107747 research outputs found
Sort by
Oblique Translation of Directive Illocutionary Act of Robert Character in Angels & Demons Novel by Dan Brown and Its Translation
This research focuses on describing the types of oblique translation used by the translator to translate directive illocutionary act of Robert Character and analyzing the translation result of functions alteration of directive illocutionary act between Angels & Demons novel and its translation by using qualitative descriptive method. The researcher collects the data by reading the novel and marking the directive illocutionary acts using oblique translation that is contained in the novel. After finding the data, the researcher analyses the data by classifying the types of oblique translation based on Vinay and Darbelnet?s theory about the types of oblique translation, and giving explication toward the functions alteration of directive illocutionary acts that is done by the translator based on Bach and Harnish?s theory about types of directive illocutionary act and Honig and Kusmaull?s theory about relationship between speech act and translation study. As the result, the types of oblique translation apply in that novel are transposition, modulation, adaptation and equivalence. In addition, the translator uses more one types of oblique translation in some of directive illocutionary acts. The translator seems prefer to use modulation and equivalence for translating directive illocutionary acts. There are also four directive illocutionary acts that are not translated in the same functions but in general the result of translation can be acceptable. All of them are translated uses modulation by the translator. The translator applies the types of oblique translation by choosing the words which have the similar meaning in order to adjust the meaning of the words and sentences between ST and T
Analisis Terjemahan Leksem Daraba Dan DerIvasinya Dalam Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka
Penelitian ini ingin mengetahui apa saja terjemahan leksem daraba dan derivasinya dalam tafsir al-Azhar. penulis menggunakan teori kolokasi atau sanding kata untuk mengetahui hasil terjemahan dalam kasus tersebut. Leksem daraba merupakan kelas kata verbal transitiv akan mengalami perubahan makna bila bertemu dengan preposisi atau nomina, hal ini yang membuat penulis meneliti perubahan makna leksem daraba dan derivasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang berorientasi pada Al-Quran yang diterjemahkan Hamka dalam tafsir Al-Azhar dan terfokus pada leksikem daraba. Temuan penulis metode terjemahan yang banyak digunakan oleh Hamka adalah ragam penerjemahan semantis. Hal ini jelas terlihat dari hasil penelitian penulis terhadap hasil terjemahan Hamka. Ragam penerjemahan setmantis penulis temui di dalam semua sampel ayat. Hal ini dikarenakan metode penerjemahan semantis merupakan metode yang tepat digunakan untuk menerjemahkan teks-teks keagamaan dan sastra. Pada sebagian ayat penulis menemukan Hamka menerjemahkan leksem daraba dengan memukul. Akan tetapi dalam beberapa ayat Hamka juga menerjemahkan leksem daraba sesuai dengan makna akibat terpengaruh dengan kata sesudahnya. Seperti makna membuat, mengadakan, menghentikan, mengembara, menutup, dan pancung
English Word Formation AnalysisIn The Jakarta Post's Sci-Tech Articles 2014
The research analyzes the process of word formation to the selected words which are found in The Jakarta Post?s articles. It also classifies the types of word formation. Moreover, it is aimed to make people understand word formation and know how to guess a meaning of new words without look up into dictionary. This research is analyzed by qualitative descriptive method. The research is focused and limited to word formation in e-news The Jakarta Post?s Sci-Tech articles in January - March 2014. The data are analyzed using Structural Morphology Processes by Eugene A. Nida. The analysis in this research has four steps based on the structural morphology processes. They are, Morpheme, Word Formation, Morphophonological Processes, and Dictionary. Then, the data are also classified to the types of word formation, they are inflection, derivation, compounding, blending, clipping, creation de novo, back-formation, acronyms, initialisms, and eponyms. The result finds that almost all of word formation occurs in the analysis. There are 27 words that is analyzed. The 25 words pass the four steps of structural morphology processes. There are two words that do not pass the four structural morphology processes; WhatsApp and DSLR. Also there are two types of word formation that do not occur; creation de novo and back-formation
Pengelolaan produksi data fotografl di lernbaga kantor belita antara
Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pengelolaan data fotografi di Lembaga Kantor Berita Antara, upaya mengetahui Kendala-kendala dalam proses pengelolaan data fotografi di Lembaga Kantor Berita Antara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi dan wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala divisi Pemberitaan Foto, Editor dan Fotografer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa standarisasi pengiriman foto untuk pengiriman terlalu besar, yang mengakibatkan lambatnya proses pengiriman foto dari fotografer ke meja editor, tidak ada sirkulasi khusus untuk tim editor Lembaga Kantor Berita Antara pada saat proses editing, hal iitu mambuat tidak terjadinya koordinasi yang baik saat melakukan penyiaran dan penayangan foto. Maka terjadi penanyangan berita yang sama di dalam situs Antara Fot
Analisis sistem klasifikasi bahan pustaka di perpustakaan jurusan ortotik prostetik politeknik kesehatan kementrian kesehatan jakarta I
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa sistem klasifikasi di Perpustakaan Jurusan Ortotik Prostetik Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta I. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan sistem klasifikasi, penilaian sistem klasifikasi berdasarkan teori sistem klasifikasi yang baik, dan kendala-kendala penerapan sistem klasifikasi yang diterapkan pada Perpustakaan Jurusan Ortotik Prostetik Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta I. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara, observasi dan studi pustaka. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Unit Pelaksana Perpustakaan dan petugas Unit Pelaksana Perpustakaan. Hasil penelitian ini meliputi 1). Penerapan sistem klasifikasinya berdasarkan subjek utama, nomor urut dari buku induk dan kode peminjaman, serta sistem klasifikasinya mudah diterapkan. 2). Sistem klasifikasi yang diterapkan belum masuk dalam teori sistem klasifikasi yang baik karena sistem klasifikasinya belum bersifat universal, belum terperinci, belum bersifisat fleksibel, belum mempunyai indeks, dan belum mempunyai badan pengawas. Sistem klasifikasi tersebut hanya memenuhi dua dari enam kriteria sistem klasifkasi yag baik, yaitu hanya bersifat sistematis dan juga memiliki notasi yang sederhana. 3). Kendala-kendala yang muncul dalam penerapan sistem klasifikasinya seperti belum terdapat petugas perpustakaan yang berlatar belakang ilmu perpustakaan dan sulitnya melakukan copy cataloging dengan perpustakaan lain. Maka dari itu pentingnya pengembangan lebih lanjut terhadap sistem klasifikasi ini, agar dalam penerapannya lebih baik lag
Figurative Language Translation Of Indonesian-English Poems By John H. Mcglynn
The purpose of this research is to analyze the kinds of figurative language and the strategy applied in the poems translation. The method of this research is descriptive qualitative and the data are taken from the three poems of Sapardi Djoko Damono?s Kuhentikan Hujan, Saat Sebelum Berangkat, and Di Tangan Anak-anak which translated into English by John H. McGlynn. The researcher finds that there are ten kinds of figurative language of the fifteen data collected that used in the three poems. The poems have an irony, three personifications, a metaphor, a paradox, a synecdoche, a metonymy, two symbols, two allegories, two allusions and a hyperbole. The strategy of this translation is predominantly applied literal translation. This strategy implemented by retaining the terms, the grammatical system and the figurative language of the source language to be used in the target language. There are twelve data that apply literal translation while the rest, which presumed not to be appropriate in target language, use another strategy such as a replacement of vehicle with a different vehicle, a reduction of the figurative language and a replacement of vehicle with a gloss. This research concludes that the translator transfers the figurative language of the poems by thoroughly relate to the shape and the intention of the source poems. The way how the translator delivered the aim of the source text is by imitating the terms, the shape of the sentence and the meaning of the source language
Penerjemahan Indonesia-Arab Papan Petunjuk Arah Dan Informasi Di Curug 7 Cilember
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pertanggungjawaban penerjemahan teks-teks pada papan petunjuk arah dan informasi yang berada di Curug 7 Cilember. Proses penelitian ini dimulai dengan cara mengumpulkan data dalam bentuk foto, kemudian teks pada papan diklasifikasikan sesuai satuan gramatikalnya, yakni kata, frasa, dan kalimat lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Setelah itu, peneliti membuat desain papan petunjuk arah dalam dua bahasa. Adapun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Peneliti melakukan pengumpulan data, pengklasifikasian data ke dalam beberapa kategori, serta menganalisis data secara deskriptif dan non statistik. Hasil penelitian ini ialah analisis data yang berisi sebuah pertanggungjawaban akademik ketika menerjemahkan dengan metode komunikatif yang terdiri dari 1kategori kata, 13kategori frasa, dan 9 kategori kalimat. Akhir dari penelitian ini menghasilkan sebuah media komunikasi visual berupa papan petunjuk arah dan informasi dalam dua bahasa (Indonesia-Arab) di Curug 7 Cilember, Megamendung, Jawa Barat
Gerakan wahhabi dan keluarga saud dalam upaya mendirikan kerajaan saudi arabia
Dalam sejarahnya, Kerajaan Saudi Arabia mengalami tiga fase dalam pembentukannya: fase pertama, berdirinya Saudi Arabia dipimpin oleh Muhammad bin Saud bekerjasama dengan Muhammad bin Abdul Wahab pada tahun 1744-1818 M. Fase kedua, bangkit kembali pada tahun 1823-1891 M yang dipelopori oleh Turki bin Abdullah bin Muhammad bin Saud. Fase ketiga, diplopori oleh Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Muhammad bin Saud pada 1902- 1932 M. Masalah utama dalam penelitian ini adalah tentang "bagaimana peran gerakan Wahhabi dan peran keluarga Saud dalam upaya mendirikan Kerajaan Saudi Arabia??, penelitian ini dapat dikatagorikan sebagai aspek sosial-politik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang peran dari gerakan Wahhabi dan peran keluarga Saud dalam upaya mendirikan Kerajaan Saudi Arabia pada tahun dimulainya kerjasama antara gerakan Wahhabi dan keluarga Saud 1744 M sampai tahun berdirinya Kerajaan Saudi Arabia 1932 M. Maka, penulis menggunakan metode penelitian, yakni: heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Temuan penulis bahwa berdirinya Kerajaan Saudi Arabia karena terdapat dua kekuatan besar yang sangat berpengaruh yaitu politik dan agama yang saling membutuhkan dan tidak bisa dipisahkan. Namun keduanya membatasi peranannya, gerakan Wahhabi mengambil peran keagamaan dan keluarga Saud mengambil peran politik. Penulis tertarik dengan terbentuknya Kerajaan Saudi Arabia karena terdapat dua aspek berbeda yaitu agama dan politik yang saling bahu membahu dalam mendirikan Kerajaan Saudi Arabia, karena tidak semua negara dapat menggabungkan kedua aspek tersebut dalam satu kesatua
Pemanfaatan majalah populer berbahasa jepang di Perpustakaan The Japan Foundation, Jakarta
Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang pemanfaatan majalah populer berbahasa Jepang serta mengetahui persepsi pemustaka terhadap kendala yang dihadapi dalam memanfaatkan majalah populer berbahasa Jepang di Perpustakaan The Japan Foundation, Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil 10% dari populasi (949 anggota) yang dibulatkan menjadi 95 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan nonprobability sampling yang memilih responden secara accidental yaitu mengumpulkan data dari unit sampling yang kebetulan ada atau ditemui pada saat penelitian berlangsung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket/kuesioner. Analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar (61,8%) pemustaka sudah memanfaatkan majalah populer berbahasa Jepang di Perpustakaan The Japan Foundation, Jakarta. Kemudian untuk keseluruhan hasil rekapitulasi pada semua unsur kendala dalam memanfaatkan majalah populer berbahasa Jepang di Perpustakaan The Japan Foudation, sebagian besar (69,4%) pemustaka telah memberikan persepsinya terhadap kendala dalam memanfaatkan majalah populer berbahasa Jepang