Konstruksia
Not a member yet
    341 research outputs found

    KINERJA STRUKTUR BANGUNAN CANDI SIWA MENGGUNAKAN METODE ANALISIS RESPONSE SPECTRUM DAN TIME HISTORY

    Get PDF
    Candi Siwa merupakan salah satu candi yang terdapat di kompleks Candi Prambanan yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Candi Siwa mengalami kerusakan akibat gempa pada tahun 2006, setelahnya dilakukan kegiatan rehabilitasi pada Candi Siwa berupa perkuatan kolom, balok dan pelat beton bertulang. Adanya perkuatan yang diberikan pada Candi Siwa, maka perlu diketahui bagaimana kekuatan struktur tersebut apabila diberi beban gempa. Pada penelitian ini menggunakan analisis response spectrum dan analisis time history. Pembebanan yang diberikan dalam analisis mengacu pada SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2013. Berdasarkan hasil analisis menggunakan program bantu, didapatkan nilai base shear adalah 38213,296 ton. Displacement arah X terbesar terjadi pada Undak IV sebesar 39,54 mm dan displacement terbesar arah Y terjadi pada Undak IV sebesar 25,6 mm. Nilai drift maksimum yang terjadi pada Candi Siwa, pada arah X sebesar 0,00459 m pada Kaki I, sedangkan pada arah Y sebesar 0,00551 m terjadi pada Kaki I. Untuk level kinerja struktur Candi Siwa berdasarkan nilai drift ratio pada arah X dan arah Y masing-masing bernilai 0,0011 m dan 0,0007 m, nilai tersebut masuk ke dalam kategori Immediate Occupancy, yaitu kinerja yang umum digunakan dengan tingkat kerusakan yang sangat minim, risiko korban jiwa manusia yang sangat kecil, dan bangunan diharapkan mampu digunakan kembali

    KEBUTUHAN FASILITAS PENYEBERANGAN JALAN DI PUSAT PERBELANJAAN MODERN (STUDI KASUS: MALL OF SERANG)

    Get PDF
    Kota Serang merupakan pusat pemerintahan Provinsi Banten. Mall Of Serang merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern di Kota Serang , yang terletak di Jalan Raya Jakarta yang lokasinya sangat strategis karna dekat dengan gerbang tol Serang Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fasilitas penyeberangan yang layak  dan untuk mengetahui desain fasilitas penyeberangan jalan di depan Mall Of Serang. Menganalisa kebutuhan fasilitas penyeberangan jalan ini menggunakan panduan dari Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Tahun 2018. Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki dengan menggunakan rumus PV2 dimana P merupakan volume penyeberangan jalan (orang-jam) dan V merupakan volume arus kendaraan (kendaraan/jam) dan untuk mendesain fasilitas penyeberangan jalan menggunakan software google sketchup 2021. Hasil dari penelitian ini bahwa volume lalu lintas kendaraan dan volume penyeberang jalan dalam rumus PV2 menghasilkan PV2 rata-rata dengan P = 59 orang/jam, V = 12597 (kendaraan/jam), maka menghasilkan PV2 = 9303698748 (9×109) dan hasil tersebut disesuaikan kedalam tabel penentuan fasilitas penyeberangan pejalan kaki menurut Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Tahun 2018 yang menghasilkan fasilitas berupa pelican cross dengan kriteria P = 50-1100 orang/jam dan V = >750 kendaraan/jam

    HUBUNGAN BEKERJA JARAK JAUH DAN KOMUNIKASI DENGAN PENJADWALAN PROYEK DI KAWAN LAMA RETAIL

    Get PDF
    Penjadwalan proyek dikatakan sesuai dengan rencana jika terlaksana sesuai dengan target yang telah ditentukan. Penjadwalan pada proyek merupakan salah satu elemen dari hasil perencanaan, yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek dalam hal kinerja sumber daya berupa biaya, tenaga kerja, peralatan dan material serta rencana durasi dan progress waktu untuk penyelesaian proyek, Proses pemantauan serta pembaruan selalu dilakukan untuk mendapatkan penjadwalan yang paling realistis agar alokasi sumber daya dan penetapan durasinya sesuai dengan sasaran dan tujuan proyek. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner dalam pencarian data. Sampel yang digunakan adalah karyawan yang bekerja di Kawan Lama Retail sejumlah 32 orang dengan menggunakan metode simple random sampling. Penelitian ini hanya dibatasi pada analisis mengenai hubungan bekerja jarak jauh dan komunikasi terhadap penjadwalan proyek di Kawan Lama Retail. Metode analisis yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, analisis determinasi, analisis regresi dan korelasi baik sederhana maupun berganda. Sehingga melalui metode ini dapat diketahui seberapa besar hubungan bekerja jarak jauh dan komunikasi terhadap penjadwalan proyek di Kawan Lama Retail. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara bekerja jarak jauh dan komunikasi secara bersama-sama dengan penjadwalan proyek. Dengan kata lain jika tidak ada peningkatan dalam bekerja jarak jauh dan komunikasi yang baik maka penjadwalan tidak akan memenuhi target yang ada. Namun perlu diperhatikan bahwa konstanta penjadwalan proyek mempunyai nilai negatif, dimana jika dalam bekerja jarak jauh dan komunikasi tidak diperhatikan dengan baik, maka penjadwalan proyek di Kawan Lama Retail tidak akan berjalan sesuai dengan target.Penjadwalan proyek dikatakan sesuai dengan rencana jika terlaksana sesuai dengan target yang telah ditentukan. Penjadwalan pada proyek merupakan salah satu elemen dari hasil perencanaan, yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek dalam hal kinerja sumber daya berupa biaya, tenaga kerja, peralatan dan material serta rencana durasi dan progress waktu untuk penyelesaian proyek, Proses pemantauan serta pembaruan selalu dilakukan untuk mendapatkan penjadwalan yang paling realistis agar alokasi sumber daya dan penetapan durasinya sesuai dengan sasaran dan tujuan proyek. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner dalam pencarian data. Sampel yang digunakan adalah karyawan yang bekerja di Kawan Lama Retail sejumlah 32 orang dengan menggunakan metode simple random sampling. Penelitian ini hanya dibatasi pada analisis mengenai hubungan bekerja jarak jauh dan komunikasi terhadap penjadwalan proyek di Kawan Lama Retail. Metode analisis yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, analisis determinasi, analisis regresi dan korelasi baik sederhana maupun berganda. Sehingga melalui metode ini dapat diketahui seberapa besar hubungan bekerja jarak jauh dan komunikasi terhadap penjadwalan proyek di Kawan Lama Retail. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara bekerja jarak jauh dan komunikasi secara bersama-sama dengan penjadwalan proyek. Dengan kata lain jika tidak ada peningkatan dalam bekerja jarak jauh dan komunikasi yang baik maka penjadwalan tidak akan memenuhi target yang ada. Namun perlu diperhatikan bahwa konstanta penjadwalan proyek mempunyai nilai negatif, dimana jika dalam bekerja jarak jauh dan komunikasi tidak diperhatikan dengan baik, maka penjadwalan proyek di Kawan Lama Retail tidak akan berjalan sesuai dengan target

    EVALUASI TEGANGAN-REGANGAN LERENG JALAN AMPENAN – PEMENANG KM. 12+800 (STUDI KASUS LONGSORAN LERENG TANJAKAN ALBERTO SENGGIGI)

    Get PDF
    Pengembangan pariwisata di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Pulau Lombok terus mengalami peningkatan, sehingga dilakukan perbaikan fasilitas untuk memperindah pemandangan. Salah satu fasilitas yang diperbaiki adalah penambahan trotoar jalan yang menggantung kearah lereng pada ruas jalan Ampenan-Pemenang KM. 12+800 tanjakan Cafe Alberto Senggigi. Dampak dari penambahan trotoar tersebut memiliki resiko terhadap gerakan massa tanah/batuan dasar, hal ini ditandai dengan adanya retakan memanjang sejajar jalan. Adanya retakan yang disertai curah hujan tinggi menjadi pemicu terjadinya longsoran pada tanggal 6 Februari tahun 2021 karena naiknya muka air tanah. Untuk melihat terjadinya longsoran akibat kenaikan muka air tanah, maka dilakukan evaluasi terhadap tegangan - regangan yang terjadi pada lereng jalan dengan simulasi numeris. Metode yang digunakan yaitu melakukan kajian data laboratorium dan bore log yang digunakan sebagai parameter input dalam simulasi. Simulasi numeris di idealisasi 2D pada kondisi plane strain menggunakan model Mohr-Coulomb untuk tanah/batuan dasar, sedangkan pasangan batu dan trotoar beton di dekati dengan model linear elastic. Simulasi numeris dengan Plaxis dilakukan dalam kondisi sebelum dan setelah muka air tanah mengalami kenaikan dengan model geometri berdasarkan stratigrafi hasil penyelidikan geoteknik. Hasil simulasi numeris dengan Plaxis menunjukkan tegangan – regangan mengalami peningkatan setelah muka air tanah naik akibat curah hujan yang tinggi. Kondisi lereng sebelum terjadi kenaikan muka air tanah tergolong stabil karena angka aman (SF) 1.3379. Kenaikan muka air tanah pada lereng menyebabkan kestabilan lereng menjadi  tidak stabil karena angka aman (SF) 1.1602. Angka aman yang diperoleh setelah muka air tanah naik kurang dari syarat 1.2 sehingga lereng jalan mengalami kelongsoran

    PEMILIHAN KONTRAKTOR SPESIALIS OLEH KONTRAKTOR UTAMA DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

    Get PDF
    Pemilihan kontraktor spesialis menggunakan metode Delphi dan AHP (Analytic Hierarchy Process) sebagai pertimbangan kontraktor utama dalam memilih kontraktor spesialis Fasad. Studi mengambil kasus pada proyek Mall Meisterstadt Batam. Pengambilan data dengan mengajukan pertanyaan pada pakar untuk menentukan kriteria utama dan sub. kriteria dalam pemilihan kontraktor spesialis, kemudian menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada 10 responden yang bersangkutan dalam pemilihan kontraktor spesialis. Dari analisis diperoleh hasil sebagai berikut: 1.) Pemilihan kontraktor spesialis menggunakan metode Delphi untuk mendapatkan kriteria utama dan sub kriteria dan AHP dilakukan untuk mendapatkan bobot masing-masing kriteria utama, sub kriteria dan alternatif kontraktor 2.) Berdasarkan kriteria utama. Prioritas pertama adalah harga dengan bobot 0,265, kedua pengalaman kontraktor dengan bobot 0,225, ketiga keuangan perusahaan dengan bobot 0,199,  keempat dukungan peralatan dengan bobot 0,121, kelima K3 dengan bobot 0,106 dan keenam performa kontraktor dengan bobot 0,83. 3) Berdasarkan penilaian secara keseluruhan kontraktor c sebagai kontraktor terbaik dengan nilai 0,43, prioritas kedua kontraktor a dengan nilai 0,291, prioritas terakhir kontraktor b dengan nilai 0,279.Pemilihan kontraktor spesialis menggunakan metode Delphi dan AHP (Analytic Hierarchy Process) sebagai pertimbangan kontraktor utama dalam memilih kontraktor spesialis Fasad. Studi mengambil kasus pada proyek Mall Meisterstadt Batam. Pengambilan data dengan mengajukan pertanyaan pada pakar untuk menentukan kriteria utama dan sub.kriteria dalam pemilihan kontraktor spesialis, kemudian menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada 10 responden yang bersangkutan dalam pemilihan kontraktor spesialis. Dari analisis diperoleh hasil sebagai berikut: 1)Pemilihan kontraktor spesialis menggunakan metode Delphi untuk mendapatkan kriteria utama dan sub kriteria dan AHP dilakukan untuk mendapatkan bobot masing-masing kriteria utama, sub kriteria dan alternative kontraktor  2.) Berdasarkan kriteria utama. Prioritas pertama adalah harga dengan bobot 0,265, kedua pengalaman kontraktor dengan bobot 0,225, ketiga keuangan perusahaan dengan bobot 0,199,  keempat dukungan peralatan dengan bobot 0,121, kelima K3 dengan bobot 0,106 dan keenam performa kontraktor dengan bobot 0,83. 3) Berdasarkan penilaian secara keseluruhan kontraktor C sebagai kontraktor terbaik dengan nilai 0,43, prioritas kedua kontraktor A dengan nilai 0,291, prioritas terakhir kontraktor B dengan nilai 0,279

    ANALISIS DITERIMANYA KLAIM PERPANJANGAN WAKTU DAN TAMBAHAN BIAYA PADA PROYEK BANGUNAN AIR DI PROVINSI BANTEN

    Get PDF
    Klaim dalam proyek bangunan air merupakan masalah yang dapat mengarah kepada permohonan perpanjangan waktu dan tambahan biaya yang diajukan oleh kontraktor kepada pemberi pekerjaan. Oleh karena itu diperlukan penelitian yang dapat memberikan peringkat faktor yang menyebabkan keterlamabatan proyek berujung pada suatu klaim konstruksi berupa klaim perpanjangan waktu dan penambahan biaya, agar dapat diterima oleh pengguna jasa. Data penelitian dilakukan dengan wawancara dan survei opini responden melalui penyebaran kuesioner dengan para pemangku kepentingan yang kompeten. Metoda penelitian yang digunakan untuk pengolahan data adalah metoda statistik deskriptif dimana analisis validitas dan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan SPSS 24. KMO Measure of Sampling digunakan untuk membandingkan indek jarak antara koefisien korelasi dengan koefisien korelasi parsialnya. Metoda Analisis Komponen Utama (Principal  Components  Analysis) digunakan untuk mengekstraksi faktor. Pengumpulan data opini responden, tabulasi data dan analisa data, telah menghasilkan urutan dari faktor penyebab keterlambatan waktu proyek. Dimana faktor teratas adalah faktor penyebab klaim perpanjangan waktu dan penambahan biaya dapat diterima pemberi pekerjaan. Urutan tersebut dijadikan bahan pertimbangan pihak pemberi pekerjaan untuk dapat melakukan langkah selanjutnya dalam menentukan sikap terhadap klaim perpanjangan waktu dan penambahan biaya. Diantara ke 24 kejadian ataupun peristiwa penyebab terjadinya keterlambatan proyek, terdapat 5 peringkat teratas adalah: 1) evaluasi kemajuan prestasi pekerjaan kontraktor tidak dilakukan, 2) adanya perubahan desain, 3) rasio harga penawaran yang rendah, 4) sistem pembayaran termijn yang tidak sesuai kontrak, dan 5) keterlambatan dalam penyerahan gambar-gambar. Kelima faktor penyebab tersebut berdasarkan hasil analisa ternyata dapat mewakili keseluruhan hasil penelitian ini. Dengan demikian klaim perpanjangan waktu dan penambahan biaya dari kontraktor yang terjadi karena  satu diantara kelima faktor tersebut sudah selayaknya pemberi pekerjaan harus menerima.Klaim dalam proyek bangunan air merupakan masalah yang dapat mengarah kepada permohonan perpanjangan waktu dan tambahan biaya yang diajukan oleh kontrakror kepada pemberi pekerjaan. Oleh karena itu diperlukan penelitian yang dapat memberikan peringkat faktor yang menyebabkan keterlamabatan proyek berujung pada suatu klaim konstruksi berupa klaim perpanjangan waktu dan penambahan biaya, agar dapat diterima oleh pengguna jasa. Data penelitian dilakukan dengan wawancara dan survei opini responden melalui penyebaran kuesioner dengan para pemangku kepentingan yang kompeten. Metoda penelitian yang digunakan untuk pengolahan data adalah metoda statistik deskriptif dimana analisis validitas dan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan SPSS 24. KMO Measure of Sampling digunakan untuk membandingkan indek jarak antara koefisien korelasi dengan koefisien korelasi parsialnya. Metoda Analisis Komponen Utama (Principal  Components  Analysis) digunakan untuk mengekstraksi faktor. Pengumpulan data opini responden, tabulasi data dan analisa data, telah menghasilkan urutan dari faktor penyebab keterlambatan waktu proyek. Dimana faktor teratas adalah faktor penyebab klaim perpanjangan waktu dan penambahan biaya dapat diterima pemberi pekerjaan. Urutan tersebut dijadikan bahan pertimbangan pihak pemberi pekerjaan untuk dapat melakukan langkah selanjutnya dalam menentukan sikap terhadap klaim perpanjangan waktu dan penambahan biaya. Diantara ke 24 kejadian ataupun peristiwa penyebab terjadinya keterlambatan proyek, terdapat 5 peringkat teratas adalah: 1) Evaluasi kemajuan prestasi pekerjaan kontraktor tidak dilakukan, 2) adanya perubahan desain, 3) rasio harga penawaran yang rendah, 4) sistem pembayaran termijn yang tidak sesuai kontrak, dan 5) keterlambatan dalam penyerahan gambar-gambar. Kelima faktor penyebab tersebut berdasarkan hasil analisa ternyata dapat mewakili keseluruhan hasil penelitian ini. Dengan demikian klaim perpanjangan waktu dan penambahan biaya dari kontraktor yang terjadi karena  satu diantara kelima faktor tersebut sudah selayaknya pemberi pekerjaan harus menerima

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI RUTE BERJALAN TERBAIK MAHASISWA (Studi Kasus Jalur Pendestrian Fakultas Teknik Universitas Pancasila)

    Get PDF
    Terdapat beberapa jalur pendestrian di dalam kampus Universitas Pancasila untuk menunjang aktivitas di dalam kampus, salah satunya adalah jalur pejalan kaki yang menghubungkan Pintu Gerbang Utama Kampus Universitas Pancasila menuju Fakultas Teknik. Aktivitas dalam melakukan kegiatan perpindahan dari Fakultas Teknik menuju gerbang utama kampus, sehingga jalur pedestrian merupakan fasilitas sangat penting guna mendorong serta memperlancar aktivitas perpindahan dengan kegiatan berjalan kaki. Jalur tersebut sering dilewati oleh mahasiswa padahal memiliki jalur pendestrian yang terputus dan  fasilitas penyebrangan seperti zebra cross yang belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi preferensi mahasiswa dalam memilih rute jalur pendestrian terbaik di dalam kampus. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner secara online. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pancasila dikarenakan responden ini dianggap telah memahami kondisi jalur pendestrian yang menjadi objek studi. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear (Backward method). Berdasarkan analisis, yang mempengaruhi kesetujuan mahasiswa mengenai rute terbaik adalah norma sosial, dukungan dan minimnya aktivitas lalu lintas lain di rute berjalan

    PENGARUH KETINGGIAN PIER JEMBATAN TERHADAP PERILAKU KEDALAMAN JEPIT GROUP FONDASI TIANG BOR AKIBAT PUSHOVER ANALISIS

    Get PDF
    Penelitian ini  membahas perilaku respon tiang fondasi terhadap ketinggian pier akibat beban pushover analisis. Dalam penelitian ini dilakukan peninggian kolom pier dengan kekakuan (EI) tetap, dan peninggian kolom pier dengan memvariasikan nilai EI. Dengan variabel-variabel yang telah ditentukan, dilakukan analisis pushover pada struktur jembatan, dan dianalisis perilaku grup fondasi tiang bor akibat beban pushover. Penelitian ini menggunakan analisis nonlinear finite elemnet dengan menggunakan program Midas Civil guna menganalisis struktur jembatan dan program FB-Multipier guna analisis respon tiang fondasi. Dengan memepertahankan nilai EI pada tiap ketinggian, mendapatkan gaya geser dasar tiang pier mengecil pada setiap bertambahnya ketinggian. Sedangkan dengan melakukan variasi nilai kekakuan EI, mendapatkan gaya geser dasar yang relatif sama besarnya pada tiap-tiap ketinggian. Nilai  kekakuan EI yang tetap,  tidak memengaruhi nilai kedalaman jepit tiang. Sedangkan nilai variasi kekakuan EI, memengaruhi dari nilai kedalaman jepit tiang fodasi

    FAKTOR-FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL DALAM EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL ASHLEY SABANG

    Get PDF
    Salah satu upaya pemerintah pusat dalam mengatasi keterbatasan lahan di wilayah DKI Jakarta yang semakin sempit untuk hunian bagi wisatawan, pengusaha, pebisnis baik warga luar Jakarta maupun wisatawan mancanegara, maka pemerintah memberikan izin kepada setiap pengusaha untuk mendirikan hunian vertikal atau hotel. Pada setiap proyek konstruksi pembangunan hotel harus tetap memperhatikan faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi penentu proyek tersebut efektivitas atau tidak dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor eksternal dan faktor-faktor internal penentu efektivitas pelaksanaan proyek pembangunan Hotel Ashley Sabang. Yang menjadi sampel penelitian dalam tesis ini adalah kontraktor struktur dan arsitektur, kontraktor mekanikal, elektrikal dan plumbing, dan kontraktor interior di proyek Hotel Ashley Sabang sebagai objek penelitian, dengan metode sampling purposive. Metode analisis yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas data, analisis karakteristik responden dan analisis relative importance index (RII). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat faktor eksternal penentu efektivitas pelaksanaan proyek yang meliputi, penggunaan internet untuk mencari sumber informasi, pemakaian media e-mail sebagai alat komunikasi surat menyurat dan selalu menyelesaikan masalah dengan masyarakat jika ada perselisihan. Sedangkan faktor internal penentu efektivitas pelaksanaan proyek yaitu, komitmen yang sudah dibuat antara owner dan kontraktor tepat waktu, membuat hasil kerja lebih berkualitas dan produktivitas dan mampu bersama-sama memecahkan konflik di proyek

    ANALISIS PRODUKTIVITAS PEKERJAAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN MENGGUNAKAN METODE TIME STUDY

    No full text
    PVD (Prefabricated Vertical Drain) merupakan teknik perbaikan tanah dengan prinsip mengeluarkan kadar air pori di dalam tanah sehingga mempercepat waktu penurunan tanah. Saat ini metode prefabricated vertical drain banyak digunakan untuk pembangunan khususnya yang berdiri di atas tanah lunak. Selama ini, waktu pekerjaan prefabricated vertical drain ditentukan berdasarkan pengalaman pekerjaan prefabricated vertical drain di proyek-proyek terdahulu. Metode time study dapat digunakan sebagai perhitungan dalam menentukan produktivitas pada pekerjaan konstruksi, contohnya pada pekerjaan pemasangan prefabricated vertical drain. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung produktivitas prefabricated vertical drain yang meliputi pekerjaan pembuatan titik, pemancangan PVD, pemotongan PVD dengan menggunakan metode time study, yang berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pemasangan PVD salah satunya yaitu ketinggian rig. Dilakukan pengamatan pada proyek dengan ketinggian rig 18 m dan 24 m. Dari hasil penelitian didapatkan waktu pelaksanaan untuk kedalaman pemasangan 14 m, ketinggian rig 18 m serta mesin dasarnya excavator PC 200 didapatkan standard time pada produktivitas pekerjaan prefabricated vertical drain per-m panjang yaitu 0,089 menit (5,340 detik). Sedangkan pada kedalaman pemasangan 21 m, ketinggian rig 24 m serta mesin dasarnya PC 300 didapatkan standard time pada produktivitas pekerjaan prefabricated vertical drain per-m panjang 0,084 menit (5,040 detik). Berdasarkan perhitungan didapatkan bahwa semakin besar mesin dasar maka semakin besar nilai produktivitas pekerjaanya.Prefabricated vertical drain merupakan teknik perbaikan tanah dengan prinsip mengeluarkan kadar air pori di dalam tanah sehingga mempercepat waktu penurunan tanah. Saat ini metode prefabricated vertical drain banyak digunakan untuk pembangunan khususnya yang berdiri di atas tanah lunak. Selama ini, waktu pekerjaan prefabricated vertical drain ditentukan berdasarkan pengalaman pekerjaan prefabricated vertical drain di proyek-proyek terdahulu. Metode time study dapat digunakan sebagai perhitungan dalam menentukan produktivitas pada pekerjaan konstruksi, contohnya pada pekerjaan pemasangan prefabricated vertical drain. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung produktivitas prefabricated vertical drain yang meliputi pekerjaan pembuatan titik, pemacangan PVD, pemotongan PVD dengan menggunakan metode time study, yang berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pemasangan PVD salah satunya yaitu ketinggian rig. Dilakukan pengamatan pada proyek dengan ketinggian rig 18 m dan 24 m. Dari hasil penelitian di dapatkan waktu pelaksanaan untuk kedalaman pemasangan 14 m, ketinggian rig 18 m serta mesin dasarnya excavator PC 200 didapatkan standard time pada produktivitas pekerjaan prefabricated vertical drain per-m panjang yaitu 0,089 menit (5,340 detik). Sedangkan pada kedalaman pemasangan 21 m, ketinggian rig 24 m serta mesin dasarnya PC 300 didapatkan standard time pada produktivitas pekerjaan prefabricated vertical drain per-m panjang 0,084 menit (5,040 detik). Berdasarkan perhitungan didapatkan bahwa semakin besar mesin dasar maka semakin besar nilai produktivitas pekerjaanya

    311

    full texts

    341

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Konstruksia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇