Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta

Pusat Perpustakaan UIN Jakarta
Not a member yet
    107747 research outputs found

    Institusionalisasi dakwah remaja perkotaan (studi kasus atas Remaja Islam Sunda Kelapa Jakarta)

    No full text
    Desertasi Ini membantah pendapat dari Yudi Latif dalam desertasinya indonesian muslim intellegentsia and power 2008 bahwa gerakan remaja masjid dakwah yang di bangun oleh imanuddin abdurahim pa tahun 1973 di mesjid salman itb

    Konsep fonologi arab al-khalil IBN ahmad Al-Farahidi

    No full text
    Hasil penelitiani in menunjukan adanya pengaruh pemikiran fonologi arab al-khalil terhadap kajia-kajia fonologi arab selanjutbya.terlihata dari beberapa hal seperti pengurutan bunyi bahasa arab yang dimulai dari al-halq sampai.seperti penguruti.dan pengkategorisasian.Sumber disertasi ini adalah beberapa karya, baik karya al-khalil sendiri yaitu kitab al-ain maupun karya-karya linguis lainya

    Pemikiran Ahmad Syafii Maarif tentan pluralisme Agama

    No full text
    Disertasi ini menunjukkan bahwa gagasan utama dari pluralisme agama dalam pandangan Ahmad Syafii Maarif terletak pada bagaimana perbedaan agama dapat dihormati dan diterima secara baik sehingga kehidupan yang damai dapat terwujud. Untuk merealisasikan hal tersebut, Ahmad Syafii Maarif mengemukakan beberapa prinsip yang ia jadikan landasan dari gagasannya, yaitu: autentisitas beragama, doktrin rah}matan li al-�a>lami>n, keadilan (al-�ada>lah), egalitarianisme (al-musa>wah) dan toleransi (al-tasa>muh}). Bagi Ahmad Syafii Maarif, Islam pada esensinya memandang manusia secara positif. Dalam Islam, semua manusia berasal dari nenek moyang yang satu, tapi kemudian Tuhan menciptakan beragam suku (shu�?ba>n) dan bangsa (qaba>�ila) bahkan agama. Tujuan dari kreasi Tuhan itu agar manusia dapat saling mengenal (li ta�a>raf ?). Ta�a>ruf menurut Syafii Maarif diartikan dengan upaya saling mengenal sekaligus berfungsi sebagai fondasi kultural dan religius untuk membangun persaudaraan kemanusiaan universal dan mengokohkan pluralisme. Secara teologis, al-Qur�an menjelaskan �la> ikra>ha fi> al-d?n? (tidak ada paksaan dalam agama). Ayat tersebut merupakan bukti kuat apresiasi al-Qur�an terhadap pluralisme agama. Selain itu, pengakuan atas pluralisme agama dideklarasikan Nabi Muhammad ketika hijrah ke Madinah. Ia membuat sebuah konsensus untuk mengatur tata hubungan antara kaum Yahudi, Nasrani, Musyrik Madinah, dan Islam. Traktat politik itu dikenal dengan �Konstitusi Madinah? atau �Mi>tha>q al-Mad?nah?. Dijelaskan dalam piagam tersebut bahwa seluruh penduduk Madinah, apapun latar belakang etnis dan agamanya, harus saling melindungi. Ahmad Syafii Maarif adalah tokoh yang menerima teori pluralisme agama sebagaimana tokoh-tokoh lain seperti: Farid Esack, Kabir Helminski, Gamal al-Banna, Azyumardi Azra, Abdul Aziz Sachedina, Alwi Shihab, Amir Hussain, Adnan Aslan, Muhammad Legen Hausen maupun Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pluralisme agama menurut komunitas akademik ini mengajarkan bagaimana setiap orang yang datang dari berbagai identitas agama dapat dihormati secara baik xiv sehingga kehidupan yang damai di bumi dapat terwujud. Penelitian ini juga memiliki perbedaan dengan komunitas akademik lain yang menyimpulkan bahwa pluralisme agama tidak sejalan dengan Islam. Paham tersebut mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan kebenaran setiap agama adalah relatif. Di antara komunitas tersebut adalah: Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Anis Malik Thoha, Hidayat Nur Wahid, Bakar bin Abdullah Abu Zaid, Muhammad Amin Suma dan Adian Husaini. Disertasi ini tergolong ke dalam penelitian kualitatif. Datadatanya dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu: 1). Data primer, diperoleh dari karya-karya tulis Syafii Maarif baik buku, jurnal, tulisan populer maupun wawancara. 2). Data sekunder, diperoleh dari karyakarya para tokoh tentang pemikiran Syafii Maarif. Data pada sumber ini dihimpun dari buku, jurnal, tulisan populer, news maupun komentar para tokoh lintas agama tentang pemikirannya. Pendekatan yang digunakan adalah hermeneutika sosial. Hermeneutika jenis ini diartikan sebagai pemahaman terhadap pemikiran dan pemaknaan terhadap tindakan sosial yang dilakukan seseorang. Kajian ini memanfaatkan analisis wacana. Analisis tersebut digunakan untuk menempatkan teks dalam konteksnya secara komprehensif

    Persektif Ibn Katsir tentang eksistensi adam

    No full text
    Penciptaan sosok Adam di jannat al-khuld di langit dan kondisi di dalamnya berbeda dengan kondisi di bumi, hal ini mengindikasikan bahwa eksistensi Adam mula-mula di jannat al-khuld. Kondisi yang berbeda tersebut karena di dalam surga Adam tanpa panas matahari serta pakaian Adam dan Hawa berupa nur/cahaya, disamping terdapat hadis-hadis di dalam sah�h Muslim tentang eksistensi Adam sebelum diturunkan ke bumi. Menurut Muhammad Abduh (1266-1323 H/1849-1905 M) kisah eksistensi Adam pra kehidupan dunia di surga adalah kisah simbolik, harus ditakwilkan karena ayat-ayat tentang kisah tersebut adalah ayat-ayat mutasy?bih?t. Jannah menurutnya adalah �kenikmatan hidup�. Meskipun ia mentakwili kisah-kisah Adam, ternyata ia menyatakan bahwa Adam ketika diciptakan berada di bumi. Ulama yang identik dengan pemikiran Muhammad Abduh adalah al-Sya�r?wi dan al-Mat?rid?. Sedangkan penulis Barat yang identik dengan pendapat tersebut adalah James M. Gray dan James F. Driscoll dengan judul artikel yang sama Garden of Eden, yang pertama menyatakan lokasi surga Adam berada di kawasan sungai Euphrates dan sungai Tigris dan yang kedua menyatakan berada di atas bukit. Interpretasi al-Qurtub? (w. 671 H.) berbeda dengan pendapat Muhammad Abduh karena menurutnya eksistensi Adam mula-mula berada di Jannat al-Khuld dengan argumen Jannah yang dimaksudkan di dalam al-Qur�an selalu diawali dengan lam ta�rif ( ?? ). Ulama yang identik dengan pendapat al-Qurtub? adalah Ulama Jumh?r, Muhammad �Al? al-S?b?n?, Ibn Kats?r, dan Ibn Jar?r al-Tabar?. Sedangkan penulis Barat yang identik dengan pendapat al-Qurtub? tersebut adalah Robert J. Mattews dengan artikel berjudul Fall of Adam, Rachel Woods dengan artikel berjudul The Creation, the Fall, and Birth dan Kaddiysh dengan artikel berjudul What Happened to the Garden of Eden after Adam and Eve were Banished serta A. Husain dalam bukunya, Qur�anic Stories Series-The First Man. Disertasi ini mengkonfirmasi pandangan Ibn Kats�r bahwa eksistensi Adam sebelum turun ke bumi adalah di jannat al-khuld di langit dengan beberapa sumber utama yang mengindikasikannya: 1. Kitab Ibn Kats?r, al-Bid?yah wa al Nih?yah, (Beirut: D?r al Ma�rifah, tt.), juz 1, h. 169 terdapat hadis dalam sahih muslim, juz 2, h. 456 bahwa telah terjadi dialog antara orang-orang beriman dengan Adam as. yang mana mereka memohon bantuan nabi Adam untuk dibukakan surga, dan akhir ucapan nabi Adam, �tidaklah ada yang mengeluarkan kamu dari surga, melainkan kesalahan bapakmu Adam�. Dalam hadis ini Adam as. sendiri yang menyatakan surganya adalah jannat al khuld. 2. Kitab Ibn Kats?r, al-Bid?yah wa al Nih?yah, dalam juz dan halaman yang sama, yang termaktub pula dalam sahih muslim, juz 2, h. 456 tentang celaan Musa as. yang ditujukan kepada nabi Adam disebabkan dosa-dosanya berakibat dikeluarkan dari surga, namun nabi Adam berargumen bahwa hal itu sudah ada dalam ketentuan Allah sebelum di ciptakan. Hadis ini menjelaskan tentang kekecewaan Musa as. kepada nabi Adam karena kesalahannya, sehingga manusia harus hidup didunia. 3. Kitab Ibn Kats?r, Tafs?r al-Qur�?n al- Az?m, juz 3,(Mesir: D?r Misr li al Tib?�ah, tt.), h. 172 yang menyatakan tiadanya sinar matahari didalam surga Adam bermakna tiadanya panas lahiriah pada manusia, hal ini mengindikasikan bahwa surga Adam bukan dimuka bumi karena setiap hari matahari selalu menyinari bumi. 4. Kitab Ibn Kats?r, Tafs?r al-Qur�?n al- Az?m, juz 2,(Mesir: D?r Misr li al-Tib?�ah , tt.), h. 211 yang mengutib kitab hadis Ibn Jarir al Tabar? dengan sanad yang sahih bahwa pakaian Adam dan Hawa adalah nur (cahaya) yang menutupi aurat keduanya, masing-masing tidak bisa melihat aurat yang lain. Tatkala keduanya makan buah dari pohon yang dilarang, terlepaslah pakaian mereka berupa nur yang menutupinya. Peristiwa semacam ini mustahil terjadi dalam surga di muka bumi

    Modernisasi pendidikan Islam (studi kasus sekolah Islam al-Azhar)

    No full text
    Penelitian ini mengkaji modernisasi pendidikan Islam dalam konteks usaha-usaha pencapaian sekolah unggul. Kesimpulan besar yang dihasilkan oleh penelitian ini adalah bahwa keberadaan modernisasi pendidikan pada sekolah Al-Azhar sudah ada sejak awal berdirinya yaitu dengan menekankan pada kualitas pendidikan Islam yang ketika itu belum ada lembaga pendidikan Islam yang berkualitas dengan melakukan integrasi ilmu pengetahuan dan agama untuk mencapai nilai keunggulan. Adapun sekolah unggul merupakan hasil dari kompromi dan negosiasi antara basis stakeholder sekolah dengan perkembangan sosial dan politik ketika sekolah itu tumbuh. Kompromi ini diwujudkan dalam bentuk menerima kebijakan-kebijakan yang bersumber dari pihak Kementerian Pendidikan Nasional / Kemdiknas dengan tetap menjaga latar belakang kepentingan sekolah didirikan. Adapun negosiasi, dimaksudkan dalam pengertian menyusun satu pola identitas secara objektif dan terintegrasi dalam satu paket reformasi pendidikan yang digulirkan oleh pihak Kemdiknas. Dengan kedua strategi itu, keunggulan dalam pengertian mempertahankan kredibilitas sekolah secara kuantitatif dan kualitatif dapat tercapai. Kesimpulan di atas memposisikan argumen penelitian ini berada pada pendapat yang menyatakan bahwa tidak sepenuhnya sekolah unggul adalah produk dari manajemen yang unggul. Pendapat demikian umum diargumentasi oleh Karen S. Louis (2006), Michael G. Fullan (2003) dan Jaap Scheerens (2000). Kesimpulan penelitian ini pada gilirannya mendukung teorisasi bahwa sekolah bukanlah zona yang netral dari kepentingan identitas sponsornya. Teori demikian umum diargumentasikan oleh Mastuhu (2007), Tilaar (2008), dan Apple (2004). Penelitian ini menambahkan argumentasi berupa, bahwa identitas basis sosial stakeholder merupakan pengendali bagi usaha sekolah mencapai keunggulan. Kasus sekolah Al-Azhar, muncul dan berkembang bermula dari respon terhadap tantangan dan ancaman reduksi identitas sosial-keagamaan yang dibawa secara tidak langsung dalam proses pembangunan nasional di Indonesia. Rasa percaya diri sebagai komunitas yang dipilih Tuhan dan kelompok terbaik yang tercipta di muka bumi adalah amunisi internal yang senantiasa dihidupkan, ditransmisikan dan digelorakan untuk menciptakan sistem sekolah unggulan. Khasanah ini dijadikan dasar identitas sekolah guna melampaui tantangan dan ancaman di atas. Hasilnya sejauh ini yang teramati adalah para siswanya dapat ikut melakukan mobilitas struktural maupun vertikal atas berbagai peluang yang diciptakan oleh pembangunan nasional. Pada konteks kelembagaan, keunggulan dicapai melalui penghargaan dinas pendidikan tingkat provinsi maupun nasional atas berbagai inovasi yang diusahakan. Keunggulan yang bersifat lebih positivistik juga telah teramati melalui kemampuan out come dari sebagian alumninya yang mampu menembus perguruan tinggi favorit di dalam maupun luar negeri. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam (in depth interview) kepada pengurus yayasan, pengawas YPIA, pengurus pleno, kepala bidang pendidikan dari TK, SD, SMP dan SMA, kasi kurikulum, pengawas pendidikan, para kepala sekolah dan warga belajar lainnya. Pengamatan terlibat juga penulis lakukan dengan ditambah analisis dokumentasi sebagai usaha menguji validitas data yang penulis dapatkan

    Wakaf dan pelaksanaanya di negeri Johor Malaysia

    No full text

    Konsep al-wasathiyyah dalam pemikiran politik Yusuf al-Qardhawi

    No full text
    Islam sebagai agama rahmat, umat islam masa lalu hingga saat ini diharapkan pada dualisme atau multi pandangan dalam beragama, Hal ini berwal dari perbedaan pemahaman terhadap tanda-tanda ayat Tuhan dalam al-qur'an yang tentunya sikap tersebut dilatarbelakangi oleh situasi historisyang turut mempengaruhi dan mengkondisikan. perbedaan tersebut rahmat Tuhan dan dinamika dalam kehidupan , bersosial serta berinteraksi diantara sesamanya

    Taj al-salatin karya Bukhari-jauhari sebuah kajian filologi dan

    No full text
    Taj al-Salam adalahsalah satu karya sastra melayu islam terbaik yang membicarakan masalah politik dan kenegaraan menurut pandangan islam. ada dua latar belakang mengapa penelitian terhadap karya ini penting untuk di lakukan pertama Penelitian ini diharapkan akan mengungkap nilai-nilai budaya,perilaku sosial moral, dan pandangan hidup bangsa melayu.Dibandingkan dengan pemikir politik muslim lainya, al-jauhari memiliki sejumlah kelebihan, antara lain: kemampuanya dalam merumuskan bentuk dan sistem pemerintahan negara islam

    ?Resiliensi Buruh Bangunan Upah Rendah Terhadap Kesejahteraan Keluarga Di Kelurahan Jombang?

    No full text
    ABSTRAK Auzi Febia Putri. Resiliensi Buruh Bangunan Upah Rendah Terhadap Kesejahteraan Keluarga Di Kelurahan Jombang Pekerjaan sebagai buruh bangunan sering kali dipandang sebelah mata oleh sebagaian orang dikarenakan pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan kasar dan kotor. Penelitian ini ingin mengalisis dan mendeskripsikan reseiliensi buruh bangunan upah rendah terhadap kesejahteraan keluarga di Kelurahan Jombang. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang didapatkan peneliti berdasarkan dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisa data-data terkait untuk memudahkan penelitian. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah buruh bangunan sudah hidup sejahtera atau belum dengan upah yang di dapat. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa resiliensi buruh bangunan belum tinggi atau berhasil. Resiliensi sendiri kemampuan seseorang untuk mengatasi dan beradaptasi terhadap masa-masa sulit yang dihadapi. Resiliensi diri seseorang juga menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam kehidupannya Hal tersebut merujuk pada komponen dan faktor-faktor resiliensi serta pendapatan yang buruh bangunan peroleh tidaklah cukup. upah yang diterima oleh buruh belum dapat mensejahterakan buruh bangunan dan keluarga karena, upah yang terima buruh rendah dan tidak merata serta kebutuhan hidup bahkan tanggungan yang harus dipenuhi oleh buruh bangunan. Walau ketahanan yang dimiliki oleh buruh tinggi serta dukungan keluarga yang selalu ada, tetap saja baik itu tingkat resiliensi dan upah yang buruh bangunan tetap rendah dan belum cukup untuk mensejahterakan baik untuk dirinya dan keluarganya. Kata Kunci: Buruh Bangunan, Upah, Resiliensi, Kesejahteraan

    0

    full texts

    107,747

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pusat Perpustakaan UIN Jakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇