107747 research outputs found
Sort by
Analisis faktor risiko kejadian Infeksi Saluran Kemih (ISK) oleh bakteri uropatogen di PUSKESMAS Ciputat dan Pamulang pada Agustus-Oktober 2017
Latar belakang : Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan penyakit infeksi yang sering ditemukan di praktik umum. Beberapa penelitian menunjukkan adanya faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya ISK seperti umur, jenis kelamin, berbaring lama, penggunaan obat immunosupresan dan steroid, pemasangan katerisasi, kebiasaan menahan kemih, kebersihan genitalia, dan faktor predisposisi lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian ISK oleh bakteri uropatogen di Puskesmas Ciputat dan Pamulang pada Agustus-Oktober 2017. Metode : penelitian ini menggunakan desain potong-lintang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah responden sebesar 30 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan hasil uji mikrobiologis. Analisis data menggunakan uji Fisher pada SPSS. Hasil : responden terdiagnosis ISK sebanyak 23 orang (76,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kejadian ISK dengan umur (p = 1,000), jenis kelamin (p=0,068, kebiasaan menahan kemih (p=0,120), dan riwayat ISK sebelumnya (p=0,427). Kesimpulan : kejadian ISK di Puskesmas Ciputat dan Pamulang pada Agustus-Oktober 2017 sebanyak 76,6%. Tidak ada variabel dalam penelitian ini yang berhubungan dengan kejadian IS
Logika aristoteles dalam perspektif Ibn Taimiyyah: studi atas motif kritik dan implementasi
Melalui penerjemahan karya-karya filsafat Barat (Yunani) ke dalam bahasa Arab, akulturasi Islam terhadap Barat itu telah melahirkan filsafat Islam dan mendorong para filsuf Muslim untuk menyerap pendapat para filsuf Yunani kuno dan berupaya menemukan argumentasi mengenai kesesuaiannya dengan ajaran Islam. Sedangkan para pemikir Muslim yang mengedepankan otoritas wahyu jelas bersikap kritis terhadap filsafat Barat (Yunani) dan mempersoalkan kesesuaian antara filsafat Barat (Yunani) dan ajaran Islam. Kasus Ibn Taymiyyah menjadi unik sebab pada zamannya, kebebasan berpikir di kalangan kaum Muslimin telah mendorong munculnya berbagai sekte yang memecah belah dan melemahkan kaum Muslimin sehingga mereka tak berdaya menghadapi agresi Mongol. Menurut Ibn Taymiyyah, kenyataan pahit ini diakibatkan langsung oleh ulah sebagian pemikir Muslim yang menggunakan sumber-sumber asing dalam membahas keyakinan ketuhanan khususnya dan keyakinan keagamaan umumnya. Kritik Ibn Taymiyyah terhadap logika Aristoteles jelas merupakan konsekwensi logis dari keprihatinan Ibn Taymiyyah terhadap perpecahan akidah di kalangan kaum Muslimin dan penerapan sumber-sumber asing dalam pembahasan masalah-masalah keagamaan, misalnya konsepsi ketuhanan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh para filsuf Muslim seperti al-Farabi dan Ibn Sina. Dengan mengkritik logika Aristoteles, Ibn Taymiyyah telah menunjukkan kehampaan sumber asing ini dalam diskursus tentang konsepsi ketuhanan dan bahkan dalam diskursus epistemologi sekalipun. BAB VI Zaimul Am Logika Aristoteles dalam Perspektif Ibn Taymiyyah 250 Dalam konteks ini, kritik Ibn terhadap silogisme Aristoteles telah membuktikan dua hal. Pertama, silogisme tidak memberikan faedah keilmuan sebab apa yang mungkin diketahui melalui silogisme mungkin pula diketahui tanpa silogisme. Kedua, silogisme Aristoteles berkaitan dengan metafisika yang menurut Ibn Taymiyyah hanya membahas apa yang ada di dalam pikiran namun tidak ada di dalam realitas. Ibn Taymiyyah juga menolak pernyataan Aristoteles dan para pengikutnya bahwa konsep tidak dapat diperoleh kecuali melalui definisi. Menurut Ibn Taymiyyah, pernyataan ini bersifat negatif dan karenanya tidak dapat dijadikan dasar bagi pengetahuan. Sebaliknya, Ibn Taymiyyah menyatakan bahwa definisi tidak dibutuhkan di dalam dunia pengetahuan sebab banyak ilmuwan yang menguasai bidang ilmu masing-masing tanpa harus bersandar kepada pengetahuan tentang definisi. Kritik Ibn Taymiyyah terhadap Aristoteles dan para pengikutnya maupun berbagai aliran pemikiran yang ada pada masanya akan menjadi lebih jelas jika dilihat dari perspektif motif yang berada di balik kritik tersebut. Penelitian dalam disertasi ini telah menunjukkan adanya tiga macam motif yakni motif pemurnian ajaran Islam, motif politik dan motif ambisi personal. Motif pemurnian ajaran Islam terlihat jelas dari kesungguhan seruan Ibn Taymiyyah agar kaum muslimin kembali kepada Al-Quran, Sunnah dan ajaran kaum salaf serta tidak menggunakan sumber-sumber asing dalam membahas ajaran agama Islam. Motif politik Ibn Taymiyyah terlihat jelas melalui fakta bahwa pemikiran Ibn Taymiyyah dilatari oleh keprihatinannya atas agresi Mongol yang merusak Baghdad dan mengubur potensi perkembangan salafisme di Baghdad. Selain itu, Ibn Taymiyyah juga memiliki hubungan yang dekat dengan penguasa muslim yang semazhab dengannya. Sedangkan motif ambisi personal Ibn Taymiyyah terlihat jelas melalui ketidakbenaran klaim Ibn Taymiyyah bahwa dia meneladani kaum salaf padahal terbukti cukup banyak tokoh salaf seperti Imam al-Sy�fi�i, Imam Hanafi, Imam Malik dan bahkan Imam Ahmad ibn Hanbal ternyata tidak sejalan dengan pemikirannya. Sungguhpun demikian, kritik Ibn Taymiyyah sebagaimana disebutkan di atas memiliki implikasi etik dan faedah tertentu yang dapat ditarik terutama dari metodologi Ibn Taymiyyah. Penambahan daftar kekafiran para filsuf Muslim seperti al-Farabi dan Ibn Sina jelas merupakan implikasi etik dari kritik Ibn Taymiyyah terhadap para filsuf Studi atas Motif Kritik dan Implikasinya Zaimul Am 251 Muslim tersebut. Sedangkan faedah yang dapat diperoleh dari metodologi Ibn Taymiyyah antara lain adalah pengindahan terhadap fakta-fakta empirik, makna penting berpegang kepada Al-Quran dan Sunnah, dan islamisasi pengetahuan. Yang disebut terakhir sesungguhnya bersumber dari penerapan metode istidl
Manajemen bisnis pemasaran
Buku ini membicarakan manajemen bisnis pemasaran. Pembahasan buku ini mulai dari Pemahaman Rumusan Bisnis Pemasaran, Pengembangan Strategi Bisnis Pemasaran, Penciptaan Nilai Pelanggan, Identifikasi Segmen dan Pasar Sasaran, Pengelolaan Informasi untuk Pemahaman Pelanggan, hingga Strategi Pengembangan dan Peningkatan Performansi Bisnis Pemasaran
Belajar dari mereka yang bermasalah: potret kontemporer penanganan kasus anak berkonflik dengan hukum di Indonesia
Buku ini terdiri dari 14 kisah nyata Anak Berkonflik dengan Hukum yang didampingi oleh para penulisnya
Ekonomi mikro
buku ini dibahas mengenai sistem perekonomian, pola kegiatan perekonomian, mekanisme pasar permintaan, penawaran
dan harga, harga keseimbangan pasar, konsep elastisitas, teori perilaku konsumen, teori produksi, teori biaya produksi, pasar
persaingan sempurna, pasar monopoli, pasar oligopoli yang diakhiri dengan pemberian tugas kepada Mahasiswa untuk
melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat berupa studi kasus dalam masalah masalah tertentu sesuai dengan minat Mahasiswa
Ekonomi teknik
Sebagai ilmu ekonomi terapan, pada dasarnya prinsip-prinsip yang terdapat pada ekonomi teknik sama dengan prinsip-prinsip yang terdapat pada ekonomi murni. Hanya saja, pembahasannya lebih ditekankan pada perhitungan nilai-nilai ekonomis yang terkandung dalam rencana kegiatan teknik. Dalam buku ini, antara lain dibahas mengenai biaya produksi, matematika uang, evaluasi investasi, analisis sensitivitas serta break even point dan lain-lain yang sangat berguna sebagai pertimbangan para ahli teknik untuk merealisasikan rancangannya
Teori-teori politik
Buku ini hadir untuk membahas, memperkaya dan memperkuat wacana masyarakat secara teoritik mengenai politik. Dengan bahasan sederhana dan mudah dimengerti. Penulis mengupas berbagai hal yang berkaitan dengan politik, seperti pendekatan dan strategi dalam politik, teori negara dan pemerintahan, teori kekuasaan, relasi agama dan politik, ideologi, filsafat politik, sosiologi politik, teori konflik, integrasi dan stabilitas politik, hubungan internasional, perspektif politik islam sampai pada format politik Indonesia
Sejarah, Elemen dan Tipe Negara Hukum
Tipe Negara konsep negar hukum sejatinya adalah adanya paham kedaulatan hukum. Kedaulatan hukum adalah pilar utama bagi Negara hukum. Diluar itu, memang banyak rumusan mengenai konsep negara hukum, namun demikian seolah sulit mencari kesamaan pandang tentang negara hukum. Hal ini disebabkan karena perbedaan asas negara hukum yang dianut maupun karena kondisi masyarakat dan zaman saat perumusan negara hukum dicetuskan. Secara normatif tipe negara hukum ditinjau dari sisi hukum adalah adanya penggolongan negara-negara dengan melihat hubungan antara penguasa dengan rakyat. Dalam pandangan ini, negara hukum timbul merupakan sebagai akibat dari adanya kekuasaan raja-raja yang absolut. Dalam buku ini, pada bagian pertama menjelaskan tentang negara hukum, sejarah, dan pengertiannya yang menyebutkan tentang timbulnya konsepsi negara hukum, fungsi, dan tujuan negara hukum. Kedua, menjelaskan elemen-elemen penting dari negara hukum seperti asas pengakuan dan perlindungan hak-hak asasi manusia, asas pembagian kekuasaan negara, asas peradilan yang bebas dan tidak memihak, asas kedaulatan rakyat, asas demokrasi, dan asas konstitusi. Dan ketiga, adalah menjelaskan tentang konsep Indonesia sebagai sebuah tipe negara hukm berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dan menjelaskan tentang asas persamaan didepan hukum serta kekuasaan kehakiman di Indonesi
Ekonomi mikro islami
Dalam buku ini, Penulis menggali kembali konsep, variabel, dan teori-teori ekonomi yang telah diidentifikasi oleh para pemikir ekonomi Muslim, seperti Ibn Taimiyyah, Ibn Khaldun, Al-Ghazali, dan sebagainya, di mana pemikirannya masih sangat relevan dengan ekonomi modern.
Buku ini juga memberikan jawbaan atas berbagai pertanyaan dan konsep ekonomi Islam, seperti mengapa riba memiliki hubungan terbalik dengan sedekah? Mengapa sistem bagi hasil lebih menguntungkan dari sistem bunga? Apakah monopoli dibolehkan dalam Islam? Mengapa zakat tidak mengurangi margin laba