SMARTek
Not a member yet
182 research outputs found
Sort by
Studi Pengembangan Kawasan Talise Koridor Jalan Yos Sudarso Kota Palu
Studi ini bertujuan untuk memberikan arahan pengembangan terhadap kawasan Talise (sepanjang koridor Jl. Yos Sudarso) sebagai salah satu kawasan yang berada di Pusat Kota Palu dan terletak di pinggiran pantai Teluk Palu. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan analisis kualitatif terhadap aspek-aspek penataan lingkungan dan bangunan. Hasil studi menunjukkan bahwa di kawasan Talise telah terjadi pergeseran penggunaan lahan tambak penggaraman tradisional dan pemberian izin pembangunan dari pergeseran lahan tersebut ke penggunaan lahan sebagai lokasi perdagangan dan jasa. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka pengembangannya kedepan hanya diarahkan untuk aktivitas “wisata” berupa pembangunan prasarana seperti : hotel, restauran, dan toko-toko cenderamata (gift stores) dengan orientasi bangunan menghadap ke arah pantai Teluk Palu, sementara batasan lahan konservasinya dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau ataupun kegiatan rekreasi wisata pantai dan olah raga. Selain itu, kawasan ini juga diarahkan sebagai pintu gerbang penerima (welcome street), dan kawasan yang mengandalkan rekreasi pemandangan (view recreation) ke arah pantai Teluk Pal
Studi Pengaruh dan Hubungan Bentuk DAS Terhadap Parameter Hidrograf Satuan Sintetik
Hidrograf Satuan dapat digunakan sebagai salah satu metode untuk menghitung debit banjir rancangan yang diturunkan dari data hujan dan pengukuran debit dari suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Hidrograf Satuan hanya berlaku untuk DAS yang bersangkutan dan hanya pada titik dimana pengukuran debit dilakukan. Keterbatasan data dan keterbatasan berlakunya Hidrograf Satuan memunculkan gagasan untuk mengembangkan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS). Dalam penelitian ini dibuat model parameter Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) seperti debit puncak(Qp), waktu puncak (Tp) dan waktu dasar (Tb) dengan karakteristik fisik faktor bentuk DAS, sebagai variabel tunggal dalam pemodelan. Pemodelan parameter Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) menggunakan metode statistik regresi, dimana parameter HSS (Qp, Tp dan Tb) sebagai variabel tidak bebas dan faktor bentuk DAS (FD) sebagai variabel bebas. Hasil penelitian ini adalah faktor bentuk DAS mempunyai hubungan linier yang kuat. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi terhadap parameter Hidrograf Satuan Sintetik (Qp, Tp dan Tb). Model terpilih untuk Qp = 0,3751 FD-2,7457 dengan koefesien determinasi, R2 = 0,9986, Tp = 30,0621FD- 2,9864 dengan koefisien determinasi, R2 = 0,7496 dan Tb = 35,4835 FD +14,6429 dengan koefesien determinasi, R2 = 0,9862
PENGARUH NILAI ABRASI AGREGAT TERHADAP KARAKTERISTIK BETON ASPAL
Unsur terbesar penyusun campuran beton aspal adalah agregat, sehingga kualitas campuranbeton aspal sangat ditentukan oleh kualitas agregat penyusunnya. Salah satu indikator kekuatanagregat adalah nilai abrasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai abrasiagregat terhadap karakteristik campuran beton aspal. Variasi nilai abrasi yang digunakan yaitu16,41%, 20,44%, 25,71%, 28,57% dan 35,86%. Diketahui bahwa semakin besar nilai abrasi agregatmaka stabilitas campuran semakin menurun. Nilai stabilitas tertinggi sebesar 1787,477 kgdiperoleh pada nilai abrasi 20,44%. Rentang nilai abrasi yang memenuhi seluruh parameterkarakteristik campuran beton aspal (VMA, VIM, VFB, Flow, Kepadatan, MQ dan Stabilitas) yaituantara 7,592% dan 64,98
Analisis Sifat Mekanis Kayu Ebony Di Sulawesi Tengah
Kayu ebony atau kayu hitam merupakan jenis kayu yang tumbuh di daerah tropis seperti di Sulawesi Tengah. Jenis kayu ini digunakan sebagai bahan bangunan, kerajianan, dan furnatur. Dalam pembuatan barang jadi, kayu ebony (hitam) umumnya dilakukan perlakuan sebelumnya seperti pengeringan dan pengerjaan mekanis. Pengetahuan akan sifat mekanis dari jenis kayu ini sangat diperlukan. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian sifat mekanis berupa kuat tarik, kuat tekan, kuat geser, kuat lentur dan tingkat kekerasan. Metode yang digunakan dalam pengujian kayu ebony yang diambil sampel secara random dari salah satu pengusaha kayu di Palu- Sulawesi Tengah adalah metode eksperimen. Dari hasil pengujian diperoleh a) kadar air dan berat jenisnya yaitu 12,7 % kadar air dan berat jenis, b) sifat mekanis kayu ebony yang diuji meliputi kuat tarik dengan pembebanan searah serat ( 219,66 MPa) dengan keuletan 14,05 %, kuat tekan searah serat (80,18 MPa), kuat geser searah serat (9,15MPa), kuat lentur /bending dalam hal ini adalah Modulus of Rupture (157,19 MPa) dan Modulus elastisnya adalah 17.345,46 MPa, dan tingkat kekerasan pada kayu eboni adalah HB 144,67 tegak lurus serat dan HB 141,38 yang searah sera
Analisis Arah Laminasi Vertikal dan Horisontal Terhadap Perilaku Lentur Balok Bambu Laminasi
Balok bambu laminasi menjadi alterantif dimana pasokan kayu utuh semakin langka ,teknologi perekatan menjadi pilihan untuk memperluas aplikasi konstruksi kayu. Kekuatan rekatan merupakan merupakan suatu tolak ukur keberhasilan perekatan melalui uji blok geser. Kekuatan rekatan dan kekuatan lentur balok merupakan dua aspek yang berbeda namun tak dapat dipisahkan dalam proses laminasi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui besarnya rasio kekuatan balok laminasi arah horizontal dan vertical terhadap perilaku lentur balok bambu Batu (Giganthocloa Apus). Gaya kempa dalam pembuatan balok laminasi dibuat dalam empat tekanan specifik yaitu , , dan . Tiap tekanan spesifik dibuatkan 3 ulangan dan jumlah keseluruhan balok laminasi adalah 24 buah. Metode pengempaan dilakukan segmen per segmen dalam arah longitudinal dan transversal serentak setinggi balok. Ukuran dimensi balok lebar 50 mm, tinggi 150 mm, bentang 1800 mm dan panjang 2100 mm. Perekat yang digunakan adalah urea formaldehyde (UA-104). Hasil pengujian kerapatan bambu adalah 0,867 gram/cm3, maka bambu dapat digolongkan ke dalam kelas kuat II (PPKKI-1961) dan kelas kuat acuan E13 (RSNI3-2002). Berdasarkan hasil pengujian balok laminasi terhadap kekuatan lentur optimum baik dalam arah horizontal maupun vertical diperoleh rasio 1 : 1,3. Kata kunci: Rasio, Kekuatan, Laminasi Vertikal, Laminasi Horisonta
ANALISA INVESTASI PROYEK PERUMAHAN TAMAN SIDOREJO KABUPATEN SIDOARJO
Penelitian ini dilakukan pada proyek perumahan Taman Sidorejo kecamatan Krian kabupatenSidoarjo. Analisa dilakukan dengan menggunakan analisa kompetitor, analisa keuangan, analisaBreak-even Point dan analisa Sensitivitas. Dari analisa Kompetitor diperoleh kekuranganpenyediaan rumah sebanyak 5,566 unit untuk semua type rumah.Hasil analisa keuangan memperlihatkan dengan jangka waktu penjualan rumah 8 tahun, sukubunga MARR 20% pertahun maka diperoleh nilai NPV positif sebesar Rp. 1,564,822,401, IRR sebesar25,53% pertahun lebih besar dari suku bunga pinjaman bank yaitu 16% dan Break-even Pointselama 3,71 tahu
Disain Rumah Tinggal Konstruksi ”Knock Down” (Tinjauan khusus penggunaan prefabrikasi lokal)
Pertumbuhan kawasan perkotaan memerlukan suatu penanganan yang serius dalam pengadaan suatu rumah tinggal baik dari segi kualitas maupun dari kemampuan masyarakat dalam memiliki papan untuk memenuhi kehidupan. Rumah tinggal dengan pembangunan sistem konvesional memungkinkan penambahan ruang dengan menambah biaya yang cukup banyak karena konstruksinya permanen. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat menghasilkan suatu desain atau konsep rumah tinggal yang dapat menambah ruang sesuai dengan kebutuhan penghuni dan menekan biaya pembangunan bagi developer atau rumah tinggal pribadi dengan tipe rumah yang umum dibangun. Penelitian ini menghasilkan desain rumah tinggal dengan sistem semi prefabrikasi dan menggunakan konstruksi Knock down pada komponen komponen bangunan tertentu. Hasil penelitian berbentuk konsep disain fisik rumah tinggal dengan konstruksi bongkar pasang dengan sistem prefabrikasi yang diproduksi secara massa
Analisis Dampak Percepatan Jadwal Proyek Terhadap Biaya Konstruksi dengan Teknik Statistika Non Parametrik
Data nominal sering dianalisis secara sederhana dalam laporan penelitian tugas akhir yang sebenarnya dapat dianalisis lebih dalam dengan menggunakan uji statistik non parametrik untuk mendapatkan kecendurangan hubungan bivariat maupun multivriate. Untuk itu, tulisan ini memaparkan contoh analisis data nominal dengan menggunakan uji statistik korelasi Spearman-Rho dan Chi-square tabulasi. Selain itu dibahas tentang teori percepatan jadwal proyek dan dampaknya terhadap kenaikan biaya pelaksanaan konstruksi. Hasil analisis memperlihatkan uji statistik dapat meperlihatkan kecenderungan hubungan bivariat dan multivariat serta variabel penambahan jam kerja, kenaikan upah tenaga kerja dan tamabahan biaya pengawas adalah variabel yang dominan yang mempengaruhi kenaikan biaya akibat percepatan jadwal pada proyek proyek kontruksi bangunan gedun
ANALISIS RASIO ANTARA LEBAR DAN TINGGI BALOK TERHADAP PERILAKU LENTUR KAYU KAMPER
Perkembangan penggunaan kayu dalam bangunan sipil terus mengalami peningkatan baikpemakaian dalam struktural maupun non struktural. Disampung bangunan yang bersifatkomplek dan perencanaan yang lebih akurat membutuhkan bahan yang lebih berkwalitas.Dalam penlitian ini dibuat benda uji sifat fisika dan mekanika bahan kayu, mengikuti standar ISO(Internatiomal Standard Organization). Hasil penelitian kayu kamper mempunyai kerapatan yaitu0,785 gr/cm3 dapat diklasifikasikan ke dalam kelas kuat acuan E14. Sedangkan pengujian baloksolid terhadap lentur memberikan hasil optimal 43,36 MPa pada rasio antara lebar dan tinggi 1 :2,
STUDI KARAKTERISTIK VOLUMETRIK CAMPURAN BETON ASPAL DAUR ULANG
Tulisan ini merupakan rangkaian dari penelitian tentang studi nilai stabilitas dan Marshall sisa dariCampuran Beton Aspal yang didaur ulang. Pada Tulisan ini khusus membahas tentang studivolumetrik campuran aspal hasil daur ulang. Hal ini penting karena parameter Stabilitas danMarshall sisa sangat dipengaruhi oleh kondisi rongga dalam campuran.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat karakteristik volumetrik campuran beton aspal hasildaur ulang yang meliputi nilai VIM, VMA dan Nilai VFB.Skenario dari campuran beton aspal daur ulang pada penelitian ini adalah memvariasikan kadaraspal dalam lima variasi yaitu 4,6% (tanpa bahan peremaja), 5.1% , 5.6% , 6.1% dan 6.6%.Sementara kadar bahan peremaja dalam lima variasi, yaitu 0%, 5.0% , 10% , 15% dan 20%. Bendauji kemudian dianalisis volumetrik di Laboratorium.Hasil penelitian mendapatkan bahwa Nilai Kadar Aspal Optimum Campuran Beton Aspal DaurUlang cenderung menurun dengan bertambahnya kadar bahan peremaja yang digunaka