107747 research outputs found
Sort by
Teknologi untuk masa depan: hadir di pembelajaran masa kini
Buku ini berisi kumpulan praktik baik pengajaran guru dengan tema teknologi yang terbagi ke dalam lima topik, yakni Teknologi untuk Memanusiakan hubungan (Praktik pembelajaran yang dilandasi orientasi pada anak berdasarkan relasi positif yang saling memahami antara guru, murid, dan orangtua); Teknologi untuk Memahami Konsep (Strategi pembelajaran yang memandu murid menguasai pemahaman mendalam terhadap berbagai konsep); Teknologi untuk membangun Keberlanjutan (Strategi pembelajaran yang memandu murid mengalami rute pengalaman belajar yang terarah dan berkelanjutan melalui umpan balik dan berbagi praktik baik); Teknologi untuk Memilih Tantangan (Strategi pembelajaran yang memandu murid menguasai keahlian melalui proses yang berjenjang dengan pilihan tantangan yang bermakna); dan Teknologi untuk Memberdayakan Konteks (Strategi pembelajaran yang memandu murid melibatkan berbagai sumber daya dan kesempatan di komunitas sebagai sumber belajar sekaligus kesempatan berkontribusi terhadap perubahan)
Dasar-dasar organisasi
Buku ini mencoba memberikan pengenalan tentang beberapa segi organisasi dengan harapan dapat menumbuhkan minat lebih lanjut untuk lebih mendalami berbagai teori dan masalah organisasi
Agensi Perempuan dalam al-Qur?ān: Studi Atas Kisah Istri Nabi Nuḥ, Istri Nabi Lūṭ, dan Istri Firʽaun
Skripsi ini membahas agensi tiga perempuan yang tercantum dalam QS.66:9-10, QS.7:83, QS.11:81, QS.29:33, QS.28:9. Sejauh ini belum banyak penelitian yang dilakukan dalam tema ini. Padahal potensi pelajaran yang dapat diambil dari kisah mereka sangatlah besar. Melalui pendekatan agensi, dapat diketahui dinamika kehidupan yang dimainkan oleh tiga perempuan tersebut sebagaimana fakta sejarahnya. Penelitian ini mengumpulkan beberapa ayat yang terkait serta penafsirannya, juga fakta sejarah mengenai mereka yang diketahui secara umum, untuk kemudian mendeskripsikannya dalam perspektif agensi dengan menggunakan metode analisa deskriptik analitik. Sumber primernya adalah buku Teori Strukturasi karya Anthony Giddens dan tafsir Ibn Katsīr sebagai tafsir klasik serta tafsir al-Miṣbāḥ sebagai tafsir modern dan data sekundernya meliputi buku, kamus, jurnal, dan pendukung lainnya. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pertama; Istri Nabi Nūḥ, istri Nabi Lūṭ, dan istri Firʽaun dapat dikatakan sebagai agensi perempuan yang mengerahkan segala upaya mereka dalam memainkan peran secara independen sebagaimana yang mereka kehendaki. Segala tindak tanduk yang dilakukan suami mereka tidak mampu memengaruhi kehidupan yang mereka pilih. Āsiyah adalah contoh agensi yang patut diteladani, sedangkan Wāhilah dan Wā‟ilah adalah sebaliknya. Kedua; keingkaran dan kekufuran seorang suami kepada Tuhannya tidak akan memberikan muḍorot kepada istrinya yang taat kepada Tuhannya. Begitu pula, kesholehan seorang suami tidak menjamin keselamatan bagi istri yang tidak bertaqwa, karna manusia akan bertanggungjawab kepada jiwanya masing-masing. Ketiga; keimanan dan keyakinan seseorang pada tauhid adalah mutlak kuasa Allah SWT. Sejauh yang dapat peneliti temukan dalam kajian ini ialah, bahwa ceritacerita tersebut mengisyaratkan kepada kaum perempuan untuk tidak pasrah atas kenyataan yang diterimanya, tetapi berusaha sekuat tenaga dengan independensi yang dimiliki untuk sesuatu yang dianggap berguna bagi diri sendiri maupun lainnya
Teori Kebenaran Murtada Mutahari : Dan Kritiknya Terhadap Barat
Kebenaran merupakan kesesuaian antara ?pembawa kebenaran? dengan realitas sebagaimana adanya. Realitas bisa berupa objek materi, rasional maupun intuitif. Setiap kebenaran mempunyai ranahnya masing-masing. Kebenaran intuitif didapat melalui hati, ia tak dapat diukur oleh teori-teori empiris, begitu juga sebaliknya. Namun antara berbagai kebenaran tersebut tidak dapat dipertentangkan. Justru di antara tiga kebenaran tersebut terjadi saling berhubungan dan saling menguatkan. Temuan penelitian ini mengkonfirmasi temuan penelitian Mulyadi Kartanegara, Imron Mustofa yang menyatakan bahwa kebenaran merupakan kesesuaian antara ?pembawa kebenaran? dengan realitas, berupa realitas fisik dan realitas nonfisik. Kebenaran fisik harus diukur dengan materi, kebenaran nonfisik diukur menggunakan kaidah-kaidah logika jika berkaitan dengan logika dan diukur oleh pengalaman batin jika karakteristik objeknya adalah realitas metafisik. Temuan penelitian ini berbeda dengan temuan penelitian Achmad Charris Zubair yang mengatakan kebenaran merupakan kesesuaian dengan realitas, kesesuaian dengan kaidah-kaidah logika dan mempunyai manfaat. Juga sekaligus membantah apa yang ditemukan oleh Saifuddin bahwa dalam menentukan kebenaran antara filsafat dan agama terdapat perbedaan. Sedangkan Murtaḍá justru menjadikan al-Qur?an sebagai dasar pemikirannya. Metode yang digunakan dilihat dari tujuan penyelenggaraan penelitian ini ialah deskriptif analitik. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengkaji lebih detail tentang suatu gejala. Sedangkan pendekatan yang digunakan ialah pendekatan filosofis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami teori kebenaran menurut Murtaḍá Muṭahharī dan untuk mengetahui bagaimana cara mencapai kebenaran Murtaḍá Muṭahharī. Secara praktis, penelitian ini akan mempermudah dan memperjelas pemahaman masyarakat terhadap pemikiran Murtaḍá Muṭahharī tentang kebenaran. Sedangkan manfaat akademik penelitian ini ialah memperkaya khazanah kajian-kajian akademik
Penyakit pascapanen: pengantar ilmu penyakit pascapanen secara menyeluruh, sejak prapanen, saat panen dan pascapanen
Buku ini memberikan informasi lengkap dan terkini tentang penyakit pascapanen, baik dari sudut patogennya maupun sifat fisiologi inang dan kondisi lingkungan, serta yang terjadi sejak prapanen, saat panen, dan pasca panen, yang berpengaruh nyata terhadap kehilangan pascapanen. Hal ini karena masalah penyakit pascapanen memegang peran penting tidak saja pada produk pertanian yang dapat dikonsumsi, tetapi juga dialami oleh produk tak-konsumsi, seperti bunga
Evaluasi Program Tahfidz Qur'an SDIT As-Shiddiq Seura Indah Tangerang Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk: Mengevaluasi contexs, input, process, product program tahfidz Qur?an SDIT As-Siddiq. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan evaluatif, dalam penelitian ini menggunakan model evaluasi teori Stufflebeam yaitu CIPP (Context, Input, Process, Product). Data diperoleh dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara mereduksi data, setelah itu disajikan dalam bentuk deskripsi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, hasil evaluasi dari Context program tahfidz Qur?an di SDIT As-Siddiq menunjukkan bahwa program memiliki tujuan dan perencanaan yang jelas. Kedua, hasil evaluasi input program tahfidz Qur?an diketahui bahwa kompetensi yang dimiliki guru tahfidz kurang sesuai karena dalam hafalan dan kemampuan dalam pemahaman membaca Al- Qur?an masih perlu ditingkatkan lagi, sedangkan peserta didik dalam mengikuti program tahfidz ini memiliki antusias menghafal yang tidak stabil. Selain itu program ini didukung dengan sarana prasarana yang cukup, terlebih dengan adanya buku kendali yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik. Ketiga, hasil evaluasi process program tahfidz Qur?an menunjukkan bahwa, proses pelaksanaan pembelajaran tahfidz Qur?an berjalan lancar dan sesuai dengan yang telah direncanakan. Metode yang digunakan yaitu talaqqi/tahsin, dan yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran tahfidz Qur?an yaitu kurangnya waktu jam pelajaran dan kurangnya guru pembimbing tahfidz Qur?an dalam satu kelas. Keempat, hasil evaluasi product /hasil menunjukan bahwa pencapaian target hafalan peserta didik berjalan sesuai target, serta sekolah akan menahan ijazah peserta didik yang belum lulus tahfidz dengan memberikan fasilitas bimbingan kepada guru tahfidz hingga dinyatakan lulu
Hermeneutika al-Qur'an Modern: studi kasus pemikiran Edip Yuksel
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hermeneutika Edip Yuksel dan mengukur relevansi pemikirannya dalam dialektika perkembangan hermeneutika al- Qur?an modern. Yuksel dapat dikategorikan sebagai tokoh kontroversial dalam tradisi ilmu tafsir karena tidak menggunakan hadith sebagai sumber penafsirannya. Penelitian ini mengkaji beberapa tema dalam al-Qur?an yang dapat memperlihatkan keunikan penafsiran Yuksel. Tema-tema tersebut adalah hukuman potong tangan bagi pencuri, kekerasan dalam rumah tangga, poligami, jizyah, konsep ummi bagi Nabi Muhammad saw, dan konsep naskh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat explanatory research dengan model kajian pustaka (library research). Sumber primer pada penelitian ini adalah buku karya Yuksel yang berjudul Quran: A Reformist Translation. Sumber sekunder yang digunakan adalah karya-karya yang berisi buah pikiran Edip Yuksel. Sumber-sumber tersebut dibaca dengan menggunakan metode deskriptif-analitis dan pendekatan teori dekonstruksi Derrida. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hermeneutika Edip Yuksel tidak mengadopsi secara penuh teori dekonstruksi Derrida. Karena dalam beberapa kasus Yuksel menentukan makna sebuah kata dalam al-Qur?an secara final. Meskipun dalam beberapa hal penulis memandang Yuksel sebagai mufassi>r progresif. Yuksel menerima pendekatan penafsiran klasik dalam beberapa kasus diantaranya yaitu hukuman potong tangan bagi pencuri dan poligami. Penulis juga menyimpulkan bahwa Yuksel telah mengabaikan aspek sejarah yang berimplikasi pada bentuk simplifikasi teks. Metode penafsiran Yuksel mengacu pada logika al-Qur?an yang hampir tidak didialogkan dengan kondisi sosial-historis pada masa lampau, sehingga tafsir Yuksel ini belum dapat menggambarkan makna al-Qur?an secara lebih komprehensif. Penelitian ini menolak pendapat Fadhli Lukman yang menganggap bahwa Yuksel sepenuhnya tidak mempertimbangkan bagaimana makna ayat bagi generasi awal Islam yang biasa dijadikan rujukan oleh pemikir lainnya untuk mengungkap makna original dari teks. Penelitian ini memperkuat pendapat Fejrian Yazjajird Iwanebel yang menyatakan bahwa metode penafsiran Yuksel memunculkan kelemahan epistemologis yang justru menjadi blunder bagi mereka ketika memasukkan unsur-unsur subjektif karena mengabaikan aspek-aspek sejarah yang melingkupi ketika teks diproduksi
Hukum islam dalam sistem hukum di Indonesia
Bahasan buku ini mencakup sistem hukum yang berlaku di Indonesia dan pemberlakuan hukum Islam di dunia saat ini, konsep dasar hukum Islam, sejarah pertumbuhan dan perkembangan hukum Islam, sumber-sumber hukum Islam, mazhab dalam hukum Islam, hukum Islam yang berlaku di Indonesia, peradilan agama, dan hukum Islam dalam pembangunan hukum nasional
Native English Speaking Teacher (NEST): A Classroom Ethnography at SMP Al Fath South Tangerang
This classroom ethnography study was conducted focusing on the way the Native English Speaking Teachers (NEST) incorporate the culture in speaking natural English in the teaching of English speaking had been carried out at SMP Al Fath BSD South Tangerang. The four sub-focus of this study explored on (1.) The way the native English speaking teachers implement the teaching of English speaking according to the objective of Native English teaching programs, (2.) The way the native English speaking teachers stimulated the students to speak natural English language, (3.) The problems found during the process of the teaching English speaking, and (4.) The way the native English speaking teachers overcome the students‟ speaking problem during the teaching English speaking process. The data were gathered by doing the participant-observation, conducting interview, and document checking. The findings of the research showed that the Native English Speaking Teachers who used Modern English Teaching based on the students‟ academic as their teaching objective had been used several methods to support them to stimulate the students to speak natural English. Their methods are using games, monitoring students‟ speaking, giving additional reference to the native speakers‟ speaking pattern, comparing between American English and British English, doing error analysis, and continual exposure. During the teaching activity, the problems lied on these two themes; they are contextualization on cross cultural understanding and cultural differences on intercultural communicative competence. The solutions for those problems made by the Native English Speaking Teachers themselves were by teaching the students one by one and providing the contextual conversatio
Humanisasi perempuan dalam tafsir: studi pemikiran Khaled M. Abou El-Fadl
Penelitian ini membuktikan bahwa metodologi hermeneutika otoritatif Khaled M. Abou Fadl menghasilkan penafsiran humanis terhadap penafsiran ayat- ayat perempuan. Metodologi hermeneutika otoritatif yang dikembangkan oleh Abou Fadl dalam aplikasinya menempuh dua tahap yang saling melengkapi, yaitu: pertama, memahami makna teks al-Qur?an sebagaimana diturunkan dalam realita sosio- historis, dan keduamelakukan interpretasi terhadap teks agama dengan mencari relevansinya dalam konteks kekinian, yang tentu saja dengan melihat kemaslahatannya bagi umat, termasuk dalam hal ini perempuan. Hal ini menjadi prinsip dalam mengembangkan metodologi penafsiran atas teks agama yang humanis bagi perempuan, karena antara laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam agama, yang membedakan dari keduanya hanyalah secara biologis semata dan bukan pada perannya di ruang publik. Dari kesimpulan di atas, maka penelitian ini mengkonfirmasi beberapa pendapat yang telah dikemukakan oleh, Amina Wadud (2000), Riffat Hassan (1991), Fatimah Mernisi (1975), dan Asma Barlas (2006), Asghar Ali Engineer (1994), Zaitunah Subhan (1999), Nasaruddin Umar (2001) yang berargumen bahwa laki-laki dan perempuan adalah sama, baik dalam hak ataupun kewajiban baik dalam agama maupun di ruang publik. Sementara itu penelitian ini bertolak belakang dengan argumen beberapa tokoh, antara lain; Adian Husain (2007), Sachiko Murata (1996), Aisha A. Hidayatullah (2014) dan mufasir-mufasir seperti (Muhammad Yunus, Buya Hamka, dan Sayyid Qutub) yang berkesimpulan bahwa laki-laki memiliki kelebihan tertentu daripada perempuan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis metodologi yang dibangun oleh Abou Fadl dalam rangka mengangkat nilai-nilai kemanusiaan perempuan dalam penafsiran. Lebih jauh penelitian ini juga merupakan sebagai usaha untuk melihat implikasi gagasan dan metodologi yang dikembangkan oleh Abou Fadl dalam merekonstruksipemahaman terhadap posisi perempuan dalam Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research), data yang diperoleh dianalisis secarakualitatif,yaitu dengan metode deskriptif dan argumentatif serta menggunakan hermeneutika double movementnyaFazlur Rahman. Adapun sumber data yang digunkan dibagi menjadi dua, yaitu: pertama, sumber primer, dalam hal ini karya-karya Khaled Abou El-Fadl, di antaranya (1) Speakingin God?sName: Islamic Law, Authority, and Women(Atas Nama Tuhan: Dari fiqih Otoriter ke Fikih Otoritatif).(2)Reasioning With God: Reclaiming Shari?ah in the Modern Age. (3) Rebellion and Violence in Islamic Law. (4) And God Knows and Soldiers. (5) ?Qur?anic Ethics and Islamic Law?. Sedangkan sumber sekundernya adalah karya-karya ilmiah lain yang berkaitan dengan objek penelitian