107747 research outputs found
Sort by
Isolasi Dan Karakterisasi Senyawa Aktif Antioksidan Kapang Endofit Aspergillus Elegans
Indonesia memiliki sumber daya alam lautan yang sangat berlimpah, seperti tumbuhan,
hewan, maupun mikroorganisme laut yang mampu memproduksi senyawa bioaktif sebagai
sumber penemuan obat baru. Kapang endofit Aspergillus elegans mengandung senyawa
bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan
struktur senyawa aktif antioksidan hasil isolasi dari kapang endofit Aspergillus elegans.
Isolasi senyawa dilakukan dengan metode fermentasi cair kapang endofit yang
ditumbuhkan pada media PDB dalam kondisi statis, ekstraksi dengan pelarut etil asetat,
fraksinasi menggunakan KLT dan kromatografi kolom, uji kemurnian dengan LCMS, serta
penentuan struktur senyawa antioksidan menggunakan spektroskopi UV-Vis, FTIR, LCMS
dan LC-MS/MS. Isolat I yang diperoleh diuji aktifitasnya dengan metode peredaman
radikal bebas DPPH. Isolat yang diperoleh berasal dari fraksi 6 memiliki aktifitas
antioksidan dengan nilai IC50 105,886 μg/ml. Hasil analisis dengan UV-Vis menunjukkan
adanya gugus hidrokarbon aromatik (λmax 231,80 nm) dan adanya gugus karbonil (λmax
283,80 nm). Analisa dengan FTIR menunjukkan adanya vibrasi dari gugus fungsi C-H sp3
(2935 dan 2864 cm-1), C=C aromatik (1602 cm-1), C=O ester (1730 cm-1), C-O tunggal
(1274 cm-1), CH aromatik (798 dan 750 cm-1), C-H sp2
(1452 cm-1). Analisa dengan MS
menunjukkan isolat mempunyai massa m/z = 391,2834 [M+H]+ sesuai rumus molekul
C24H38O4 yang dikenal dengan di-(2-ethylhexyl) phthalat
Pemahaman Hadis Tentang Larangan Mengemis (Studi Metode Yūsuf Al-Qardhȃwȋ )
Pemahaman Hadis Tentang Larangan Mengemis (Studi Metode Yȗ suf Al-
Qardhâwȋ )
Fenomena gelandang dan pengemis yang sering menjadi perhatian pemerintah
ternyata semakin lama semakin memprihatinkan. Upaya dari pemerintah DKI Jakarta
untuk mengatasi gelandang dan pengemis, sebenarnya sudah banyak dilakukan di
antaranya dengan memberikan beberapa pelatihan keterampilan, penyuluhan yang
bertujuan untuk dapat membantu mereka dalam memperbaiki taraf hidup mereka
sehingga mereka bisa beralih dari kegiatan pengemis ke kegiatan yang lebih baik.
Dalam hadis yang mulia Rasulullah Saw. menyatakan bahwa meminta-minta
merupakan hal yang tak terpuji, tangan yang yang di atas lebih baik daripada tangan
yang di bawah. Hal ini menunjukkan bahwa memberi lebih baik daripada meminta.
Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana pemahaman hadis tentang larangan
mengemis serta aplikasi pemahaman hadis tersebut dengan konteks kekinian. Melalui
Analisa isi yang mengunakan metode pemahaman hadis Yȗ suf al-Qardhâwȋ ,
dengan beberapa langkah; memahami as-Sunnah sesuai petunjuk al-Qur‟ān,
memastikan makna dan konotasi kata-kata dalam hadis dan memahami hadis dengan
mempertimbangkan latar belakang situasi dan kondisinya ketika di ucapkan serta
tujuannya.
Meminta-minta atau mengemis adalah prilaku yang sangat terhina, karena
dengan meminta-minta berarti seseorang telah melupakan potensi dirinya,
merendahkan dirinya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan tangannya
sendiri, merendahkan ajaran agamanya karena seorang Muslim tidak meminta kecuali
kepada Allah dan seorang peminta-minta itu tidak akan terlepas dari hinaan orang
yang dipinta-pinta. Bahkan dikategorikan sebagai kufur nikmat karena tidak
menggunakan tangan dan anggota badannya untuk berusaha dan mencari rezeki
sebagaimana yang diperintahkan syara‟. Mengemis disebut juga tasawwul yakni
meminta atau mengemis dengan tujuan untuk kepentingan diri sendiri bukan untuk
kemashlahatan agama
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Anemia Pada Remaja Di SMP Muhammadiyah Serpong Tahun 2018
Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar eritrosit atau hemoglobin berada dibawah batas normal sehingga kebutuhan fisiologis tubuh tidak dapat terpenuhi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja di SMP Muhammadiyah Serpong tahun 2018. Penelitian ini dilakukan karena tingginya prevalensi anemia remaja di SMP Kota Tangerang Selatan dan terbatasnya penelitian mengenai anemia pada remaja di Tangerang Selatan. Variabel dalam penelitian ini adalah obesitas, asupan pangan zat besi, menstruasi, dan riwayat penyakit infeksi.
Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2017 sampai Agustus 2018 dan berlokasi di SMP Muhammadiyah Serpong. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 88 remaja. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara obesitas (p= 1,000), asupan pangan zat besi (p= 0,208), menstruasi (p= 0,079), dan penyakit infeksi (p= 1,000) dengan anemia pada remaja di SMP Muhammadiyah Serpong tahun 2018
Implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran IPS di SMP Al-Hasra dan SMP Darul Ulum Kecamatan Bojongsari
Kurikulum adalah salah satu unsur penting dalam pendidikan. Kurikulum Indonesia mengalami perkembangan dan pembaharuan untuk meningkatkan mutu pendidikan pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problem yang dihadapi guru dalam mengimplementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran IPS di SMP Al-Hasra dan SMP Darul Ulum Kecamatan Bojongsari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis Konstruktivisme yang dikemukakan oleh Piaget dan John Dewey dan analisis Humanisme yang dikemukakan oleh Carl Rogers dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa problem guru dalam implementasi kurikulum 2013 adalah dalam penggunaan strategi pembelajaran, pemilihan media yang akan digunakan saat pembelajaran, memahami perubahan materi, pemilihan strategi yang tepat untuk penilaian siswa, dan membuat peserta didik aktif selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Penelitian ini berimplikasi pada bidang kependidikan terutama mengenai implementasi kurikulum 2013 yang diterapkan di sekolah swasta. Selain itu juga berimplikasi pada kebijakan penerapan kegiatan belajar dan mengajar IPS di sekolah, terutama dalam hal strategi pembelajaran. Oleh karena itu sekolah dan pemerintah harus memberikan dukungan dan kemudahan kepada guru agar dapat menerapkan strategi pembelajaran sebagaimana disebutkan dalam kurikulum 2013. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan memperdalam pemahaman mengenai implementasi kurikulum 2013 terutama pada variasi penggunaan strategi pembelajaran guru pada mata pelajaran IPS di tingkat SMP
Penerapan layanan pembiayaan teknologi informasi berbasis syariah berdasarkan Fatwa DSN-MUI No. 117/DSNMUI/ II/2018 (studi PT. Investree Radhika Jaya)
Financial technologi pada pembiayaan peer to peer (P2P) lending kini ada juga yang menerapkan prinsip syariah dalam pelaksanaannya. Dalam hal ini, PT. Investree Radhika Jaya telah menerapkan prinsip syariah pada jenis pembiayaan tersebut. Terkait pembiayaan peer to peer (P2P) lending berbais syariah maka ketentuannya mengacu pada Fatwa DSN tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan layanan fintech syariah peer to peer lending yang dilaksanakan apakah sudah sesuai dengan prinsip syariah atau belum dengan menggunakan tolak ukur Fatwa DSN No. 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris dilakukan berdasarkan studi pustaka dengan melihat peraturan tertulis dengan cara menelaah teori, konsep, serta prinsip syariah yang berhubungan dengan penelitian ini, selain itu melakukan studi lapangan untuk melihat implementasi yang dijalankan saat ini. Hasil penelitian ini terkait kegiatan layanan fintech syariah peer to peer lending pada PT.Investree telah sesuai dengan Fatwa DSN No. 117/DSNMUI/ II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah, akan tetapi dalam penjelasan mekanisme tidak menjelaskan secara terperinci mengenai akad yang digunakan pada awal perjanjian, hanya disebutkan saja bahwa pembayaran kembali menggunakan akad yang ditentukan dengan membayar pokok pembiayaan + margin/keuntungan
Pengaruh promosi perpustakaan melalui media sosial terhadap pemanfaatan perpustakaan di Perpustakaan Kementerian Perindustrian RI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran variabel, dan pengaruh promosi perpustakaan melalui media sosial terhadap pemanfaatan perpustakaan. Media sosial yang dimiliki perpustakaan tersebut adalah akun facebook, twitter dan instagram. Responden pada penelitian ini berjumlah 50 pengunjung Perpustakaan Kementerian Perindustrian RI. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis linear sederhana sebagai alat statistik dengan dibantu softeware SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran deskriptif variabel promosi perpustakaan melalui media sosial sebesar 3,26 pada skala 3,25 ? 4,00 yang berarti sangat tinggi dan pemanfaatan perpustakaan sebesar 2,96. Kedua nilai ini berada pada skala dari 2,50 ? 3,24 yang berarti tinggi. Korelasi variabel promosi perpustakaan melalui media sosial dan variabel pemanfaatan perpustakaan sebesar 0,712 hal ini menunjukkan bahwa nilai antara variabel tersebut memiliki nilai skala dari 0,5 ? 0,75 artinya mempunyai hubungan yang kuat. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah promosi perpustakaan melalui media sosial terhadap pemanfaatan perpustakaan adalah tinggi dan promosi perpustakaan melalui media sosial sangat mempengaruhi terhadap pemanfaatan perpustakaan bagi pengunjung Perpustakaan Kementerian Perindustrian RI
Respon Wajib Pajak Terhadap Zakat Sebagai Pengurang Penghasilan Kena Pajak (Studi Di Kantor Pelayanan Pajak (Kpp) Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menjelaskan ketentuan zakat menjadi pengurang penghasilan kena pajak terhadap wajib pajak dan untuk menjelaskan respon wajib pajak terhadap zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kebayoran Baru Tiga. Metode penelitian dalam penelitian ini adlaah deskriptif dan eksplanatif (analitik). Populasi dalam penelitian ini adalah 20.863 wajib pajak KPP Kebayoran Baru 3. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 Wajib Pajak. Teknik pengambilan sampel adalah dengan teknik insidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: R Square sebesar 0,974. Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel independen (respon wajib pajak) terhadap variabel dependen (zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak) sebesar 97,4%. Sedangkan sisanya sebesar 5,6% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini kemungkinan seperti variabel kesadaran membayar pajak, pengetahuan peraturan perpajakan, persepsi yang baik atas efektifitas sistem perpajakan, dan kualitas pelayanan. Berdasarkan hasil uji simultan ditunjukkan bahwa Fhitung > Ftabel (36.1453 > 3,15). Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,5, yang menyatakan bahwa variabel respon wajib pajak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak. Nilai thitung (5.420) > ttabel (1.66023) dan nilai signifikansi (0,00 < 0,5), bahwa variabel respon wajib pajak (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak. Semakin tinggi respon wajib pajak semakin tinggi pula tingkat zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak
Prosedur Temu Kembali Arsip Buku Tanah Di Kantor Pertanahan Kota Depok
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana terciptanya arsip buku tanah dan prosedur penemuan kembali arsip buku tanah dan kendala yang dihadapi oleh Kantor Pertanahan Kota Depok dalam menemukan kembali arsip buku tanah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data dalam penelitian menggunakan observasi, wawancara, kajian pustaka, dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses terciptanya arsip buku tanah dimulai dari pendaftaran hak atas tanah dan pembuatan sertifikat hingga terbitnya arsip buku tanah. Untuk penyimpanan arsip buku tanah Kantor Pertanahan Kota Depok menggunakan sistem penyimpanan geografis yaitu dengan menggunakan nama tempat dan nomor hak. Proses temu kembali arsip buku tanah masih dilakukan secara manual dengan menggunakan slip permintaan beserta dengan nota dinas yang dikirim dari sub-sub seksi ke bagian ruang arsip untuk dicarikan arsip buku tanah yang dibutuhkan sesuai dengan nomor hak dan nama tempat yang tertera pada slip permintaan. Dalam proses penemuan kembali arsip buku tanah di Kantor Pertanahan Kota Depok terdapat kendala, diantaranya yaitu: ruang penyimpanan dan waktu menemukan kembali arsip buku tanah yang hilang dan terselip yang cukup lama
Tinjauan Prinsip Syariah Terhadap Produk E-Money Bank Syariah Mandiri.
Dalam permasalahan skripsi ini adalah bagaimana tinjauan prinsip syariah terhadap produk E-Money yang dimiliki Bank Syariah Mandiri terhadap mekanisme operasional yang mencakup aspek transaksi, mekanisme, akad dan manajerial dari produk ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produk E- Money Bank Syariah Mandiri dari perspektif syariah menggunakan tolak ukur dari fiqh muamalah yang telah tertuang dalam kitab klasik fiqh muamalah, fatwa DSN- MUI, dan regulasi perundang-undangan terkait. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan menggunakan wawancara, observasi terlibat, studi studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya Hasil kesimpulan dari penulisan skripsi ini adalah dari tinjuan prinsip syariah terdapat permasalahan syariah pada aspek akad, hal ini dikarenakan produk ini tidak memiliki nomenklatur akad dalam operasional produk yang menimbukan ketidakjelasan (gharar), serta dari aspek transaksi karena bank tidak melakukan pembatasan atau kontrol terhadap barang yang dijual oleh merchant yang bekerjasama dengan bank sehingga dikhawatirkan dapat digunakan untuk membeli barang-barang non halal