107747 research outputs found
Sort by
Perbedaan Hasil Belajar Siswa antara Group Investigation (GI) dengan Reading-Writing-Presenting (RWP)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan Group Investigation (GI) dengan Reading-Writing-Presenting. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 5 Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain Two Group Pretest Posttest design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Purposive Sampling. Sampel penelitian ini adalah kelas X-5 yang berjumlah 40 orang sebagai kelas eksperimen I dan kelas X-6 yang berjumlah 40 orang sebagai eksperimen II. Kelas eksperimen I menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Reading-Writing-Presenting dan kelas eksperimen II menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Analisis data menggunakan uji-t diperoleh thitung sebesar 4,22 dan ttabel pada taraf signifikan 5% yaitu 1,99 maka thitung > ttabel. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa menggunakan Group Investigation (GI) dengan Reading-Writing-Presentin
Peran (PKBM) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Dalam Pemberian Pelayanan Pendidikan Bagi Masyarakat (Studi Kasus di PKBM Negeri 09 Cilandak, Jakarta Selatan)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dalam Pemberian Pelayanan Pendidikan bagi Masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di PKBM Negeri 09 Cilandak, Jakarta Selatan yang terletak di Jalan Caringin Utara No. 1 Cilandak Barat Kota DKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni mendeskripsikan pemberian pelayanan pendidikan bagi masyarakat di PKBM Negeri 09 Cilandak. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Pada penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan kepala PKBM Negeri 09, 4 guru mata pelajaran, 1 guru kursus dan 3 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Peran PKBM bagi masyarakat masih sangat dibutuhkan oleh sebagian kelompok masyarakat hal ini terlihat dari pembiyaan dan persyaratan yang mudah dan murah untuk bisa belajar dan melanjutkan pendidikan di PKBM. Kedua, Pelayanan Pelanggan (Customer Service), dengan beragamnya latar belakang peserta didik di PKBM Negeri 09 mengakibatkan harus lebih maksimalnya peran tutor dalam mengayomi mereka. Ketiga, Kegiatan belajar mengajar di kelas, jadwal belajar yang terkadang bersamaan dengan jadwal bekerja membuat peserta didik memilih untuk bekerja ketimbang ikut kegiatan pembelajaran
Strategi Problem Solving STAR untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika pada anak berkesulitan belajar (Learning Disabilities)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh penerapan strategi problem solving STAR pada siswa berkesulitan belajar (learning disabilities) yang dilihat dari aspek kemampuan pemahaman konsep matematika, aktivitas belajar dan respon siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Budi Waluyo kelas VII pada tahun ajaran 2016/2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari empat tahap yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa, lembar observasi aktivitas belajar siswa dan jurnal harian siswa. Dari hasil penelitian diperoleh kemampuan pemahaman konsep matematika siswa berkesulitan belajar pada siklus I adalah 84,45 dari 7 orang siswa. Kemudian pada siklus II rata-ratanya menjadi 77,5 dari 9 orang siswa. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa presentase aktivitas belajar matematika siswa meningkat dari 58,63% pada siklus I menjadi 85,7% pada siklus II, serta presentase respon positif siswa pada jurnal harian mengalami peningkatan pada siklus I 65,12% menjadi 88,62% pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun penerapan strategi problem solving STAR dalam pembelajaran belum dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa secara keseluruhan, akan tetapi dapat meningkatkan aktivitas belajar serta respon siswa berkesulitan belajar terhadap pembelajaran matematika
Pengaruh endekatan Saintifik Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Keanekaragaman Hayati
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep Keanekaragaman Hayati. Penelitian ini dilaksanakan di MA. Jam?iyyah Islamiyyah Pondok Aren tahun ajaran 2016-2017. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Desain. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA-1 tahun pelajaran 2016-2017 yang berjumlah 27 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Penerapan pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar konsep keanekaragaman hayati, yang diperoleh nilai rata-rata Post test lebih besar dari pada nilai rata-rata Pre test, yaitu 68 >70. (2) Data hasil perhitungan perbedaan rata-rata nilai tersebut diperoleh nilai thitung =89809 sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (dk) = 52 yaitu sebesar 1.675 maka dapat dikatakan bahwa thitung > ttabel. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan pendekatan saintifik terhadap hasil belajar konsep keanekaragaman hayati
Analisis Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Pada Pembelajaran Tematik Kelas 3 Madinah Sdi Al Azhar 17 Bintaro
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter religus siswa di SDI Al Azhar 17 Bintaro. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dan instrument adalah catatan lapangan, angket, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan cara reduksi, display, dan generalisasi atau kesimpulan. Penelitian dilaksanakan di SDI Al Azhar 17 Bintaro, dengan subjek guru dan siswa. Penelitian lebih dikhususkan pada siswa kelas III Madinah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembentukan karakter religius di kelas III Madinah SDI Al Azhar 17 Bintaro antara lain melalui 1) Saling menyayangi sesama teman, 2) Teguran atau sanksi dari guru jika malakukan kesalahan, 3) Motivasi belajar dari guru, 4) Mengucapkan salam kepada guru, 4) Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran, 5) Membaca surat dalam al-Quran, 6) Sholawat dan Ikrar setelah berdoa, 7) Berkata yang baik dan tidak menyakiti orang lain, 8) Mengucapkan kalimat-kalimat tauhid, 9) Mendoakan Teman apabila tidak masuk sekolah karena sakit, 10) Membersihkan tempat duduk dan kelas, 11) Menabung dan menyisihkan uang, 12) Membiasakan bersikap jujur dam seperti yang diteorikan oleh Glok dan Star, yang terdiri dari 1. Religious belief (aspek keyakinan), 2. Religious practice (aspek peribadatan), 3. Religious felling (aspek penghayatan), 4. Religious knowledge (aspek pengetahuan) dan 5. Religious effect (aspek pengamalan)
Pengaruh Model Challenge Based Learning terhadap Kemampuan Penalaran Kreatif Matematis Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Challenge Based Learning terhadap kemampuan penalaran kreatif matematis siswa. Penelitian dilakukan di MTs Negeri 1 Tangerang Selatan tahun ajaran 2017/2018. Indikator kemampuan penalaran kreatif matematis yang diukur dalam penelitian ini yaitu: (a) kreativitas, (b) logis dan (c) anchoring. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain randomized control group posttest only. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu 32 siswa kelas eksperimen dan 29 siswa kelas kontrol. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t pada taraf nyata 5% diperoleh nilai signifikasi 0,005 yang bernilai kurang dari alpha = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan penalaran kreatif matematis siswa yang diterapkan dengan model pembelajaran Challenge Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan penalaran kreatif matematis siswa yang diterapkan dengan model pembelajaran konvensional
Analisis Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk, Harga dan Diferensiasi Produk terhadap Keputusan Pembelian Pizza Hut di Jakarta Barat
Perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin pesat menyebabkan sektor ekonomi serta budaya ikut terpengaruh. Perubahan pada sektor budaya juga tidak dapat dihindari, salah satunya ialah banyaknya makanan siap saji yang dijual di Indonesia. Menurut survei terbaru dari Master Card (bertajuk Consumer Purchasing Priorities) yang dimuat dalam Suara Pembaharuan 2016, sebanyak 805 orang Indonesia lebih memilih untuk bersantap di outlet cepat saji, diikuti oleh pusat jajanan (food court) yang menempati urutan kedua dengan 615, dan restoran atau kafe kelas menengah sebanyak 225. Sementara itu, hanya sekitar 1% konsumen di Indonesia yang memilih mengunjungi restoran untuk jamuan makan resmi (fine dining). Pizza Hut merupakan salah satu restoran cepat saji pertama di Indonesia yang menyajikan Pizza sebagai hidangan utama. Perilaku konsumen menjadi hal yang perlu diperhatikan mengingat bahwa semua yang dilakukan perusahaan dalam hal produksi didasari dengan permintaan pasar. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul ?Analisis Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk, Harga dan Diferensiasi Produk terhadap Keputusan Pembelian Pizza Hut di Jakarta Barat?. Tujuan penelitian ini yaitu untuk (1) Mengetahui karakteristik konsumen Pizza Hut di Jakarta Barat; (2) Mengetahui pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian Pizza Hut di Jakarta Barat; (3) Mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian Pizza Hut di Jakarta Barat; (4) Mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian Pizza Hut di Jakarta Barat; dan (5) Mengetahui pengaruh diferensiasi produk terhadap keputusan pembelian Pizza Hut di Jakarta Barat. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang ditemui penulis sedang melakukan pembelian produk Pizza Hut di Jakarta Barat dan bersedia untuk mengisi kuisioner dengan tidak memperhatikan frekuensi kunjungan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui karakteristik konsumen Pizza Hut. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh citra merek, kualitas produk, harga dan diferensiasi produk terhadap keputusan pembelian Pizza Hut di Jakarta Barat. Hasil dari karakteristik konsumen pizza hut diperoleh bahwa konsumen yang mendominasi dalam pembelian produk Pizza Hut ialah konsumen dengan rentang usia 20-30 tahun, berjenis kelamin perempuan, dengan status pekerjaan sebagai pelajar/ mahasiswa, mengetahui produk pizza hut dari spanduk/iklan dan membeli pizza hut hanya 1 kali dalam sebulan. Hasil dari analisis regresi linier berganda diketahui bahwa variabel citra merek, kualitas produk, dan diferensiasi produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pizza hut pada tingkat kepercayaan 95%. Sedangkan variabel harga memiliki pengaruh yang bersifat nyata (signifikan) pada tingkat kepercayaan 95%
Pengaruh Pendekatan Analitik-Sintetik terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif Matematik Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan analitik-sintetik terhadap kemampuan berpikir reflektif matematik siswa. Pendekatan analitiksintetik adalah pembelajaran berbasis masalah yang dimulai dengan menguraikan masalah menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana, dan komponenkomponen tersebut kemudian digabungkan menjadi suatu keutuhan yang baru. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan randomized posttest only control group design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMA N 8 Kota Tangerang Selatan. Subjek penelitian ini adalah 80 siswa yang terdiri dari 40 siswa kelas eksperimen dan 40 siswa kelas kontrol yang ditentukan melalui cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan berpikir reflektif matematik. Analisis data kemampuan berpikir reflektif matematik siswa dilakukan dengan uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan berpikir reflektif matematik siswa yang diajar menggunakan pendekatan analitik-sintetik lebih lebih tinggi daripada siswa yang diajar menggunakan pendekatan ekspositori. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan analitik-sintetik berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir reflektif matematik siswa
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Number Machine Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat peraga number machine terhadap kemampuan penalaran matematis siswa kelas IV MIN 2 Kota Tangerang Selatan pada materi bilangan bulat. Alat peraga number machine adalah alat peraga semi konkret atau mesin fungsi yang pada matematika melakukan tugas operasi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV MIN 2 Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen (quasi experimental) dengan desain penelitian Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini terdiri atas kelas eksperimen yang berjumlah 30 siswa dan kelas kontrol yang berjumlah 29 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajarkan dengan menggunakan alat peraga number machine memperoleh nilai rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa yang diajar tanpa menggunakan alat peraga number machine yakni nilai signifikansi < 0,05. Berdasarkan hasil perhitungan uji pengaruh (effect size) diperoleh nilai d sebesar 0,59. Nilai effect size yang diperoleh menginterpretasikan bahwa penggunaan alat peraga number machine memilki pengaruh dalam kategori sedang. Dengan demikian, ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sedang dari penggunaan alat peraga number machine terhadap kemampuan penalaran matematis siswa di Kelas IV MIN 2 Kota Tangerang Selatan
Pembangunan karakter islam : prespektif tasawuf
Tasawuf merupakan batin (esoteris) dari ajaran Islam, sementara sisi lahirnya (eksoteris) adalah syariah yang mengandung hukum-hukum keagamaan formal, mengenai apa yang harus dilakukan oleh seseorang (al-wajibat) serta apa yang seharusnya ditinggalkan (al-muharramat). Tasawuf, selain mengisi sisi batiniah dari syariah, juga memberikan makna bagaimana hidup ber-Tuhan dengan baik dan benar. Dalam konteks ini, tasawuf telah memberikan penegasan bahwa hidup tanpa memiliki hubungan yang harmonis dengan Tuhan, adalah hidup yang, kosong dan hampa. Manusia yang telah mencampakkan sisi batin (rohaniah) pada dirinya, serta tidak memiliki hubungan yang harmonis dan selaras dengan Tuhan, merupakan manusia yang hidup tanpa aturan-aturan dan norma-norma kebaikan