Konstruksia
Not a member yet
    341 research outputs found

    GETAH KEMENYAN SEBAGAI BAHAN ADITIF PADA CAMPURAN ASPAL AC – WC DITINJAU DARI SIFAT FISIK BAHAN ASPAL DAN NILAI STABILITAS MARSHALL

    Get PDF
    Abstrak : Berdasarkan Kinerja campuran agregat aspal pada konstruksi perkerasan jalan dicoba untuk ditingkatkan dengan cara memodifikasi campuran aspal sehingga didapatkan perubahan sifat campuran aspal, khususnya pada ketahanan (stability) dengan menambahkan bahan aditif getah kemenyan yang diharapkan dapat menghasilkan ketahanan (stability) yang tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan getah kemenyan pada karakteristik campuran AC-WC. Pada penelitian ini digunakan 5 variasi kadar kemenyan yaitu 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% untuk mengetahui karakteristik AC-WC. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Marshall test yang bertujuanuntuk menentukan ketahanan (stability) terhadap kelelehan plastis (flow) dari campuran aspal, agregat, dan aditif. Hasil penelitian campuran aspal beton dengan bahan aditif getah kemenyan 0 %, 1 %, 2 %, 3 %, dan 4 %  menghasilkan peningkatan dan penurunan nilai stabilitas Marshall dan memuncaknya nilai stabilitas Marshall pada penambahan aditif getah kemenyan kadar 2%. Pada kadar 2 % diperoleh nilai stabilitas Marshall yang paling baik yaitu 1037,72 kg karena naik 237,72 kg dari nilai minimum stabilitas yaitu 800 kg. Pada penambahan aditif getah kemenyan dengan kadar 4% nilai stabilitas Marshall mengalami penurunan yaitu 626,06 kg karena turun 173,94 kg dari nilai minimum stabilitas yaitu 800 kg. Kata Kunci : Aditif, getah kemenyan, aspal beton, stabilitas Marshall. Abstract : Based on the performance of asphalt aggregate mixture on pavement construction road be tested to be improved by modified the asphalt mixture so got change of the asphalt mixed properties, especially on the stability by adding additive kemenyan sap which is expected to produce high stability. This research aims to determine the effect of incense kemenyan sap on the characteristics of AC-WC mixture. In this research used 5 variation levels that is 0%, 1%, 2%, 3% and 4% to know about characteristic AC-WC. The method used in this research is marshall test that aims to determine the resistance (stability) to the plastic melt (flow) of the mixture asphalt, aggregate and additive. The Result of research asphalt concrete mixture with sap additive kemenyan 0%, 1%, 2%, 3% and 4% resulted increasing and decreasing the marshall stability value and the increasing of marshall stability value on the addition of 2% additive sap kemenyan. At the level 2% obtained the best value of marshall stability is 1037,72 kg because increase 237,72 kg of the minimum stability of 800 kg. On the addition additive kemenyan sap with 4% content of value marshall stability has decreased at 626,06 kg with a difference of 173,93 kg of minimum stability value of 800 kg. Keywords : additive, sap kemenyan, asphalt concrete, marshall stabilit

    ANALISIS VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMENT DI CIKARANG

    Get PDF
    Abstrak : Biaya untuk sebuah pembangunan suatu proyek sangatlah penting tetapi kalau dalam penggunaannya tidak ada pengendalian maka keuangan pemilik proyek akan rugi. Pada pembangunan proyek apartemen di Cikarang ini pekerjaan arsitektur (pekerjaan dinding, pekerjaan precast facade, pekerjaan plafond, pekerjaan lantai, pekerjaan pintu jendela, pekerjaan railing, pekerjaan sanitair) memakan biaya yang lebih besar dibanding pekerjaan lainnya. Value engineering merupakan salah satu cara untuk menekan faktor biaya tersebut karena akan mengidentifikasi item pekerjaan apa yang mungkin banyak mengeluarkan biaya dengan cara melalui tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa, dan tahap rekomendasi serta menggunakan metode paired comparason dalam menentukan faktor yang akan digunakan sebagai desain penggantinya. Pengeluaran biaya pekerjaan dinding eksisting sebesar Rp.10.189.035.186, setelah dilakukan proses value engineering dengan alternatif 1 didapatkan biaya sebesar Rp. 8.052.748.444 atau ada penghematan Rp.2.136.286.741 (20.97%). Dan dengan alternatif 2 didapatkan biaya sebesar Rp.8.134.383.474 atau ada penghematan Rp.2.054.651.711 (20.17%). Kata Kunci : value engineering, tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa, tahap rekomendasi Abstract : The cost for development a project is very important but if there is not control for its use than the project owner’s finansial loss. In the construction of an apartement project in Cikarang this architectural work (wall work, precast facade work, celling work, floor work, window work, railing work, sanitair work) cost more than other. Value engineering is one way to minimize the cost factor because it will identify what items of work may cost a lot by going through the information stage, crative phase, analisis phase, and recomendation stage and using paired comparason method in determining the factors to be used as design his successor. Expenditure of existing wall work costs Rp. 10.189.035.186, after the value engineering process with alternative 1, it was found that the cost of Rp. 8.052.748.444 or Rp.2.136.286.741 (20.97%). And with the alternative 2 obtained a cost of Rp.8.134.383.474 or there is savings Rp.2.054.651.711 (20.17%). Keywords : Value engineering, information phase, creative phase, analysis phase, recomendation phase

    EVALUASI PENGGUNAAN DINDING PENAHAN TANAH PADA TANAH BERKOHESI RENDAH TERHADAP PENAMBAHAN SOLDIER PILE

    Get PDF
    Karna letaknya dibawah tanah maka dalam perencanaannya dinding basement ada yang di desain untuk menahan tanah dan ada juga yang tidak didesain untuk menahan tanah. Evaluasi yang dilakukan disini adalah membandingkan pengaruh dinding basement sebagai dinding penahan tanah sebelum menggunakan tiang soldier pile terhadap dinding basement setelah menggunakan tiang soldier pile sebagai dinding penahan tanah. Perhitungan yang digunakan didasarkan pada rumusan konvensional dan tidak dilakukan simulasi dengan software komputer. Pada tahap awal, dihitung stabilitas global dan lokal menggunakan metode irisan Fellenius, teori Coulomb dan teori Rankine untuk dinding basement sebelum menggunakan tiang soldier pile yang selanjutnya dianalisa kekuatan dinding basement hingga didapatkan volume beton dan tulangan tanpa tiang soldier pile. Tahap selanjutnya melakukan analisa kesetimbangan menggunakan metode Burland, et.al pada dinding basementdengan tiang soldier pile sebagai dinding penahan tanah untuk kemudian dihitung volume beton dan tulangan kondisi tersebut. Terakhir dilakukan komparasi volume beton dan tulangan antara dinding basement sebelum dan setelah menggunakan tiang soldier pile hingga didapat reduksi volume beton 61,10 % dan volume tulangan 58,56 % lebih sedikit dibandingkan dinding basement dengan soldier pile.Kata kunci : Dinding basement, soldier pile

    ANALISIS PERBANDINGAN PELAT LANTAI DERMAGA 209 DAN 209 L DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK JAKARTA

    Get PDF
    Dermaga adalah fasilitas penting yang harus dimiliki oleh sebuah pelabuhan untuk menunjang kegiatan operasionalnya. Dermaga merupakan tempat dimana terjadinya proses bongkar muat. Dalam analisis perencanaan dermaga, diperlukan data-data antara lain spesifikasi kapal yang akan bersandar, alat yang akan digunakan di dermaga tersebut seperti Container Crane atau Harbour Mobile Crane,  dan kendaraan yang akan digunakan untuk mengangkut komoditas dari atau ke dermaga. Struktur dermaga akan menahan beban dari kapal, alat, dan kendaraan tersebut.Tugas akhir ini membandingkan model dari 2 (dua) dermaga berbeda yaitu Dermaga 209 dan Dermaga 209L dengan mengacu pada 2 (dua) peraturan yang berbeda yaitu SNI 2002 dan PBI 1971. Dua program yang berbeda juga digunakan yaitu Staad Pro dan SAP2000.Pada hipotesis awal, model yang mengacu pada SNI 2002 dan dibuat menggunakan program SAP2000 dinyatakan lebih andal dari model yang mengacu pada PBI 1971 dan menggunakan program Staad Pro. Hipotesis tersebut terbukti melalui hasil perhitungan dan analisis untuk masing-masing dermaga pada tugas akhir ini.Kata kunci : dermaga 209, 209L, SNI, PBI, Staad Pro, SAP 200

    ANALISIS BANGUNAN ASIMETRIS TERHADAP TINJAUAN DELATASI AKIBAT GAYA HORIZONTAL

    Get PDF
    Tujuan dilakukan  penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku struktur bangunan asimetris yang diakibatkan gaya horizontal (gempa). Syarat-syarat yang digunakan yaitu PPIUG 1983 (pembebanan gedung), SNI 03-1726-2002 (analisis gempa), SNI 03-2847-2002 (analisis beton). Bangunan yang menjadi objek penelitian adalah gedung rumah sakit yang berada di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.Struktur dimodelkan secara tiga dimensi dengan menggunakan Program Komputer ETABS V.9.7.1. Pembebanan yang diperhitungkan adalah beban mati, beban hidup, beban angin, dan beban gempa. Karena lokasi bangunan yang berada pada Wilayah Gempa 3 maka bangunan dianalisis dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) yang berada di atas tanah dengan kondisi sedang.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, delatasi (pemisahan) bangunan memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap bangunan asimetris. Dampak tersebut terdapat pada perbedaan perilaku bangunan yang dapat dilihat pada simpangan yang terjadi, gaya-gaya dalam pada struktur (kolom, balok, dan plat), dan penulangan yang digunakan pada bangunan tanpa delatasi dan bangunan dengan delatasi.Kata kunci : Bangunan Asimetris, Delatasi, Gaya Horizontal, Gemp

    ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR DI WILAYAH HILIR ALIRAN KALI ANGKE

    Get PDF
    Permasalahan luapan air di Jakarta yang rutin menggenangi beberapa kawasan di wilayah Jakarta menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah serta penduduk yang tinggal pada wilayah yang tergenang. Hal tersebut tidak terlepas dari pengaruh perubahan tata guna lahan yang ada pada setiap masing-masing wilayah. Perubahan tata guna lahan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) baik wilayah hulu maupun hilir tersebut mengakibatkan meningkatkannya debit banjir pada sungai yang mengelilingi suatu wilayah. Kembangan Utara adalah salah satu kelurahan di wilayah kecamatan Kembangan, Jakarta Barat yang tercatat rutin tergenang oleh banjir. Kelurahan Kembangan Utara merupakan salah satu wilayah bagian hilir Kali Angke yang rutin tergenangi oleh luapan air dari Kali Angke. Studi ini bertujuan untuk mengetahui besar curah hujan dan debit yang ada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) hilir Kali Angke sesuai dengan periode ulang, debit banjir existing pada daerah pengamatan, dan perubahan tata guna lahan yang terjadi pada daerah pengamatan dan debit banjir yang ada.   Dalam kajian ini perencanaan pengendalian banjir menggunakan debit banjir rencana Q5th dan Q10th. Untuk perhitungan curah hujan kawasan digunakan metode Aljabar dan Poligon Thiessen. Intensitas curah hujan dihitung dengan metode Mononobe. Terjadi perubahan  debit banjir pada DAS Angke dari periode 2009 sampai dengan 2015 untuk kala ulang 5 tahun adalah sebesar 42.83%, sedangkan untuk kala ulang 10 tahun perubahan debit yang ada sebesar 42.82%. Dan pada daerah pengamatan debit maksimum pada daerah pengamatan yang mampu ditampung adalah sebesar 122.96 m3/dtk. Kata Kunci: Tata guna lahan, Kofisien limpasan (run off), Banjir, DAS, Sistem Drainase, Kali Angke, Kembangan Utara

    PERAN PENILAI AHLI DALAM PENANGANAN KEGAGALAN BANGUNAN DAN KEGAGALAN KONSTRUKSI (MENURUT UU NO 18 TAHUN 1999 JO PP 29 TAHUN 2000)

    Get PDF
    Pada Undang Undang No 18 tahun 1999 jo Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 mendefinisikan bagi dua kegagalan dalam upaya pemenuhan kebutuhan infrastruktur, yaitu kegagalan bangunan dan kegagalan pekerjaan konstruksi. Dalam  penanganan kedua kegagalan di atas, sesuai amanat perundangan, melibatkan  seseorang dengan kualifikasi penilai ahli. Pada kegagalan bangunan sesuai Undang Undang No 18 Tahun 1999 pasal 25, penilai ahli adalah pelaku utama yang memberikan penetapan atas kegagalan bangunan. Pada kegagalan konstruksi sesuai dengan definisi pada Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Pasal 31, maka penilai ahli akan berperan membantu bilamana diperlukan seperti dinyatakan pada Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2000 Pasal 49.Kata kunci: kegagalan bangunan, kegagalan pekerjaan konstruksi, penilai ahli

    KAJIAN ALTERNATIF PENANGGULANGAN BANJIR (Studi Kasus DAS Ciujung Bagian Hulu, Banten)

    Get PDF
    Berdasarkan peta daerah rawan banjir di Provinsi Banten, Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung mendapat bagian sebagai daerah rawan banjir yaitu bagian hilir. Bagian hulu sungai merupakan daerah tangkapan air paling awal yang berperan menyimpan air untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di dunia. Apabila lahan tempat air tersimpan tersebut sudah terganggu atau mengalami degradasi, maka simpanan air akan berkurang dan mempengaruhi debit sungai di sekitar lahan tersebut. DAS dipengaruhi kondisi bagian hulu, khususnya kondisi biofisik daerah tangkapan dan daerah resapan air yang di banyak tempat rawan terhadap ancaman gangguan manusia. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai penanggulangan banjir di bagian hulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemerintah dan masyarakat dalam menanggulangi banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung bagian hulu dan menggunakan analisis SEM (Structural Equation Model) yang didasarkan pada evaluasi atas adanya hubungan saling ketergantungan antar variabel. Pengambilan data menggunakan metode survei dengan penyebaran kuesioner kepada responden masyarakat di daerah penelitian dan pemerintah  atau instansi terkait dalam pengelolaan sungai. Dari hasil analisis menggunakan software AMOS V.21 dapat dilihat pemerintah dan masyarakat berpengaruh positif terhadap penanggulangan banjir dengan nilai koefisien standardized masing-masing 0,257 dan 0,109. Besarnya nilai koefisien standardized hubungan antara pemerintah dan masyarakat dengan nilai 0,853 yang berarti berpengaruh sebesar 85,3% dan sisanya 14,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model ini. Kata Kunci : Penanggulangan Banjir , DAS Ciujung bagian hulu, SEM, AMOS v.2

    KENDALA SERAH TERIMA PROYEK KONSTRUKSI ANTARA DITJEN CIPTA KARYA DENGAN PEMERINTAH DAERAH

    Get PDF
    Dalam setiap tahapan pekerjaaan proyek konstruksi  akan terjadi kendala. Kendala tersebut tidak hanya terjadi pada proyek swasta tetapi juga pada proyek pemerintah seperti kendala serah terima dari Ditjen Cipta Karya kepada Pemerintah Daerah. Berdasarkan hasil pengolahan data proyek  pada tahun anggaran 2012-2014 dengan total anggaran Rp. 1,019 trilyun, hanya 7 % yang sudah diserahkan (Rp. 71,3 Milyar). Penelitian dilakukan dengan analisis kendala serah terima proyek cipta karya bidang sanitasi se-wilayah sumatera tahun anggaran 2012-2014. Analisis menggunakan  metode Relative Importance Index (RII), didapat nilai kepentingan > 0,679. Dari hasil jawaban 90 (sembilan puluh) responden, maka didapat 6 (enam) faktor yang dikategorikan “penting” dan pada akhirnya merupakan faktor dominan penyebab kendala serah terima. Perlu nya komitmen masing-masing pihak dalam pemeliharaan merupakan hal penting dalam keberlanjutan proyek, pengalaman dan diklat untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan pendistribusian pegawai merupakan hal penting dalam rangka mendukung operasional pekerjaan. Selanjutnya perlunya reformasi birokrasi baik aturan dan manajerial dapat mengurangi kendala serah terima. KATA KUNCI: kendala,  proyek cipta karya, relative importance index, serah terim

    ANALISA PERBANDINGAN PERHITUNGAN QUANTITY MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL DAN SOFTWARE GLODON UNTUK KONTRAK UNIT PRICE

    Get PDF
    Sistem kontrak dalam pembangunan sebuah konstruksi sangat berpengaruh terhadap nilai kontrak, salah satu sistem kontrak yang dipakai pada perjanjian pemborongan suatu proyek konstruksi adalah Kontrak Unit Price (remeasurment). Di dalam kontrak unit price poin penting yang tercantum dalam sistem kontrak tersebut adalah “bahwa harga satuan pekerjaan mengikat tetapi quantity pekerjaan akan dihitung kembali sesuai dengan kondisi aktual di lapangan”, oleh karena itu sering terjadi perselisihan antara pihak pemberi tugas dengan pemborong dalam hal menentukan hasil perhitungan quantity final sebagai dasar menentukan nilai kontrak akhir proyek. Untuk mengetahui hasil perhitungan quantity yang sesuai dengan gambar kerja (asbuild drawing), maka dilakukan penelitian untuk membandingkan hasil perhitungan quantity menggunakan Microsoft Excel dengan Software Glodon. Setelah dilakukan perhitungan quantity dengan menggunakan dua metode yang berbeda, perhitungan menggunakan Software Glodon menunjukkan hasil yang lebih efisien dan akurat sesuai kondisi di lapangan (asbuild drawing) dari pada menggunakan Ms. Excel. Total biaya yang dihitung menggunakan Ms. Excel adalah Rp. 78.273.830.885,00. Sedangkan total biaya yang dihitung menggunakan Software Glodon adalah Rp. 77.897.199.046,00. Selisih dari kedua metode perhitungan adalah Rp. 376.631.838,00. sehingga lebih efisien menggunakan Software Glodon ± 0,48 %. Selisih yang didapat ini didasarkan pada proses perhitungan dari metode perhitungan. Kata Kunci : Kontrak Unit Price, Quantity Struktur, Ms. Excel, Software Glodo

    311

    full texts

    341

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Konstruksia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇