Konstruksia
Not a member yet
    341 research outputs found

    Daya Dukung Tanah (Soil Bearing Capacity) untuk Desain Pondasi Vila Mengalung Di Kuta Lombok

    Full text link
    Perkembangan dunia pariwisata di Pulau Lombok semakin meningkat seiring dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berada di kawasan Mandalika. Peningkatan yang terjadi harus didukung dengan berbagai macam fasilitas infrastruktur seperti hotel maupun vila. Pembangunan hotel maupun vila dibutuhkan perencanaan secara detail sehingga kualitas bangunan bisa terjaga dengan baik. Di Kawasan Kuta Mandalika semakin banyak bangunan hotel maupun vila yang berada diperbukitan sehingga perlu perencanaan secara detail terutama untuk pondasi. Beban bangunan yang diteruskan melalui pondasi harus mampu didukung oleh tanah sehingga perlu dilakukan perhitungan daya dukung tanah. Dari hasil analisis daya dukung tanah diharapkan struktur bangunan vila akan aman karena jenis pondasi dan kedalaman pondasi sudah diketahui. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data sekunder terutama data geologi, data topografi dan data geoteknik. Data-data tersebut dilakukan evaluasi dan kajian untuk menentukan parameter input dalam perhitungan dan analisis daya dukung tanah untuk pondasi dangkal dan pondasi dalam dengan menggunakan metode Meyerhof dan Terzaghi. Dari hasil perhitungan analisa menggunakan metode Meyerhof dan Terzaghi menunjukkan bahwa nilai daya dukung tanah ijin untuk pondasi dalam lebih besar dari pada pondasi dangkal.  Jenis pondasi yang cocok diterapkan pada struktur bangunan vila yaitu pondasi bored pile dengan kedalaman 6 meter yang akan bertumpu pada lapisan batupasir tufaan dengan nilai N-SPT ≥ 50.  Kata kunci:  metode, dayadukung, fondasi, boredpil

    Evolusi Penelitian Angkutan Umum Pedesaan

    Full text link
    Di berbagai negara, evolusi angkutan pedesaan menunjukkan pola yang beragam namun memiliki tujuan serupa yaitu meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas penduduk pedesaan. Penelitian SLR (Systematic Literature Review) dalam konteks evolusi pada penelitian mengenai angkutan umum pedesaan memiliki urgensi dan signifikansi yang tinggi karena alasan fragmentasi pengetahuan yang ada tentang praktik-praktik transportasi pedesaan diberbagai negara perlu diintegrasikan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Sampel pada penelitian ini berupa artikel publikasi yang diperoleh dari database dimensions menggunakan kata kunci “Angkutan Umum Pedesaan (Rural Public Transport)” berdasarkan pada judul dan abstrak. Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi peningkatan minat penelitian dalam bidang angkutan umum pedesaan selama tiga dekade terakhir, dengan percepatan yang signifikan dalam dekade terakhir. Hasil analisis visualisasi overlay kerjasama antar negara menunjukkan terjadi pola evolusi penelitian berupa pergeseran geografis dari Eropa-sentris ke jaringan global dengan peningkatan keterlibatan negara berkembang, dan munculnya hub regional baru. Hasil analisis pengelompokan kata kunci menunjukkan terjadi transformasi metodologis penelitian berupa peningkatan penggunaan big data, adopsi pendekatan multi-disiplin, dan integrasi teknologi digital dalam penelitian. Terjadi evolusi penelitian perubahan fokus dari infrastruktur ke layanan, dari sistem konvensional ke smart mobility, dan penekanan pada keberlanjutan

    Pengaruh Beban Gempa Terhadap Stabilitas Lereng Dengan Perkuatan Dinding Penahan Tanah Tipe Kantilever

    Full text link
    Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap gempa bumi akibat posisinya pada zona pertemuan tiga lempeng tektonik utama. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Tulungagung, Jawa Timur, yang menjadi lokasi proyek pembangunan Jalan Lintas Selatan Lot 1A pada segmen STA 4+550. Pada lokasi ini, terdapat lereng di sisi bawah bahu jalan yang diperkuat menggunakan dinding penahan tanah tipe kantilever. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban gempa terhadap stabilitas lereng yang diperkuat dengan dinding penahan tanah tipe kantilever tersebut. Analisis stabilitas lereng eksisting dilakukan secara manual, kemudian untuk dengan beban gempa dilakukan menggunakan program bantu GeoStudio. Parameter tanah yang digunakan diperoleh dari hasil uji borelog yang kemudian dikorelasikan berdasarkan standar korelasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan buku oleh Das. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi tanpa beban gempa, lereng eksisting memiliki faktor keamanan yang memenuhi persyaratan SNI 8460:2017, yaitu potensi penggulingan, penggeseran, dan keruntuhan daya dukung masing-masing mendapatkan nilai sebesar 4,93; 6,04; dan 9,72. Namun, setelah mempertimbangkan beban gempa dengan nilai percepatan tanah maksimum (PGA) sebesar 0,4643g dan percepatan gempa terkoreksi (PGAM) sebesar 0,557g, faktor keamanan global lereng menurun menjadi 0,891, yang mengindikasikan nilai angka keamanan bawah batas minimum yang dipersyaratkan sebesar 1,1. Hal ini menunjukkan bahwa lereng tidak aman terhadap beban gempa dan diperlukan evaluasi terhadap desain dinding penahan tanah tipe kantilever untuk memastikan stabilitas lereng sesuai standar keamanan yang berlaku.  Dilakukan penambahan geotekstil pada area timbunan menghasilkan peningkatan nilai faktor keamanan terhadap beban gempa, dari 0,897 menjadi 1,186. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa lereng tersebut telah memenuhi persyaratan keamanan terhadap beban gempa sebagaimana ditetapkan dalam standar, yaitu dengan nilai minimum sebesar 1,1

    Koding QB64 dan Python Sebagai Bahasa Komunikasi Teknik Sipil Dalam Memahamkan Alur Pikir

    Full text link
    Dalam era digital, keterampilan pemrograman menjadi elemen penting dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk Teknik Sipil dan Ilmu Komunikasi. Penelitian ini membandingkan dua bahasa pemrograman, QB64 dan Python, dalam konteks visualisasi gaya geser dan momen lentur pada balok, guna mengidentifikasi efektivitas keduanya dalam menyampaikan informasi teknis secara visual dan komunikatif. QB64, sebagai bahasa berbasis BASIC, menawarkan sintaks sederhana dan mudah dipahami, sehingga cocok untuk pemula dan pembelajaran konsep dasar. Namun, keterbatasan dalam visualisasi grafis dan skalabilitas program membatasi penerapannya dalam konteks profesional. Sebaliknya, Python menyediakan fleksibilitas tinggi, didukung oleh pustaka ilmiah seperti NumPy dan Matplotlib, yang memungkinkan visualisasi data teknik yang presisi dan komunikatif. Dari sudut pandang komunikasi, Python mampu menerjemahkan data numerik menjadi bentuk visual yang lebih mudah dipahami oleh audiens lintas disiplin, meningkatkan efektivitas penyampaian pesan dalam ranah akademik dan praktis. Melalui pendekatan ini, diperoleh pemahaman bahwa pemilihan bahasa pemrograman bukan hanya soal teknis, tetapi juga berkaitan erat dengan strategi komunikasi visual. Python dinilai lebih unggul dalam menyampaikan informasi kompleks dengan cara yang sistematis, modular, dan interaktif. Oleh karena itu, integrasi antara kompetensi teknis dan kemampuan komunikasi digital menjadi kunci dalam pengembangan program edukatif dan profesional di bidang teknik. Penelitian ini merekomendasikan Python sebagai media utama untuk visualisasi teknik yang informatif dan komunikatif

    Pengaruh Penguncian Modular Blok Pada Perkuatan MSE Wall

    Full text link
    Banyak struktur tegak menggunakan MSE (Mechanically Stabilized Earth) wall dengan permukaan modular blok beton yang diperkuat menggunakan geogrid. Telah dilakukan studi sebelumnya mengenai analisis kestabilan MSE wall, yang dimana dalam prakteknya menggunakan kuat tarik pada analisisnya. Untuk itu perlu dilakukan penelitian terkait dengan pengaruh penguncian modular blok beton terhadap gaya tarik pada perkuatan Dinding MSE. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kekuatan tarik yang terjadi akibat pengaruh penguncian modular blok beton. Manfaat dari penelitian ini yaitu memberi pengetahuan pada praktisi dalam menganalisis dinding MSE. Penelitian dilakukan dengan studi pustaka pada pengujian kuat tarik (pull out) skala laboratorium modular blok dengan dua kondisi yaitu dengan konektor dan tanpa pin konektor, setelah itu hasil dari kekuatan konektor dimasukkan ke dalam analisis perhitungan MSE Wall. Dari hasil analisis perhitungan MSE Wall didapatkan bahwa modular blok dengan menggunakan pin konektor dapat meningkatkan angka keamanan dari stabilitas eksternal struktur MSE Wall

    Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau Pada Tahap Pelaksanaan Konstruksi Sesuai PERMEN PUPR NO. 21/2021

    Full text link
    Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, mengakibatkan  perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan ini tentunya akan berdampak pada lingkungan, sehingga perlu diterapkan konsep Bangunan Gedung Hijau untuk menjaga keselamatan lingkungan. Konsep Bangunan Gedung Hijau yang belum banyak dikenal di Indonesia akan mempersulit implementasinya. Penelitian ini meninjau proyek Asrama Mahasiswa Nusantara kota Surabaya yang merupakan salah satu proyek yang menerapkan konsep Bangunan Gedung Hijau  sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No. 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau . Berdasarkan peraturan tersebut terdapat aspek penilaian kinerja berupa parameter untuk mendapatkan poin. Persentase poin yang didapatkan menentukan Asrama Mahasiswa Nusantara mendapatkan sertifikat Bangunan Gedung Hijau Pratama, Madya, atau Utama. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dimana metode pengumpulan data berupa metode studi dokumen, observasi, dan literatur. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh persentase sebesar 85% sehingga mendapatkan sertifikat BGH Utama. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Asrama Mahasiswa Nusantara mendapatkan sertifikat BGH Utama

    Pengaruh Kompensasi, Disiplin Kerja Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pekerja Pelaksana Proyek Konstruksi

    Full text link
    Sumber daya manusia jasa konstruksi masih mengahadapi masalah pada proses sertifikasi atau standar (SKKNI) yang masih kurang obyektif, sehingga menyebabkan tenaga ahli dan tenaga terampil bidang konstruksi masih jauh dan kurang. DaIam proses pembangunan suatu proyek konstruksi diperIukan penilaian, penegasan dan pengetahuan serta keterampiIan supaya tidak terjadi penurunan peningkatan kuaIitas kerja pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh hal tersebut dalam membentuk karekteristik kepribadian pekerja untuk peningkatanan kinerja perusahaan. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini terbagi menjadi 2 yaitu  3 variabel bebas ; kompensasi (X1), disipIin kerja (X2), dan kompetensi (X3), dan 1 variabel terikat ; Kinerja pekerja (Y), yang tertuang menjadi 22 pertanyaan  dalam kuesioner yang telah diisi oleh 64 orang responden dari 110  populasi yang ada. Dengan mayoritas karakterisktik responden terdiri dari jenis kelamin laki-laki, pendidikan terakhir paIing bayak adaIah IuIusan SMU/SMK, pendapatan dengan gaji sekitar Rp.2.000.000 - Rp.3.000.000  dan pekerja lapangan, Persepsi dari responden kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda dan olahan program SPSS 22. Hasil peneIitian menunjukkan bahwa variabel  kompetensi (X3) memiIiki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pekerja, dimana setiap peningkatan sebesar 1 maka akan meningkatkan kinerja pekerja 0.319, kemudian  variabel yang paling berpengaruh selanjutnya adalah  kompensasi (X1) dimana setiap peningkatan sebesar 1 maka akan meningkatkan  kinerja pekerja sebesar 0.131. Sedangkan variabel disipIin kerja (X2) menujukkan niIai -0.142 yang artinya tidak ada pengaruh yang segnifikan terhadap kinerja pekerja. 

    Pemanfaatan HFRP (Henequen Fiber Reinforced Polymer) Sebagai Perkuatan pada Balok Kayu Sengon

    Full text link
    Penelitian ini berfokus pada sejauh mana kekuatan mekanis material HFRP (Henequen Fiber Reinforced Polymer) yang akan dijadikan sebagai material perkuatan pada sandwich panel balok kayu sengon (kayu mutu rendah) dengan pembanding kayu jati (kayu kualitas baik). HFRP merupakan material komposit yang disusun menggunakan proporsi campuran 60% fraksi volume matriks polymer dengan 40% fraksi volume serat tanaman henequen. Matriks polymer yang digunakan berupa resin polyester yang umum digunakan dalam manufaktur perkapalan maupun aerospace modelling, sedangkan serat alam yang digunakan berasal dari serat daun tanaman henequen yang banyak dibudidayakan di lahan kritis yang terdapat di area perbukitan. Tahap selajutnya komposit HFRP dibentuk menjadi plat strip dengan ketebalan 3,5 mm yang kemudian akan diaplikasikan sebagai skin pada balok sandwich panel dengan bahan core kayu sengon. Pembuatan dan pengujian benda uji sandwich panel mengacu pada standar ASTM C 393-94 dengan dimensi berupa balok berukuran 25 x 50 x 550 mm. Pengujian kuat lentur menggunakan metode four point bending menggunakan mesin flexure testing machine. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat lentur rata-rata pada balok sandwich panel HFRP kayu sengon sebesar 168 MPa, lebih tinggi 24 % dibandingkan kuat lentur balok kayu jati utuh yang hanya mencapai nilai rata-rata kuat lentur 127 MPa. Sedangkan besarnya lendutan rata-rata yang terjadi pada sandwich panel HFRP sebesar 20 mm. Berdasarkan hasil pengujian mekanis tersebut dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan HFRP sebagai bahan perkuatan mampu meningkatkan kapasitas tegangan lentur pada kayu sengon (kayu kualitas rendah) hingga melampaui kayu jati (kayu kualitas baik)

    Formulasi Kuat Tekan Perkerasan Landasan Pacu Dari Sampel Acak Terstruktur Transmisi Permukaan Ultrasonik

    Full text link
    Landasan pacu (Runway) merupakan salah satu penentu keamanan dan keselamatan operasional bandara, kerusakan perkerasan runway dapat membahayakan operasi penerbangan. Untuk mengetahui daya dukung perkerasan beton bertulang, maka kuat tekan beton menjadi hal penting untuk diperiksa. Uji tekan pada sampel beton inti merupakan cara yang paling akurat untuk menentukan kuat tekan beton, namun waktu yang tersedia untuk pemeriksaan pada runway sangat terbatas, sehingga pengujian tidak merusak (Non destructive test, NDT) dengan uji cepat rambat gelombang ultrasonik (ultrasonic pulse velocity test, UPVT) dan uji palu pantul (Rebound Hammer test, RHT) menjadi alternatif pilihan. Pada landasan pacu pengujian ultrasonik yang memungkinkan adalah dengan metode transmisi langsung (indirect transmission method, ITM) atau metode transmisi permukaan (surface transmission method), yang dalam banyak penelitian menunjukkan nilai akurasi yang lebih rendah dibandingkan dengan direct transmission method (DTM). Penelitian dilakukan dengan sampel acak terstruktur 1245 data RHT di sepanjang runway 3645 m, 45 pengukuran DTM dan 15 uji sampel beton inti. Hasil pengujian menunjukkan ada hubungan kuat antara hasil RHT dengan ITM, ditemukan korelasi rendah antara ITM dengan kuat tekan beton, , dan tidak ada hubungan antara ITM dan .  Namun secara bersama-sama ITM dan RHT menunjukkan korelasi yang kuat dengan fc’, dimana dengan faktor determinasi

    Simulasi Deformasi Timbunan Jembatan Underpass Jalan Bil-Mandalika Km.41 Dengan Plaxis

    Full text link
    Penetapan kawasan Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) memerlukan berbagai infrastruktur sebagai salah satu sarana dan prasarana untuk menunjang perkembangan KEK. Bentuk infrastruktur yang dibangun berupa jalan bypass yang menghubungkan antara BIL-Mandalika. Pembangunan jalan BIL-Mandalika berada pada lapisan tanah lempung ekspansif sehingga rawan terjadi penurunan. Jalan bypass BIL-Mandalika dilengkapi dengan pembangunan jembatan underpass dijalan perlintasan dan sungai. Adanya  timbunan jembatan underpass menimbulkan permasalahan karena terjadi amblesan dan penurunan pada jembatan tersebut. Untuk melihat seberapa besar penurunan pada jembatan, maka dilakukan analisis dengan simulasi numeris menggunakan software plaxis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui deformasi yang terjadi pada timbunan jembatan underpass KM. 41 BIL-Mandalika dengan simulasi Plaxis. Metode yang digunakan yaitu melakukan kajian data laboratorium sebagai parameter input dalam simulasi. Simulasi Plaxis di idealisasi 2D pada kondisi plane strain menggunakan model Mohr-Coulomb untuk timbunan dan tanah dasar, sedangkan sheetpile di dekati dengan model linear elastic. Simulasi numeris dengan Plaxis dilakukan dalam kondisi timbunan jembatan underpass eksisting dan penambahan beban kendaraan. Hasil simulasi Plaxis menunjukkan telah terjadi penurunan pada timbunan jembatan underpass karena berada pada lapisan tanah lempung ekspansif. Penurunan timbunan jembatan underpass semakin meningkat setelah pemberian beban kendaraan 25 ton, peningkatan penurunan yang terjadi sebesar 38% dari kondisi timbunan jembatan eksisting

    311

    full texts

    341

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Konstruksia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇