SMARTek
Not a member yet
182 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pengempaan pada Proses Pembuatan Batako Berbasis Mortar
Penggunaan batako untuk bangunan sipil menunjukkan peningkatan dalam pembangunan perumahan di Kota Palu. Umumnya pembuatan batako dalam kota Palu dilakukan secara manual. Dalam penelitian ini, pembuatan batako dilakukan dengan pemberian tekanan. Pemberian tekanan pada proses pembuatan batako bervariasi antara 0,10-0,30 MPa. Sehingga penggunaan batako dalam kota Palu, dengan hasil produksi yang berkualitas dapat terus ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya pengempaan terhadap karaksteristik batako yaitu berat jenis, kuat tekan, penyerapan air, susut dan kuat tarik. Penelitian ini diawali dengan pembuatan benda uji kubus dengan dimensi 50 mm x 50 mm x 50 mm untuk pengujian berat jenis, kuat tekan dan penyerapan air batako.Benda uji balok dengan dimensi 50 mm x 50 mm x 300 mm untuk pengujian susutan batako. Sedangkan benda uji balok dengan bentuk segi delapan dengan dimensi panjang 76,2 mm, lebar 44,45 mm dan tinggi 2,54 mm untuk pengujian kuat tarik batako. Hasil penelitian menunjukkan dengan tekanan 0,30 MPa memberikan karaksteristik yang terbaik untuk berat jenis, penyerapan air, kuat tekan dan kuat tarik untuk pengujian batako berturut-turut 1,98; 10,36%; 3,16 MPa dan 0,18 MPa. Sedangkan untuk pengujian susutan pada umur 28 hari berturut-turut 0,0024%; 0,0034%; 0,0031%; 0,0028%; 0,0026% dan 0,0022
EFEK BEBAN PENDINGIN TERHADAP PERFORMA SISTEM MESIN PENDINGIN
Penelitian ini membahas mengenai efek beban pendingin terhadap kinerja sistem mesin pendingin meliputi kapasitas refrigerasi, koefisien prestasi dan waktu pendinginan.Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan variasi beban pendingin yang diperoleh dengan menempatkan bola lampu 60, 100, 200, 300 dan 400 watt di dalam ruang pendingin. Pengambilan data langsung dilakukan pada unit pengujian mesin pendingin HRP Focus model 802. Data dianalisis secara teoritis berdasarkan data eksperimen dengan menetukan kondisi refrigerant pada setiap titik siklus, kapasitas refrigerasi dan COP sistem.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan beban pendingin menyebabkan koefisien prestasi sistem pendingin akan membentuk kurva parabola. Performa optimum pada pengujian selama 30 menit diperoleh pada bola lampu 200 watt dengan COP sebesar 2.64. Sedangkan untuk waktu pendinginan diperoleh paling lama pada beban pendingin yang paling tinggi (bola lampu 400 watt
Identifikasi Penyebab Overrun Biaya Proyek Konstruksi Gedung
Penelitian dilakukan terhadap kontraktor dengan kualifikasi perusahaan M (menengah) yang berkedudukan di Makassar dan pernah melaksanakan proyek konstruksi gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mendistribusikan kuesioner. Hasil survey kuesioner terkumpul 16 responden dari 16 perusahaan kontraktor golongan M. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisa statistik deskriptif. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa faktor-faktor yang paling mempengaruhi terjadinya overrun pembengkakan) biaya pada proyek konstruksi gedung di Makassar adalah adanya kenaikan harga material, harga/sewa peralatan yang tinggi, kerusakan material, terjadi fluktuasi upah tenaga kerja, pengendalian biaya yang buruk di lapangan, ketidak tepatan estimasi biaya, dan adanya kebijaksanaan keuangan yang baru dari pemerinta
STUDI POTENSI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR DI KOTA AMPANA SULAWESI TENGAH
Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui potensi sumber air untuk memenuhi kebutuhan airminum di Kota Ampana dan memilih alternatif sumber air yang paling optimal dari potensisumber daya air yang ada. Metode yang digunakan berupa survey pendahuluan untukmengetahui kondisi sungai-sungai yang ada, vegetasi penutup lahan dan kondisi sosial ekonomipenduduk Kota Ampana. Survey ini dilakukan dengan mengukur debit sungai, pendataanpenggunaan lahan, data jumlah penduduk dan mendata sarana dan prasarana yang ada.Data kependudukan didapat dari Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) di Palu. Data hujan &klimatologi digunakan Stasiun Hek Bunta yang didapat dari Kantor Balai Wilayah Sungai SulawesiIII di Palu. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus-rumus empiris dari kajianpustaka, yakni: menghitung evapotrasnpirasi dengan Metode Penman Modifikasi ; menghitungdebit andalan dengan Metode FJ Mock, Smec dan pengukuran langsung; menghitungkebutuhan air, proyeksi sampai tahun 2027 dan menghitung neraca air dari alternatif sumber air.Hasil analisis kebutuhan dan ketersediaan air (neraca air) menunjukkan bahwa jika air SungaiAmpana dan Sungai Sansarino saja digunakan untuk keperluan air minum, maka sampai proyeksitahun 2027 belum mampu untuk mencukupi kebutuhan air Kota Ampana. Untuk itu perludikembangkan dari sumber lain, yakni Sungai Padauloy
Kerangka Konsep Pengadaan Jasa Kontraktor
Ketidakpastian dalam proyek konstruksi relatif tinggi dibanding industri lainnya. Untuk mengurangi ketidakpastian, salah satu tindakan adalah penerapan proses pengadaan jasa kontraktor yang efektif dan efesien. Evaluasi kompetensi kontraktor diperlukan sebelum tahap pelelangan yang dikenal dengan istilah prakualifikasi. Tiga jalur untuk evaluasi kontraktor dapat digunakan sebelum tahap pelelangan, yaitu prakualifikasi berkala; prakualifikasi proyek; kombinasi kedua prakualifikasi. Dalam melaksanakan evaluasi kontraktor yang efektif dan efisien perlu memperhatikan tujuh elemen kunci pendukung yaitu tim pengadaan jasa kontraktor, dasar rujukan pengembangan kriteria pengadaan jasa kontraktor, multi kriteria evaluasi kontraktor, teknik pengambilan data kontraktor, teknik analisis kemampuan kontraktor, evaluasi kinerja sistem pengadaan jasa kontrakto
STUDI PEMILIHAN MODA ANGKUTAN UMUM ANTAR KOTA MENGGUNAKAN METODE STATED PREFERENCE
Pemilihan moda merupakan salah satu model yang digunakan dalam perencanaan transportasiangkutan umum, hal ini dikarenakan peran kunci dari angkutan umum dalam upayameningkatkan perbaikan dan peningkatan pelayanan dari moda transportasi. Penelitian inimenitik beratkan pada transportasi angkutan umum penumpang antar kota antara moda mobilKijang dan moda mobil Sedan yang melayani rute Palu – Donggala. Adapun tujuan penelitian iniyaitu untuk mengetahui karakteristik pengguna moda, menentukan faktor – faktor yangmempengaruhi pemilihan moda, memperoleh suatu model pemilihan moda yang dapatmenjelaskan probabilitas pelaku perjalanan dalam memilih moda serta untuk mengetahuisensitivitas model dari respon individu pelaku perjalanan dalam menentukan pilihan seandainyaterjadi perubahan pada setiap atribut perjalanan. Studi preferensi terhadap responden dilakukandengan melalui survey primer (kuisioner survey dan interview) pada pengguna moda Kijang danmoda Sedan dengan sampel sebanyak 200 responden. Analisis data model pemilihan modamenggunakan model logit biner dan estimasi parameter model dengan menggunakan analisaregresi.Analisis data model pemilihan moda menggunakan model logit biner dan estimasi parametermodel dengan menggunakan analisa regresi. Dari hasil analisis didapatkan logit model untukpemilihan moda dengan variabel – variable: selisih biaya perjalanan (X1), selisih waktu tempuhperjalanan (X2), selisih jadwal keberangkatan (X3), selisih tingkat pelayanan (X4) antara mobilKijang dan mobil Sedan. Hasil dari uji statistik disimpulkan bahwa biaya perjalanan, waktutempuh perjalanan, jadwal keberangkatan serta tingkat pelayanan secara signifikanmempengaruhi responden dalam memilih mod
EFEK PERUBAHAN LAJU ALIRAN MASSA AIR PENDINGIN PADA KONDENSOR TERHADAP KINERJA MESIN REFRIGERASI FOCUS 808
Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan pengaruh perubahan laju aliran massa airpendinggin pada kondensor terhadap kinerja mesin siklus refrigerasi R633 dan mendapatkansuatu kondisi optimal dan aman dalam pengoperasian mesin. Hasil penelitian menunjukkanbahwa penambahan laju aliran massa air pendingin menyebabkan temperature air keluarturun,tetapi kalor yang dilepaskan ke sekeliling juga naik dan daya kompresor juga naik sertaCOP yang bervariasi. Kondisi optimal dan aman untuk pengoperasian mesin di laboratorium yaitupada laju aliran massa air pendingin di kondensor 20 gr/s dengan laju aliran evaporator 30 gr/sdengan koefisien prestasi 6,
METODE PEMBELAJARAN MATA KULIAH STATIKA STRUKTUR BERBASIS MODUL DAN MODEL VISUALISASI
Mata kuliah Statika dan Struktur adalah kelompok mata kuliah keahlian. Tujuan mata kuliah inidapat memberikan mahasiswa baru dasar yang kuat dengan memberikan penyelesain masalahdan menjelaskan metode menerapkan teknik permasalahan. Untuk mengantisipasi hal ini,diperlukan metode kemunikatif dan interaktif dengan benar. Metode pengajaran dari sistemmodul dan visualisasi telah diterapkan dalam tulisan ini. Penerapan metode ini dibuat modul danbahan visualisasi yang membantu mahasiswa untuk memahami materi dalam prosespembelajaran. Dalam kelas, materi mata kuliah diberikan oleh tim pengajar dimana semuamahasiswa menerima modul untuk mempermudah memahami materi. Modul juga dibuat dalambentuk power point untuk visualisasi. Hasil metode ini tidak menunjukkan hasil yang signifikankarena persentase lulus mahasiswa rendah. Dan juga menujukkan bahwa minat mahasiswadalam mata kuliah ini dengan hubungan analisis adalah rendah di mana mahsiswa masihmemiliki motivasi yang rendah dalam mengumpulkan tuga
Prediksi Erosi Lahan DAS Bengkulu Dengan Sistem Informasi Geografis (SIG)
Sebagian endapan sedimen di muara Sungai Bengkulu diperkirakan berasal dari erosi permukaan di DAS. Alih fungsi lahan (land use) di DAS juga diperkirakan telah mempengaruhi laju erosi permukaan. Untuk memprediksi laju erosi permukaan DAS Bengkulu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode USLE dan Sistem Informasi Geografis sebagai alat bantu analisis data berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju erosi permukaan DAS Bengkulu adalah 40.64 ton/ha/tahun. Angka ini setara dengan 2.258 mm/tahun dan termasuk dalam kelas bahaya erosi II (15-60 ton/ha/tahun)/ringan berdasarkan klasifikasi USDA. Hal ini berarti bahwa erosi permukaan DAS Bengkulu memberi kontribusi kecil terhadap sedimentasi di muar
KAJIAN TIPOLOGI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER VISUAL DAN STRUKTUR KAWASAN (Studi kasus: Kawasan Ijen, Malang)
Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikas karakteristik dari periodisasi arsitektur berdasarkan wujud fisik dan tampilan visual dalam skala mezo (ruang kota) di Kawasan Ijen. Kawasan ini merupakan bagian dari Kota Malang yang tidak terlepas dari sosok Karstens sebagai seorang arsitek dan perencana kota yang mengembangkan konsep Planned Development City pada beberapa kota di Indonesia yang memiliki fungsi dan peranan dalam struktur pemerintahan Kolonial Belanda. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif-kualitatif, dengan komponen pembentuk tampilan visual kawasan sebagai unit analisis. Tampilan visual kawasan dianalisis dalam lingkup kawasan (urban space) dengan pendekatan tipologi terhadap bangunan dan ruang kota yang dirancang oleh Karstens pada Kawasan Ijen. Fasad bangunan sebagai salah satu komponen pembentuk tampilan visual dibahas sebagai suatu kesatuan massa dan bentuk bangunan yang membentuk urban corridor wall pada kawasan ije