Konstruksia
Not a member yet
    341 research outputs found

    Studi Kehilangan Air Pada Sistem Distribusi PDAM Tirta Khatulistiwa Dengan Metode Water Balance

    Full text link
    Kehilangan air atau non revenue water (NRW) merupakan permasalahan yang sering terjadi di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum termasuk di Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa khususnya pada unit pelayanan IPA Parit Mayor,  hal ini menyebabkan kerugian bagi Perumda Air Minum maupun pelanggan karena air yang hilang tidak memiliki nilai guna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola perubahan kehilangan air pada jaringan distribusi yang terjadi dari tahun 2019 hingga 2023 dan mengidentifikasi penyebab kehilangan air pada tahun tersebut, serta rencana tindaklanjut untuk menurunkan angka kehilangan air. Penelitian ini menggunakan metode water balance dengan bantuan software WB-EasyCalc dalam menganalisis besarnya kehilangan air yang terjadi. Hasil penelitian kehilangan air tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 47,06% sedangkan kehilangan air terendah terjadi pada tahun 2023 sebesar 42,48%. Kehilangan air disebabkan oleh kehilangan air fisik yang diakibatkan oleh kebocoran pada pipa induk distribusi di dua titik wilayah pelayanan IPA Parit Mayor dengan diameter 500 mm serta kebocoran pada pipa jaringan lainnya dan kehilangan air non fisik yang disebabkan oleh terdapat meter air buram dan macet serta petugas mengalami kesulitan pencatatan meter yang disebabkan oleh meter air digembok dan terbenam sehingga tidak dapat melakukan pencatatan, hal ini yang menyebabkan tingginya angka kehilangan air di IPA Parit Mayor. Rencana tindaklanjut penurunan kehilangan air dapat dilakukan dengan melakukan audit pada jaringan distribusi paling tidak dua tahun sekali, mengganti aksesoris pipa yang sesuai peruntukkannya, melakukan kalibrasi dan penggantian meter air serta melakukan verifikasi data pembacaan meter air pelanggan sehingga didapat hasil distribusi yang maksimal

    Evaluasi Kinerja Stasiun Kereta Api Cianjur Ditinjau Dari Tingkat Kepuasan Penumpang Terhadap Pelayanan

    Full text link
    Masyarakat kota Cianjur telah menjadikan kereta api sebagai moda transportasi pilihan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Cianjur tentang jumlah penumpang angkutan kereta api di stasiun Cianjur tahun 2020 mencapai 67903 dengan rata rata penumpang dalam 1 bulan mencapai 5659. Seiring dengan peningkatan jumlah penumpang, maka kualitas pelayanan stasiun  kereta api harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan dan fasilitas yang dianggap penting dalam menentukan kepuasan para penumpang dan pengguna fasilitas di Stasiun Cianjur sesuai Peraturan Menteri Perhubungan 63 tahun 2019 dan mendapatkan arahan untuk mengadakan perbaikan berdasarkan metode IPA (Importance Performance Analysis) pada Stasiun Cianjur. Hasil analisis kinerja pelayanan tentang PM No 63 tahun 2019 mencakup: Tombol alarm kondisi darurat; Sistem pemadam kebakaran untuk bangunan fasilitas umum (smoke detector, springkler, hydrant, fire alarm); Fasilitas kesehatan yang sesuai dengan SPM (misalnya, kursi roda dan tabung oksigen ditambahkan; dan lampu penerangan). Dengan meningkatkan intensitas cahaya didalam atau luar stasiun untuk meningkatkan kenyamanan penumpang dan mengurangi aktivitas kriminal, Hanya ada dua toilet bagi penumpang laki-laki dan perempuan, mushola hanya satu, dan ukurannya tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Ada fasilitas untuk penumpang yang memiliki kebutuhan khusus, dan informasi angkutan lanjutan disediakan untuk memudahkan penumpang menemukan angkutan selanjutnya

    Cover dan Daftar Isi

    No full text

    Persepsi Pengguna Jalan Tol Terhadap Penyesuaian Tarif Tol Secara Berkala Untuk Mendorong Investasi Jalan Tol

    Full text link
    Besaran tarif tol ideal adalah tarif yang memperhatikan kelayakan investasi yakni pengembalian investasi dan keuntungan yang wajar bagi investor dan juga memperhatikan kemampuan - kemauan membayar pengguna jalan tol. Tarif tol yang terlalu rendah akan berpengaruh terhadap investasi yang usaha jalan tol, jika tarif tol terlalu tinggi akan membebani pengguna jalan tol. Agar terjaga tarif tol yang ideal, secara berkala diadakan penyesuaian terhadap besaran tarif tol. Berdasarkan Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang No. 2 Tahun 2022 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang No. 38 Tahun 2004 Tentang Jalan, menyebutkan bahwa evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap 2 tahun berdasarkan pengaruh laju inflasi; dan evaluasi terhadap pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Jalan Tol. Untuk mengukur persepsi pengguna jalan tol terhadap penyesuaian tarif tol, perlu dilakukan Kajian Persepsi Pengguna Jalan Tol Terhadap Penyesuaian tarif Tol secara berkala dengan tujuan untuk mengetahui tanggapan pengguna jalan tol terhadap kebijakan penyesuaian tarif tol secara berkala yang dikaitkan dengan SPM Jalan Tol. Kualitas data hasil survei dianalisis reabilitas dan validitasnya secara statistik terlebih dulu untuk selanjutnya dilakukan analisis data tersebut untuk memperoleh Indeks Persepsi Pengguna Jalan Tol (IPPJT) dan dikonversi menjadi predikat mutu pelayanan. Hasil uji reabilitas alat ukur (kuesioner) yang digunakan dalam survei ini adalah reliabel dan hasil uji validitas kuesioner dinyatakan valid; dan dari analisis data didapatkan hasil secara umum bahwa mutu pelayanan berada di-Predikat Mutu Pelayanan C, hal ini dapat menggambarkan bahwa tanggapan pengguna jalan tol terhadap kebijakan penyesuaian tarif tol secara berkala dapat disimpulkan kurang baik, hal ini berdasarkan persepsi pengguna jalan tol merasa belum menerima semua yang dijanjikan operator untuk mendapatkan pemenuhan pelayanan sesuai SPM - sebagai imbalan atas kontribusinya dalam membayar tambahan biaya akibat kenaikan tarif tol tersebut

    Kinerja Simpang Empat Tak Bersinyal Menggunakan Metode PKJI 2023 dan Software VISSIM

    Full text link
    Persimpangan di Kota Gorontalo, terutama di Jalan HOS. Cokroaminoto, Jalan Gelatik, dan Jalan Jamaludin Malik, seringkali macet pada jam-jam sibuk disebabkan tidak adanya APILL dan banyaknya kendaraan yang parkir di badan jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja simpang menggunakan PKJI (Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia) 2023 dan software VISSIM, serta mencari solusi untuk 5 tahun ke depan. Pengamatan selama tiga hari dari pukul 06.00-21.00 WITA melibatkan data primer dari survei lapangan dan data sekunder dari instansi terkait. Hasil analisis menunjukkan derajat kejenuhan (DJ) simpang 0,29 dengan tundaan rata-rata 9,33 det/skr, masuk kategori tingkat pelayanan B (baik) menurut PKJI 2023. Hasil simulasi VISSIM menunjukkan konsumsi bahan bakar rata-rata pada jam puncak pagi disetiap ruas jalan. Kalibrasi dan validasi model simulasi menunjukkan hasil yang dapat diterima. Berdasarkan hasil analisis, menunjukkan simpang masih layak digunakan tanpa perbaikan. Namun, jika diperlukan, perbaikan dapat dilakukan dengan alternatif-I untuk mengoptimalkan kinerjanya

    Hubungan Kebisingan Terhadap Lalu Lintas di Jalan Prof. Dr. Jhon Aryo Katili

    No full text
    Jalan Prof. Dr. Jhon Aryo Katili merupakan jalan provinsi yang menghubungkan kabupaten Gorontalo dan kota Gorontalo dengan panjang jalan 2.700 meter dan lebar 14 meter. Jalan ini termasuk dalam salah satu ruas jalan dengan volume lalu lintas yang cukup tinggi, ditambah dengan adanya pekerjaan rekonstruksi jalan sehingga dapat mengakibatkan tingginya nilai kebisingan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui pekerjaan rekonstruksi yang berpotensi besar dapat menyebabkan kebisingan, menganalisis tingkat kebisingan menggunakan alat sound level meter, serta menentukan hubungan antara kebisingan dan volume lalu lintas dengan menggunakan metode analisis regresi. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data volume lalu lintas dan data kebisingan yang diperoleh langsung di lapangan. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan persamaan leq dengan bantuan microsoft excel dan dibuatkan model matematis menggunakan metode analisis regresi sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pekerjaan yang memiliki konstribusi besar menyebabkan kebisingan adalah pekerjaan pengaspalan jalan, pemadatan dan penghamparan agregat serta pekerjaan galian drainase. Kebisingan maksimum (leq 10 menit) dari 3 titik berada di hari Selasa titik 2 yaitu pada pukul 20.45-20.55 sebesar 88,4 dB(A) dan nilai leqsiang (LS) maksimum berada pada hari Selasa titik 2 sebesar 72,4 dB(A). volume lalu lintas maksimum berada pada hari Selasa titik 2 pukul 07.00-08.00 yaitu 2.648 kend/jam. Model matematis hubungan anatara kebisingan terhadap volume lalu lintas hanya berada pada titik 1 hari Selasa dengan nilai signifikansi sebesar 0,045 dan memiliki persamaan Y= 63,357 + 0,005X dimana variabel X adalah volume lalu lintas dan variabel Y adalah kebisingan

    Prediksi Dampak Endapan Sedimen Hasil Erupsi 2023 terhadap Karakteristik Banjir Lahar di Kali Krasak Menggunakan SIMILAR

    No full text
    Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api di Indonesia yang masih aktif. Pada tahun 2023 Gunung Merapi mengalami erupsi, daerah yang terdampak diantaranya DAS Krasak. Erupsi gunung api merupakan fenomena alam yang dapat menimbulkan bahaya. Salah satu akibat dari erupsi gunung api adalah banjir lahar. Banjir lahar dapat menyebabkan kerusakan dan timbulnya korban jiwa. Salah satu upaya untuk mengurangi angka korban jiwa dan kerugian material yaitu dengan prediksi. Penelitian ini mengunakan aplikasi SIMLAR V2.1 yang didasarkan pada teori Ashida, Takashi dan Mizuyama  menggunakan hidrograf sintetis Nakayasu. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil simulasi tanpa bangunan sabo dan simulai dengan bangunan sabo. Dari hasil pengujian didapatkan kecepatan, luasan banjir, volume, dan nilai agradasi dan degradasi. Nilai luas sebaran pada simulasi tanpa bangunan sabo didapatkan pada curah hujan 58,1 mm sebesar 2,16 km2, curah hujan 87,15 mm sebesar 3,10 km2, dan curah hujan 116,2 mm sebesar 3,85 km2, sedangkan nilai luas sebaran pada simulasi dengan bangunan sabo pada curah hujan 58,1 mm sebesar 1,78 km2, curah hujan 87,15 mm sebesar 2,40 km2, dan curah hujan 116,2 mm sebesar 2,93 km2. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa curah hujan sangat berpengaruh terhadap dampak banjir lahar semakin tinggi curah hujan maka semakin besar luas wilayah yang terdampak banjir lahar. Berdasarkan simulasi tersebut bangunan sabo efektif untuk mengurangi luasan banjir lahar

    Perbandingan Metode Percepatan Pekerjaan Terhadap Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung.

    Full text link
    Pada pelaksanaan proyek kontruksi seringkali terjadi keterlambatan penyelesaian kegiatan proyek dari waktu yang telah ditetapkan, maka untuk itu diperlukan penerapan manajemen proyek pada sebuah proyek konstruksi agar proyek dapat selesai tepat waktu bahkan lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan waktu dan mengendalikan biaya proyek konstruksi. Dalam penelitian ini menggunakan software Primavera p6 dengan memasukkan RAB (Rencana Anggaran Biaya), durasi pekerjaan dan AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan). Metode yang digunakan yaitu TCTO (Time Cost Trade Off) dengan penambahan jam kerja 3 dan 5 jam serta penambahan sumber daya (tenaga kerja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Primavera p6 berhasil meningkatkan efisiensi waktu penyelesaian proyek sebesar 34,65% dan mengurangi biaya tidak terduga sebesar 1,40%. Dimana penyelesaian proyek konstruksi yang berdurasi 228 hari, setelah dilakukan percepatan dengan penambahan 3 jam dan 5 jam kerja menjadi 168 hari, dan dengan percepatan penambahan tenaga kerja menjadi 149. Dengan biaya proyek awal sebesar Rp. 7.201.201.201,21 dengan alternatif percepatan 3 jam kerja menjadi Rp. 7.170.712.385,64 , dengan alternatif penambahan 5 jam kerja menjadi Rp. 7.263.851.179,14 dan dengan alternatif penambahan tenaga kerja menjadi Rp. 7.100.525.428,99

    Pengaruh Ukuran Agregat Kasar dan Rasio Semen Terhadap Pasir Pada Kuat Tekan Pre-Placed Aggregate Concrete

    Full text link
    Pre-placed aggregate concrete (PAC) merupakan beton yang diproduksi dengan cara menempatkan agregat kasar dalam cetakan terlebih dahulu kemudian bahan grouting atau mortar diinjeksikan ke dalam rongga-rongga di antara agregat kasar tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi volume rongga adalah ukuran agregat kasar yang digunakan. Pada penelitian ini telah dikaji pengaruh ukuran agregat kasar dan rasio semen terhadap pasir pada kuat tekan PAC. Penelitian ini menggunakan agregat kasar ukuran 38 mm, 30 mm, dan 20 mm dan sebagai bahan grouting adalah mortar dengan variasi perbandingan semen terhadap pasir (S/P) 2, 1.33, 1, 0.8, 0.67. Benda uji kubus ukuran 5 x 5 x 5 cm sebanyak 15 buah  untuk mengetahui kuat tekan mortar dan benda uji PAC berbentuk kubus ukuran 15 x 15 x 15 cm sebanyak 45 buah dibuat untuk mengetahui kuat tekan PAC. Metode grouting yang digunakan dalam pembuatan benda uji yaitu manual pumping.  Hasil pengujian PAC menunjukkan bahwa nilai kuat tekan tertinggi pada agregat kasar ukuran 38 mm dengan S/P = 2 sebesar 56.32 MPa, sedangkan, kuat tekan terendah pada pada agregat kasar ukuran 20 mm dengan S/P = 0.67 sebesar 34.68 MPa. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan agregat kasar dengan ukuran yang lebih besar dan dengan semen lebih banyak dapat meningkatkan kuat tekan PAC.

    Basic Desain Struktur Atas Gedung Pemerintahan di Kalimantan

    Full text link
    Tersusunnya dokumen perencanaan Lingkungan dan Land Development kawasan yang dapat ditindak lanjuti dengan pekerjaan fisik melalui konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun (Design and Build) guna menyiapkan Kawasan Siap Bangun dan Lingkungan Siap Bangun. Tujuan Basic Desain pada  Gedung Pemerintahan di Kalimantan ini yaitu :  Menentukan sistem struktur gedung, preliminary  dimensi elemen struktur, beban rencana vertikal dan beban rencana gempa yang sesuai dengan SNI yang berlaku serta metoda analisa penulangan. Setelah informasi dari data arsitektur dan data lokasi pembangunan diketahui, maka diperoleh Parameter Respons Spektra yang merupakan besarnya gaya gempa pada struktur bangunan : SDS = 0.10g, SD1 = 0.08g, T0 = 0.16 det dan Ts = 0.80 det. Setelah bangunan ini diberikan beban vertikal dan beban gempa, maka bangunan ini memiliki Kategori Desain Seismik (KDS) = C. Jadi analisa terhadap gedung ini adalah Sistem Struktur Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Menurut  Tabel  12  SNI Gempa 1726-2019  diperoleh R = 5, Ω0 = 3 dan Cd = 4.5. Peninjauan terhadap simpangan antarlantai terbesar : Δx = 21.213 mm, Δy = 15.909 mm, keduanya memenuhi syarat serta peninjauan terhadap P-Delta terbesar : θx = 0.0638 rad, θy = 0.0422 rad, keduanya juga memenuhi syarat

    311

    full texts

    341

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Konstruksia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇