Konstruksia
Not a member yet
    341 research outputs found

    PEMANFAATAN LIMBAH KAYU GALAM BARITO KUALA SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON

    Get PDF
    Kayu galam merupakan tumbuhan kayu asli rawa yang tumbuh pada hutan gambut dangkal, menjadi tumpuan hidup masyarakat di Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya kayu galam digunakan sebagai perancah dalam pembangunan konstruksi bangunan beton sederhana. Namun setelah konstruksi selesai dikerjakan kayu galam bekas perancah tersebut tidak dipakai lagi. Pada penelitian ini, limbah kayu galam berupa potongan-potongan kayu dimanfaatkan untuk pengganti agregat kasar yang digunakan pada campuran beton. Di mana komposisi kayu galam sebagai pengganti agregat adalah 100%, 75%, 30% dan 15% dari jumlah agregat kasar pada komposisi beton mutu normal sesuai dengan peratuan yang terdapat di SNI 03-2834-2000. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton yang menggunakan limbah kayu galam sebagai pengganti agregat kasar dimana penelitian penggunakan kayu galam sebagai pengganti agregat kasar belum pernah dilakukan sebelumnya. Benda uji pada penelitian ini adalah menggunakan silinder ukuran 15 cm x 30 cm dengan umur pemeraman adalah 14 hari dan 28 hari. Dari hasil pengujian kuat tekan hancur didapatkan hasil untuk komposisi 100% kayu galam pada umur 14 hari sebesar 4,53 Mpa dan pada umur 28 hari sebesar 5,66 Mpa. Sedangkan komposisi, 75% kayu galam + 25% kerikil pada umur 14 hari adalah 11,28 Mpa dan umur 28 hari adalah 16,97 Mpa. Pada komposisi 30% kayu galam + 70% kerikil pada umur 14 hari sebesar 13,01 Mpa dan pada umur 28 hari adalah 16,29 Mpa. Sedangkan untuk komposisi 15% kayu galam + 85% kerikil didapatkan nilai uji tekan pada umur 14 hari sebesar 15,63 Mpa dan pada umur 28 hari sebesar 18,27 Mpa.Kayu galam merupakan tumbuhan kayu asli rawa yang tumbuh pada hutan gambut dangkal, menjadi tumpuan hidup masyarakat di Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya kayu galam digunakan sebagai perancah dalam pembangunan konstruksi bangunan beton sederhana. Namun setelah konstruksi selesai dikerjakan kayu galam bekas perancah tersebut tidak dipakai lagi. Pada penelitian ini, limbah kayu galam berupa potongan-potongan kayu dimanfaatkan untuk pengganti agregat kasar yang digunakan pada campuran beton. Di mana komposisi kayu galam sebagai pengganti agregat adalah 100%, 75%, 30% dan 15% dari jumlah agregat kasar pada komposisi beton mutu normal sesuai dengan peratuan yang terdapat di SNI 03-2834-2000. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton yang menggunakan limbah kayu galam sebagai pengganti agregat kasar dimana penelitian penggunakan kayu galam sebagai pengganti agregat kasar belum pernah dilakukan sebelumnya. Benda uji pada penelitian ini adalah menggunakan silinder ukuran 15 cm x 30 cm dengan umur pemeraman adalah 14 hari dan 28 hari. Dari hasil pengujian kuat tekan hancur didapatkan hasil untuk komposisi 100% kayu galam pada umur 14 hari sebesar 4,53 Mpa dan pada umur 28 hari sebesar 5,66 Mpa. Sedangkan komposisi, 75% kayu galam + 25% kerikil pada umur 14 hari adalah 11,28 Mpa dan umur 28 hari adalah 16,97 Mpa. Pada komposisi  30% kayu galam + 70% kerikil pada umur 14 hari sebesar 13,01 Mpa dan pada umur 28 hari adalah 16,29 Mpa. Sedangkan untuk komposisi 15% kayu galam + 85% kerikil didapatkan nilai uji tekan pada umur 14 hari sebesar 15,63 Mpa dan pada umur 28 hari sebesar 18,27 Mp

    DESAIN ULANG STRUKTUR DROP PANEL JOGJA APARTEMEN DIGANTIKAN DENGAN STRUKTUR BALOK MENGGUNAKAN SNI 2847:2013 DAN SNI 1726:2012

    Get PDF
    Perkembangan teknologi beton membuat ikut berkembangnya struktur beton bertulang. Salah satunya adalah struktur drop panel. Drop panel merupakan struktur pengganti balok yang diproyeksikan dibawah flat slab dengan penambahan ketebalan pada kepala kolomnya. Namun, peraturan-paraturan yang menjelaskan tentang struktur ini masih sedikit, sehingga SNI 2847 : 2013 dan SNI 1726 : 2012 memberi batasan pada struktur drop panel dan flat slab hanya dapat digunakan pada struktur rangka pemikul momen menengah dan digunakan pada wilayah gempa ringan atau sedang. Jogja Apartemen termasuk ke dalam struktur rangka pemikul momen khusus dan berada pada wilayah gempa tinggi. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan mendesain ulang struktur drop panel Jogja Apartemen digantikan dengan balok konvensional untuk mendapatkan tingkat keamanan struktur terhadap parameter-parameter beban gempa, persyaratan beton bertulang, perbandingan dimensi awal drop panel, balok, dan  flat slab dengan desain baru dan memperoleh perbandingan rasio volume beton bertulang. Penelitian ini dilakukan dengan merubah perencanaan drop panel dan balok awal dengan balok baru tanpa drop panel yang dibantu dengan software analisis numerik ETABS. Dari hasil penelitian didapat bahwa desain denah balok baru tanpa drop panel dinyatakan aman terhadap parameter-parameter beban gempa berupa periode getar struktur dengan nilai arah x dan y di bawah batas maksimum sebesar 2,03 detik, base shear dimana V dinamik lebih besar dari 85 % V statik , perpindahan maksimum arah x dan y di bawah batas limit, stabilitas rasio pengaruh P-delta kurang dari nilai maksimum sebesar 0,091, faktor pembesaran torsi kurang dari 3, dan mengalami penurunan volume beton sebesar 16,27 % dengan rasio tulangan mengalami penurunan sebesar 12,62 %.Perkembangan teknologi beton membuat ikut berkembangnya struktur beton bertulang. Salah satunya adalah struktur drop panel. Drop panel merupakan struktur pengganti balok yang diproyeksikan dibawah flat slab dengan penambahan ketebalan pada kepala kolomnya. Namun, peraturan-paraturan yang menjelaskan tentang struktur ini masih sedikit, sehingga SNI 2847 : 2013 dan SNI 1726 : 2012 memberi batasan pada struktur drop panel dan flat slab hanya dapat digunakan pada struktur rangka pemikul momen menengah dan digunakan pada wilayah gempa ringan atau sedang. Jogja Apartemen termasuk ke dalam struktur rangka pemikul momen khusus dan berada pada wilayah gempa tinggi. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan mendesain ulang struktur drop panel Jogja Apartemen digantikan dengan balok konvensional untuk mendapatkan tingkat keamanan struktur terhadap parameter-parameter beban gempa, persyaratan beton bertulang, perbandingan dimensi awal drop panel, balok, dan  flat slab dengan desain baru dan memperoleh perbandingan rasio volume beton bertulang. Penelitian ini dilakukan dengan merubah perencanaan drop panel dan balok awal dengan balok baru tanpa drop panel yang dibantu dengan software analisis numerik ETABS. Dari hasil penelitian didapat bahwa desain denah balok baru tanpa drop panel dinyatakan aman terhadap parameter-parameter beban gempa berupa periode getar struktur dengan nilai arah x dan y di bawah batas maksimum sebesar 2,03 detik, base shear dimana V dinamik lebih besar dari 85 % V statik , perpindahan maksimum arah x dan y di bawah batas limit, stabilitas rasio pengaruh P-delta kurang dari nilai maksimum sebesar 0,091, faktor pembesaran torsi kurang dari 3, dan mengalami penurunan volume beton sebesar 16,27 % dengan rasio tulangan mengalami penurunan sebesar 12,62 %

    DAMPAK LALU LINTAS KAWASAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT (PUPR)

    Get PDF
    Suatu pembangunan/pengembangan tata guna lahan atau infrastruktur akan membangkitkan atau menarik pergerakan menuju tata guna lahan tersebut. Pembangunan dan pengembangan suatu Kawasan (pusat kegiatan) dimanapun pasti mempunyai pengaruh terhadap lalu lintas di sekitarnya. Analisis Dampak Lalu Lintas (andalalin) dipergunakan untuk memprediksi apakah infrastruktur transportasi dalam daerah pembangunan tersebut dapat melayani lalu lintas (eksisting) ditambah dengan lalu lintas yang dibangkitkan atau ditarik oleh pembangunan tersebut. Kawasan Perkantoran Gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang terletak di Jalan Pattimura No. 20, Kecamatan Kebayoran Baru, Kotamadya Jakarta Selatan, selama ini telah menimbulkan bangkitan dan tarikan yang berpengaruh terhadap kinerja jalan yang terdapat di sekitar lokasi tersebut. Oleh karena itu untuk menghitung besaran dampak terhadap jalan yang ada perlu dilakukan Analisis Dampak Lalu Lintas, sehingga jika diperkirakan timbul dampak lalu lintas maka dampak tersebut diharapkan dapat diminimalkan dengan memberikan solusi yang tepat

    ANALISIS GAYA INTERFACE TANAH - GEOTEKSTILE (STUDI TANAH LEMPUNG BERPASIR BANJARMASIN)

    No full text
    Banyak masalah yang ditimbulkan dalam pembangunan proyek bangunan sipil pada tanah lempung. Berbagai jenis tanah lempung banyak ditemukan di daerah Kota Banjarmasin dan dibeberapa daerah di Kalimantan Selatan maupun disekitarnya salah satunya yaitu tanah lempung berpasir terutama pada tanah lempung berpasir untuk menambahkan daya dukung dari tanah tersebut. Interaksi tanah dengan geotekstil bisa saja berbeda tergantung jenis tanahnya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui nilai kohesi, sudut gesek, dan rasio gesek (d/f) antar muka tanah lempung berpasir-geotekstil dalam kondisi tidak terendam air dan kondisi terendam air. Berdasarkan penelitian sebelumnya Kekuatan Geser Antarmuka Laterit Palangkaraya Dan Geotekstil Berdasarkan Uji Geser Langsung diketahui rasio δ/f tanah laterit Palangkaraya dengan geotekstil secara umum adalah woven HRX 250 (halus) sebesar 0,81 hingga 0,90, woven HRX 300 (agak kasar) sebesar 0,75 hingga 0,77.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen skala laboratorium dengan kondisi benda uji tidak terendam dan terendam air. Geotekstil yang digunakan yaitu woven (HRX250) dan non woven (TS600). Hasil pengujian diketahui tanah lempung berpasir memiliki kohesi (c) 0,0033 dan sudut gesek 20,50 untuk kondisi tidak terendam air, sedangkan kondisi terendam air memiliki kohesi (c) 0,0027 dan sudut gesek 17,70. Gesek antar muka tanah lempung berpasir - geotekstil woven (HRX250) kondisi tidak terendam air 21,70 dengan rasio (d/f) 1,06 dan kondisi terendam air 18,10 dengan rasio (d/f) 1,02. Gesek antar muka tanah lempung berpasir - geotekstil non woven (TS600) kondisi tidak terendam air 20,90 dengan rasio (d/f) 1,01 dan kondisi terendam air 18,40 dengan rasio (d/f) 1,04.Cukup banyak proyek pembangunan di Kalimantan Selatan yang menggunakan bahan geotekstil terutama pada tanah lempung berpasir untuk menambahkan daya dukung dari tanah tersebut. Interaksi tanah dengan geotekstil bisa saja berbeda tergantung jenis tanahnya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui nilai kohesi, sudut gesek, dan rasio gesek (d/f) antar muka tanah lempung berpasir-geotekstil dalam kondisi tidak terendam air dan kondisi terendam air . Metode yang digunakan adalah metode eksperimen skala laboratorium dengan kondisi benda uji tidak terendam dan terendam air. Geotekstil yang digunakan yaitu woven (HRX250) dan dan non woven (TS600). Hasil pengujian diketahui tanah lempung berpasir  memiliki kohesi (c) 0,0033 dan sudut gesek 20,50 untuk kondisi tidak terendam air, sedangkan kondisi terendam air memiliki kohsi (c) 0,0027 dan sudut gesek 17,70. Gesek antar muka tanah lempung berpasir-geotekstil woven (HRX250) kondisi tidak terendam air 21,70 dengan rasio (d/f) 1,06  dan kondisi terendam air 18,10 dengan rasio (d/f) 1,02. Gesek antar muka tanah lempung berpasir-geotekstil non woven (TS600) kondisi tidak terendam air 20,90 dengan rasio (d/f) 1,01  dan kondisi terendam air 18,40 dengan rasio (d/f) 1,04

    PEMILIHAN METODE PERBAIKAN DAN PERKUATAN STRUKTUR AKIBAT GEMPA (STUDI KASUS PADA BANK SULTENG PALU)

    Get PDF
    Sistem Struktur Gedung Kantor Pusat Bank Sulteng, merupakan struktur open frame dengan 1 basement dan 4 lantai di atasnya. Tidak berbeda dengan bangunan di Palu lainnya, bangunan Bank Sulteng (dahulu bernama Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah atau BPD Sulteng) pun turut terkena gempa bumi Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 yang lalu. Gempa bumi tersebut menimbulkan kekhawatiran kepada para pengguna bangunan bank akan terjadinya kerusakan atau bahkan keruntuhan bangunan saat bangunan tersebut beroperasi. Oleh karena itu, untuk menghindari dan meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi, maka pada bangunan bank tersebut telah dilakukan pengujian struktur. Setelah diketahui informasi kondisi eksisting bangunan, maka informasi tersebut dapat dijadikan dasar dalam melakukan analisis struktur. Hasil analisis struktur pada laporan akhir assessment yang dilakukan oleh PT. Hesa Laras Cemerlang merekomendasikan beberapa elemen struktur balok dan kolom harus dilakukan perbaikan dan perkuatan. Untuk memilih strategi perbaikan performa seismik dan teknik perkuatan yang tepat harus selain mempertimbangkan faktor kekuatan dan daktilitas struktur untuk menjamin keselamatan penggunanya, juga harus mempertimbangkan biaya, faktor keutamaan bangunan (misalnya bangunan strategis harus memiliki performa yang lebih dibanding rumah tinggal,  karena harus tetap berfungsi pasca gempa agar tidak terjadi dampak buruk susulan akibat tidak berfungsinya bangunan strategis tersebut) dan juga aspek kemudahan dalam pelaksanaan. Alternatif perkuatan yang dikaji dalam studi ini adalah perkuatan pada kolom dengan Concrete Jacketing, Steel Jackteting dan FRP (Fyber Reinforced Polymer), dengan batasan alokasi biaya yang sama dilakukan perbandingan pada aspek kekuatan, kemudahan dalam pelaksanaan, waktu pelaksanaan, dan estetika, didapatkan hasil bahwa penggunaan FRP pada studi kasus ini merupakan alternatif yang terpilih

    HAMBATAN PADA PENGADAAN JASA KONSULTAN SECARA E-SELEKSI DI PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA

    Get PDF
    Pengadaan merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan/penyediaan (barang atau jasa) pada suatu proyek tertentu. Pengadaan barang/jasa atau yang lebih dikenal dengan lelang atau seleksi (procurement) telah banyak dilakukan oleh semua pihak baik dari pemerintah maupun swasta. Hambatan yang terjadi pada lelang bisa disebabkan oleh berbagai faktor dari pihak - pihak terkait (stakeholders), baik dari pengguna anggaran, unit layanan pengadaan barang/jasa pemerintah maupun dari pihak rekanan yang mengikuti proses pengadaan barang / jasa pemerintah. Dengan banyak terjadinya kegagalan lelang, maka perlu dilakukan analisis terhadap faktor –faktor apa saja yang mempengaruhi hambatan  proses lelang yang dilakukan secara elektronik di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan mengambil sampel penelitian pada, pengguna jasa dan penyedia jasa yang merupakan perusahaan konsultan yang mengikuti proses lelang pada paket - paket kegiatan yang mengalami gagal lelang selama dilakukannya proses pengadaan barang dan jasa secara elektronik di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mencari mengidentifikasi faktor-faktor apa  saja yang menjadi penyebab hambatan pada pengadaan jasa konsultan secara e-seleksi di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar meningkatkan keberhasilan  dan tidak terjadinya lagi hambatan pada e-seleksi jasa konsultan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 79 sampel terdiri dari pemilik proyek yaitu KPA, PPK, PPTK dan Pokja Unit Kerja Pelayanan Barang/Jasa (UKPBJ) serta dari pihak penyedia jasa yaitu konsultan yang pernah mengikuti e-seleksi  jasa konsultan di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan teknik nonprobability sampling. Dari data yang telah diperoleh, dilakukan analisis dengan analisis statistik deskriptif untuk mendapatkan variabel yang menjadi faktor-faktor dominan pada pengadaan jasa konsultan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa tedapat 25 faktor-faktor  yang menjadi hambatan padapengadaan jasa konsultan secara e-seleksi di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan faktor yang paling sering terjadi  setelah mendapatkan rekomendai dari pakar terdapat yaitu ada 7 (enam)  faktor yang menjadi faktor-faktor dominan yaitu  Tenaga Ahli tetap perusahaan (X6), Jumlah Pengalaman perusahaan (X5), Dokumen penawaran  tidak lengkap (X11), Spesifikasi teknis kurang dari yang di syaratkan (X13), Kualifikasi personil manajerial untuk pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai (X12), jumlah peserta yang lulus kualifikasi kurang dari 3 peserta (X8),dan Kualifikasi personil tim proyek tidak sesuai (X14).Pengadaan merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan/penyediaan (barang atau jasa) pada suatu proyek tertentu. Pengadaan barang/jasa atau yang lebih dikenal dengan lelang atau seleksi (procurement) telah banyak dilakukan oleh semua pihak baik dari pemerintah maupun swasta. Hambatan yang terjadi pada lelang bisa disebabkan oleh berbagai faktor dari pihak - pihak terkait (stakeholders), baik dari pengguna anggaran, unit layanan pengadaan barang/jasa pemerintah maupun dari pihak rekanan yang mengikuti proses pengadaan barang / jasa pemerintah. Dengan banyak terjadinya kegagalan lelang, maka perlu dilakukan analisis terhadap faktor –faktor apa saja yang mempengaruhi hambatan  proses lelang yang dilakukan secara elektronik di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan mengambil sampel penelitian pada, pengguna jasa dan penyedia jasa yang merupakan perusahaan konsultan yang mengikuti proses lelang pada paket - paket kegiatan yang mengalami gagal lelang selama dilakukannya proses pengadaan barang dan jasa secara elektronik di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mencari mengidentifikasi faktor-faktor apa  saja yang menjadi penyebab hambatan pada pengadaan jasa konsultan secara e-seleksi di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar meningkatkan keberhasilan  dan tidak terjadinya lagi hambatan pada e-seleksi jasa konsultan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 79 sampel terdiri dari pemilik proyek yaitu KPA, PPK, PPTK dan Pokja Unit Kerja Pelayanan Barang/Jasa (UKPBJ) serta dari pihak penyedia jasa yaitu konsultan yang pernah mengikuti e-seleksi  jasa konsultan di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan teknik nonprobability sampling. Dari data yang telah diperoleh, dilakukan analisis dengan analisis statistik deskriptif untuk mendapatkan variabel yang menjadi faktor-faktor dominan pada pengadaan jasa konsultan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa tedapat 25 faktor-faktor  yang menjadi hambatan padapengadaan jasa konsultan secara e-seleksi di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan faktor yang paling sering terjadi  setelah mendapatkan rekomendai dari pakar terdapat yaitu ada 7 (enam)  faktor yang menjadi faktor-faktor dominan yaitu  Tenaga Ahli tetap perusahaan (X6), Jumlah Pengalaman perusahaan (X5), Dokumen penawaran  tidak lengkap (X11), Spesifikasi teknis kurang dari yang di syaratkan (X13), Kualifikasi personil manajerial untuk pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai (X12), jumlah peserta yang lulus kualifikasi kurang dari 3 peserta (X8),dan Kualifikasi personil tim proyek tidak sesuai (X14)

    ANALISIS BIAYA OPERASI KENDARAAN (BOK) SEPEDA MOTOR ELEKTRIK DAN PERAHU MOTOR DALAM PERKEMBANGAN EKONOMI PEMBANGUNAN DI KABUPATEN ASMAT

    Get PDF
    Kabupaten Asmat, berada pada dataran rawa, dipengaruhi oleh pasang surut air sungai. Konstruksi jalan dari hasil kajian teknis, adalah jalan melayang ± 2 m di atas permukaan tanah dasar. Permukaan jalan berupa slab papan kayu atau slab beton, didukung kolom kayu atau beton bertulang dan didirikan di  atas struktur fondasi tiang pancang. Jalan direncanakan melayani beban lalu lintas ringan, yakni sepeda motor elektrik, sepeda motor roda 3, dan gerobak barang. Tujuan analisis manfaat ekonomi untuk menaksir kelayakan proyek dari aspek ekonomi, untuk itu dilakukan analisis manfaat ekonomi pada ruas jalan di Distrik Agats yang menggunakan slab beton lebar 4 m, panjang 3 km. Penghematan BOK dengan membandingkan BOK with project dengan BOK without project. Setelah dibangun jalan, perjalanan dari asal ke tujuan dapat menggunakan sepeda motor elektrik, yang sebelumnya menggunakan perahu motor. Dalam penelitian ini dikembangkan BOK sepeda motor elektrik dan BOK perahu motor. Metodologi dalam menganalisis parameter-parameter kelayakan, yaitu: NPV, BCR, dan IRR. Dari hasil perhitungan: BOK 1 unit sepeda motor elektrik per tahun = Rp. 19.470.000,- dan BOK perahu motor pertahun= Rp. 32.400.000,- Nilai penghematan BOK berdasarkan umur rencana selama 23 tahun=Rp.252.809.551.559,- Biaya Kontrak dan pemeliharaan= Rp.113,419,883,758,-; BCR=2,01; NPV=Rp.23.015.691.841; IRR=10,61,31%

    ANALISIS KOHESI DAN SUDUT GESEK ANTARA TANAH GAMBUT-GEOTEKSTIL (STUDI TANAH GAMBUT DI KABUPATEN BANJAR)

    Get PDF
    Cukup banyak proyek pembangunan di Kalimantan Selatan menggunakan bahan geotekstil untuk meningkatkan daya dukung tanah terutama pada tanah lunak (gambut). Interaksi butiran pada permukaan tanah-geotekstil sangat berpengaruh terhadap nilai gaya gesek tanah, interaksi tanah dengan geotekstil bisa saja berbeda tergantung jenis tanahnya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui nilai kohesi, sudut gesek, dan rasio gesek antar muka tanah gambut dengan geotekstil dalam kondisi tidak terendam air dan kondisi terendam air . Metode yang digunakan adalah metode eksperimen skala laboratorium dengan kondisi benda uji tidak terendam dan terendam air. Geotekstil yang digunakan yaitu woven (HRX250) dan dan non woven (TS600). Hasil pengujian diketahui tanah gambut asli yang berada di Kabupaten Banjar memiliki kohesi (c) 0,017 dan sudut gesek 14,820 untuk kondisi tidak terendam air, sedangkan kondisi terendam air memiliki kohsi (c) 0,029 dan sudut gesek 10,780. Gesek antar muka tanah gambut-geotekstil woven (HRX250) kondisi tidak terendam air 11,590 dengan rasio (d/f) 0,78  dan kondisi terendam air 9,320 dengan rasio (d/f) 0,86. Gesek antar muka tanah gambut-geotekstil non woven (TS600) kondisi tidak terendam air 12,970 dengan rasio (d/f) 0,86  dan kondisi terendam air 9,100 dengan rasio (d/f) 0,84.Cukup banyak proyek pembangunan di Kalimantan Selatan menggunakan bahan geotekstil untuk meningkatkan daya dukung tanah terutama pada tanah lunak (gambut). Interaksi butiran pada permukaan tanah-geotekstil sangat berpengaruh terhadap nilai gaya gesek tanah, interaksi tanah dengan geotekstil bisa saja berbeda tergantung jenis tanahnya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui nilai kohesi, sudut gesek, dan rasio gesek antar muka tanah gambut dengan geotekstil dalam kondisi tidak terendam air dan kondisi terendam air . Metode yang digunakan adalah metode eksperimen skala laboratorium dengan kondisi benda uji tidak terendam dan terendam air. Geotekstil yang digunakan yaitu woven (HRX250) dan dan non woven (TS600). Hasil pengujian diketahui tanah gambut asli yang berada di Kabupaten Banjar memiliki kohesi (c) 0,017 dan sudut gesek 14,820 untuk kondisi tidak terendam air, sedangkan kondisi terendam air memiliki kohsi (c) 0,029 dan sudut gesek 10,780. Gesek antar muka tanah gambut-geotekstil woven (HRX250) kondisi tidak terendam air 11,590 dengan rasio (d/f) 0,78  dan kondisi terendam air 9,320 dengan rasio (d/f) 0,86. Gesek antar muka tanah gambut-geotekstil non woven (TS600) kondisi tidak terendam air 12,970 dengan rasio (d/f) 0,86  dan kondisi terendam air 9,100 dengan rasio (d/f) 0,84

    PERENCANAAN PENAHAN TANAH 15 M DENGAN DINDING KANTILEVER DI PERIMETER SWICHYARD SKYLAND JAYAPURA

    Get PDF
    Makalah ini menyajikan perencanaan Dinding Penahan Tanah (DPT) Kantilever Beton Bertulang, dengan aplikasi Geo5. Penggunaan perangkat lunak analitik geoteknik, diharapkan meningkatkan efisiensi man-hour insinyur dalam tahap perencanaan maupun revisi desain saat pelaksanaan fisik. Topiknya adalah desain DPT untuk ketinggian urugan tanah lebih dari 16m, sepanjang lebih dari 100m, yang mana kriteria struktur DPT harus relatif ringan (terkait daya dukung tanah) dan memanfaatkan bobot massa tanah yang menumpu di kaki (base) DPT untuk mengimbangi gaya lateral yang timbul. Proporsional bentuk DPT mengikuti guidance dari RSNI Geoteknik. Tinggi dinding (stem) h=10m, tebal w=1.1m~0.7m. Kaki (Base slab) tebal= 1m dan lebar=7.7m. Panjang keseluruhan DPT L=100m. Penyelidikan tanah, disamping parameter tanah seperti cu, unit weight, f dan klasifikasi tanah, informasi penting adalah kontur kedalaman lapisan utama yaitu lapisan tanah lempung dan irisannya dengan lapisan tanah berbatu. Hal ini untuk merencanakan tambahan pemancangan untuk menyalurkan beban gravitasi maupun lateral. Struktur DPT, dikontrol dengan Angka Keamanan terhadap overturning, slip, bearing-capacity, kecukupan penulangan. Kemudian analisa dan kontrol Angka Keamanan slope stability global terhadap beban gravitasi maupun kegempaan. Untuk mengalirkan air limpasan yang meresap dibelakang dinding,  DPT dilengkapi dengan urugan pasir dibelakang dinding sebagai bagian sistim drainase. Dibawah urugan pasir dipasang pipa yang mengalirkan air rembesan keluar area DPT, sehingga dapat dihindari kejenuhan tanah dibelakang dinding penahan tanah.Makalah ini menyajikan perencanaan Dinding Penahan Tanah (DPT) Kantilever Beton Bertulang, dengan aplikasi Geo5. Penggunaan perangkat lunak analitik geoteknik, diharapkan meningkatkan efisiensi man-hour insinyur dalam tahap perencanaan maupun revisi desain saat pelaksanaan fisik. Topiknya adalah desain DPT untuk ketinggian urugan tanah lebih dari 16m, sepanjang lebih dari 100m, yang mana kriteria struktur DPT harus relatif ringan (terkait daya dukung tanah) dan memanfaatkan bobot massa tanah yang menumpu di kaki (base) DPT untuk mengimbangi gaya lateral yang timbul. Proporsional bentuk DPT mengikuti guidance dari RSNI Geoteknik. Tinggi dinding (stem) h=10m, tebal w=1.1m~0.7m. Kaki (Base slab) tebal= 1m dan lebar=7.7m. Panjang keseluruhan DPT L=100m. Penyelidikan tanah, disamping parameter tanah seperti cu, unit weight, f dan klasifikasi tanah, informasi penting adalah kontur kedalaman lapisan utama yaitu lapisan tanah lempung dan irisannya dengan lapisan tanah berbatu. Hal ini untuk merencanakan tambahan pemancangan untuk menyalurkan beban gravitasi maupun lateral. Struktur DPT, dikontrol dengan Angka Keamanan terhadap overturning, slip, bearing-capacity, kecukupan penulangan. Kemudian analisa dan kontrol Angka Keamanan slope stability global terhadap beban gravitasi maupun kegempaan. Untuk mengalirkan air limpasan yang meresap dibelakang dinding,  DPT dilengkapi dengan urugan pasir dibelakang dinding sebagai bagian sistim drainase. Dibawah urugan pasir dipasang pipa yang mengalirkan air rembesan keluar area DPT, sehingga dapat dihindari kejenuhan tanah dibelakang dinding penahan tanah.

    OPTIMALISASI RUANG TERBUKA HIJAU BERUPA TAMAN ENERGI BARU TERBARUKAN SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LAHAN KOSONG DI LINGKUNGAN KAMPUS (STUDI KASUS KAMPUS STT-PLN, JAKARTA)

    Get PDF
    Lahan kosong atau ruang terbuka yang berada di sekitar bangunan merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan di dalam pembangunan terutama pada pembangunan gedung kampus. Keberadaan lahan kosong tersebut dapat dimanfaatkan sebagai jalan atau juga dapat dibangun sebuah taman yang akan menambah nilai estetika pada bangunan tersebut. Penggunaan lahan kosong sebagai kesekertariatan dengan bentuk portacamp yang sudah ada di lingkungan STT-PLN akan lebih maksimal jika digunakan sebagai sarana pendukung kelistrikan mandiri untuk taman Energi Baru Terbarukan. Perencanaan Taman Energi Baru Terbarukan disesuaikan dengan luas lahan kosong yang ada dan konsep kampus sebagai bangunan akademis, yaitu gaya taman formal. Luas ruang terbuka hijau yang direncanakan adalah sebesar 3543.7 m2 yang diperuntukan membangun Plaza Energi seluas 180 m2 dan menggunakan komponen eksisiting berupa portacamp sebagai alas berdirinya panel surya. Komponen yang diperlukan untuk pembuatan taman energi baru terbarukan adalah logo STT-PLN berupa beton pracetak padat, gathering point, pembuatan jalan (paving block), kursi taman, lampu penerangan, pot tanaman, tempat sampah, tanaman pohon, tanaman penghias, groundcover, PLTS / Panel Surya, baterai, Inverter. Besar Rencana Anggaran Biaya untuk pembangunan Taman Energi Baru Terbarukan adalah sebesar Rp 68.792.000 dengan anggaran untuk membangun PLTS sebesar Rp 23.635.000, dan jika biaya pembuatan PLTS dianggap investasi maka payback period yang diperlukan adalah selama 19 tahun dengan umur rencana Pembagkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) selama 25 tahun. Hal ini menunjukkan perencanaan Taman Energi Baru Terbarukan dapat menjadi salah satu alternatif dalam upaya pemanfaatan lahan kosong di lingkungan kampus.Lahan kosong atau ruang terbuka yang berada di sekitar bangunan merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan di dalam pembangunan terutama pada pembangunan gedung kampus. Keberadaan lahan kosong tersebut dapat dimanfaatkan sebagai jalan atau juga dapat dibangun sebuah taman yang akan menambah nilai estetika pada bangunan tersebut. Penggunaan lahan kosong sebagai kesekertariatan dengan bentuk portacamp yang sudah ada di lingkungan STT-PLN akan lebih maksimal jika digunakan sebagai sarana pendukung kelistrikan mandiri untuk taman Energi Baru Terbarukan. Perencanaan Taman Energi Baru Terbarukan disesuaikan dengan luas lahan kosong yang ada dan konsep kampus sebagai bangunan akademis, yaitu gaya taman formal. Luas ruang terbuka hijau yang direncanakan adalah sebesar 3543.7 m2 yang diperuntukan membangun Plaza Energi seluas 180 m2 dan menggunakan komponen eksisiting berupa portacamp sebagai alas berdirinya panel surya. Komponen yang diperlukan untuk pembuatan taman energi baru terbarukan adalah logo STT-PLN berupa beton pracetak padat, gathering point, pembuatan jalan (paving block), kursi taman, lampu penerangan, pot tanaman, tempat sampah, tanaman pohon, tanaman penghias, groundcover, PLTS / Panel Surya, baterai, Inverter. Besar Rencana Anggaran Biaya untuk pembangunan Taman Energi Baru Terbarukan adalah sebesar Rp 68.792.000 dengan anggaran untuk membangun PLTS sebesar Rp 23.635.000, dan jika biaya pembuatan PLTS dianggap investasi maka payback period yang diperlukan adalah selama 19 tahun dengan umur rencana Pembagkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) selama 25 tahun. Hal ini menunjukkan perencanaan Taman Energi Baru Terbarukan dapat menjadi salah satu alternatif dalam upaya pemanfaatan lahan kosong di lingkungan kampus

    311

    full texts

    341

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Konstruksia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇