Konstruksia
Not a member yet
    341 research outputs found

    DUKUNGAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (BPK RI) DALAM PENYELESAIAN SENGKETA KONSTRUKSI (MERUJUK UU NO.2/2017 PSL 88)

    Get PDF
    Latar belakang yang mendasari penelitian ini adalah permasalahan-permasalahan sekitar pelaksanaan konstruksi yang berhubungan dengan faktor biaya, mutu, dan waktu. Hal ini terjadi karena pelaku dalam industri konstruksi tidak mentaati apa yang sudah tertulis dan disepakati bersama dalam suatu kontrak konstruksi. Topik ini menjadi menarik ketika banyak sekali persoalan menyangkut kegiatan konstruksi yang berlaku di Indonesia tetapi penyelesaiannya merugikan salah satu pihak yang merasa sudah menjalankan tugas dan kewajibannya tanpa ada telaahan atau kajian terhadap permasalahan serupa yang bisa dijadikan acuan alternatif penyelesaian sengketa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman bahwa Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) melalui hasil pemeriksaannya dapat mendukung penyelesaian sengketa yang sering terjadi di industri konstruksi. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu dengan melakukan pengumpulan data primer melalui permintaan data langsung ke satuan kerja PPID BPK RI berupa data pengaduan yang berasal dari eksternal BPK RI baik masyarakat, lembaga sosial masyarakat, rekanan swasta, BUMN/D, Pemerintah Pusat/Daerah, DPR/DPD/DPRD, Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI yang sudah terbit dari portal BPK RI https://portal.bpk.go.id/.  Data yang didapatkan diolah dengan membuat matriks pengelompokkan atas permasalahan yang sering terjadi di industri konstruksi. Pengolahan data dilakukan dengan tujuan mencari dan menguraikan keterkaitan output sekecil apapun dari BPK RI yang berhubungan dengan dunia konstruksi sebagai alternatif penyelesaian masalah yang dihadapi pihak-pihak yang bersengketa

    KAJIAN TEKNIS JARINGAN AIR BERSIH PADA DESA PINGGIRAN (STUDI KASUS : DESA KARANG MELOK, KECAMATANTAMANAN, KABUPATEN BONDOWOSO)

    Get PDF
    Air bersih merupakan salah satu unsur penting dalam berkehidupan manusia. Maka pasokan air bersih ke suatu wilayah sangat mempengaruhi kehidupan penduduk di wilayah tersebut. Demikian juga yang ada pada Desa Karang Melok adalah Desa yang terletak di Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso. Walaupun desa tersebut mempunyai sumber air bor yang cukup melimpah, namun mata air tersebut masih belum di distribusikan ke masing-masing rumah warga. Dari latar belakang tersebut, maka perlunya diadakan kajian teknis  jaringan air bersih pada Desa Karang Melok. Dari hasil kajian  disimpulkan bahwa  kebutuhan air pada tahun 2025 sebesar 11359 lt/jam, dengan hasil proyeksi penduduk ditahun 2025 sebanyak 2318 orang yang mana rata-rata pertumbuhan pertahun adalah sebesar 3%.. Kapasitas reservoir sebesar 14.124 liter/jam. Untuk menaikkan air kedalam reservoir digunakan pompa jenis Shimizu Jet 300 Bit dengan daya listrik 300 watt dan debit sebesar 3.300 liter/jam. Dari hasil epanet diiperoleh hasil bahwa distribusi air bersih lancar,  karena memenuhi syarat minimum kecepatan aliran  yaitu ntara 0,3 – 0,6 m/s. Disarankan untuk air baku atau air minum diharapkan untuk melakukan pengujian air dilaboratorium terlebih dahulu. Dalam pemeliharaan jaringan air bersih di desa Karang Melok tersebut  diperlukan organisasi  manajemen yang baik untuk operasionalny

    SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN METODE KONSTRUKSI BERBASIS ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

    Get PDF
    Proyek Apartemen Grand Shamaya Surabaya merupakan salah satu proyek gedung tinggi di Surabaya yang dibangun di atas lahan yang memiliki kondisi tanah yang buruk dan sempit serta berada di antara gedung tinggi yang berdekatan. Pada pekerjaan basemen gedung ini memerlukan metode pelaksanaan yang tepat karena metode pelaksanaan ini sangat berpengaruh terhadap ketercapaian tujuan proyek (biaya, mutu dan waktu). Oleh karena itu perlu adanya analisa yang mendalam dengan mempertimbangkan semua variabel yang berpengaruh dalam penentuan metode konstruksi. Salah satu metode yang dapat diaplikasikan untuk membantu dalam pengambilan keputusan metode konstruksi yang tepat adalah Metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode ini memiliki kemampuan dalam menyusun skala prioritas (sebagai faktor bobot) dari variabel yang kompleks dan mudah diaplikasikan, sehingga metode ini dapat dijadikan alat untuk pengambilan keputusan penentuan metode konstruksi yang mudah dan cepat. Pengambilan data dilakukan melalui kuisioner dan indepth interview dengan responden yang memiliki kepakaran (pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang baik dalam penyusunan metode konstruksi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode AHP ini dapat disusun sebagai sistem pengambilan keputusan penentuan metode konstruksi pekerjaan basement dengan tepat. Bobot prioritas yang dihasilkan dari AHP dapat dijadikan parameter untuk menentukan nilai keputusan penentuan metode konstruksi berdasarkan ketersediaan sumber daya yang dimiliki pada proyek tersebut

    PERILAKU TEKUK PELAT ISOTROPIK PERSEGI OLEH BEBAN UNIAKSIAL DAN BIAKSIAL

    Get PDF
    Analisa elemen pelat terus berkembang sehubungan dengan semakin kompleksnya bentuk struktur. Menganalisa elemen pelat yang kompleks, peneliti menggunakan metode numerik, dalam hal ini metode elemen hingga. Metode elemen hingga sudah banyak digunakan dalam menganalisa pelat elemen, peneliti terus berlomba dalam mengembangkan elemen pelat dan cangkang yang dapat diaplikasi dalam berbagai kondisi dan mempunyai akurasi yang tinggi. Penggunaan elemen segitiga menarik perhatian peneliti karena simplisitas dan fleksibilitas dalam mendiskritisasi elemen yang kompleks. Elemen segitiga tiga nodal MITC3 (Mixed Interpolation of Tensorial Components) merupakan salah satu elemen pelat yang menggunakan elemen segitiga dan merupakan elemen pelat yang terkenal serta banyak digunakan oleh perangkat lunak komersial. Penelitian tentang elemen MITC3 sudah banyak dilakukan terutama dalam kasus statik, pada penelitian ini peneliti menganalisa elemen pelat isotropik MITC3 pada kasus tekuk yang diberi beban mekanikal berupa beban in-plane uniaksial dan biaksial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat konvergensi elemen pelat isotropik MITC3 pada kasus tekuk, penelitian ini diawali dengan melakukan studi literatur, selanjutnya menguji kinerja dan prilaku konvergensi elemen pelat MITC3 pada kasus pelat persegi dengan memvariasikan rasio panjang terhadap tebalnya. Hasil analisa akan dibandingkan dengan referensi yang ada di literatur

    KAPASITAS SALURAN PHB BGR KELAPA GADING JAKARTA UTARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HEC-RAS

    Get PDF
    Saluran PHB BGR Gading Kirana terletak di Jalan Raya Gading Kirana pada koordinat 6°08'37,9"- 6°10'14,2" Lintang Selatan, 106°54'09,6"- 106°53'16,2" Bujur Timur. Di daerah sekitar Saluran PHB BGR Gading Kirana masih sering terjadi banjir setiap kali musim hujan tiba karena jarak antar tali-tali air yang terbilang berjauhan, menyebabkan surutnya genangan air menjadi lambat serta terkadang saluran tali air mengalami penyumbatan, inilah yang menyebabkan banjir ketika air pada saluran di bawah trotoar tidak cukup mampu menampung volume air yang masuk. Dari kondisi diatas, maka perlu dilakukan analisis permasalahan banjir di daerah Saluran PHB BGR Gading Kirana untuk mengetahui apakah Saluran PHB BGR Gading Kirana masih dapat menampung debit air berdasarkan curah hujan 25 tahun terakhir dan apakah Saluran PHB BGR Gading Kirana perlu normalisasi. Berdasarkan hasil perhitungan manual dan aplikasi HEC-RAS, Saluran PHB BGR Gading Kirana tidak dapat menampung debit air berdasarkan curah hujan 25 tahun terakhir sebesar 46,95 m3/det. Pada titik 0 – titik 33 perlu dilakukan normalisasi dengan cara penambahan turap dari 4 m menjadi 5,5

    PENERAPAN PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI PADA MASA PANDEMI COVID-19 MENGGUNAKAN PENDEKATAN OHSAS 18001

    Get PDF
    Gerakan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) di PT X sangat berkaitan erat dengan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang sesuai dengan standar OHSAS 18001 (Occupational Health and Safety Assessment Series). Guna mengetahui sejauhmana pengaruhnya terhadap karyawan maka dilakukan analisis penerapan program K3/5R di PT X dengan pendekatan standar OHASAS 18001 dan statistik tes U Mann-Whitney serta pengaruhnya pada produktivitas karyawan, dan kemungkinan penerapan pada proyek konstruksi sesuai Instruksi Menteri PUPR No. 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran COVID-19. Dari hasil analisis produktivitas kerja ternyata setelah penerapan 5R ada pengaruhnya, terlihat dari tes U Mann-Whitney dengan H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian pengaruh penerapan 5R cukup besar. Pada saat dimulainya Gerakan 5R terlihat bahwa produktivitas kerja karyawan naik cukup besar dari Rp. 5,93 juta/karyawan pada tahun ke 6 (Tahun pertama dimulai Gerakan 5) menjadi 10,98 pada tahun ke 7 (Tahun kedua Gerakan 5R) atau naik 85,2%. Demikian pula pada tahun ke 8 (Tahun ketiga Gerakan 5R)  produktivitas kerja menjadi 20,59 atau naik 87,5% dibandingkan dengan produktivitas kerja tahun ke 7 (Tahun kedua Gerakan 5R).Sebagai Latar Belakang adalah Instruksi Menteri PUPR No. 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran COVID-19, untuk itu dilakukanlah penelitian terkait kemungkinan  Penerapan Pekerjaan Proyek Konstruksi Pada Masa Pandemi Covid-19 Menggunakan Pendekatan OHSAS 18001(Occupational Health and Safety Assessment Series) dengan  memanfaatkan pengalaman melaksanakan Gerakan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) di PT X yang terkait K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) / standar OHSAS 18001, berdasarkan teori yang mendukung (Jurnal terkait: JURNAL STANDARDISASI, Analisis Penerapan Program K3/5R di PT. X Dengan Pendekatan Standar OHSAS 18001 Dan Statistik Tes U Mann-Whitney Serta Pengaruhnya Pada Produktivitas Karyawan). Metodologi yang digunakan berupa pengumpulan data, pengolahan data, analisis data yang digunakan berupa statistik tes U Mann-Whitney serta pengaruhnya pada produktivitas karyawan. Pada saat dimulainya Gerakan 5R terlihat bahwa produktivitas kerja karyawan naik cukup besar dari Rp. 5,93 juta/karyawan pada tahun ke 6 (Tahun pertama dimulai Gerakan 5) menjadi 10,98 pada tahun ke 7 (Tahun kedua Gerakan 5R) atau naik 85,2%. Demikian pula pada tahun ke 8 (Tahun ketiga Gerakan 5R) produktivitas kerja menjadi 20,59 atau naik 87,5% dibandingkan dengan produktivitas kerja tahun ke 7 (Tahun kedua Gerakan 5R). Dari hasil analisis produktivitas kerja ternyata setelah penerapan 5R ada pengaruhnya, terlihat dari tes U Mann-Whitney dengan H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian sebagai kesimpulan bahwa pengaruh penerapan 5R cukup besar, sehingga Gugus Tugas COVID 19 Konstruksi dapat memanfaatkan dengan menerapkan dalam Pekerjaan Proyek Konstruksi Pada Masa Pandemi Covid-19 Menggunakan Pendekatan OHSAS 18001

    PEMENUHAN KEWAJIBAN PENGGUNA JASA SESUAI KONTRAK

    Get PDF
    Penggunaan standar kontrak FIDIC sebagai model kontrak konstruksi di Indonesia semakin meningkat. Proyek-proyek konstruksi baik yang didanai oleh swasta, pemerintah maupun pinjaman luar negeri banyak menggunakan standar kontrak FIDIC, khususnya standar kontrak FIDIC Red Book dan Yellow Book. Namun dalam proses pelaksanaannya, meskipun secara kontrak dibuat sebaik mungkin, secara disain sudah dibuat sebaik mungkin, suatu keniscayaan dapat menghindari klaim dalam suatu proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi variabel dominan kewajiban pengguna jasa yang tidak dipenuhi dan dampak yang dapat terjadi apabila tidak dipenuhi. Program penelitian ini menggunakan analisis faktor untuk mendapatkan variabel dominan kewajiban pengguna jasa yang tidak dipenuhi, dan selanjutnya dilakukan analisis data dengan menggunakan analisis kualitatif melalui penyebaran kuisioner kepada para responden. Hal ini dilakukan untuk mengetahui dampak yang akan terjadi apabila variabel tersebut tidak dipenuhi oleh pengguna jasa. Hasil analisis didapat 5 (lima) variabel dominan yaitu 1) Pengguna jasa memberikan ganti rugi atas setiap biaya ditambah dengan keuntungan, yang akan ditambahkan ke dalam harga kontrak jika pengujian ditunda oleh (atas nama) pengguna jasa dengan hasil extraction sebesar 0,913 atau 91,3%, 2) Pengguna jasa membayar jumlah yang disahkan dalam setiap Berita Acara Pembayaran Sementara (56 hari setelah menerima pernyataan tagihan dan dokumen pendukung) dengan hasil extraction sebesar 0,906 atau 90,6%, 3) Pengguna jasa memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan akibat dari penghentian pekerjaan oleh kontraktor yang dikarenakan pengguna jasa gagal untuk menerbitkan dan mensahkan Berita Acara Pembayaran Sementara, keterlambatan pembayaran progres pekerjaan dengan hasil extraction sebesar sebesar 0,894 atau 89,4%, 4) Pengguna jasa memberikan perpanjangan waktu jika pengujian ditunda oleh (atas nama) pengguna jasa dengan hasil extraction sebesar 0,862 atau 86,2%, 5) Pengguna jasa memberikan ganti rugi biaya bunga yang digabungkan secara bulanan pada pembayaran yang tertunda selama terjadinya keterlambatan pembayaran dengan hasil extraction sebesar 0,852 atau 85,2%. Selain itu dampak yang dapat terjadi apabila kewajiban pengguna jasa sesuai kontrak tidak dipenuhi adalah 1) Penyedia jasa akan mengeluarkan biaya yang tidak diperkirakan sebelumnya, 2) Gagal bayar kontraktor utama kepada sub-kontraktor, 3) Penyedia jasa berpotensi terkena denda yang di ajukan oleh pengguna jasa akibat mundurnya jadwal pelaksanaan proyek, 4) Berpotensi menimbulkan dispute

    ALTERNATIF STABILITAS TIMBUNAN DENGAN BATASAN KORELASI PARAMETER TANAH SEPANJANG TOL SERANG-PANIMBANG MENGGUNAKAN SLOPE-W

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji mengenai variasi batas tinggi timbunan jalan yang dapat dibangun pada proyek Tol Serang - Panimbang umumnya berada pada tanah kohesif. untuk lokasi yang berada pada tanah khusus seperti tanah organik tidak dibahas dalam artikel ini. Hasil parameter tanah diambil melalui dua tahap yaitu site investigation dan pengujian laboratorium. Parameter yang digunakan sebagai dasar perhitungan yaitu NSPT, c, ϕ, dan ϒ. Untuk menyederhanakan analisa dibuat korelasi  parameter-parameter tanah dasar dari kombinasi antara hasil data pengujian lapangan dan data laboratorium yaitu berat jenis tanah, kohesi dan sudut geser menghasilkan 5 layer tanah yaitu layer 1 (Nspt: 0 - 4, c:4 kPa, ϕ:10o, ϒ:15 kN/m³), layer 2 (Nspt: 5 - 8, c:10 kPa, ϕ:10 o, ϒ:16 kN/m³), layer 3 (Nspt: 9 - 12, c:18 kPa, ϕ:10 o , ϒ:16 kN/m³), layer 4 (Nspt: 13 - 15, c:26 kPa, ϕ:10 o , ϒ:17 kN/m³), layer 5 (Nspt: 16 - 20, c:30 kPa, ϕ:10 o , ϒ:17 kN/m³). Pemodelan tinggi timbunan sepanjang 50 km berkisar pada 0 - 15 m dari permukaan tanah dasar dengan slope 1:2 menggunakan Slope-W 2012. Tiap layer dimodelkan dengan variasi tinggi timbunan 0 - 15 m. Apabila faktor keamanan slope sudah lebih dari 1.5 maka variasi tersebut yang menjadi batas minimum tinggi timbunan dan minimum nilai Nspt tanah dasar timbunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slope dengan ketinggian maksimum 7 m harus berada di tanah dasar Nspt minimum 5 - 8, ketinggian 8 - 11 m harus berada di tanah dasar Nspt minimum 9 - 12, ketinggian 12 - 15 m harus berada di tanah dasar Nspt minimum 13 - 15.Penelitian ini mengkaji mengenai variasi batas tinggi timbunan jalan yang dapat dibangun pada proyek Tol Serang - Panimbang umumnya berada pada tanah kohesif. untuk lokasi yang berada pada tanah khusus seperti tanah organik tidak dibahas dalam artikel ini. Hasil parameter tanah diambil melalui dua tahap yaitu site investigation dan pengujian laboratorium. Parameter yang digunakan sebagai dasar perhitungan yaitu NSPT, c, ϕ, dan ϒ. Untuk menyederhanakan analisa dibuat korelasi  parameter-parameter tanah dasar dari kombinasi antara hasil data pengujian lapangan dan data laboratorium yaitu berat jenis tanah, kohesi dan sudut geser menghasilkan 5 layer tanah yaitu layer 1 (Nspt: 0 - 4, c:4 kPa, ϕ:10o, ϒ:15 kN/m³), layer 2 (Nspt: 5 - 8, c:10 kPa, ϕ:10 o, ϒ:16 kN/m³), layer 3 (Nspt: 9 - 12, c:18 kPa, ϕ:10 o , ϒ:16 kN/m³), layer 4 (Nspt: 13 - 15, c:26 kPa, ϕ:10 o , ϒ:17 kN/m³), layer 5 (Nspt: 16 - 20, c:30 kPa, ϕ:10 o , ϒ:17 kN/m³). Pemodelan tinggi timbunan sepanjang 50 km berkisar pada 0 - 15 m dari permukaan tanah dasar dengan slope 1:2 menggunakan Slope-W 2012. Tiap layer dimodelkan dengan variasi tinggi timbunan 0 - 15 m. Apabila faktor keamanan slope sudah lebih dari 1.5 maka variasi tersebut yang menjadi batas minimum tinggi timbunan dan minimum nilai Nspt tanah dasar timbunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slope dengan ketinggian maksimum 7 m harus berada di tanah dasar Nspt minimum 5 - 8, ketinggian 8 - 11 m harus berada di tanah dasar Nspt minimum 9 - 12, ketinggian 12 - 15 m harus berada di tanah dasar Nspt minimum 13 - 15

    PREDIKSI DEFLEKSI BALOK KAYU TUMPUAN SEDERHANA DENGAN MODEL ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS)

    Get PDF
    Defleksi merupakan parameter penting untuk mengontrol elemen struktur balok elemen pada kondisi layan. Beberapa cara untuk menghitung defleksi diantaranya dengan metode matematis seperti luas momen, balok konjugasi, Castigliano's, prinsip kerja virtual dan metode numerik seperti metode beda hingga, elemen hingga dan lain lain. Dalam naskah ini, telah dibangun model Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS), untuk memprediksi defleksi balok kayu tumpuan sederhana dengan beban terdistribusi merata. Data proses pembelajaran terdiri dari input dan output (target). Input pada penelitian ini meliputi modulus elastisitas (E), lebar (b), tinggi (h), bentang (L) dan beban terdistribusi merata (W) sedangkan output adalah defleksi balok. Hasil analisis menunjukkan bahwa model ANFIS mempunyai tingkat akurasi yang baik, jika dibandingkan dengan teori dimana koefisien korelasi (R2) untuk data pengujian 0.995 dan Mean Square Error (MSE) 0.13 mm. Hal ini menunjukkan bahwa model ANFIS yang dibangun dapat diandalkan untuk memprediksi lendutan balok kayu tumpuan sederhana.Defleksi merupakan parameter penting untuk mengontrol elemen struktur balok elemen pada kondisi layan. Beberapa cara untuk menghitung defleksi diantaranya dengan metode matematis seperti luas momen, balok konjugasi, Castigliano's, prinsip kerja virtual dan metode numerik seperti metode beda hingga, elemen hingga dan lain lain. Dalam naskah ini, telah dibangun model Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS), untuk memprediksi defleksi balok kayu tumpuan sederhana dengan beban terdistribusi merata. Data proses pembelajaran terdiri dari input dan output (target). Input pada penelitian ini meliputi modulus elastisitas (E), lebar (b), tinggi (h), bentang (L) dan beban terdistribusi merata (W) sedangkan output adalah defleksi balok. Hasil analisis menunjukkan bahwa model ANFIS mempunyai tingkat akurasi yang baik, jika dibandingkan dengan teori dimana koefisien korelasi (R2) untuk data pengujian 0.995 dan Mean Square Error (MSE) 0.31 mm. Hal ini menunjukkan bahwa model ANFIS yang dibangun dapat diandalkan untuk memprediksi lendutan balok kayu tumpuan sederhana

    KAJIAN KUAT TEKAN MORTAR PASIR SUNGAI BERLUMPUR DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH DIFA SOIL STABILIZER

    Get PDF
    Pasir merupakan salah satu material bahan bangunan yang sering digunakan. Pasir mudah didapatkan di sungai, gunung, dan pantai yang terdapat kandungan lumpurnya. Sebagai syarat sebagai bahan konstruksi, salah satunya adalah bahwa kandungan lumpur dalam pasir tidak boleh melebihi 5%. Kualitas pasir yang didapatkan di area penambangan juga dipengaruhi oleh cuaca, dimana pada saat musim penghujan kualitas pasir berbeda dengan pada saat musim kemarau. Tujuan penelitian ini adalah pasir yang mengandung lumpur lebih dari 5% dapat digunakan sebagai bahan konstruksi dengan menambahkan soil stabilizer. Soil stabilizer merupakan bahan penstabil tanah yang akan digunakan sebagai bahan tambah dalam pembuatan mortar yang pasirnya mengandung lumpur lebih dari 5%. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dilaksanakan di laboratorium dengan menggunakan pendekatan lapangan. Dalam penelitian ini menggunakan pasir Sungai Bogowonto dan Sungai Gebang dari Purworejo yang tidak pernah digunakan sebagai bahan konstruksi dikarenakan kandungan lumpurnya diatas 5%. Variasi bahan tambah soil stabilizer yang digunakan adalah 1%, 1.25%, 1.5%, 1.75%, dan 2% dari berat semen. Dari hasil penelitian diadapatkan berat jenis pasir gebang 2.63 kg/cm3, dan sungai bogowonto 2.59 Kg/cm3, modulus halus butir sungai gebang 2.874, dan sungai bogowonto 2.85, kandungan lumpur sungai gebang 6.7%, sungai bogowonto 14.87%. Dalam pembuatan benda uji mortar dengan ukuran 5x5x5 cm dengan umur benda uji 7, 14, dan 28 hari. Hasil uji kuat tekan mortar tertinggi sungai gebang 23.63 MPa pada penambahan soil stabilizer 1.75% sedangkan sungai bogowonto 12.94 MPa pada penambahan soil stabilizer 1.5%. Dengan penambahan proporsi soil stabilizer yang tepat pada pasir berlumpur akan meningkatkan kuat tekan mortar.Pasir merupakan salah satu material bahan bangunan yang sering digunakan. Pasir mudah didapatkan di sungai, gunung, dan pantai yang terdapat kandungan lumpurnya. Sebagai syarat sebagai bahan konstruksi, salah satunya adalah bahwa kandungan lumpur dalam pasir tidak boleh melebihi 5%. Kualitas pasir yang didapatkan di area penambangan juga dipengaruhi oleh cuaca, dimana pada saat musim penghujan kualitas pasir berbeda dengan pada saat musim kemarau. Tujuan penelitian ini adalah pasir yang mengandung lumpur lebih dari 5% dapat digunakan sebagai bahan konstruksi dengan menambahkan soil stabilizer. Soil stabilizer merupakan bahan penstabil tanah yang akan digunakan sebagai bahan tambah dalam pembuatan mortar yang pasirnya mengandung lumpur lebih dari 5%. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dilaksanakan di laboratorium dengan menggunakan pendekatan lapangan. Dalam penelitian ini menggunakan pasir Sungai Bogowonto dan Sungai Gebang dari Purworejo yang tidak pernah digunakan sebagai bahan konstruksi dikarenakan kandungan lumpurnya diatas 5%. Variasi bahan tambah soil stabilizer yang digunakan adalah 1%, 1.25%, 1.5%, 1.75%, dan 2% dari berat semen. Dari hasil penelitian diadapatkan berat jenis pasir gebang 2.63 kg/cm3, dan sungai bogowonto 2.59 Kg/cm3, modulus halus butir sungai gebang 2.874, dan sungai bogowonto 2.85, kandungan lumpur sungai gebang 6.7%, sungai bogowonto 14.87%. Dalam pembuatan benda uji mortar dengan ukuran 5x5x5 cm dengan umur benda uji 7, 14, dan 28 hari. Hasil uji kuat tekan mortar tertinggi sungai gebang 23.63 MPa pada penambahan soil stabilizer 1.75% sedangkan sungai bogowonto 12.94 MPa pada penambahan soil stabilizer 1.5%. Dengan penambahan proporsi soil stabilizer yang tepat pada pasir berlumpur akan meningkatkan kuat tekan mortar

    311

    full texts

    341

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Konstruksia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇