Konstruksia
Not a member yet
341 research outputs found
Sort by
PROYEKSI KINERJA TUNDAAN PADA BUNDARAN MONUMEN SELAMAT DATANG, JAKARTA
Kepadatan atau kemacetan di DKI Jakarta merupakan isu yang sampai saat ini belum terselesaikan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat tundaan yang terjadi di bundaran tersebut. PTV VISSIM melakukan simulasi dengan memasukkan data volume kendaraan dan lainnya. Program tersebut dapat digunakan juga untuk memproyeksikan sampai 5 tahun kedepan untuk mengetahui dampak dari lalu lintas di bundaran tersebut. Nilai pertumbuhan lalu lintas persetiap tahun nya sebesar 1%. Dalam menganalisis pada kondisi eksisting dengan menggunakan PTV VISSIM, perlu dilakukan kalibrasi dan validasi. Pada bundaran di monumen selamat datang didapat tundaan rata-rata sebesar 102,15 detik. Setelah menganalisa kondisi eksisting maka selanjutnya dilakukan proyeksi sampai 5 tahun ke depan dengan nilai pertumbuhan sebesar 1% pertahun. Proyeksi dan alternatif yang dibuat yaitu pelebaran dan underpass. Berdasarkan proyeksi dan alternatif yang dilakukan maka di dapat tundaan. Hasil analisa dengan proyeksi dan alternatif tersebut maka dengan alternatif underpass untuk tundaan rata-rata sebesar 34,47 detik dan tundaan pada alternatif pelebaran jalan sebesar 177,29 detik.
FAKTOR DOKUMEN KONTRAK DAN STAKEHOLDER TERHADAP BIAYA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL
Salah satu fenomena lain pekerjaan contract change order pembangunan jalan tol proyek strategis nasional (PSN) pada kenyataannya sering terjadi karena perencanaan sebelum pekerjaan dimulai tidak selalu berjalan dengan baik sesuai perencanaan awal. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor penyebab timbulnya CCO, dampak CCO terhadap cost performance perusahaan jalan tol, dan sekaligus dampak pengerjaan CCO terhadap cost performance kontraktor pekerjaan jalan tol. Metode yang dilakukan dengan menggunakan metode survey kemudian data diolah dengan model regresi linier berganda. Karakteristik riset ini yaitu pembangunan jalan tol yang memiliki target dari pemerintah proyek strategis nasional (psn), menggunakan perkerasan beton lebih dominan, menggunakan jembatan slab on pile pada ruas jalan tol. Hasil riset diketahui bahwa pekerjaan cco memiliki dampak pada peningkatan biaya yang disebabkan oleh faktor dokumen kontrak dan faktor stakeholder. Variabel dominan yang mempengaruhi kenaikan biaya pembangunan jalan tol adalah dokumen kontrak dengan nilai uji-t 4,575, nilai signifikan 0,000, dan koefisien regresi 0,258. Pada saat yang sama, penelitian ini memiliki dampak yang kuat sebesar 62% terhadap kinerja biaya lokasi pembangunan jalan tol, dengan 38% sisanya diperoleh dari analisis regresi di luar model variabel
PENGARUH BAJA TULANGAN LONGITUDINAL DAN MUTU BETON PADA BETON YANG DIPERKUAT FIBER REINFORCED POLYMER (FRP) DENGAN ATENA-GiD
Salah satu kelemahan dari balok beton yaitu lemah pada gaya tarik tetapi dengan menggunakan baja tulangan kelemahan tersebut dapat diatasi dan dinamakan balok beton bertulang. Namun, balok beton bertulang juga mempunyai kelemahan, salah satunya adalah lemah terhadap pengaruh lingkungan yaitu korosi dan saat pembebanan terjadi retakan (retak lentur dan retak geser). Untuk mengatasi retak tersebut, salah satu solusi adalah menggunakan fiber reinforced polymer (FRP). Beton yang sudah mengeras akan dilaminasi menggunakan lembaran polymer untuk menambah kekuatan beton tanpa merusak struktur utama beton. Oleh karena itu, penelitian menganalisa pengaruh FRP pada kekuatan beton akan dilakukan pada penelitan ini menggunakan metode elemen hingga. Pada penelitian ini menggunakan software GiD 15.0.1 untuk pemodelan balok secara geometris dan pembagian menjadi elemen-elemen dan ATENA Studio v5 untuk analisis balok secara komputasi dengan metode elemen hingga. Parameter penelitian yang digunakan adalah variasi dari tulangan utama (10 mm, 12 mm dan 16 mm) dan variasi kuat tekan (20 MPa dan 30 MPa). Dari analisis ATENA peningkatan secara umum terjadi pada nilai defleksi dan kapasitas beban maksimum di kedua jenis kuat tekan. Sedangkan tulangan utama dengan diameter 16 mm pada kuat tekan 20 MPa kekakuan sebesar 4,62 kN/mm dan daktalitas sebesar 2,09 adapun pada kuat tekan 30 MPa kekakuan sebesar 2,02 kN/mm dan daktalitas sebesar 10,06. Tulangan utama dengan diameter 16 mm menunjukan hasil optimal dibandingkan variasi diameter 10 mm dan 12 mm. Retak yang terjadi pada beton dengan perkuatan fiber reinforced polymer lebih sedikit dibandingkan tanpa perkuatan fiber reinforced polymer
FAKTOR PENGARUH VARIATION ORDER PADA KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN UNTUK MENGURANGI KLAIM KONSTRUKSI
Proyek konstruksi dalam pelaksanaannya selalu terjadi perubahan lingkup pekerjaan, perubahan jenis material, perubahan spesifikasi teknis, perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan dan keinginan pemilik proyek untuk melakukan penambahan ataupun perubahan lingkup pekerjaan. Variation order/perintah perubahan adalah pekerjaan tambah/kurang yang selalu terjadi dalam setiap pembangunan proyek konstruksi dan hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya klaim konstruksi dan sengketa apabila tidak ditangani secara baik. Dengan adanya klaim konstruksi yang berakhir dengan sengketa dapat mengakibatkan gagalnya tujuan utama proyek yaitu menciptakan produk fisik dalam jangka waktu tertentu (ada awal dan akhir) yang terikat dengan biaya dan mutu yang sudah disyaratkan. Penelitian ini bertujuan mencari faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya variation order, untuk menghindari klaim konstruksi yang berakhir sengketa, mencari faktor yang paling berpengaruh yang dapat menyebabkan timbulnya variation order untuk menghindari klaim konstruksi yang berakhir sengketa. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan IBM SPSS v 25. Hasil dari penelitian adalah faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya variation order adalah perubahan kuantitas, perubahan kualitas, perubahan desain, perubahan program kerja dan perubahan metode kerja. Sedangkan faktor yang signifikan berpengaruh yang dapat menyebabkan timbulnya variation order untuk mengurangi klaim konstruksi yang berakhir sengketa adalah perubahan metode kerja.
BIAYA, PENYEBAB DAN MANAJEMEN RISIKO LOKASI BLACKSPOT DI RUAS TOL JATI LUHUR ITC - PADALARANG BARAT KM 84 - KM 120+500
Kecelakaan lalu lintas di jalan tol Purbaleunyi terus berulang, khususnya ruas tol Jati Luhur Itc. - Padalarang Barat (Km 84 s.d Km 120+500) yang mengakibatkan banyak korban. Timbul pertanyaan faktor apa saja yang mempengaruhi terjadi nya kecelakaan tersebut. Tujuan penelitian ini mengetahui penyebab, karakteristik, biaya kecelakaan dan memberikan rekomendasi manajemen risiko keselamatan jalan untuk mengurangi kecelakaan pada lokasi Blackspot. Penelitian ini berdasarkan hasil survei lapangan, penggalian informasi para pihak terkait dan data kecelakaan 10 tahun terakhir (tahun 2012 - Juni 2021) sumber Representative Office 3, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Analisis data menggunakan metode AEK, BKA dan UCL untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan. Analisa data untuk mencari keterkaitan antar variabel berpengaruh dengan metode analisis regresi linear berganda program komputer SPSS. Menghitung kerugian akibat kecelakaan metode The Gross Output (Human Capital). Hasil penelitian untuk lokasi Blackspot di ruas Jati Luhur Itc. - Padalarang Barat pada jalur A dan jalur B terdapat 13 lokasi. Kecelakaan tunggal dominan kecelakaan sendiri dan kecelakaan ganda adalah tabrakan depan-belakang. Jenis kendaraan yang banyak terlibat adalah non golongan I (mini bus, truk berat/tronton dan medium truk). Waktu kejadian dominan terjadi pukul (00.00-06.00) dan (18.00 - 24.00), pada hari kerja dan cuaca cerah. Faktor penyebab utama adalah manusia yaitu mengantuk dan kurang antisipasi pengemudi dan faktor kendaraan ban pecah. Besaran biaya kecelakaan dari tahun 2012 s.d. Juni 2021 adalah Rp 182.574.325.950. Manajemen resiko penanganan lokasi Blackspot melalui penegakan hukum terhadap tindak pidana lalu lintas, memasang alat pengendali kecepatan, memasang perambuan, pengecekan kelayakan kondisi kendaraan dan membuat jalur penyelamat
DAMPAK PENDEMI COVID-19 ATAS TIMBULNYA KLAIM WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK-PROYEK PEMBANGKIT LISTRIK DI INDONESIA
Corona virus 2019 muncul dengan tiba-tiba di Tiongkok yang kemudian menyebar keseluruh dunia termasuk di Indonesia, penyebaran yang masif dan cepat membuat pemerintah di seluruh dunia bereaksi dengan segera menutup pelabuhan-pelabuhan dan bandara-bandara internasionalnya sehingga pergerakan dan mobilisasi manusia antar negara menjadi terhenti. Pemerintah di Dunia, termasuk Pemerintah Indonesia mulai membuat perubahan peraturan-peraturan terkait persyaratan-persyaratan keluar masuk antar negara serta peraturan-peraturan new normal. Penelitian ini ditujukan untuk melihat adanya hubungan keterlambatan waktu dan kenaikan harga kontrak akibat pemerintah mengeluarkan perubahan-perubahan peraturan untuk menekan penyebaran virus covid-19 yang mengakibatkan timbulnya klaim di proyek-proyek pembangkit listrik di Indonesia dan untuk menentukan faktor-faktor apa sajakah yang secara dominan mempengaruhi keterlambatan waktu dan kenaikan harga kontrak selama pendemi covid-19. Pada penelitian ini didapatkan hubungan antara keterlambatan waktu dan kenaikan harga kontrak yang signifikan, untuk hubungan keterlambatan waktu dan kenaikan harga kontrak terhadap klaim didapatkan hubungan yang kuat dimana keterlambatan waktu dan kenaikan harga kontrak dapat dipastikan akan memunculkan klaim proyek. Perubahan-perubahan peraturan pemerintah selama pendemi covid-19 menyebabkan turunnya efisiensi pada proyek-proyek pembangkit listrik di Indonesia
PENGARUH PERBAIKAN TANAH LUNAK MENGGUNAKAN DEEP MIXING TERHADAP BESARNYA PENURUNAN
Kondisi tanah dasar yang lunak sering menjadi permasalahan pada konstruksi pembangunan suatu bangunan, sehingga apabila tidak dilakukan perbaikan tanah terlebih dahulu, maka tanah dasar akan mengalami penurunan yang relatif besar. Dalam penelitian ini menggunakan metode deep mixing yang dimodelkan sebagai plat untuk meningkatkan stabilitas tanah. Berdasarkan laporan investigasi tanah, lokasi penelitian di kota Banjarmasin termasuk jenis tanah lempung lunak yang berada tepat di tepi sungai Barito didominasi oleh tanah rawa dengan muka air tanah -0,25 m. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil perhitung penurunannya sebelum dilakukan perbaikan tanah dengan deep mixing dan penurunan setelah perbaikan tanah menggunakan deep mixing dengan memberikan variasi modulus elastis deep mixing. Dalam penelitian ini digunakan beban timbunan setinggi 5 m dengan variasi modulus elastis (E= 50000 kPa; 100000 kPa; 200000 kPa), diameter deep mixing 0,6 m; spasi 2,5 m dan total kedalaman yang diperbaiki 17,5m. Hasil penelitian sebelum adanya deep mixing cara analitis diperoleh penurunan konsolidasi (Sc) sebesar 1.99 m dan waktu penurunan (t) sebesar 22.328 tahun pada derajat konsolidasi 90% (U90). Kemudian setelah adanya perbaikan tanah dengan deep mixing pada E= 200000 kPa; diameter 0.6 m; jarak 2.5 m, dengan menggunakan Plaxis 8.6 2D diperoleh penurunan konsolidasi (Sc) sebesar 1.54 m dan waktu penurunan (t) sebesar 0.23 tahun pada derajat konsolidasi 90% (U90). Pemberian modulus elastis (E) yang semakin besar dapat menurunkan nilai penurunan tanah (S), dan pola keruntuhan yang dihasilkan pada analisis dengan plaxis 8.6 terlihat mengalami deformasi pada sekitar daerah timbunan
BACK ANALYSIS PARAMETER KONSOLIDASI PADA PEMBEBANAN VAKUM DENGAN PVD
Back Analysis parameter-parameter konsolidasi dilakukan pada proses penurunan tanah secara konsolidasi dengan pembebanan vakum pada metode perbaikan tanah dengan PVD pada jalan tol Palembang – Indralaya. Parameter konsolidasi yang dianalisis adalah koefisien konsolidasi, tekanan pra-konsolidasi, indeks kompresi dan kompresi, dan permeabilitas tanah horizontal. Evaluasi derajat konsolidasi pertama kali dilakukan untuk menilai kemajuan konsolidasi dengan menggunakan data lapangan penurunan tanah dan tekanan air pori. Perilaku penurunan tanah terhadap waktu hasil monitoring lapangan dapat dianalisis dengan menggunakan metode Asaoka tidak hanya untuk mengestimasi derajat konsolidasi dan penurunan tanah akhir, tetapi juga koefisien konsolidasi dan permeabilitas tanah. Karena tekanan air pori juga memainkan peran penting dalam konsolidasi vakum, menjadi hal yang penting untuk melakukan back analysis menggunakan perilaku tekanan air pori selama proses konsolidasi.Back Analysis parameter-parameter konsolidasi dilakukan pada proses penurunan tanah secara konsolidasi dengan pembebanan vakum pada metode perbaikan tanah dengan PVD pada jalan tol Palembang – Indralaya. Parameter konsolidasi yang dianalisis adalah koefisien konsolidasi, tekanan pra-konsolidasi, indeks kompresi dan kompresi, dan permeabilitas tanah horizontal. Evaluasi derajat konsolidasi pertama kali dilakukan untuk menilai kemajuan konsolidasi dengan menggunakan data lapangan penurunan tanah dan tekanan air pori. Perilaku penurunan tanah terhadap waktu hasil monitoring lapangan dapat dianalisis dengan menggunakan metode Asaoka tidak hanya untuk mengestimasi derajat konsolidasi dan penurunan tanah akhir, tetapi juga koefisien konsolidasi dan permeabilitas tanah. Karena tekanan air pori juga memainkan peran penting dalam konsolidasi vakum, menjadi hal yang penting untuk melakukan back analysis menggunakan perilaku tekanan air pori selama proses konsolidasi
METODE BOWTIE UNTUK DAMPAK KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK JALAN (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL SERPONG – BALARAJA SEKSI I A)
Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pengembangan infrastruktur merupakan hal dasar yang harus dipenuhi. Semakin tingginya angka pembangunan di Indonesia sejalan dengan meningkatnya angka kecelakaan kerja Kementerian Ketenagakerjaan mencatat bahwa kasus kecelakaan kerja pada Tahun 2017 sebesar 123.041 kasus dan kasus ini terus meningkat setiap tahunnya yaitu 157.313 pada Tahun 2018 dan yang lebih mengkhawatirkannya lagi adalah 32% dari total kecelakaan tersebut berasal dari sektor industri konstruksi dan manufaktur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kecelakaan apa saja yang mungkin terjadi di dalam proyek infrastruktur yaitu Jalan Tol Serpong – Balaraja dan melakukan sebuah analisa tentang penyebab, dampak, dan kontrol dari masing-masing penyebab dan dampak tersebut. Metode yang digunakan dalam analisa kecelakaan ini adalah Metode Bowtie, yang mana data analisa yang digunakan berasal dari hasil kuesioner yang telah dibagikan kepada staf pada divisi yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil dari penelitian ini adalah di dalam Proyek Jalan Tol Serpong – Balaraja Seksi I A terdapat beberapa potensi kecelakaan kerja yang mungkin terjadi selama pelaksanaan, potensi risiko tersebut terdiri atas 19 potensi risiko yang berkategori Low, 31 potensi risiko yang berada pada kategori Moderate, dan 1 risiko yang berkategori High yaitu balok girder jatuh dan menimpa pekerja (7b). Bagian akhir penelitian juga menunjukkan bahwa penyebab dari kecelakaan kerja terjadi akibat kesalahan operator/staff, terjadi akibat faktor alam/lingkungan, dan faktor mesin dan material. Adapun dampaknya adalah pekerja mengalami luka berat/kematian, alat berat mengalami kerusakan, kerugian akibat material yang rusak dan kerugian akibat waktu yang tertunda
ANALISIS STABILITAS DAN DEFORMASI LERENG VILLA SEKEQ GRUPUK DENGAN SIMULASI NUMERIS
Perkembangan pariwisata di pulau Lombok semakin meningkat seiring dengan di kembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sehingga banyak dibangun tempat penginapan baik itu hotel maupun villa. Salah satu daerah wisata yang sedang berkembang disekitar KEK yaitu daerah Grupuk. Salah satu kasus gerakan massa tanah, yaitu bangunan Vila Sekeq yang berada di lereng perbukitan dengan kemiringan lereng berkisar antara 60° - 75° yang telah mengalami gejala geologi. Untuk mencegah potensi terjadinya longsoran di lereng Vila Sekeq, maka perlu dilakukan suatu analisis terhadap stabilitas dan deformasinya. Metode yang digunakan yaitu melakukan kajian data laboratorium dan data lapangan hasil bore log untuk mendapatkan karakteristik tanah dan batuan. Selanjutnya, data laboratorium dan data lapangan digunakan sebagai parameter input dalam simulasi numeris dengan Plaxis. Simulasi dilakukan dengan idealisasi 2D pada kondisi plane strain dan menggunakan model Mohr-Coulomb untuk tanah dasar. Dinding penahan bore pile yang memanjang dikaki lereng dengan materialnya di dekati model linear elastic. Simulasi numeris dilakukan dalam kondisi sebelum ada villa, kondisi lereng eksisting dan kondisi lereng setelah pemasangan bore pile. Model geometri dan perlapisan bawah permukaan berdasarkan stratigrafi perlapisan tanah hasil penyelidikan geoteknik yang terdiri dari lanau pasiran, pasir lanauan, lanau pasiran dan breksi gampingn. Simulasi numeris dengan Plaxis menunjukkan deformasi dari kondisi eksisting ke kondisi pemasangan bore pile mengalami peningkatan karena bore pile menambah beban pada lereng namun peningkatan deformasi tidak terlalu signifikan. Kondisi lereng sebelum ada villa tergolong stabil karena angka aman (SF) 1.3587, selanjutnya stabilitas lereng kondisi eksisting yang ditandai dengan angka aman (SF) 1.1878 sehingga lereng menjadi tidak stabil karena SF kurang dari 1.2. Untuk memperbesar angka aman supaya tidak terjadi longsoran, maka dilakukan pemasangan bore pile sedalam 12 meter, setelah pemasangan bore pile angka aman (SF) mengalami kenaikan menjadi 1.2154 sehingga lereng menjadi stabil (aman).The development of tourism on the Lombok Island is increasing along with the development of the Mandalika Special Economic Zone (KEK), so that many homestay are built, both hotels and villas. One of the developing tourist areas around the KEK is the Grupuk area. One of the cases of land mass movement, namely the Sekeq Villa building which is located on a hilly slope with a slope ranging from 60° - 75 ° which has experienced geological symptoms. To prevent potential landslides on the slopes of Vila Sekeq, it is necessary to carry out an analysis of its stability and deformation. The method used is to study laboratory data and field data resulting from bore logs to obtain soil and rock characteristics. Furthermore, laboratory data and field data are used as input parameters in numerical simulations with Plaxis. Simulations were carried out with 2D idealization under plane strain conditions and using the Mohr-Coulomb model for subgrade. The retaining wall of the bore pile that extends at the foot of the slope with the material is approximated by a linear elastic model. Numerical simulations are carried out in pre-villa conditions, existing slope conditions and slope conditions after bore pile installation. Geometry models and subsurface bedding based on the stratigraphic soil layers resulted from geotechnical investigations consisting of sandy silt, silt, sandy silt and limestone breccias. Numerical simulation with Plaxis shows that the deformation from the existing condition to the bore pile installatio, condition has increased because the bore pile increases the load on the slope but the deformation increase is not too significant. The slope condition before the villa was stable because the safe number (SF) was 1.3587, then the slope stability in the existing condition was marked with a safe number (SF) 1.1878 so that the slope became unstable because SF was less than 1.2. To increase the safe number so that landslides do not occur, deep of bore pile is 12 meter installed, after the installation of the bore pile the safe number (SF) has increased to 1.2154 so that the slope becomes stable (safe)