SMARTek
Not a member yet
182 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN WILAYAH PERBATASAN SEBAGAI UPAYA PEMERATAAN PEMBANGUNAN WILAYAH DI INDONESIA
Pembangunan Nasional Negara Indonesia yang tujuan umumnya adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan pemerataannya di seluruh wilayahnya, sampai dengan saat ini masih banyak timbul masalah. Salah satu masalah yang masih dijumpai adalah belum berkembangnya wilayah perbatasan antar wilayah administrasi dalam Negara Indonesia. Wilayah perbatasan selama ini identik dengan wilayah perdesaan, wilayah pertanian, wilayah miskin, dll. Untuk pengembangannya diperlukan kebijaksanaan yang sesuai secara lokalita, yang disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan hambatan pengembangan di wilayah perbatasan tersebu
Pengaruh Arang Tempurung Kelapa Terhadap Kuat Tekan Mortar
Arang tempurung kelapa adalah bahan tambahan (Admixture) yang termasuk dalam bahan pozolan buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan mortar pada persentase variasi penambahan arang tempurung kelapa sebesar 0%, 2%, 4%, 6% dan 8%. Benda uji yang digunakan adalah kubus mortar dengan ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm. Jumlah benda uji untuk setiap perlakuan adalah 6 buah dengan umur pengujian 7, 14, 21 dan 28 hari. Dari hasil pengujian menunjukkan nilai kuat tekan mortar akan menurun untuk semua variasi penambahan jika dibandingkan dengan mortar normal (tanpa bahan tambahan
Klaim Jasa Konstruksi Kasus Propinsi Sulawesi Tengah
Klaim terjadi akibat tuntutan atas hak atau tuntutan ganti rugi dari pihak-pihak yang terkait dengan penyelenggaraan proyek. Dengan kata lain, klaim terjadi akibat dari timbulnya kerugian dan tidak terpenuhinya hak-hak yang semestinya didapatkan Tujuan Memberikan gambaran tentang proses klaim pada penyelenggaraan konstruksi yang melibatkan kontraktor skala kecil. Manfaat hasil penelitian dapat membantu pengguna dan penyedia jasa menyelesaikan klaim secara jujur, adil, terbuka dengan mempertimbangkan manfaat dan keseimbangan hak dan kewajibanny
Uji Model Dinding Penahan dengan Timbunan Diperkuat Perkuatan Fleksibel
Uji model ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh tekanan tanah lateral pada dinding penahan dengan tanah isian yang diperkuat perkuatan fleksibel (Perkuatan Tidak Tertancap Pada Dinding) pada pengujian laboratorium. Parameter yang di periksa adalah panjang perkuatan (LR) dan spasi vertikal (SV). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyisipan perkuatan dapat memberikan reduksi tekanan tanah lateral yang maksimal dengan nilai reduksi rata – rata diatas 50 % untuk rasio parkuatan (LR/H) 0,5 – 1 H pada rasio spasi vertikal (SV/H) antara 0,08 – 0,3
PERKUATAN LENTUR BALOK TAMPANG PERSEGI DENGAN PENAMBAHAN TULANGAN TEKAN DAN KOMPOSIT MORTAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penambahan tulangan longitudinal tekan dengan komposit mortar sebagai perkuatan balok. Benda uji berupa balok tampang persegi dengan ukuran 150 mm x 250 mm dengan panjang 2500 mm untuk balok kontrol (BK), sedangkan balok monolit dan balok perkuatan dengan ukuran lebar web 150 mm, tebal flens 80 mm, tinggi 290 mm dan panjang 2500 mm.Hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa perkuatan balok beton menunjukkan peningkatan kekuatan lentur untuk BM, BP-1, dan BP-2 secara berturut-turut terhadap BK adalah sebesar 34,30%, 25,04%, dan 26,13%. Kenaikan kekakuan lentur balok berturut-turut 31,40%, 381,51%, dan 44,49% terhadap BK. Daktilitas benda uji hasil eksperimen untuk BM, BP-1 dan BP-2 mengalami peningkatan secara berturut-turut sebesar 12,89%; 29,30% dan 20,31% terhadap BK. Pola keruntuhan yang terjadi pada balok kontrol (BK) adalah keruntuhan yang bersifat getas dan balok monolit (BM) mengalami keruntuhan lentur, sedangkan semua benda uji balok perkuatan mengalami delaminasi
Pengaruh Lamanya Pengadukan Terhadap Nilai Slump dan Kandungan Udara Campuran Beton
Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pengadukan pada beton segar terhadap kuat tekan beton. Lama pengadukan divariasi sebanyak tujuh waktu berbeda yakni 2, 7, 12, 22, 27 dan 32 menit yang mana dari setiap variasi waktu tersebut dilakukan pengujian slump dan kuat tekan beton. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lama pengadukan berpengaruh pada nilai slum dan kuat tekan beton. Pada lama pengadukan 2 menit dengan slump 125 mm namun bila diperpanjang hingga 32 menit nilai slump menurun sampai 45 mm atau turun sebesar 64 % dan kandungan udara dalam beton meningkat dari 1,8 % ke 3,14 %
PERAN WANITA RUMAH TANGGA MISKIN DALAM PEMANFAATAN AIR BERSIH DI KECAMATAN LORE-UTARA
Peran wanita rumah tangga miskin dalam pemanfaatan air bersih di Kecamatan Lore Utara perlu dikaji, dalam rangka meningkatkan pemberdayaan wanita. Sesuai dengan program pemerintah dalam tiga isu kunci pembangunan, yaitu: peningkatan kualitas hidup, pelibatan peran serta masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan sejauh mana peran dan kontribusi wanita rumah tangga miskin dalam pengelolaan air bersih di Kecamatan Lore Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah semua wanita rumah tangga miskin di kecamatan Lore Utara yang ber jumlah 14.245 orang (3546 KK). Sampel penelitian diambil sebanyak 60 KK, pengumpulan data dilakukan secara acak dengan menggunakan teknik penyebaran angket kepada responden (wanita rumah tangga miskin) yang ada di Kecamatan Lore Utara dan tersebar pada desa Guasa, desa Wanga, dan desa Siliwanga.Hasil penelitian menyatakan bahwa wanita rumah tangga miskin di Kecamatan Lore Utara: (a) 35% berumur 21-30 tahun, (b) 71,64% pada umum tidak bekerja dan 53,48% alasan tidak bekerja karena tidak punya keahlian, (c) 45% dari segi pendapatan menyatakan tidak memadai; (d) 61,67% tidak tamat SD; (e) 65% pemanfaatan sumber air bersih dari sungai; (f) 81,67% wanita rumah tangga miskin menyatakan tidak ada teknologi pengelolahan ai
PENGARUH TEGANGAN AKIBAT BEBAN STATIS DITINJAU DARI MUKA AIR TANAH
Penelitian ini menitikberatkan pada pengaruh tegangan akibat beban statis pada dua kondisimuka iar tanah yaitu di atas dasar fondasi dan di bawah dasar fondasi. Beton styrofoam ringandimodelkan dalam kotak uji di laboratorium, bahan yang digunakan berupa semen Portland tipeI, styrofoam dengan diameter 2-3 mm, pasir dan air, dimana komposisi air proporsional dengancampurannya. Perbandingan volume bahan dengan 6 variasi campuran berupa campuranstyrofoam 100 % dan pasir 0 %, styrofoam 80 % dan pasir 20 %, styrofoam 60 % dan pasir 40 %,styrofoam 40 % dan pasir 60 %, styrofoam 20 % dan pasir 80 % serta styrofoam 0 % dan pasir 100 %.Model fondasi dengan ukuran diameter 44 cm dan panjang 50 cm dan tertanam 45 cm. Ujibeban dilakukan dengan cara memberi secara bertahap dan dicatat penurunannya.Dari hasil uji beban statis dapat dilihat bahwa tegangan yang terkecil terjadi pada persentasestyrofoam 100 % baik pada kondisi muka air tanah di atas dasar fondasi maupun di bawah dasarfondasi dan tegangan yang terbesar terjadi pada persentase styrofoam 0 % untuk muka airtanah di atas dasar fondasi dan di bawah dasar fondasi
FINITE ELEMENT ANALYSIS OF REASONABLE FOUNDATION FOR SUPPORTING SILO’S TOWER
The limitation of soil data due to poor soil investigation process is a common problem in civil engineering project. The finite element method was used to analyse the compatibility of foundation to support silos in Liverpool Docks. Both shallow foundation and pile foundation were considered. The results of the analyses are presented by comparing analytical and numerical solution. Parametric study was considered for each case. There are different results for two types of shallow foundation that had been considered. Strip foundation seemed more reliable than pad foundation, while Pile foundation considered to be first choice due to the satisfactory condition for all factors
Kajian Luas Rumah Tinggal Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kawasan Pusat Kota
Permukiman masyarakat berpenghasilan rendah merupakan kampung, yang umumnya terletak di sekitar pusat kota, mempunyai kepadatan tinggi tanpa halaman yang cukup, serta prasarana fisik lingkungan yang kurang memadai. Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia selain sandang, pangan dan kesehatan, dan berfungsi sebagai tempat tinggal, tempat bermukim, sebagai proses yang berlanjut, sebagai shelter, mesin kehidupan, tempat bercengkerama, menjamu sahabat, mendidik anak, bekerja dan berprestasi, sebagai aset dan modal kehidupan. Karena keterbatasan lahan, ruang terbuka merupakan ruang yang paling dominan dipergunakan untuk segala aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan : Sesuai dengan fungsinya ruang-ruang publik sebagai ruang multi fungsi merupakan ruang yang paling dominan dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan dalam menunjang kehidupan pemukim, dibuat tanpa pembatas karena ruang-ruang adalah milik bersama; karena keterbatasan lahan, rumah tinggal dibangun sesuai dengan keinginan dan kemampuan pemukim tanpa mempertimbangkan faktor keamanan, kesehatan dan persyaratan-persyaratan lingkungan permukiman yang layak untuk hunian; luasan rumah tinggal masih bervariasi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan jumlah penghun