107747 research outputs found
Sort by
Narasi Moderasi Beragama dalam Naskah Serat Carub Kandha
Sejumlah historiografi tradisional yang dinarasikan dalam naskah-naskah (manuscripts) asal Cirebon, tidak sedikit yang menyinggung tentang moderasi beragama. Namun demikian, kecenderungan naskah babad mengalami pergeseran perspektif ketika memasuki era kolonialisme bangsa-bangsa Eropa. Narasi toleransi antar suku bangsa atau antar agama mengalami gesekan serius. Terdapat sebuah naskah yang berasal dari tradisi Cirebon, yang menarasikan secara implisit tentang moderasi beragama pada era-era awal perkembangan Islam dan kota-kota pelabuhan, yaitu Serat Carub Kandha. Artikel ini membahas tiga masalah terkait dengan moderasi beragama dalam Serat Carub Kandha, yakni: (1) konteks yang melatari penulisan dan penyalinan naskah Serat Carub Kandha; (2) narasi moderasi beragama dalam naskah Serat Carub Kandha; (3) Relevansinya bagi kehidupan beragama saat ini di Indonesia. Sumber yang dijadikan bahan primer penelitian adalah naskah Serat Carub Kandha koleksi Rafan Hasyim di Cirebon dalam tulisan Pegon. Dengan pendekatan filologis dan hermenutik, artikel ini menunjukkan bahwa Naskah Serat Carub Kandha menjadi bukti historis dan memori kolektif tentang praktik moderasi beragama di masa lalu Indonesia, khususnya di kawasan pesisir utara Jawa Barat. Narasi moderasi yang mengemuka adalah tentang sikap menghargai agama lain, akomodatif terhadap kebudayaan lokal, dan anti kekerasan
Rancang bangun sistem informasi Electronic Customer Relationship Management pada rumah makan "Mc Royal" cabang Tangerang
Rumah makan Mc Royal merupakan rumah makan yang menjual kuliner bebek goreng dan bebek bakar yang memiliki misi menciptakan kemudahan pelayanan bagi pelanggan sehingga terjalinnya loyalitas pelanggan terhadap Mc Royal. Di rumah makan Mc Royal sistem yang berjalan masih manual dari segi pencatatan dan pemesanan. Oleh karena itu diperlukan sistem E-CRM (Electronic Customer Relationship Management) berbasis web untuk menangani pendaftaran pelanggan, penanganan pemesanan dan keluhan pelanggan, bagaimana merespon permintaan informasi dari pelanggan, bagaimana mengelola data dan informasi seputar pelanggan, penyajian katalog menu makanan dan minuman, polling dan testimony
Rancangan Aplikasi Interface dan Integrasi BI-RTGS Dengan Sistem Bank Peserta BI-RTGS
Untuk meningkatkan keamanan lalu lintas transaksi penyaluran dana, Bank Indonesia selaku bank sentral yang menaungi seluruh bank yang beroperasi di Indonesia sudah menerbitkan sebuah sistem sentralisasi lalu lintas transaksi yang bernama Real Time Gross Settlement (BI-RTGS). Sebagai sebuah sistem besar yang menaungi jalannya transaksi penyaluran dana bernilai besar (High Value Payment System) sistem BI-RTGS ini mengadakan perubahan guna meningkatkan perlindungan pada setiap lalu lintas transaksi keuangan yang ada. Perubahan tersebut salah satunya adalah perubahan metode format messaging berskala internasional yang dinamakan Swift. Oleh karena itu, setiap bank peserta yang menggunakan layanan BI-RTGS ini diwajibkan untuk melakukan perubahan, agar format baru ini dapat diintegrasikan dengan sistem bank peserta tersebut. Namun bagi beberapa bank, channel transaksi BI-RTGS sudah terintegrasi langsung dengan core banking. Dimana jika terdapat perubahan pada core banking akan beresiko mengganggu channel transaksi lain. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah aplikasi perantara yang digunakan untuk menghubungkan channel RTGS pada core banking dengan format baru BI-RTGS. Aplikasi tersebut akan melakukan konversi antara format messaging lama dengan format Swift yang ada pada sistem BI-RTGS
Sastra Arab klasik, Seri jahiliyah
Buku ini membahas tentang berbagai hal yaitu prosa (natsr) dan puisi ( syi'r), corak atau jenis nats dan syair yang banyak berkembang, tema-tema syair yang banyak di gandrungi, syair sebagai teks sejarah bang Arab serta sejarah perkembangan, pasar Ukazh dan al-Mu'allaqat sebagai sebuah ekspo sastra jahiliyah serta bahasa dan karakteristik syair jahiliyah
Hukum Pajak Material
Pajak pada dasarnya merupakan peralihan sebagian kekayaan dari masyarakat kepada negara yang dimungkinkan oleh undang-undang pajak. Peralihan kekayaan tersebut membuat pajak dipandang dari dua sisi yang berbeda. Bagi masyarakat sering kali pajak dianggap sebagai beban, mengingat setiap anggota masyarakat yang memenuhi ketentuan perpajakan sebagai wajib pajak harus membayar pajak yang dikenakan kepadanya
Analisis perbandingan kinerja model ARIMA, LSTM dan GRU pada stock price forecasting
Prediksi harga saham menjadi masalah utama bagi para investor dan saham analis. Beberapa peniliti berpendapat bahwa harga saham dapat diprediksi dengan beberapa model, selama model tersebut dapat memberikan akurasi yang tinggi. Model yang paling umum digunakan untuk memprediksi data time series adalah model ARIMA dan ANN. Pada penelitian sebelumnya telah melakukan analisis perbandingan model antara ARIMA, LSTM dan GRU menggunakan dataset Web Traffic, pada penelitian tersebut hasil akurasi tertinggi didapati oleh model LSTM dan GRU, sedangkan untuk model ARIMA nilai akurasinya masih rendah. Namun penelitian tersebut masih memiliki beberapa kekurangan yaitu tidak menggunakan hyperparameter dan fungsi auto_arima, dimana hal itu menyebabkan kinerja model tidak dalam kondisi maksimal. Oleh karena itu pada penelitian ini penulis akan membandingkan kinerja dari model ARIMA, Long Short Term Memory (LSTM) dan Gated Recurrent Unit (GRU) dengan menggunakan hyperparameter dan fungsi auto_arima dan alat ukur yang digunakan untuk menghitung tingkat akurasi adalah Mean Square Error (MSE), Mean Absolute Error (MAE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dan Root Mean Square Error (RMSE). Berdasarkan Target MAPE (Lewis, 1982) hasil prediksi dari model ARIMA, LSTM, dan GRU memperoleh akurasi Sangat Akurat yaitu (<10%), untuk model ARIMA mendapatkan nilai terbaik 1,569%, disusul dengan model LSTM 2,394%, dan model GRU 2,645%
Rancang bangun arsitektur teknologi informasi pada pelayanan rumah makan menggunakan togaf architecture development method studi kasus : rm. pecel lele lela cabang ke-33
Bisnis rumah makan adalah salah satu bisnis yang mempunyai prospek bagus. Hal ini sejalan dengan kebutuhan manusia akan makanan dan minum. Seiring dengan terlihatnya prospek bisnis yang cerah, maka semakin banyak pula pengusaha yang memilih jalan untuk berbisnis rumah makan. Dalam beberapa tahun belakangan ini, terdapat salah satu pelaku bisnis rumah makan yang berkembang cukup pesat di Indonesia, yakni Rumah Makan Pecel Lele Lela yang kini telah memiliki puluhan cabang yang tersebar di Indonesia. Rumah makan ini mengangkat lele sebagai menu utama dalam bisnisnya. Dalam perkembangannya, Rumah Makan Pecel Lele Lela cukup signifikan dari sisi omset. Namun dalam kenyataannya, penulis menemukan beberapa kelemahan dalam pelayanan ketika penulis berkunjung ke Rumah Makan Pecel Lele Lela Cabang Ke-33. Salah satu kelemahan yang ada adalah lamanya proses pelayanan. Dalam pengamatan penulis pada saat itu, salah satu penyebab lamanya pelayanan adalah proses pelayanan yang masih manual tanpa menggunakan satu sistem yang dirancang dengan baik. Karena kekurangan itu, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian pada Rumah Makan Pecel Lele Lela Cabang Ke-33 untuk mempelajari proses pelayanan yang ada dan mengembangkan suatu sistem sehingga dapat membantu memperbaikinya. Dalam penelitian ini, penulis melakukan perancangan arsitektur teknologi informasi yang berkaitan dengan proses pelayanan. Dalam penelitian ini penulis berpedoman pada salah satu framework enterprise architecture yakni The Open Group Architecture Framework (TOGAF). The Open Group Architecture Framework (TOGAF) adalah salah satu framework pada enterprise architecture. TOGAF memiliki method dan tools yang dapat digunakan untuk membangun, mengelola, dan mengimplementasikan serta memelihara enterprise architecture. Elemen kunci dari TOGAF adalah Architecture Development Method (ADM) yang meliputi beberapa tahapan yaitu Preliminary Framework and Priciple, Architecture Vision (Tahapan A), Business Architecture (Tahapan B), Information System Architecture (Tahapan C), Technology Architecture (Tahapan D), Opportunities and Solution (Tahapan E), Migration Planning (Tahapan F), Implementation Governance (Tahapan G), dan Architecture Change Management (Tahapan H). Dengan demikian penelitian ini menghasilkan cetak biru (blueprint) arsitektur teknologi informasi RM. Pecel Lele Lela Cabang Ke-33