXTURE BERBAHAN DASAR NAPHTHALENE TERHADAP PENGGUNAAN PASIR PUTIH DAN PASIR HITAM DITINJAU DARI SETTING TIME

    Get PDF
    Dalam industri beton pracetak kecepatan waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat sebuah produk sangat berpengaruh terhadap ketepatan penyelesaian suatu proyek. Kecepatan produk mencapai kuat tekan angkat sangat dipengaruhi oleh kualitas campuran dan kualitas material yang digunakan. Pasir merupakan salah satu material yang digunakan dalam penyusunan material beton tentunya memiliki peran sangat penting dalam menghasilkan kualitas beton yang diharapkan. Perbedaan karakter pasir akan menghasilkan karakter beton yang berbeda pula termasuk dalam mencapai kuat tekan angkat. Sedangkan Napthalene adalah bahan admixture yang umumnya mampu mempercepat pengerasan beton tergantung dari jenis pasir dan kandungan organiknya. Hasil yang dicapai dalam campuran beton ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kuat tekan angkat pada beton yang menggunakan Pasir Putih lebih lama 4 jam dari beton yang menggunakan Pasir Hitam.Kata Kunci : Napthalene, Pasir putih (Pasir Silica), Pasir Hitam (Pasir Vulkanic), Setting Time

    ANALISIS PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA PROYEK PEMBANGUNAN PABRIK KRAKATAU POSCO ZONE IV DI CILEGON

    Get PDF
    Proyek pembangunan pabrik Krakatau Posco merupakan salah satu proyek yang besar dengan bentuk permukaan tanah yang kurang rata, dimana pada pelaksanaan pematangan didominasi oleh penggunaan alat berat. Permasalah yang timbul dalam penggunaan alat berat ini yaitu pengoperasian dan pengkombinasian alat-alat berat  yang salah dengan kondisi alat. Penurunan produktivitas alat berat ini juga disebabkan oleh kondisi peralatan, keterampilan operator, waktu siklus, jenis material, kondisi kerja, tata laksana dan kondisi cuaca. Sehingga diperlukan pemilihan dan penentuan komposisi alat yang tepat agar alat berat tersebut dapat bekerja secara optimal dan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan biaya sehemat mungkin.Penelitian ini merupakan metode perhitungan produksi kapasitas alat berat secara aktual. Analisis yang dilakukan yaitu perhitungan perhitungan produktivitas masing-masing alat berat yang digunakan, dengan menentukan waktu siklus alat, penentuan factor koreksi alat, perhitungan produksi persiklus, produksi perjam, produksi perhari, besarnya harga sewa alat perjam, besarnya biaya dan waktu yang dibutuhkan selama alat bekerja, menentujan harga satuan pekerjaan dan penentuan komposisi alat berat yang tepat.Besarnya produktivitas alat berat dengan biaya dan waktu paling efektif dan efisien menggunakan komposisi alat alternatif ke-3 yaitu 8 unit excavator 609,6384 m3/jam, 5 unit bulldozer  571,2079 m3/jam, 5 unit vibration roller 469,665 m3/jam, 22 unit dump truck 612,1302 m3/jam, 1 unit motor grader 987,84 m2/jam dan 5 unit wheel loader 446,135 m3/jam dengan biaya total  Rp.37.547.895.680 dan total waktu pelaksanaan 1760 jam atau 220 hari .KATA KUNCI: Alat berat, Produktivitas,Biaya,Wakt

    ANALISA PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEKERJA BANGUNANGEDUNG PENATAAN RUANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

    Get PDF
    Masalah K3 secara umum di Indonesia masih sering terabaikan terutama pada pelaksanaan pembangunan bidang pekerjaan umum dengan konstruksi bangunan sederhana, hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja pada penyelenggaraan konstruksi, tenaga kerja di sektor jasa konstruksi mencakup sekitar 7-8% dari jumlah tenaga kerja di seluruh sektor, dan menyumbang 6.45% dari PDB di Indonesia. Sektor jasa konstruksi adalah salah satu sektor yang paling berisiko terhadap kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat beberapa faktor penyebab terjadi kecelakaan kerja, antara lain tidak dilibatkan ahli teknik konstruksi, penggunaan metoda pelaksanaan yang tepat, lemahnya pengawasan pelaksanaan konstruksi di lapangan, belum sepenuhnya melaksanakan peraturan-peraturan menyangkut K3 yang telah ada, lemahnya pengawasan penyelenggaraan K3, kurang memadainya baik dalam kualitas dan kuantitas ketersediaan alat pelindung diri (APD), faktor lingkungan sosial ekonomi dan budaya pekerja dan kurang disiplinnya para tenaga kerja didalam mematuhi ketentuan mengenai K3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kepatuhan dan pengawasan terhadap kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pengujian hipotesis, sedangkan subjek penelitian ini adalah pekerja bangunan Gedung Penataan Ruang  Kementerian Pekerjaan Umum yang dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumplan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS) menggunakan bantuan program statistik SPSS, namun sebelum dilakukan pengujian regresi berganda terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pihak kontraktor dan kementerian Pekerjaan Umum dalam upaya meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja dalam proses pelaksanaan kontruksi.Kata Kunci:Peraturan, Pengawasan, Kesadaran K

    KAJIAN KAPASITAS SERAP BIOPORI DENGAN VARIASI KEDALAMAN DAN PERILAKU RESAPANNYA

    Get PDF
    Akibat dari adanya pembangunan yang kurang memperhatikan keseimbangan lingkungan serta semakin banyaknya penggundulan hutan sehingga menyebabkan aliran infiltrasi menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan daerah run off. Sebagai salah satu usaha untuk mengurangi potensi banjir serta untuk menjaga air tanah agar tetap seimbang maka dibuatlah lubang resapan biopori buatan (LRB). Penelitian yang dilaksanakan di lapangan Garnizun bertujuan untuk menganalisa perilaku resapan pada variasi kedalaman LRB kedalaman 25 cm, 50 cm, dan 75 cm dengan cara mengadakan pengujian properties tanah di laboratorium serta melaksanakan penelitian utama di lapangan untuk mengetahui volume resapan, debit pada masing-masing variasi kedalaman LRB serta mencari luasan penyebaran per- 10 cm pada kedalaman 50 cm. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa semakin lama tinjauan waktunya maka daya resap air semakin kecil karena tanah mengalami proses penjenuhan. Pada kondisi tanah yang relatif homogen maka semakin dalam galian LRB maka semakin banyak daya resapnya, karena pengaruh beda tinggi serta luas tampang resapan semakin besar. Pada kondisi tanah yang relatif homogen maka semakin dalam tinjauan kedalaman LRB maka debit air yang dihasilkan akan semakin besar karena beda tinggi energi yang terjadi pada LRB 25 cm, 50 cm dan 75 cm. Hal ini ditunjukan dengan data debit yang terjadi pada masing-masing variasi kedalaman. Dari kedalaman 10 cm menuju 20 cm, 30 cm, 40 cm, 50 cm, maka tekanan semakin besar, kecepatan resapannya ikut meningkat sehingga luasan penyebarannya semakil luas. Hasil penelitian menunjukan bahwa luasan resapan yang terjadi pada kedalaman 10 cm adalah 427.4 cm2, 20 cm adalah 645.1cm2, 30 cm adalah 1474.1 cm2, 40 cm adalah 2068.6 cm2, 50 cm adalah 2763.5 cm2.Kata Kunci : Biopori, LRB, kedalaman, infiltras

    ANALISIS PERKERASAN JALAN KABUPATEN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA

    Get PDF
    Infrastruktur jalan merupakan salah satu faktor terpenting dalam pengembangan suatu daerah. Ketika infrastruktur rusak, distribusi aliran antar daerah akan terganggu dan menyebabkan biaya operasi menjadi tinggi dan tidak nyaman bagi pengguna jalan. Untuk mengevaluasi kondisi perkerasan jalan, penelitian yang dilakukan diutamakan jalan-jalan kabupaten/kota dan analisis menggunakan metode Bina Marga. Lokasi penelitian dipilih adalah jalan-jalan di daerah Purworejo, Provinsi jawa Tengah. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi suatu masukan bagi para pemegang otoritas dalam pengelolaan jalan Kabupaten / Kotamadya untuk mengkompilasi sebuah daftar prioritas perkerasan jalan, apakah harus dipertahankan atau diperbaiki, sehingga sedini mungkin untuk menghemat anggaran.Kata kunci: Perkerasan Lentur, Bina Marga method, perawatan, infrastukturInfrastruktur jalan merupakan salah satu faktor terpenting dalam pengembangan suatu daerah. Ketika infrastruktur rusak, distribusi aliran antar daerah akan terganggu dan menyebabkan biaya operasi menjadi tinggi dan tidak nyaman bagi pengguna jalan. Untuk mengevaluasi kondisi perkerasan jalan, penelitian yang dilakukan diutamakan jalan-jalan kabupaten/kota dan analisis menggunakan metode Bina Marga. Lokasi penelitian dipilih adalah jalan-jalan di daerah Purworejo, Provinsi jawa Tengah. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi suatu masukan bagi para pemegang otoritas dalam pengelolaan jalan Kabupaten / Kotamadya untuk mengkompilasi sebuah daftar prioritas perkerasan jalan, apakah harus dipertahankan atau diperbaiki, sehingga sedini mungkin untuk menghemat anggaran.Kata kunci: Perkerasan Lentur, Bina Marga method, perawatan, infrastuktu

    STUDI PERBANDINGAN BEKISTING KONVENSIONAL DENGAN PCH (PERTH CONSTRUCTION HIRE)

    Get PDF
    Secara umum pelaksanaan bangunan sipil dimulai dengan tahapan struktur yang merupakan tahapan terpenting karena menjadi penentu agar bangunan dapat bertahan sesuai dengan umur rencana dalam menerima beban baik dari beban sendiri dan atau dari beban luar. Dalam pelaksanaan pekerjaan suatu proyek dibutuhkan suatu metode agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai target waktu, mutu dan biaya. Perencanaan bekisting merupakan bagian penting dalam pelaksanaan struktur beton bertulang, ada beberapa macam metode bekisting. Salah satunya adalah metode bekisting PCH, yang dikembangkan di Australia dan sudah digunakan dibeberapa negara. Dalam penulisan ini mengkaji metode bekisting PCH (Perth Construction Hire) yang digunakan dalam Proyek Gedung Departemen Kesehatan kemudian dibandingkan dengan metode konvensional terutama pada struktur plat dan kolom yang ditinjau dari segi waktu dan biaya.Kata Kunci: Bekisting, beton, metode konvensional & PC

    311

    full texts

    341

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Konstruksia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇