107747 research outputs found
Sort by
Penerapan Metode Penerjemahan Komunikatif pada Buku al-Mûsîqâ al- Syarqiyyah Karya Muhammad Kamil Hajjaj
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode penerjemahan komunikatif yang digunakan dalam menerjemahkan buku al-Mûsîqâ al-Syarqiyyah karya Muhammad Kamil Hajjaj. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan metode penerjemahan komunikatif dalam menerjemahkan buku al-Mûsîqâ al- Syarqiyyah karya Muhammad Kamil Hajjaj memberikan dampak positif terhadap kualitas terjemahan; (2) Terdapat sembilan strategi yang digunakan dalam menerjemahkan buku al-Mûsîqâ al-Syarqiyyah, yaitu mendahulukan dan mengakhirkan, menambahkan, membuang, mengganti, peminjaman, transposisi, modulasi, kesepadanan, dan deskripsi; (3) Strategi tersebut efektif digunakan dalam menerjemahan buku ini karena mampu mengatasi perbedaan kaidah bahasa dan budaya antara bahasa sumber dan bahasa sasaran sehingga dapat menghasilkan terjemahan yang akurat; (4) Penerjemahan istilah-istilah budaya bahasa sumber yang tidak memiliki padanan dalam bahasa sasaran mengakibatkan hasil terjemahan yang lebih panjang dari teks aslinya. Hal ini disebabkan karena peneliti perlu mendeskripsikan istilah budaya bahasa sumber agar pembaca dapat memahami isi dan maksud istilah tersebut; (5) Penerapan metode penerjemahan komunikatif dan kesembilan strategi ini sangat membantu dalam menghasilkan terjemahan yang mudah dipahami oleh pembaca teks sasaran
Terjemah jumlah Ismiyyah dan jumlah Fi'liyyah dalam buku Terjemah Fathul Qorib pedoman Hukum Islam karya Ahmad Najieh
Skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan kaidah dan metode penerjemahan jumlah ismiyah dan jumlah fi‟liyah yang diberikan para tokoh selanjutnya digunakan untuk menjelaskan dan menganalisa sekaligus memberikan penilaian terjemahan jumlah ismiyah dan jumlah fi?liyah pada bab wudu dan tayamum pada buku Terjemah Fathul Qorib Pedoman Hukum Islam karya Acmad Najieh. Skripsi ini berupa penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif berupa desktiptik analitik. Data yang digunakan adalah terjemahan jumlah ismiyah dan jumlah fi‟liyah bab wudu dan tayamum. Pada bab wudu, jumlah ismiyah sebanyak 28 dan 67 jumlah fi‟liyah. Sedangkan pada bab tayamum, jumlah fi‟liyah sebanyak 29 dan 64 pada bab tayamum. Data tersebut diolah menggunakan pendekatan teori kalimat, teori terjemahan jumlah ismiyah dan fi‟liyah, metode terjemahan, dan penilaian terjemahan. Sumber utama penelitian ini adalah buku Terjemahan Fathul Qorib Pedoman Hukum Islam I karya Ahmad Najieh. Sedangkan sumber keduanya adalah semua buku, jurnal, skripsi, yang terkait dengan tema pembahasan. Skripsi ini membuktikan bahwa terjemahan pada kedua kasus tersebut didominasi oleh model kalimat tidak efektif dan metode terjemahan harfiah. Hal itu dibuktikan dengan kenyataan bahwa kalimat tidak efektif pada terjemahan jumlah ismiyah bab wudu mencapai 57,2% dan 69% pada bab tayamum. Sedangkan pada jumlah fi‟liyah bab wudu terdapat 44,7% kalimat tidak efektif dan 47% pada bab tayamum. Sementara itu dari sisi metode terjemahan, terdapat 85,7% pada terjemahan jumlah ismiyah bab wudu dan 100% pada bab tayamum. Sedangkan pada terjemahan jumlah fi‟liyah bab wudu terdapat 98,5% metode harfiyah dan 100% pada bab tayamum. Skripsi ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi penguasaan terhadap bahasa sasaran, semakin tinggi pula kualitas hasil terjemahan
Pengaruh sistem pelayanan umrah pt. Ahsanta tours & travel berbasis iso 9001:2015 dalam meningkatkan kepuasan jamaah umrah tahun 2016
Kualitas pelayanan merupakan aspek terpenting pada sebuah perusahaan terutama di bidang jasa. Perusahaan dituntut untuk memberikan kualitas pelayanan terbaik kepada para pelanggannya. Dengan kualitas pelayanan terbaik, pelanggan akan merasa puas dan memiliki nilai lebih dari produk jasa yang ditawarkan. Dalam penelitian ini, kualitas pelayanan dapat diukur dengan 5 dimensi dari kualitas pelayanan atau disebut juga dengan 5 dimensi SERVQUAL (Service Quality), dimana dimensi yang pertama yaitu dimensi berwujud (tangible), keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance) dan empati (emphaty). Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari bagaimana sistem pelayanan umrah berbasis ISO 9001:2015, dan mengkaji seberapa besar pengaruh sistem pelayanan umrah berbasis ISO 9001:2015 dalam meningkatkan kepuasaan jamaah PT. Ahsanta Tours & Travel tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden dari jamaah umrah PT. Ahsanta Tours & Travel pada bulan April-Juni tahun 2016. Metode analisis penelitian ini menggunakan metode regresi linier sederhana. Data diperoleh melalui kuesioner yang kemudian dianalisa menggunakan software SPSS versi 22.0. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwasanya sistem pelayanan PT. Ahsanta Tours dan Travel berjalan ?sangat baik?, dengan rata-rata presentase jawaban responden sebesar 82,42%. Dan PT. Ahsanta Tours & Travel telah menerapkan beberapa 3 prinsip dari ISO 9001:2015 yaitu fokus pelanggan, keterlibatan orang dan peningkatan. Selain itu, jamaah umrah merasa ?sangat puas? atas pelayanan yang diberikan PT. Ahsanta Tours & Travel dengan rata-rata presentase jawaban responden sebesar 81,72%. Dan hasil analisa dari software SPSS 22.0, menunjukkan bahwa nilai thitung = 3,337 > ttabel = 1,671 dengan nilai signifikan 0,001 < 0,05, dimana sistem pelayanan berpengaruh terhadap variabel kepuasaan jamaah pada PT. Ahsanta Tours & Travel. Sistem pelayanan memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan jamaah dengan nilai koefisien sebesar 0,401, hal tersebut menjelaskan bahwa korelasi atau hubungan sistem pelayanan dengan kepuasan jamaah memiliki hubungan cukup kuat. Dan nilai R Square (R2) sebesar 0,161 atau 16,1%, hal tersebut menunjukkan bahwa sistem pelayanan PT. Ahsanta Tours & Travel memberikan pengaruh dalam meningkatkan kepuasan jamaah sebesar 16,1% dan sisanya sebesar 83,9% merupakan pengaruh dari faktor lain di luar model regresi
Pola Distribusi Dana Zakat Pada Lembaga Portal Infaq Jakarta Selatan
Zakat merupakan salah satu rukun Islam ketiga, Dengan berzakat dapat diharapkan dapat membantu meringankan beban orang lain, terutama fakir miskin, maka untuk itu diperlukan penyaluran Zakat secara efektif, profesional dan bertanggung jawab. Melalui ketentuan syariat Zakat, kehidupan orang-orang fakir, miskin dan orang-orang yang telah tergolong dalam 8 asnaf itu akan terperhatikan dengan baik. Rasulullah merupakan orang yang selalu mengutamakan Zakat, sedekah dan paling banyak sedekahnya, paling perduli dengan orang lain, serta gemar menolong orang-orang yang membutuhkan terutama fakir miskin dan anak-anak yatim. Dengan terus menerus berzakat dan berinfaq, krisis kelaparan yang berakibat pada krisis kemanusiaan dapat diatasi dengan sebaik-baiknya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola pendistribusian dan Zakat Serta untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat distribusi dana zakat yang dialami lembaga Portal Infaq Jakarta Selatan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Maka dari itu metode yang digunakan dengan cara Intervieww (wawancara), Observation (pengamatan langsung) dan dokumentasi, serta dengan cara membaca literatur kepustakaan, internet, dan media cetak mengenai pendistribusian dana zakat pada Portal Infaq Jakarta Selatan. Dari hasil analisis bahwa pola pendistribusian dana Zakat pada lembaga Portal Infaq Jakarta Selatan ditunjukkan kearah produktif dan konsumtif, dengan cara menentukan sasaran, menuangkan kedalam program-program dan penanggaran kedalam program-program. Sedangkan dalam mengevaluasi demi tercapainya tujuan oleh karena itu mencoba menganalisa apa saja yang menjadi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat dengan menggunakan analisis SWOT(Strength, Weakness, Opportunity, Treathment)
" Corpus Inscriptionum Arabicarum Palaestinae, Volume Five: -H-I-
Western Palestine is extremely rich in Arabic inscriptions, whose dates range from as early as CE 150 until modern times. Most of the inscriptions date from the Islamic period, for under Islam the country gained particular religious and strategic importance, even though it made up only part of the larger province of Syria
The Arabic Lexicographical Tradition
A comprehensive and methodologically sophisticated history of Arabic lexicography, this book fills a serious gap in modern scholarship. Besides meticulously examining the factors that led to the emergence of lexicographical writing as of the second/eighth century, the work comprises detailed discussions of the aims, range, and approaches of the most important writings and writers of lexica specialized in specific topics and multi thematic thesauri, and the lexica arranged according to roots
Ḍawʾ al-sārī li-maʿrifat ḫabar Tamīm al-Dārī (On Tamīm al-Dārī and His Waqf in Hebron)
The present book investigates three short late Mamluk treatises about land properties (waqf) in the Palestinian city of Hebron, which the prophet Muhammad granted to Tamīm al-Darī. The treatise entitled Ḍawʾ al-sārī li-maʿrifat ḫabar Tamīm al-Dārī by al-Maqrīzī (d. 845/1442) is the core of the book
Persian Pottery in the First Global Age
Persian Pottery in the First Global Age: the Sixteenth and Seventeeth Centuries studies the ceramic industry of Iran in the Safavid period (1501?1732) and the impact which the influx of Chinese blue-and-white porcelain, heightened by the activities of the English and Dutch East Indies Companies after c. 1700, had on local production
The Sufi Doctrine of Man
In The Sufi Doctrine of Man, Richard Todd examines the life and thought of Ibn 'Arabī's chief disciple, Ṣadr al-Dīn al-Qūnawī (13th century C.E.). Making use of manuscript sources, he analyzes and contextualizes Qūnawī's esoteric vision of the nature and purpose of human existence, a doctrine which incorporates core elements of Qūnawī's metaphysics, cosmology, psychology, and eschatology
The Transmission of the Variant Readings of the Qurʾān
This work is a study of the transmission of the variant readings of the Qurʾān, the canonization of the system Readings, and the emergence of the non-canonical shawādhdh readings