Konstruksia
Not a member yet
    341 research outputs found

    STUDI ANALISIS BALOK DAN KOLOM LANGSING AKIBAT PERUBAHAN PELAKSANAAN PADA PEMBANGUNAN TERMINAL KEBERANGKATAN DI DAERAH DEPOK

    Get PDF
    Gedung terminal keberangkatan merupakan sebuah bangunan besar yang digunakan masyarakat untuk berkumpul, berniaga serta menunggu transportasi untuk melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan masing-masing. Struktur Kolom gedung direncanakan memiliki tinggi 4 meter dengan 2 lantai. Akibat perubahan pelaksanaan, struktur kolom memiliki tinggi 8 meter dan termasuk dalam kolom langsing. Untuk itu perlu mengetahui perilaku kolom langsing tersebut terhadap beban gempa. Dilakukan permodelan struktur dan analisa menggunakan software komputer program SAP2000 v.18 dengan memodelkan struktur menjadi 2 kondisi yaitu sesuai desain awal dan kondisi aktual. Dari permodelan kedua kondisi itu  maka diperoleh hasil running output program SAP2000 v.18, bahwa kondisi struktur masih aman atau tidak. Didapat karakteristik perubahan nilai pada kebutuhan luas tulangan balok, nilai kapasitas rasio, kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit pada desain awal dan kondisi aktual tersebut. Apabila kondisi struktur tidak aman, maka perlu dilakukan perkuatan struktur, sehingga diperoleh struktur kondisi perkuatan. Kemudian diperoleh perubahan nilai pada kebutuhan luas tulangan balok, nilai kapasitas rasio, kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit pada kondisi perkuatan.Kata kunci :  Terminal Keberangkatan, Kolom Langsing, Balok, Desain Awal, Kondisi Aktual, Kondisi Perkuatan

    ANALISA KELAYAKAN LIMBAH KERAMIK SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS UNTUK CAMPURAN ASPAL BETON DITINJAU DARI NILAI STABILITAS MARSHALL

    Get PDF
    Aspal beton merupakan campuran merata antara agregat dan aspal sebagai bahan pengikat. Untuk mengeringkan agregat dan mendapatkan tingkat kecairan yang cukup dari aspal sehingga diperoleh kemudahan untuk mencampurnya, maka kedua material harus dipanaskan dulu sebelum dicampur. Limbah keramik dapat dipertimbangkan sebagai agregat alternatif dalam campuran aspal beton. Limbah keramik akan dihaluskan hingga memenuhi standar diameter butir agregat halus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelayakan limbah keramik sebagai pengganti agregat halus ditinjau dari nilai stabilitas Marshall pada campuran aspal beton. Penelitian menggunakan metode pengujian Marshall. Pengujian Marshall dimaksudkan untuk menentukan ketahan (stabilitas) terhadap kelelehan plastis (flow) dari campuran aspal dan agregat. Campuran aspal beton menggunakan variasi agregat halus pasir (100%), agregat halus limbah pecahan keramik (100%) dan agregat halus pasir (50%) dicampur dengan limbah pecahan keramik (50%). Campuran aspal beton yang menghasilkan nilai stabilitas Marshall terbaik adalah campuran dengan variasi agregat halus pasir (50%) dicampur dengan limbah pecahan keramik (50%), yaitu dengan rata-rata 824.63 kg. Sedangkan campuran aspal beton yang menghasilkan nilai stabilitas Marshall paling rendah adalah campuran dengan variasi agregat halus limbah pecahan keramik (100%), yaitu dengan rata-rata 792.38 kg. Campuran aspal beton dengan variasi agregat  halus  pasir  (100%)  menghasilkan  nilai  rata-rata  stabilitas  Marshall 805.97 kg. Kata kunci : limbah pecahan keramik, aspal beton, stabilitas Marshall

    ANALISIS PENGARUH PEMANFAATAN ABU SEKAM SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN ASPAL BETON

    Get PDF
    Jalan adalah prasarana transportasi darat yang kebutuhannya di Indonesia terus mengalami peningkatan, seiring meningkatnya jumlah kendaraan. Konstruksi jalan akan menerima beban lalu lintas. Dengan perkerasan jalan diharapkan konstruksi jalan mampu menerima beban dari pengguna lalu lintas. Lapis aspal beton merupakan suatu konstruksi perkerasan jalan yang mencampurkan aspal, agregat kasar, agregat halus, bahan pengisi (filler). Keberadaan sekam padi yang melimpah belum dimanfaatkan dengan baik. Berbagai penelitian dengan menambahkan bahan tambah untuk meningkatkan nilai stabilitas telah banyak dilakukan, salah satunya dengan menambahkan abu sekam dalam campuran aspal beton. Penelitian ini mengunakan metode Marshall dengan meninjau pengaruh abu sekam terhadap nilai stabilitas, kelelehan (flow), VFWA (Voids Filled with Asphalt), VIM (Voids In The Mix), dan VMA (Void In The Mineral Aggregate). Kadar abu sekam yang digunakan  bervariasi antara 6,5 %, 7 %, dan 7,5 %, dengan mengunakan kadar aspal 5,4 %. Berdasarkan hasil pengujian, campuran abu sekam sebagai filler dapat meningkatkan nilai stabilitas aspal beton sampai kadar abu sekam 7 % yaitu sebesar 854,3 kg dan mengalami penurunan pada kadar 7,5 % yaitu sebesar 812,19. Campuran abu sekam dapat meningkatkan nilai kelelehan (flow) aspal beton, pada campuran kadar abu sekam 7,5 % yaitu sebesar 2,12 mm. Nilai VIM terbesar pada kadar abu sekam 7,5 % yaitu sebesar 14,16 %. Nilai VIM tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh Bina Marga tahun 2010 divisi 6 revisi 3 yaitu sebesar 3 – 5 %.Nilai VFWA paling besar yaitu pada kadar abu sekam 7,5 % yaitu sebesar 36,11 %. Sedangkan nilai VMA terbesar pada penambahan kadar abu sekam 7,5 % yaitu sebesar 32,36 %.Kata kunci : Abu sekam, stabilitas Marshall, kelelehan (flow), VIM, VFWA, VMA

    KENDALA PROYEK KONSTRUKSI YANG DIKERJAKAN SECARA SWAKELOLA DI KABUPATEN PINRANG

    Get PDF
    Kegiatan konstruksi yang dilaksanakan secara swakelola dalam pelaksanaannya mengalami beberapa permasalahan atau kendala baik fisik maupun non fisik. Salah satu kendala yang dihadapi pada pelaksanaan fisik yaitu terlambat dikeluarkannya petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis berdampak pada sempitnya waktu pelaksanaan dan kendala pada pelaksanaan pekerjaan non fisik salah satunya yaitu terlalu rumitnya administrasi pekerjaan swakelola. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi faktor-faktor dominan yang menjadi kendala pada pelaksanaan proyek konstruksi yang dikerjakan secara swakelola di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan. Dari hasil analisis data dengan menggunakan metode Relative Important Index (RII), diperoleh enam faktor kendala yang dikategorikan setuju dan dominan dengan nilai RII ≥ 0,710. Kendala tersebut yaitu: 1) Penyelesaian pekerjaan yang tergantung pada kebijakan yang dilakukan (RII 0,747); 2) Gangguan eksternal / pihak lain di luar para pihak (RII 0,730); 3) Administrasi yang terlalu rumit (RII 0,727); 4) Kurangnya kemampuan, pengetahuan dan kompetensi pelaksana swakelola (RII 0,713); 5) Adanya Conflict Of Interest (RII 0,713); dan 6) Biaya pengawasan yang tidak rasional sehingga mempengaruhi produktivitas tenaga kerja (RII 0,710). Rekomendasi solusi untuk mencegah kendala di atas, yaitu: 1) Dibutuhkan aturan-aturan yang jelas, tegas dan mudah dilaksanakan (aplikatif) dalam proyek konstruksi yang dikerjakan secara swakelola; (2) Perlunya adanya peningkatan kompetensi/kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaksana swakelola seperti pelatihan dan kursus, agar kompetensi SDM meningkat dan memenuhi standar kompetensi yang ada, sehingga dapat menghindari atau bahkan mengurangi kendala yang dapat terjadi pada pelaksanaan swakelola. Kata kunci: Kendala, Proyek Konstruksi, Relative Importance Index (RII), Swakelol

    KAJIAN PENGENDALIAN MUTU KONSTRUKSI PADA PENGAWASAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JARINGAN IRIGASI STUDI KASUS: PEMBANGUNAN JARINGAN IRIGASI DI. LEUWIGOONG

    Get PDF
    : Mutu suatu pekerjaan pada proyek-proyek pemerintah lebih banyak dilihat dari hasil akhir pekerjaan atau fungsi bangunan itu sendiri. Tidak tercapainya mutu produk akhir dan tidak terpenuhinya fungsi bangunan berimplikasi pada hukum. Penyimpangan prosedur pekerjaan dan pembengkakan biaya & waktu seringkali diabaikan oleh pengguna jasa maupun penyedia jasa dengan harapan mutu akhir produk dapat tercapai. Perlu dilakukan suatu penelitian terkait pengendalian mutu dalam proyek konstruksi pemerintahan dalam hal ini pembangunan jaringan irigasi D.I. Leuwigoong yang berada di Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat. Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain yaitu untuk  mengidentifikasi dasar-dasar pengendalian mutu konstruksi pada proyek pembangunan jaringan irigasi D.I. Leuwigoong serta mengetahui bagaimana kinerja penerapan pengendalian mutu pada proyek pembangunan jaringan irigasi D.I. Leuwigoong. Metode yang dilakukan untuk menganalisis menggunakan analisis secara deskriptif kualitatif terhadap kinerja pengendalian mutu konstruksi. Dari hasil analisis diperoleh bahwa dasar-dasar pengendalian mutu sudah digunakan dengan baik oleh kontraktor maupun konsultan pengawas. Kinerja pengendalian mutu yang dilaksanakan oleh kontraktor adalah baik sedangkan  kinerja pengendalian mutu oleh konsultan sangat baik. Kata Kunci: pengendalian, mutu, irigas

    ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA JASA KONSTRUKSI TERHADAP PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008 DI PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI

    Get PDF
    Industri jasa konstruksi Indonesia harus tetap berupaya menjaga dan meningkatkan mutu produk dan jasa konstruksi bagi pengguna jasanya. Perusahaan jasa konstruksi dituntut untuk mampu selalu menghasilkan produk yang bermutu sehingga mampu menciptakan kepuasan dan tidak ditinggalkan pengguna jasanya. Proyek konstruksi dikatakan bermutu apabila diantaranya terdapat jaminan ketepatan waktu, kesesuaian spesifikasi serta adanya jaminan kesehatan dan keselamatan kerja dari kontraktor. Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal tersebut dan untuk menjamin konsistensi dari pelaksanaan proyeknya, pemilik proyek mewajibkan kontraktor yang terpilih memiliki suatu sistem yang mampu menjamin setiap tahapan aktivitas proyeknya dilaksanakan  sesuai rencana mutu proyek, sistem itulah yang disebut dengan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 dan kepercayaan serta kepuasan pengguna jasa konstruksi menjadi salah satu manfaaat yang dapat dirasakan. Berdasarkan perhitungan Customers Satisfaction Index (CSI) menunjukkan bahwa pengguna jasa konstruksi pada lingkup pekerjaan bidang Bina Marga sudah merasa puas terhadap SMM ISO 9001:2008 yang sudah diterapkan oleh perusahaan jasa konstruksinya dibuktikan dengan indeks kepuasan sebesar 68.15%. Sementara itu, berdasarkan diagram Kartesius Importance Performance Analysis (IPA), ketepatan waktu penyelesaian proyek, tingkat kebersihan dan ketertiban selama masa proyek, kecepatan menyelesaikan kekurangan pada saat pemeriksaan serah terima hasil pekerjaan, kecepatan dalam merespon permintaan pemilik proyek, struktur organisasi pengelola proyek dan kemudahan pelayanan yang diberikan (kooperatif) menjadi indikator prioritas yang perlu ditingkatkan demi mencapai kepuasan pengguna jasa yang lebih baik lagi. Kata Kunci: mutu, jaminan, tingkat kepuasan, tingkat kepercayaa

    STUDI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG

    Get PDF
    Pemerintah Yang besar dari kawasan tangerang yang terdiri dari kabupaten tangerang , kota tangerang , dan kota tangerang selatan . Pertumbuhan gedung dan industri konstruksi bangunan yang sangat tinggi dan meningkat dari waktu ke waktu .Ada beberapa kendala juga ditemukan di sepanjang bangunan proces yang dihasilkan akibat keterlambatan penyelesaian proyek pembangunan yang sesuai dengan jadwal dalam dokumen kontrak. Beberapa masalah telah diidentifikasi sebagai penyebab itu yakni masalah keuangan, tenaga kerja keterampilan, bahan bangunan perangkat pasir lingkungan, dan manajemen isu.Penelitian ini bertujuan menelaah beberapa faktor yang menunda incompletion causethe dari proyek tersebut, mencari peringkat urutan setiap faktor dan mencari faktor utama mempengaruhi penundaan selesainya pengerjaan di wilayah studi. Studi ini menggunakan metode anon-probability purposive sampling , dan satu set pertanyaan nairedistributed kepada 10 perusahaan kontraktor .Analisis deskriptif yang digunakan untuk menjelaskan hubungan variabel. Sebagai temuan utama, ada faktor terbesar berdasarkan nilai dari data berarti.Fisrtly, pengiriman penundaan dari bahan bangunan, 2 terbatas ketersediaan bahan bangunan di pasar, 3 isthe kekurangan pasokan oflabor, 4 adalah tingginya intensityof hujan, 6 adalah kurangnya tenaga kerja kehadiran, 6 dan faktor ke-7 adalah kurangnya buruh membunuh dan disiplin, 8 adalah faktor komunikasi antara perusahaan kontraktor dan pemilik 9 adalah miss komunikasi antara pekerja badan penasihat, andit dan las faktor adalah uncomplet desain dengan arsitek atau penata. Asosiasi antara kisaran penundaan 10 dan faktor yang menunjukkan keterampilan tenaga kerja dan tingginya intensitas curah hujan sebagai faktor penting yang menyebabkan keterlambatan penyelesaian proyek .Kata Kunci : delay factors of completion the project, building cosntion industry, the association between variables,

    BETON NORMAL DENGAN MENGGUNAKAN BAN BEKAS SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR

    Get PDF
    Beton merupakan salah satu elemen terpenting dalam Struktur Bangunan, dengan sifat beton yang mudah untuk dibuat ,mudah untuk dicetak dan perawatannya pun terbilang mudah.  Beton yang dicampur dengan potongan ban bekas diharapkan mempunyai berat yang  ringan, sehingga menjadikan beton ini tidak terlalu membebani struktur pada konstruksi bangunan. Adapun bahan ban bekas itu sendiri sangatlah mudah didapat, karena ban adalah salah satu bahan limbah. Namun disamping ringan, mutu Beton atau Kuat Tekan Beton  tetap harus menjadi factor utama dalam menentukan  pilihan penggunaannya.Penelitian ini bermaksud untuk mencari besarnya kuat tekan beton dengan penambahan potongan ban bekas sebagai pengganti sebagian dari agregat kasar pada Beton. Benda uji berupa silinder berdiameter 15 x 30 cm dengan variasi penambahan ban sebesar 5% , 10%, dan 15% dari volume agregat kasar.. Mutu beton rencana yaitu  K-225 (18,68 MPa) dengan uji tekan pada umur 28 hari. Hasil pengujian untuk 5% ban menghasilkan 139,11 kg/cm2, untuk 10% ban menghasilkan 109,55 kg/cm2, dan untuk 15% ban menghasilkan 83,47 kg/cm2. Untuk penurunan berat beton yaitu untuk 5% = 33,77% dari berat normal, untuk 10%=47,85% dari berat normal dan untuk 15% = 60,26 % dari berat normal

    ANALISIS PENYIMPANGAN PADA PROSES PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSTRUKSI SECARA ELEKTRONIK DI PEMERINTAH DAERAH

    Get PDF
    Berdasarkan Perpres No. 4 Tahun 2015 (perubahan keempat dari Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) bahwa Pemilihan penyedia untuk pekerjaan konstruksi dilakukan secara elektronik (e-procurement) dengan cara e-tendering. Dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai permasalahan dan penyimpangan walaupun telah dilaksanakan secara elektronik. Tujuan penulisan untuk menganalisis penyimpangan penting dan mengusulkan rekomendasi untuk mencegah penyimpangan. Objek yang diamati adalah pemerintah daerah. Mengunakan analisis Relative Importance Index (RII) didapat dua faktor penting yaitu: 1) ”peminjaman bendera” (berikut password) perusahaan lain untuk mengikuti lelang; 2) adanya “pola” dalam penawaran peserta lelang dalam rangka persaingan tidak sehat dalam. Walaupun telah menandatangani ikrar pakta integritas, namun penyimpangan masih terjadi dikarenakan kurang profesionalisme, kurang komitmen dan lemahnya pengawasan para pihak. Sebagai upaya pencegahan yaitu 1) Pendampingan/konsolidasi pengawas internal (APIP) dalam pelaksanaan pemilihan dengan memperkuat kompetensi APIP , 2) Pembinaan dan peningkatan kapasitas (capacity building) kontraktor dengan memperjelas perizinan, dan 3) mendorong tumbuhnya kontraktor baru yang siap dengan tuntutan kebutuhan konstruksi di daerah melalui komunikasi dua arah dan sinergi dengan asosiasi jasa konstruksi untuk meningkatkan daya saing kontraktor lokal. Kata kunci: penyimpangan, pemilihan penyedia jasa konstruksi,  RII, e-procuremen

    PENGARUH PENGALAMAN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) KONSTRUKSI

    Get PDF
    Sumber daya manusia memegang peranan yang sangat penting pada perusahaan konstruksi, sebab dengan tidak adanya tenaga kerja yang profesional / kompetitif, perusahaan tidak dapat melakukan aktivitasnya secara maksimal meskipun semua peralatan modern yang diperlukan telah tersedia. Melihat sangat pentingnya peranan tenaga kerja sebagai sumber daya manusia dalam proses produksi sehingga diharapkan karyawan akan dapat bekerja lebih produktif dan profesional dalam melakukan segala aktivitasnya. Pengalaman kerja sangat menentukan dalam proses prestasi kerja yang tujuannya untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepada masing-masing tenaga kerja. Kepemimpinan dalam perusahaan jasa konstruksi penting di era organisasi modern yang menginginkan adanya demokrasi dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Ada kemungkinan baik atau tidaknya kinerja seorang tenaga kerja disebabkan oleh baik atau buruknya gaya kepemimpinan pada perusahaan jasa konstruksi tersebut. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang dihasilkan Pengalaman Kerja dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM Konstruksi dan mengetahui keterkaitan Pengalaman Kerja dan Gaya Kepemimpinan dengan Kinerja SDM Konstruksi. Metode penelitian yang digunakan adalah Structual Equation Modeling (SEM) dan menggunakan software IBM SPSS AMOS 21 untuk pengolahan data. Berdasarkan hasil estimasi sebagaimana ditunjukkan pada tabel diatas didapatkan hubungan yang cukup signifikan antara variabel Pengalaman Kerja dengan Kinerja SDM Konstruksi sebesar 0,473 (sedang).Hubungan antara variabel Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM Konstruksi sebesar 0,972 (sangat kuat).Sedangkan hubungan antara variabel Pengalaman kerja dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM Konstruksi yang cukup signifikan dengan nilai 0,549 (sedang). Kata Kunci :      Pengalaman Kerja, Gaya Kepemimpinan, Kinerja Sumber Daya Manusia Konstruks

    311

    full texts

    341

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Konstruksia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇