Konstruksia
Not a member yet
    341 research outputs found

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KLAIM PADA PROYEK KONSTRUKSI YANG MENGGUNAKAN FIDIC CONDITIONS OF CONTRACT FOR PLANT AND DESIGN BUILD

    Get PDF
    Dalam proyek konstruksi diperlukan ikatan kerja antara pengguna jasa dan penyedia jasa sebagai dasar hukum yang berbentuk kontrak konstruksi dan salah satu kontrak konstruksi yang dipergunakan di Indonesia yaitu FIDIC yang merupakan persyaratan umum kontrak yang didorong oleh institusi internasional pemberi pinjaman. Salah satu tipe kontrak FIDIC yaitu FIDIC Conditions of Contract for Plant and Design Build dimana penyedia jasa menyiapkan desain dan melaksanakan pembangunan sesuai desain dengan batasan persyaratan/kebutuhan pengguna jasa dan pengguna jasa menempatkan enjinir sebagai wakilnya dalam pengawasan pelaksanaan proyek, tipe kontrak ini digunakan dengan alasan tidak siapnya desain pada saat dilakukan tender dan dengan harapan bahwa risiko di pihak pengguna jasa akan mengecil. Dalam kontrak terkadang terjadi perbedaan baik interpretasi ataupun hal-hal lain sehingga menyebabkan tuntutan atau klaim yang bisa berlanjut ke dalam sengketa/dispute. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya klaim pada proyek yang menggunakan tipe kontrak ini. Telah diidentifikasi sebanyak 71 (tujuh puluh satu) faktor penyebab timbulnya klaim berdasarkan klausula dengan kajian pustaka yang kemudian dirancang dalam bentuk kuesioner yang dibagikan kepada pihak pengguna jasa dan penyedia jasa serta konsultan yang terlibat dalam pelaksanaan proyek dengan tipe kontrak ini. Melalui metode analisis faktor menggunakan piranti lunak SPSS didapatkan 7 (tujuh) faktor utama yang menjadi penyebab timbulnya klaim pada proyek dengan tipe kontrak ini yaitu Faktor kelalaian Pengguna Jasa yang berkaitan dengan pembayaran, Faktor kegagalan Kontraktor memperbaiki cacat mutu, Faktor hal yang mempengaruhi kemajuan pekerjaan, Faktor kegagalan menyelesaikan pekerjaan karena faktor keuangan para pihak, Faktor terkait Enjinir, Faktor administrasi kontrak dan item yang disiapkan Pengguna Jasa dan Faktor pelanggaran prosedur.Kata kunci : FIDIC, kontrak, klaim, analisis fakto

    POLA HUBUNGAN ANTARA KINERJA BIAYA PROYEK DAN DAMPAK PENYIMPANGAN BIAYA PROYEK DENGAN PENDEKATAN INDIKATOR COST OVERRUN PADA PENGELOLAAN SUB KONTRAKTOR

    Get PDF
    Pengendalian kinerja biaya proyek agar tetap berjalan sesuai dengan rencana adalah penting. Penelitian ini membahas mengenai pola hubungan antara kinerja biaya proyek dengan dampak penyimpangan biaya proyek dengan pendekatan indikator cost overrun, terutama pada pengelolaan sub kontraktor, studi dikhususkan pada proyek gedung bertingkat terutama dikota Jakarta, Bogor, Tanggerang dan Bekasi. Berdasar dari bahan hasil penelitian yang sebelumnya, didapat 4 indikator cost overrun pada pengelolaan sub kontraktor, yang masing masing atau kombinasi diantaranya sebagai ukuran dari dampak yang menyebabkan turunnya kinerja proyek, dari indikator tersebut akan dikaji dengan menggunakan perangkat pengolah data SPSS, pada bagian mana penyebab paling significant mempengaruhi penurunan kinerja biaya. Dari dampak yang significant selanjutnya diindentifikasi penyebabnya, untuk kemudian dilakukan corrective action (langkah perbaikan).KATA KUNCI : kinerja biaya proyek, gedung bertingkat, subkontraktor, indicator cost overrun, dampak, penyebab, tindakan koreksi.Pengendalian kinerja biaya proyek agar tetap berjalan sesuai dengan rencana adalah penting. Penelitian ini membahas mengenai pola hubungan antara kinerja biaya proyek dengan dampak penyimpangan biaya proyek dengan pendekatan indikator cost overrun,  terutama pada pengelolaan sub kontraktor, studi dikhususkan pada proyek gedung  bertingkat terutama dikota Jakarta, Bogor, Tanggerang dan Bekasi. Berdasar dari bahan hasil penelitian  yang sebelumnya, didapat 4 indikator cost overrun pada pengelolaan sub kontraktor, yang masing masing atau kombinasi diantaranya sebagai ukuran dari dampak yang menyebabkan turunnya kinerja proyek, dari indikator tersebut akan dikaji dengan menggunakan perangkat pengolah data SPSS, pada bagian mana penyebab paling significant mempengaruhi penurunan kinerja biaya. Dari dampak yang significant selanjutnya diindentifikasi penyebabnya, untuk kemudian dilakukan corrective action (langkah perbaikan).KATA KUNCI: kinerja biaya proyek, gedung bertingkat, subkontraktor, indicator cost overrun,  dampak, penyebab, tindakan koreksi

    ANALISIS PERBEDAAN KUAT TEKAN BETON TAMBAHAN ABU TERBANG DENGAN BETON NORMAL YANG DIRENDAM DALAM ASAM SULFAT UNTUK BETON MUTU RENDAH

    Get PDF
    ABSTRAK: Sulfat merupakan unsur padat yang dapat menyebabkan kerusakan pada struktur beton yangterutama pada bagian langsung yang berhubungan dengan air laut maupun tanah yang bersifat asam.Abu terbang mempunyai sifat pozzolan yang merupakan bahan alami atau buatan yang mengandung senyawasilica atau alumina yang tidak mempunyai sifat seperti semen.Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana pengaruh asam sulfat terhadap kuat tekan beton yangmengandung abu terbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton campuran abu terbang mempunyaiketahanan terhadap pengaruh asam sulfat.Kata kunci : abu terbang, asam sulfatABSTRAK: Sulfat merupakan unsur padat yang dapat menyebabkan kerusakan pada struktur beton yangterutama pada bagian langsung yang berhubungan dengan air laut maupun tanah yang bersifat asam.Abu terbang mempunyai sifat pozzolan yang merupakan bahan alami atau buatan yang mengandung senyawasilica atau alumina yang tidak mempunyai sifat seperti semen.Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana pengaruh asam sulfat terhadap kuat tekan beton yangmengandung abu terbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton campuran abu terbang mempunyaiketahanan terhadap pengaruh asam sulfat.Kata kunci : abu terbang, asam sulfa

    STUDI PENGARUH JARAK TIANG PANCANG PADA KELOMPOK TIANG TERHADAP PERUBAHAN DIMENSI PILE CAP

    Get PDF
    Pile cap adalah suatu elemen struktur yang menyatukan satu atau beberapa pondasi tiang terhadap kolom atau elemen struktur lain di atasnya. Pile cap berfungsi menerima beban dari kolom yang kemudian disebarkan ke tiang pancang. Dalam suatu perencanaan, pile cap memiliki beragam bentuk modelisasi.  Pada suatu pekerjaan pondasi, bentuk pile cap akan berbeda tergantung dari jumlah tiang pancang yang dikelompokkan dalam satu pile cap. Pondasi merupakan bagian bangunan yang menghubungkan bangunan dengan tanah, yang menjamin kestabilan bangunan terhadap berat sendiri, beban berguna dan gaya-gaya luar terhadap gedung seperti tekanan angin dan gempa bumi, menurut Heinz Frick, 2001.Berdasarkan analisis perhitungan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa hubungan antara jarak antar tiang 2D, 2,5D dan 3D dengan tebal pile cap, menunjukkan grafik linear. Persamaan Korelasi antara Tebal Pile Cap dan jarak antar tiang dengan trend Linear Negatif. Berdasarkan analisis, rumusan yang dihasilkan tPC = -23,571(Lt) + 1371,4 untuk 3 pile, sedang untuk 6 pile adalah tPC = -25(Lt) +1375, dimana tPC adalah tebal pile cap, dan Lt adalah Jarak antar tiang. Analisis pengaruh jarak antar tiang pancang terhadap luasan pile cap, disimpulkan bahwa semakin panjang jarak antar tiang, luasan pile cap akan semakin besar. Pada analisis pengaruh jarak antar tiang pancang terhadap tebal pile cap, disimpulkan bahwa semakin panjang jarak antar tiang, tebal pile cap akan semakin kecil.Kata kunci : pile cap, tiang pancang, kelompok tiang, jarak antar tian

    Analisis “Extension of Time” dan Dampaknya pada Kontrak Konstruksi (FIDIC Conditions of Contract MDB Harmonised Edition)

    Get PDF
    Dalam pelaksanaan suatu proyek terdapat dua dampak atas klaim yang diajukan oleh kontraktor, yaitu tambahan harga kontrak dan perpanjangan waktu penyelesaian. Tambahan harga kontrak dan perpanjangan waktu disebabkan oleh adanya suatu kejadian seperti perubahan desain, inefisiensi dan hambatan, perintah perubahan konstrukktif, perintah perubahan lisan oleh pengguna jasa, kepemilikan lahan perubahan hukum dan peraturan,. Sebagai kompensasi atas kejadian di atas, kontraktor mempunyai hak untuk mendapat kompensasi dari pengguna jasa dalam bentuk tambahan harga kontrak dan perpanjangan waktu. Pada kesempatan ini penulis akan mencoba melakukan analisis perpanjangan waktu sebagai salah satu dampak atas klaim konstruksi, apakah kejadian fisik yang menyebabkannya di samping klauaula-klausula terkait dalam persyaratan Umum Kontrak FIDIC dan apakah dampak dari perpanjangan waktu itu sendiri.  Kata kunci: perpanjangan waktu, Persyaratan Umum Kontrak FIDIC, klaim, tambahan harga kontrak

    PERILAKU KOEFISIEN TEKANAN TANAH LEMPUNG PADA FONDASI TIANG BENTUK MERUNCING

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku tekanan tanah horisontal pada fondasi tiang meruncing di tanah lempung. Secara umum perilaku tanah lempung sangat dipengaruhi oleh kadar air dan kepadatanya. Salah satu indikator meningkatnya daya dukung dapat dilihat dari tegangan horisontal yang terjadi. Penelitian dilakukan dengan tiang berukuran kecil berbentuk meruncing dan lurus sebagai pembanding. Ukuran tiang meruncing diameter atas 5 cm dan bawah 4 cm sedang untuk tiang seragam berdiameter luar 4,5 cm masing-masing dengan panjang efektif 20 cm serta ketebalan tiang 0,3 cm. Sebagai batasan tanah uji pengujian dilakukan di dalam mould dengan diameter 30 cm. Untuk mengetahui perilaku distribusi gaya maka dipasang strain gauge pada tiang dan mould dengan 3 posisi. Media tanah digunakan tanah asli, lempung tak organik dengan plastisitas tinggi (CH) yang diambil dari Desa Kedung Sari, Sentolo, Kulonprogo, DIY, yang dijenuhkan pada berat volume kering, d = 10,9 kN/m3 dan kadar air, w = 52%. Pencarian nilai Ko, dilakukan dengan memberikan tegangan vertikal secara bertahap dan mencatat tegangan horisontal yang terjadi pada setiap penambahannya. Hasil pengujian menunjukan dengan bertambahnya tekanan vertikal maka tekanan horisontal akan naik. Pada tiang yang lurus diperoleh tekanan horisontal lebih besar dari tiang meruncing.Kata Kunci: Tahanan Gesek Satuan, Tanah Lempung, Tiang Meruncin

    TEKNOLOGI ”REAL TIME TRAFFIC INFORMATION SYSTEM” UNTUK MENGATASI KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN TOL DALAM KOTA JAKARTA

    Get PDF
    Kemacetan lalu lintas saat ini merupakan problem utama yang terjadi di DKI Jakarta termasuk di ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta. Salah satu upaya untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas adalah melalui aplikasi teknologi Real Time Traffic Information System (RTTIS).Tulisan ini memberikan potensi penerapan teknologi RTTIS di ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta dalam jangka pendek.Tujuan penerapan teknologi RTTIS adalah untuk mengoptimalkan volume lalu lintas pada suatu ruas jalan. Dengan mengetahui asal-tujuan perjalanan, maka pelaku perjelanan dapat memperoleh informasi rute terbaik yang dapat dilaluinya. Teknologi RTTIS memerlukan input berupa volume lalu lintas dan kecepatan kendaraan rata-rata secara real time yang dapat diperoleh dari sistem smart camera. Selanjutnya data diproses dan didiseminasikan kembali kepada pengguna jalan melalui berbagai perangkat, seperti variabel massage sign (VMS), cellular phone, sms, call centre, in-car tv, internet. Pendekatan RTTIS dalam mengatasi kemacetan lalu lintas diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Jasa Margadalam meningkatkan pelayanan transportasi di Jalan Tol Dalam Kota Jakarta dan juga untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas.Disamping itu manfaat yang diperoleh masyarakat adalah meningkatnya waktu tempuhuntuk mencapai tujuan perjalanan  Implementasi RTTIStersebut juga harus dibarengi dengan upaya lain untuk mengatasi kemacetan lalu lintas seperti penerapan sistem angkutan umum massal, peningkatan kapasitas jaringan jalan tol serta kebijakan pendukung lainnya.Kata Kunci: intelligent transport system, pemodelan transportasi, matriks asal-tujuan, metode estimas

    PENGARUH KADAR SILIKA PADA AGREGAT HALUS CAMPURAN BETON TERHADAP PENINGKATAN KUAT TEKAN

    Get PDF
    Beton umumnya tersusun dari tiga bahan penyusun utama yaitu semen, agregat, dan air. Jika diperlukan, bahan tambah (admixture) dapat ditambahkan untuk mengubah sifat-sifat tertentu dari beton yang bersangkutan. Pada umumnya, beton mengandung rongga udara sekitar 1% - 2%, pasta semen (semen dan air) sekitar 25% - 40%, dan agregat (agregat halus dan agregat kasar) sekitar 60% - 75%. Untuk mendapatkan kekuatan yang baik, sifat dan karakteristik dari masing-masing bahan penyusun tersebut perlu dipelajari. Dalam agregat terutama agregat halus memiliki sifat-sifat yang sangat mempengaruhi kuat tekan beton yaitu keras dan kuat, bersih, tahan lama, massa jenis tinggi, butir bulat, distribusi ukuran butir yang cocok. Selain itu, di dalam agregat halus terdapat kandungan senyawa SiO2 yang memberikan kontribusi dalam proses pengerasan maupun peningkatan kuat tekan pada beton. Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk mengetahui korelasi antara besarnya kandungan senyawa SiO2 dalam agregat halus terhadap peningkatan kuat tekan beton adalah dengan dilakukannya suatu penelitian beton dengan menggunakan 3 kategori pasir yang memiliki kandungan senyawa SiO2 yang berbeda. Kategori pasir yang digunakan pada penelitian ini antara lain : pasir mundu (SiO2 > 40%), pasir cileungsi (SiO2 20% - 40%), pasir cianjur (SiO2 < 20%). Selain itu, untuk mendapatkan optimalisasi kuat tekan dari beton, diperlukan juga standarisasi kuat tekan karakteristik yaitu K300 (f’c = 250 kg/cm2). Hasil yang didapatkan pada pengujian kuat tekan beton yang dilakukan dengan menggunakan 3 kategori pasir yang berbeda pada umur 7, 14, 21, 28 hari menunjukkan adanya hubungan antara besarnya kandungan senyawa SiO2 dalam pasir terhadap peningkatan kuat tekan beton. Walaupun demikian, hasil yang didapatkan pada pengujian kuat tekan beton dengan menggunakan campuran pasir yang mengandung senyawa SiO2 tidak begitu significant (pengaruhnya sangat kecil).Kata Kunci: Beton, agregat, Kuat tekan, SiO2

    ANALISIS KELAYAKAN PROYEK INVESTASI DENGAN MENGGUNAKAN INTERNAL RATE OF RETURN (IRR)

    No full text
    ABSTRAK: Sebagian besar negara berkembang pemerintah sendiri sebagian besarinfrastruktur yang diperlukan bagiperkembangan mereka (Bank Dunia, 1994), dan juga seperti di Indonesia, banyak proyek-proyek sia-sia di hariini. Kebanyakan kegagalan dalam proyek investasi infrastruktur disebabkan oleh kesalahan perencanaan awal.Kegagalan utama yang sering dilakukan oleh pemerintah adalah mereka tidak dapat memilih proyek infrastrukturyang dapat memecahkan masalah orang-orang mereka dan sesuai dengan anggaran yang tersedia mereka.Banyak investasi infrastruktur proyek dilaksanakan dengan hanya alasan pragmatis atau tidakmengukur pertimbangan, karena banyak proyek tidak terselesaikan atau tidak sesuai dengan harapan masyarakatyang akhirnya akan merugikan investasi secara keseluruhan. Berbasis proyek analisis ekonomi dan keuangan adalahsalah satu cara untuk mengurangi risiko kegagalan-kegagalan.Tujuan dasar dari analisis berbasis proyek ekonomi dan keuangan adalah untuk membantu merancang dan memilihproyek yang berkontribusi pada kesejahteraannegara dan rakyatnya. Biaya-manfaat dan terkait pendekatan penilaianekonomi diterapkan untuk menentukan keuntungan tertinggi untuk investasi dalam proyek,memfasilitasi perbandingan rasional pilihan yang tersedia dan memastikan bahwa keputusan investasi bertanggungjawab. Analisis ekonomi juga berpotensi berguna dalam mengidentifikasi dan mengklarifikasi isu yang terlibat dalammembuat keputusan-keputusan tertentu. Internal Rate of Return (IRR) menjadi salah satu pilihan dari analisis inikarena hasilnya dapat digunakan sebagai indikator efisiensi investasiKata kunci: proyek investasi, analisis ekonomi dan keuangan, tingkat pengembalian internalABSTRAK: Sebagian besar negara berkembang pemerintah sendiri sebagian besarinfrastruktur yang diperlukan bagiperkembangan mereka (Bank Dunia, 1994), dan juga seperti di Indonesia, banyak proyek-proyek sia-sia di hariini. Kebanyakan kegagalan dalam proyek investasi infrastruktur disebabkan oleh kesalahan perencanaan awal.Kegagalan utama yang sering dilakukan oleh pemerintah adalah mereka tidak dapat memilih proyek infrastrukturyang dapat memecahkan masalah orang-orang mereka dan sesuai dengan anggaran yang tersedia mereka.Banyak investasi infrastruktur proyek dilaksanakan dengan hanya alasan pragmatis atau tidakmengukur pertimbangan, karena banyak proyek tidak terselesaikan atau tidak sesuai dengan harapan masyarakatyang akhirnya akan merugikan investasi secara keseluruhan. Berbasis proyek analisis ekonomi dan keuangan adalahsalah satu cara untuk mengurangi risiko kegagalan-kegagalan.Tujuan dasar dari analisis berbasis proyek ekonomi dan keuangan adalah untuk membantu merancang dan memilihproyek yang berkontribusi pada kesejahteraannegara dan rakyatnya. Biaya-manfaat dan terkait pendekatan penilaianekonomi diterapkan untuk menentukan keuntungan tertinggi untuk investasi dalam proyek,memfasilitasi perbandingan rasional pilihan yang tersedia dan memastikan bahwa keputusan investasi bertanggungjawab. Analisis ekonomi juga berpotensi berguna dalam mengidentifikasi dan mengklarifikasi isu yang terlibat dalammembuat keputusan-keputusan tertentu. Internal Rate of Return (IRR) menjadi salah satu pilihan dari analisis inikarena hasilnya dapat digunakan sebagai indikator efisiensi investasiKata kunci: proyek investasi, analisis ekonomi dan keuangan, tingkat pengembalian interna

    ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN AGREGAT HALUS DARI MATERIAL LETUSAN GUNUNG MERAPI YOGYAKARTA PADA PERMEABILITAS BETON

    Get PDF
    Beton adalah bahan bangunan yang terdiri dari komposisi pasir, kerikil atau batu pecah yang disatukan dengan bahan pengeras berupa pasta cair (semen dan air). Dengan proporsi yang tepat campuran tersebut menjadi bentuk plastis, akibat campuran terjadi panas hidrasi semen dan air, beton menjadi keras seperti batu. Pemanfaatan material Gunung Merapi pasca letusan yang mengakibatkan pendangkalan pada Sungai Krasak, Jogjakarta. Material Halus atau sering disebut agregat halus adalah bagian dari pembentuk beton. Sudah selayaknya bila dalam pemanfaatannya bisa membantu mengurangi dampak pendangkalan sungai yang bisa mengurangi pula dampak banjir disekitar sungai. Permeabilitas adalah rongga pori yang terjadi akibat panas hidrasi dalam beton, sehingga air yang tidak memproses dengan semen, berakibat bleeding ke permukaan beton atau terperangkap dalam beton. Banyaknya rongga udara dalam beton semakin melemahkan kekuatan beton. Permeabilitas banyak dipengaruhi oleh Pasta semen (tekstur kehalusan butir), water per cement ratio, dan derajat hidrasi. Permeabilitas gel adalah 1/1000 dari jumlah pasta. Gel pores tidak mengkontribusi permeabilitas beton, tetapi capillary cavaties sangat berpengaruh. Hasil Analisa Agregat Halus Material letusan Gunung Merapi ini didapatkan: Modulus Halus Butir 3,034, Gradasi Golongan II, berat Jenis SSD 2,71, Kadar Lumpur 0,5 dan absorbsi 2,60. Dari hasil ini dengan kombinasi w/c dan s/c pada mix desain didapatkan: penggunaan Agregat Halus dari Material Letusan Gunung Merapi dapat mengurangi absorbsi pada air yang digunakan sehingga permeabilitas dapat membantu meningkatkan kinerja beton. Makin tinggi faktor air semen dalam adukan, makin tinggi koefisien permeabilitasnya.Kata Kunci: Beton, agregat halus, permeabilitas, absorbsi, material letusan merap

    311

    full texts

    341

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Konstruksia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇