107747 research outputs found
Sort by
Borrowing word translation in indonesian subtitle of scorpion tv series: pilot
This research focused on finding out the English words borrowed into Indonesian in the subtitle translation of Scorpion TV series: Pilot from English into Indonesian. The researcher used qualitative method by reading and collecting the data of borrowing word from English and Indonesian subtitle of Scorpion TV series: Pilot. After collecting the data, the researcher analyzed the data by classifying the kinds of borrowing words based on Molina and Albir‟s theory and the researcher also analyzed the adjustment process of borrowing words based on the standard integration of absorption elements in Indonesian and semantic changes of borrowing words that occur when they are borrowed into Indonesian based on Leonard Bloomfield‟s theory. The researcher used Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) and some dictionaries such as Oxford Advanced Learner‟s Dictionary 8 th edition, An English-Indonesian Dictionary by John M. Echols and Hassan Shadily, and Kamus Besar Bahasa Indonesia for supporting the analysis. Based on the analysis, the researcher found that there are 9 English words borrowed into Indonesian that should be adjusted to the grammatical system of the target language either in terms of sounds (pronunciation) and written form so that those words can be categorized into naturalized borrowing, and 5 English words categorized into pure borrowing or loanword without any change. Besides that, the researcher also found 3 words that should get the semantic widening, 9 words get the semantic narrowing, and 2 words have same meaning when they are borrowed into Indonesian. The researcher concludes that the borrowing procedure is not always accepted in translation. It is created when there is no equivalent term in the target language. So, as can as possible, the translator must look for the equivalent term of foreign word in translating the text before using the borrowing procedure
Penerjemahan kata taghut : studi terjemahan ayat-ayat Al-Qur'an atas buku 'Taszkiroh' karya Abu Bakar Ba'asyir
Secara etimologis dan secara leksikal, kata tâghût ( ) dalam Kamus al-Munjid berasal dari kata-kata: artinya: , (melampaui ukuran dan batas), dan kata tâghût artinya adalah setiap pangkal kesesatan, setan yang mengeluarkan dari jalan kebenaran, dan setiap sesembahan selain Allah. Al-thawaghi dan al-thawaghit adalah rumah-rumah berhala. Sedangkan dalam Kamus al-طغى , artinya: melampMauuania wbawtairs,. tBâigshaû jtu gbaer daasrail adkaarri kaaktaar: k ىa غta :ط , artinya: melampaui ukuran dan batas. Sedangkan kata tâghût ( ) artinya adalah berhala, setan, patung, dukun dan setiap yang disembah selain Allah. Kata tagha dalam berbagai bentuknya ditemukan dalam al-Qur?an sebanyak 39 kali. Kata ini mula nya digunakan dalam arti meluapnya air sehingga mencapai tingkat kritis atau membahayakan. Kata tagha ( طغى ) dalam berbagai bentuknya kemudian digunakan dalam arti yang lebih umum, yakni segala sikap yang melampaui batas, seperti kekufuran kepada Tuhan, pelanggaran kesewenang-wenangan terhadap manusia dan tentunya juga tetap berlaku makna asli yang disebut diatas yakni melimpahnya air Menurut Quraish Shihab Bahwa kata tâghût ( ) terambil dari akar kata yang berarti melampaui batas biasanya digunakan untuk yang melampaui batas dalam keburukan. Dalam KBBI tâghût ditulis dengan kata Tagut, makna pertama dalam kamus KBBI adalah memerintahkan orang berbuat jahat dan yang kedua bermakna berhala makna ini diambil dalam bahasa arab. Baik para ulama dahulu dan ulama sekarang belum menemukan makna final dari kata tâghût itu sendiri
Ketoprak
Buku Ketoprak ini membahas tentang sejarah asala mula Ketoprak, perjalanan kesenian ketoprak dari masa ke masa, karakteristik kesenian ketoprak, dan berbagai hal yang berkaitan dengan pementasan kesenian ketoprak. Dengan bahasa yang sederhanan dan mudah dipahami, penulis juga mencoba menjelaskan tentang pementasan ketoprak pada masa kini, peran dan fungsi ketoprak di lingkungan masyarakat, serta peranannya sebagai warisan budaya bangs
Kiprah kH Abdul Wahid Hasyim dalam perumusan Piagam Jakarta Tahun 1945
Tulisan ini mengkaji kiprah KH Abdul Wahid Hasyim dalam perumusan Piagam Jakarta di tahun 1945 dan responsnya terhadap penghapusan tujuh kata kompromi. Kajian penulisan ini sengaja penulis angkat untuk memperkaya khazanah keilmuan, tidak hanya berhenti pada penulisan biografi akan tetapi mengenai tokoh Islam yang berperan dalam perjuangan kemerdekaan dan perumusan Dasar Negara. Metode penulisan ini menggunakan langkah heuristik, interpretasi, historiografi dan metode Library Research. Lalu menggunakan teori Peranan (Role) pendekatan sejarah, dan politik. Temuan yang penulis dapatkan yakni KH Abdul Wahid Hasyim menerima penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta, alasannya demi kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia karena jika terus dipaksakan Indonesia bagian Timur akan memisahkan diri dan Indonesia akan terpecah belah. Hal ini dilihat dari buku memoir Mohammad Hatta yang ia tulis, kemudian dilihat dari data Mohammad Yamin terkait kehadiran anggota PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Namun ada juga pendapat yang mengemukakan bahwa Wahid Hasyim tidak hadir dalam lobbying yang dilakukan Hatta
Kebutuhan informasi siswa dan ketersediaannya di Perpustakaan MAN 13 Jakarta
Penelitian ini membahas tentang kebutuhan informasi siswa dan ketersediaannya di Perpustakaan MAN 13 Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan informasi apa saja yang dibutuhkan siswa MAN 13 Jakarta dan untuk mengetahui ketersediaan kebutuhan informasi di Perpustakaan MAN 13 Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa MAN 13 Jakarta, dalam hal ini peneliti mengambil sampel 10% dari 895 siswa yang digenapkan menjadi 90 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota yang ada dalam satu populasi untuk dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukan kebutuhan informasi yang dibutuhkan siswa adalah kebutuhan informasi untuk belajar, kebutuhan informasi untuk pengembangan hobby, kebutuhan informasi untuk hiburan, dan kebutuhan informasi untuk peningkatan wawasan pengetahuan. Sebanyak (61,11%) siswa mendapatkan informasi untuk belajarnya melalui buku pelajaran, (71,11%) siswa mendapatkan informasi untuk menunjang hiburannya melalui internet, (64,44%) siswa mendapatkan informasi mengenai hiburannya melalui internet dan (64,44%) siswa mendapatkan informasi mengenai peningkatan wawasan pengetahuannya melalui internet. Ketersediaan sumber informasi di Perpustakaan MAN 13 Jakarta telah terpenuhi dalam hal informasi untuk belajar (81,11%) dan peningkatan wawasan pengetahuan (61,11%). Dalam hal informasi untuk pengembangan hobby (67,78%) dan informasi untuk hiburan siswa (80%) belum terpenuhi. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan perpustakaan menambah fasilitas wifi di perpustakaan agar memudahkan mencari informasi serta perpustakaan menambah koleksinya
The main character's defense mechanisms in The Safe Haven Film
The Main Character?s Defense Mechanisms in Safe Haven Film. A Thesis. English Letters Department, Faculty of Adab and Humanities, State Islamic University Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2018. This research is focused on Katie Feldman, the main character in Safe Haven film. The aim of this study is to know the psychological problem and analyze the defense mechanisms using Psychoanalysis theory by Sigmund Freud. This study uses qualitative method and descriptive analysis as the technique to analyze the data with theory of Psychoanalysis that related to psychological condition and defense mechanism, in the film. The data are collected from dialogues in the script and pictures in the film. The findings show that Katie Feldman as the 27 years old woman has some psychological problem caused by the domestic violence. Katie?s greatest fear is her husband, who she almost kills. Katie runs away from her husband to the new place. She always have a nightmare about her husband, scares of every sound that she hears every night around her home, cannot accepts what people try to give to her especially from a men. Katie also has a hallucination by creating a new figure, which she created from her other side. Katie has done some defense mechanisms, so that she can face her greatest fear and remove her trauma and anxiety
Analisis usia paro hidup literatur pada artikel jurnal berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Gadjah Mada Tahun 2013-2017
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan usia paro hidup artikel jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi (BIP) terbitan Universitas Gadjah Mada tahun 2013?2017 dan juga mengetahui tingkat keusangan literatur pada artikel jurnal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling atau seluruh populasi dijadikan sampel. Sementara sampel dalam penelitian ini adalah seluruh sitiran pada jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi tahun 2013?2017. Terdapat 69 artikel dengan jumlah sitiran sebanyak 1.082 sitiran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa usia paro hidup sitiran Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi tahun 2013? 2017 adalah sebesar 8,5 tahun dengan jumlah sitiran baru sebanyak 672 atau sebesar 62% dan jumlah sitiran usang sebanyak 410 atau sebesar 38%. Dengan tahun sitiran terbaru adalah tahun 2017 dan tahun sitiran terlama adalah tahun 1965. Hal ini membuktikan Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi memiliki artikel yang memuat informasi-informasi mutakhir juga dapat dijadikan sebagai bahan referensi yang relevan karena sebagian besar sitirannya adalah sitiran yang baru atau up to date
Reproduksi terjemahan H. Salim Basyarahil dalam kitab Jil Al-Naṣr Al-Mansyud Karya Dr. Yusuf Al-Qardhawi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode penerjemahan bebas, dalam penerjemahan kitab Jīl al-Naṣr al-Mansyūd karya Dr. Yusuf al-Qardhawi, serta kaitannya dengan terjemahan H. Salim Basyarahil. Adapun sumber primer dalam penelitian ini adalah terjemahan peneliti hasil reproduksi dari kitab Jīl al-Naṣr al-Mansyūd, serta terjemahan kitab Jīl al-Naṣr al-Mansyūd sebelumnya, milik H. Salim Basyarahil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif-deskriptif. Setelah menerjemahkan subjek penelitian, langkah penelitian selanjutnya adalah mempertanggungjawabkannya secara akademis, dengan cara mendeskripsikan penerapan metode penerjemahan bebas yang digunakan oleh peneliti saat mereproduksi kitab Jīl al-Naṣr al-Mansyūd , yang kemudian peneliti memperbandingkannya dengan terjemahan milik H. Salim Basyarahil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapa n metode penerjemahan bebas dalam penerjemahan kitab Jīl al-Naṣr al-Mansyūd dinilai cukup efektif, tentu didukung dengan penggunaan strategi penerjemahan yang tepat. Namun perlu diketahui, bahwa dalam praktiknya tidak semua bagian dalam Tsu, baik frasa, klausa, ataupun kalimat dapat diterjemahkan dengan metode bebas. Melainkan harus ada alasan-alasan logis, yang mendasari penerjemah untuk menerapkan metode tersebut
An analysis of textual reference on ted talks the best way to help is often just to listen by Sophie Andrews
The aim of this study is to explain the aspects oftenly used and the role of anaphora and cataphora in sentences contained in TED (Technology, Entertainment and Design) Talks script entitled The Best Way to Help Is Often Just to Listen by Sophie Andrews. The main focus of this research is on anaphora and cataphora cohesion by Halliday and Hasan. The method used is descriptive qualitative method. The writer collects and limits the data to twenty-two data and they were taken from the script of the TED Talks video obtained in the TED official website. The data are analyzed by explaining the role and determining the aspects of endophora, as well as categorizing some references into their types. From twenty two data taken the research discovers that there are 15 aspects of anaphora and 7 aspects of cataphora . In these aspects there are 13 personal references, 7 demonstrative references, and 2 comparative references
Sosioantropologi pendidikan
Buku ini berisi tentang pemahaman Sosioantropologi dalam lingkup Pendidikan yang dikaji dari sudut pandang sosial, kebudayaan dan pendidikan. Dalam cakupan luasnya terdiri dari proses sosial, struktur sosial, keterkaitan pendidikan dan kebudayaan, sosialisasi, perubahan sosial budaya, sekolah sebagai sistem sosial budaya serta isu-isu sosial budaya dalam pendidikan. Substansi dalam buku ini diharapkan dapat menjadab persoalan akan kebutuhan referensi literatur, baik dalam bidang kajian perkuliahan, pengembangan keilmuan maupun penelitian dalam bidang pendidikan. Orientasi sosial kebudayaan dan pendidikan dipaparkan khusus dalam buku ini untuk mengetahui dan sekaligus memahami struktur sosial budaya masyarakat. Pemahaman akan nilai-nilai kebudayaan dan kultur dalam pendidikan harus dapat dipahami oleh seorang calon pendidik agar kelak benar-benar mahami kebudaayaan yang dapat dibangun dan dipertahankan. Sebuah sikap dan perilaku yang ditumbuh kembangkan oleh pendidik merupakan pewaris yang menjembatani bertahannya sebuah kebudayaan dan harus dipahami sampai kapanpun. Kebudayaan dalam kehidupan sosial merupakan manifestasi yang harus dipelajari oleh setiap individu