Konstruksia
Not a member yet
    341 research outputs found

    CUTTER SUCTION DREDGER DAN JENIS MATERIAL (PADA PEKERJAAN CAPITAL DREDGING PEMBANGUNGAN PELABUHAN TELUK LAMONGAN)

    Get PDF
    Secara teknis, pengerukan itu adalah merelokasi sedimen bawah air untuk pembangunnan dan pemeliharaan saluran air, tanggul dan prasarana transportasi laut, serta untuk perbaikan tanah atau reklamasi. Jadi pada gilirannya nanti, pengerukan itu juga menopang pembangunan dan pengembangan sosial, ekonomi dan restorasi lingkungan. Pekerjaan pengerukan itu sendiri untuk pembangunan yang berkelanjutan, seperti proyek-proyek infrastruktur yang menggunakan pendekatan holistik, artinya pekerjaan tersebut tidak dapat dipisahkan dengan pekerjaan lainnya dan merupakan satu-kesatuan yang utuh serta saling keterkaitan. Dengan pemanfaatan yang semakin berkembang, maka tentunya perkembangan peralatan keruk juga akan menyesuaikan dan mengikuti perkembangan itu dengan maksud untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomisnya. Maka dibangunlah peralatan keruk yang  sangat spesifik dan berbeda dengan peralatan darat yang menggunakan alat berat. Dan peralatan ini dapat disebut kapal keruk (Dredger), yang memiliki ukuran yang bervariasi dan beragam jenis. Kapal Keruk jenis CSD dapat mengeruk berbagai jenis material tanah (kecuali tanah SPT>60), sesuai dengan kemampuan pompa keruk dan Cutter Head-nya;Kata Kunci : pengerukan, produktivitas, kapal keru

    PERBANDINGAN PELAKSANAAN DINDING PRECAST DENGAN DINDING KONVENSIONALDITINJAU DARI SEGI WAKTU & BIAYA (STUDI KASUS GEDUNG APARTEMEN DI JAKARTA SELATAN)

    Get PDF
    Dinding merupakan salah satu elemen bangunan yangberfungsi memisahkan / membentuk ruang. Pada bangunan rumah tinggal maupun bangunan gedung sampai sekarang masih banyak yang menggunakan dinding bata / bata ringan (metode konvensional).  Seiring kemajuan teknologi, maka banyak pilihan metode pekerjaan dinding yang diciptakan, salah satunya adalah dinding pracetak (panel precast).  Pada proyek pembangunan gedung apartemen di Jakarta Selatan, dinding perimeter luarnya menggunakan panel precast. Penelitian yang dilakukan untuk menganalisa apakah metode precast lebih efisien dari segi waktu dan biaya dibandingkan dengan metode konvensional. Hasil perhitungan menunjukkan variasi tingkat efisiensi dari metode pekerjaan dinding precast dan konvensionalKata Kunci :precast, konvensional , waktu , biay

    ANALISIS KESTABILAN PONDASI PADA MENARA TELEKOMUNIKASI

    Get PDF
    Dunia telekomunikasi di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Berkaitan dengan hal tersebut, banyak didirikan menara yang menunjang telekomunikasi. Pembangunan dan penggunaan menara telekomunikasi sebagai salah satu infrastruktur pendukung dalam penyelenggaraan telekomunikasi harus memperhatikan efisiensi, keamanan lingkungan, dan estetika lingkungan. Keamanan lingkungan dapat tercapai dengan memperhatikan kestabilan menara. Salah satu faktor harus yang diperhatikan pada kestabilan menara adalah kestabilan pondasi. Pondasi merupakan struktur yang berfungsi untuk meneruskan beban yang bekerja pada menara ke lapisan tanah yang berada di bawahnya. Secara umum, pondasi dapat dibagi menjadi pondasi dangkal dan pondasi dalam. Letak lapisan tanah keras dan jenis tanah akan berpengaruh terhadap pemilihan jenis pondasi, perhitungan daya dukung pondasi, serta penurunan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pondasi rakit (pondasi dangkal) dan pondasi tiang pancang (pondasi dalam) dengan menganalisis kapasitas dukung pondasi, penurunan, stabilitas geser, dan stabilitas guling. Gaya dan momen yang timbul akibat beban yang bekerja dihitung dengan program Ms. Tower. Pondasi rakit dan kelompok tiang mempunyai dimensi panjang dan lebar yang sama. Hasil analisis kapasitas dukung terbesar pada penelitian ini diperoleh oleh pondasi rakit. Sedangkan analisis stabilitas guling, stabilitas geser, penurunan, dan tahanan terhadap gaya angkat (uplift) diperoleh oleh pondasi tiang pancang. Kata kunci: menara, pondasi rakit, pondasi tiang pancang, stabilita

    PENGARUH MANAJEMEN RANTAI PASOK (MRP) PADA DAYA SAING DAN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI DI DKI-JAKARTA

    Get PDF
    Manajemen Rantai Pasok (MRP) telah menjadi cara yang mempengaruhi mungkin daya saing untuk meningkatkan kinerja perusahaan. industri konstruksi. Hal ini akan memaksa Manajemen Rantai Pasok (MRP) menjadi lebih responsif, sehingga diharapkan untuk merespon dengan cepat, efektif, dan efisien untuk perubahan di pasar sehingga untuk mempertahankan, dan selanjutnya membuat daya saing dan kinerja perusahaan menjadi meningkat. Konsep penelitian ini, mengembangkan tiga dimensi Manajemen Rantai Pasok MRP (material, finansial, informasi), daya saing perusahaan (harga, biaya, dan kualitas),dan tiga dimensi kinerja perusahaan (internal, ekssternal, dan situasi pasar) dan menguji hubungan antara Manajemen Rantai Pasok MRP, daya saing perusahaan dan kinerja perusahaan. Data untuk software AMOS V21 yang dikumpulkan adalah 133 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manajemen Rantai Pasok MRP dapat menyebabkan peningkatan daya saing (DS) sebesar 47% dan meningkatkan kinerja perusahaan (KP) sebesar 67% dan, daya saing memiliki dampak positif langsung pada kinerja perusaahn sebesar 15%. Kata Kunci : Manajemen Rantai Pasok (MRP), Daya Saing Perusahaan, Kinerja Perusahaan,  SEM, AMOS V2

    ANALISIS PERBANDINGAN RISIKO BIAYA KONSTRUKSI ANTARA KONTRAK LUMPSUM DAN UNIT PRICE MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN DECISSION TREE (POHON KEPUTUSAN)

    Get PDF
    Pada setiap kegiatan usaha akan selalu muncul dua hal yaitu adanya peluang memperoleh keuntungan dan resiko menderita kerugian, tidak terkecuali usaha jasa konstruksi (Heru Bawono, 2013). Berbagai usaha dilakukan oleh kontraktor sebagai penyedia jasa untuk dapat menghindari atau mengurangi resiko sehingga dapat dicapai hasil yang efektif. Salah satunya adalah dengan menganalisa resiko dari kontrak jasa konstruksi kontrak Lumpsum dengan Unit Price. Penelitian ini menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Decission Tree (Pohon Keputusan) dalam mengolah data primer berupa data hasil penyebaran kuesioner kepada 30 responden yaitu kontraktor di Kota Serang, Cilegon dan Cikande - Banten yang mempunyai pengalaman dan pemahaman terhadap kedua jenis kontrak. Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dimulai dengan mendefinisikan masalah dan membuat struktur hirarki, dilanjutkan dengan membuat matrik berpasangan, melakukan perbandingan berpasangan, menghitung bobot prioritas. Sedangkan metode Decission Tree merupakan pohon keputusan yang didalamnya terdapat perbandingan antara kontrak lumpsum dan unit price yang didasarkan pada nilai Expected Opportunity Loss (EOL) kontrak itu sendiri, nilai EOL didapatkan dari perkalian antara probabilitas dengan nilai ekspektasi (NE). Berdasarkan hasil analisis dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) diperoleh bobot prioritas untuk kontrak lumpsum sebesar 65,174 % dan kontrak unit price  34,862 %, Sedangkan hasil analisis dengan metode Decission Tree diperoleh nilai expected opportunity loss (EOL) untuk kontrak lumpsum 95,917% dan kontrak unit price  75,667 %. Hasil pada kedua metode diatas menyatakan kontrak lumpsum memiliki persentase yang lebih besar di bandingkan dengan kontrak unit price. Artinya bahwa proyek dengan kontrak lumpsum akan lebih tinggi resikonya mengalami kerugian dibandingkan dengan kontrak unit price.  Kata kunci : Resiko, Kontrak Konstruksi, Analytic Hierarchy Process (AHP), Decision Tre

    ANALISIS NUMERIK PADA PERPINDAHAN ABUTMENT JEMBATAN AKIBAT KONSTRUKSI TANGGUL: STUDI KASUS PADA JEMBATAN YANG DIMILIKI OLEH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

    No full text
    Salah satu abutment jembatan yang dimiliki oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan telah terlihat memiliki pergerakan yang berlebihan ke arah sungai. Gerakan abutment ini terjadi saat pembangunan pondasi tanggul ke jembatan sedang berlangsung dimana elevasi tanggul hanya mencapai ketinggian 3,5 m dari ketinggian bangunan 6,9 m. Abutment ini dibangun di atas lapisan tanah lunak 22 m yang merupakan daerah dataran banjir. Makalah ini menyajikan analisis numerik yang telah dilakukan untuk memberikan penjelasan tentang pergerakan abutment yang berlebihan sebagai akibatnya; Abutment harus dihancurkan dan dibangun kembali dengan yang baru di lokasi yang sama. Abutment baru dibangun dengan penambahan beberapa abutment karena beberapa abutment yang ada telah runtuh. Analisis elemen hingga dua dimensi dilakukan dengan menggunakan software komersial, Midas GTS untuk mengevaluasi kekuatan dan momen yang bekerja pada tumpukan abutment sebagai akibat dari pendekatan pemuatan tanggul. Dengan tujuan validasi, gerakan abutment yang diperoleh dari analisis numerik telah diverifikasi untuk mengajukan data pengukuran. Tinggi kritis tanggul pendekatan juga dihitung dengan menggunakan rumus kapasitas bantalan sederhana seperti yang diusulkan oleh Terzaghi dimana hasilnya sangat mirip dengan analisis numerik

    EFISIENSI DIMENSI TANKI PAH DAN BIAYA TERHADAP PDAM

    Get PDF
    Tujuan Penelitian ini adalah untuk merencanakan desain dan ukuran/dimensi tangki penampungan air hujan yang tepat yang berdasarkan keseimbangan antara suplai dan kebutuhan air bulanan bangunan rumah tinggal serta untuk mengetahui seberapa besar biaya penghematan yang dapat dilakukan apabila dibandingkan dengan menggunakan sumber air dari PDAM. Analisis dari penelitian ini di perlukan data analisis potensi suplai air hujan yang di dapat dari data luas atap dan data hujan harian,bulanan,tahunan yang akan di hitung dengan analisis kebutuhan air baku rumah tinggal yang di dapat dari jumlah penghuni rumah tinggal dan rata-rata pemakain air berdasarkan SNI 03-7065-2005.Data tersebut untuk mendapatkan hasil perhitungan neraca air dan perhitungan dimensi tangki PAH (Penampungan Air Hujan) yang sesuai beserta perbandingan biaya dengan pemakaian air PDAM. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa desain tangki PAH (Penampungan Air Hujan) yang dihitung sebesar 14 m3  atau 14.000 liter dengan ukuran 3.5 x 2 x 2 m dengan volume suplai air hujan yang dapat dipanen dari atap rumah tinggal Bapak Kasino yaitu 77,4 m3/tahun dan kebutuhan rata-rata harian adalah 0,856 m3/hari, 25,68 m3/bulan, dan 308,16 m3/tahun. Dibandingkan dengan tangki PAH secara aktual di rumah tinggal Bapak Kasino dengan ukuran 3 x 3 x 3 m, sebesar 27 m3 sehingga menjadikan tanki PAH (Penampungan Air Hujan) ini menjadi kurang efisien dalam pemanfaatannya. Penghematan penggunaan air tahunan sebanyak 12.1 m3/tahun atau sebesar Rp. 30.250,-/tahun.Kata Kunci: Tanki PAH (Penampungan Air Hujan), sumber air, air

    PENYEBAB UTAMA KETERLAMBATAN PELAKSANAAN KONSTRUKSI JALAN BEBAS HAMBATAN AKSES TANJUNG PRIOK

    Get PDF
    Pembangunan infrastruktur jalan memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta berperan dalam peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia. Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pintu gerbang perekonomian nasional yang terletak di Jakarta Utara sangat menunjang persendian ekonomi secara menyeluruh. Sangat dibutuhkan sarana infrastruktur yang memadai guna mencapai pelabuhan Tanjung Priok tanpa kemacetan dan penumpukan barang di dalam pelabuhan yaitu Jalan Bebas Hambatan Akses Tanjung Priok sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Pada pekerjaan proyek konstruksi biasanya terjadi kendala pada pengerjaan proyek tersebut, baik kendala yang memang sudah diperhitungkan maupun kendala yang di luar perhitungan perencana. Kendala tersebut menjadi penyebab terlambatnya penyelesaian proyek, sehingga proyek tersebut tidak berlangsung sesuai dengan rencana. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan atau mengetahui faktor-faktor penyebab keterlambatan pelaksanaan konstruksi Jalan Bebas Hambatan Akses Tanjung Priok. Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner kepada responden dan wawancara kepada pihak konsultan dan pihak pemerintah. Pengolahan data kuisioner menggunakan program SPSS 15.0 for Windows dengan metode analisis deskriptif. Dari hasil penelitian didapatkan urutan rangking faktor yang menjadi penyebab keterlambatan penyelesaian proyek. Kata kunci: penyebab keterlambatan, rangkin

    ANALISA PERBANDINGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN DAN RANGKA ATAP KAYU DARI SEGI ANALISIS STRUKTUR DAN ANGGARAN BIAYA

    Get PDF
    Analisa Perbandingan Rangka Atap Baja Ringan Dan Rangka Atap Kayu Dari Segi Analisis Struktur Dan Anggaran Biaya. Rangka atap yang diteliti terdiri dari bentang 6 m dan 12 m dengan menggunakan kayu kelas II dan baja ringan dengan tipe atap pelana, sudut kemiringan atap 30°, penutup atap menggunakan genteng keramik dan genteng kodok. Pemodelan rangka atap yang digunakan merupakan pemodelan yang umum digunakan. Biaya dihitung dalam Rencana Anggaran Biaya menggunakan harga satuan Tahun 2013. Dengan berdasarkan peraturan SNI No. 3434 Tahun 2008 serta menggunakan Program SAP 2000 v.15 untuk menghitung tingkat kerusakan (ratio) dan defleksi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah presentase pengurangan berat kuda-kuda baja ringan terhadap kayu yang menggunakan genteng keramik bentang 6 m dan 12 m mencapai 79,66% dan 78,46%, sedangkan yang menggunakan genteng kodok bentang 6 m dan 12 m mencapai 79,04% dan 77,31%. Presentase pengurangan biaya kuda-kuda baja ringan terhadap kayu yang menggunakan genteng keramik bentang 6 m dan 12 m mencapai 8,45% dan 10,72%, sedangkan yang menggunakan genteng kodok bentang 6 m dan 12 m mencapai 27,29% dan 28,78%. Kedua permodelan menggunakan baja ringan maupun kayu mempunyai tingkat kerusakan (ratio) dan defleksi yang sangat kecil sehingga sangat aman. Nilai ratio maksimum untuk kuda-kuda kayu menggunakan genteng keramik bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,02 dan 0,044, kuda-kuda kayu menggunakan genteng kodok bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,018 dan 0,039. Nilai ratio maksimum untuk kuda-kuda baja ringan menggunakan genteng keramik bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,108 dan 0,303, kuda-kuda baja ringan menggunakan genteng kodok bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,09 dan 0,243. Nilai defleksi maksimum untuk kuda-kuda kayu menggunakan genteng keramik bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,009 dan 0,026, kuda-kuda kayu menggunakan genteng kodok bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,008 dan 0,023. Nilai defleksi maksimum untuk kuda-kuda baja ringan menggunakan genteng keramik bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,015 dan 0,03, kuda-kuda baja ringan menggunakan genteng kodok bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,012 dan 0,024. Kata Kunci : Kayu, Baja Ringan, Rangka Atap, Analisis Struktur, Anggaran Biaya

    PERBANDINGAN MUTU BETON HASIL UPVT METODE INDIRECT TERHADAP MUTU BETON HASIL HAMMER TEST DAN CORE DRILL

    Get PDF
    Pengujian mutu kuat tekan beton saat ini diperlukan dalam upaya penyeragaman mutu slab beton landasan udara sebelum dilakukan perbaikan mutu kuat tekan betonnya. Pengujian mutu kuat tekan beton eksisting secara umum terbagi atas pengujian destructive(merusak) dan non destructive (tidak merusak). Umumnya metode pengujian kuat tekan beton yang bersifat non destructive digunakan metode Hammer Test dan Ultrasonic Pulse Velocity Test. Sedangkan pengujian mutu kuat tekan beton yang bersifat merusak(destructive) digunakan metode Core Drill. Pada penelitian ini dilihat perbandingan mutu dari ketiga metode pengujian mutu kuat tekan beton tersebut dan didapatkan faktor atau nilai koefisien pengali untuk persamaan mutu hasil uji ketiga metode uji. Perbandingan nilai mutu ini diambil dari sampel-sampel beton yang telah lulus uji kurva t dimana terdapat ketentuan-ketentuannya. Didapatkan mutu hasil hammer test dan ultrasonic pulse velocity memliki mutu yang hampir sama karena pengujiannya terletak pada permukaan slab beton dan terlihat perbedaan mutu dengan metode Core Drill yang menguji sampel beton bagian intinya dimana kondisi beton bagian inti terlihat dari tampilan visualnya dalam kondisi baik(tidak terdapat rongga). Dari hasil pengujian didapatkan mutu uji hasil ulrasonic pulse velocity memiliki mutu uji paling rendah sedangkan mutu hasil uji Core Drill memiliki mutu paling besar. Berikut adalah nilai korelasi dari ketiga metode uji: UPVT = 0,93 HT; UPVT = 0,6 CD; HT = 0,64 CDKata Kunci : beton, hammer test, ultrasonic pulse velocity, core dril

    311

    full texts

    341

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Konstruksia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇