182 research outputs found

    KUAT TEKAN BETON DENGAN ADITIF FLY ASH EX. PLTU MPANAU TAVAELI

    Full text link
    Kebutuhan bahan bangunan makin meningkat seiring dengan meningkatnya lajupembangunan fisik. Perlu diusahakan adanya bahan bangunan pengikat alternatif yangdiperuntukan pada bangunan struktural dan nonostruktural. Salah satu bahan pengikat alternatifadalah fly ash (abu terbang). Abu terbang memiliki sifat pozzolan dan dapat bereaksi dengankapur pada suhu ruang dengan media air dan membentuk senyawa yang bersifat mengikat.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh abu terbang terhadap kuat tekan beton.Penentuan komposisi campuran berdasarkan SK SNI T-15-1990-03. Penelitian ini memvariasikanbahan tambah abu terbang antara 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% sebagai bahan tambah.Hasil pengujian di laboratorium menunjukkkan bahwa beton dengan penggunaan abu terbangsebagai bahan tambah dalam campuran beton mengalami peningkatan kuat tekan antara5,088%, 9,473%, 12,103%, 14,034% hingga 15,437% dari beton norma

    Relasi Antara Debit dengan Kenaikan Head di Dalam Reservoar Ganda

    Full text link
    Penggunaan reservoir ganda biasanya dijumpai pada instalasi air demin untuk feed water kebutuhan ketel uap juga untuk sediaan air bersih pada hotel. Manfaatnya dapat mengontrol peningkatan tekanan dalam reservoir. Pokok permasalahan yang ditinjau adalah bagaimanakah hubungan antara laju kenaikan head di dalam reservoir ganda terhadap waktu pengisian reservoir . Metode penyelesaian permasalahan ini diselesaikan dengan transformasi Laplace. Hasil kajian ini diperoleh laju kenaikan head dalam reservoir ganda memiliki trend kenaikan eksponensial dari detik ke nol sampai disekitar detik ke dua dan sesudah detik ke dua kenaikan head menjadi konstan, laju kenaikan ini mengikuti persamaan

    PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN DENGAN PELIBATAN MASYARAKAT SETEMPAT

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran tentang pelibatan masyarakat dalamproses Program Pembangunan infrastruktur Perdesaan (PPIP) Tahun 2009 dan dampak yangditimbulkan, serta data dan informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk pembelajaranpada kegiatan-kegiatan serupa di masa yang akan datang.Metode analisis deskriptif yang digunakan dalam penelitian tersebut dengan menggunakan fullpopulasi, yaitu: di sejumlah 25 desa sasaran PPIP Propinsi Sulawesi Tengah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek pembangunan infrastruktur perdesaan sekalipuncukup fungsional dan masyarakat puas dengan kinerja teknisnya, namun masih rendah tingkatkeberlanjutannya. Karena itu, dibutuhkan fokus perhatian proyek pada masa yang akan datang,seperti (1) meningkatkan aspek pengorganisasian masyarakat, (2) transparansi, dan (3)akuntabel, serta (4) berkelanjuta

    DAMPAK PUSAT PERBELANJAAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN WALTER MONGINSIDI KOTA PALU (Studi kasus: Swalayan Palu Mitra Utama)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh keberadaan Swalayan PMU terhadap kinerjajalan yang diakibatkan oleh aktivitas-aktivitas seperti parker kendaraan di pinggir jalan, pejalankaki yang menyeberang dan angkutan umum yang berhenti. Data waktu tempuh dan data aruslalu-lintas telah dikumpulkan melalui survey selama jam-jam sibuk pada hari Sabtu. Metodeanalisis yang digunakan adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI-1997) meliputiKapasitas, Kecepatan dan Derajat kejenuhan jalan.Penelitian akan membandingkan volume dan kecepatan kendaraan dengan dan tanpadipengaruhi aktivitas-aktivitas Swalayan PMU.Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa aktivitas-aktivitas pada Swalayan PMU dapatmenurunkan capasitas jalan dari 5130 smp/jam menjadi 4308 smp/jam dan Kecepatankendaraan berkurang dari 42,99 km/jam menjadi 34,20 km/jam. Berdasarkan analisa Derajatkejenuhan, Jalan Walter Monginsidi pada Tahun 2012 akan mengalami kemacetan dengan nilaiDerajat kejenuhan mencapai 0,7

    GEOTECHNICAL ANALYSIS OF CARSINGTOM DAM FAILURE

    Full text link
    Keruntuhan Carsingtom DAM adalah sutau musibah yang sangat dahsyat yang menyebabkanbanyak kerugian jiwa maupun harta benda. Oleh karenanya perencanaan dan pelaksanaanyang sangat hati-hati dan penuh perhitungan sangat dibutuhkan. Keruntuhan yang terjadi diCarsington Dam di Derbyshire United Kingdom adalah salah satu contoh musibah yangmenyebabkan kerugian material maupun inmaterial. Penyebab Keruntuhan tersbut dapatdisebabkan banyak faktor seperti kegagalan mekanis, degradasi material maupun kesalahanprosedure pelaksanaan.Tujuan dari penulisan adalah mengkaji penyebab keruntuhan dari Carsington DAM denganmemperhitungakan kondisi pra dan pasca pembangunan dari DAM tersebut.Dari analisa yang dilakukan bahwa faktor utama yang menyebabkan keruntuhan adalahrendahnya kualitas material yang digunakan yang diakibatkan proses degradasi karena bahankimia juga ditambah beberapa faktor seperti kualitas perencanaan yang rendah dan proseskonstruksi yang tidak ketat

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DEBIT SUNGAI MAMASA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar faktor topografi, tanah, penutupanhutan, penutupan non hutan, dan curah hujan mempengaruhi debit Sungai Mamasa, danmerumuskan modelnya.Penelitian ini dilaksanakan di DAS Mamasa, berlangsung selama 12 bulan, Desember 2006sampai dengan Desember 2007.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey yaitu pengukuran debit sungaipada 12 cabang sungai sebagai sampel pengamatan dan analisis Peta Rupa Bumi Indonesiauntuk mengetahui luas topografi (luas per tingkat lereng), luas tanah (luas per jenis tanah), luashutan dan non hutan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor topografi (luas per tingkat kelerengan), luas per jenistanah, luas penutupan hutan, luas penutupan non hutan dan curah hujan berpengaruh sangatsignifikan terhadap debit sungai. Memilki model Q=f(TP,TH, HT, NH, CH) masing-masing dengannilai R2 =0,7041, R2 =0,5713, R2 =0,7395, R2 =0,7363, dan R2 =0,8031

    Compressive and Tensile Strength of Expanded Polystyrene Beads Concrete

    Full text link
    Penelitian ini betujuan untuk mempelajari property dari beton ringan yang mengandung expanded polystyrene beads, yaitu kuat tekan (compressive strength) dan kuat tarik (tensile strength). Property tersebut kemudian dibandingkan dengan beton normal (beton tanpa expanded polystyrene beads) sebagai campuran pengontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah polystyrene beads yang dimasukkan sebagai campuran beton mempengaruhi property beton; yaitu dapat menurunkan kuat tekan beton. Tetapi, pada campuran beton dengan 15 % polystyrene beads (Mix II) pada 28 hari kuat tekannya dapat bertahan hingga 86 % dan kuat tariknya 87 % jika dibandingkan dengan beton norma

    PARTICIPATORY HOUSING DEVELOPMENTS, LEARNING FROM BEST PRACTICES

    Full text link
    Sejak paradigma perencanaan spasial berubah, dimana perencana bertindak sebagai fasilitator dan mediator bagi kepentingan pemegang kepentingan. Panduan perencanaan partisipatif berkembang dengan berbagai macam pola pendekatan, penelitian ini menggunakan sepuluh ide partisipatif sebagai panduan untuk mempelajari best practice dalam pengembangan proyek perumahan masyarakat di Kuba, Malawi dan Senegal. Membandingkan faktor-faktor kelemahan dan keandalan dari setiap proyek penelitian ini dapat mengambil kesimpulan bahwa keberhasilan perencanaan partisipatif adalah inisiasi dan kemitraan yang baik; metode yang baik; dialog antara masyarakat dan pemerintah daerah yang elegan juga termasuk keaktifan partisipasi dari kedua pihak dalam seluruh tingkatan kebijaka

    Karakteristik Gerusan Pilar Segi Empat Ujung Bulat pada Kondisi Terjadi Penurunan Dasar Sungai dengan Proteksi Tirai

    Full text link
    Penelitian ini lebih ditekankan  pada tirai dan pilar yang dapat mengurangi kedalaman gerusan lokal pada saat terjadi penurunan dasar. Debit yang digunakan adalah 4.5 lt/dt dengan kedalaman aliran dari permukaan dasar 6.5 cm. Material pasir yang digunakan mempunyai nilai d50 = 0.043 cm dengan kondisi aliran live bed scour. Model pilar yang  digunakan berbentuk pilar segi empat ujung bulat (PSUB) dengan lebar 4 cm , panjang 12 cm dan tinggi 45 cm. Tirai yang dipakai dalam penelitian ini berupa silinder dengan diameter 0.3 cm variasi jarak antar tirai 2.4´1.2 cm, 3.6´1.8 cm. Variasi jarak tirai dan pilar, 12 cm dan 16 cm, serta variasi tinggi tirai dari dasar permukaan rerata pasir 1.2 cm, 3.6 cm, 4.8 cm dan 7.0 cm atau di atas permukaan air. Untuk setiap kali running percobaan dilakukan selama 300 menit. Dari analisis data diketahui bahwa, kedalaman relatif gerusan lokal maksimum terendah dicapai Pilar Segi Empat Ujung Bulat, kedalaman relatif gerusan lokal maksimum terendah dicapai pasangan tirai-pilar T1R2A1 dengan nilai 0.27 (nilai reduksi 68.64 %) pada saat terjadi penurunan dasar relatif 0.01. Dari hasil penelitian juga di peroleh bahwa Pilar Segi Empat Ujung bulat mempunyai nilai kedalaman relatif gerusan lokal maksimum rata-rata 0.64

    APLIKASI METODE HUBUNGAN TUMPANG TINDIH PADA NETWORK DIAGRAM PRESEDEN

    Full text link
    Metode hubungan tumpang tindih adalah metode yang digunakan untuk menggambarkanhubungan antar aktifitas-aktifitas pada sebuah proyek secara lebih realistis tanpa menambahukuran network proyek tersebut. Meskipun penyusunan dan analisis network yang menggunakanhubungan tumpang tindih lebih rumit daripada network konvensional, penggunaan metode inipada umumnya dapat mempersingkat durasi sebuah network. Tulisan ini mengaplikasikanhubungan tumpang tindih pada sebuah network dalam format diagram presede

    174

    full texts

    182

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SMARTek
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇