SMARTek
Not a member yet
182 research outputs found
Sort by
MODEL BANGKITAN PERGERAKAN ZONA KECAMATAN PALU UTARA KOTA PALU
Zona kecamatan selain sebagai penarik pergerakan juga merupakan pembangkit pergerakan guna pemenuhan kebutuhan masyarakatnya. Sebagai zona pembangkit pergerakan zona kecamatan tidak akan pernah diketahui dari mana asal pergerakan dan kemana pergerakan dilakukan dalam suatu wilayah kota sehingga dapat menimbulkan permasalahan di bidang transportasi di kemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bangkitan pergerakan berdasarkan zona kelurahan di Kecamatan Palu Utara, Kota Palu. Dari jumlah responden sebanyak 368 rumah tangga dapat diketahui karakteristik sosio ekonomi dan pola pergerakan di daerah kajian, dan menghasilkan model Bangkitan Pergerakan Zona Kecamatan Palu Utara, yaitu Y = 0,108 + 0,475 X1 + 0,285 X2 + 0,151 X
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP PARAMETER KUAT GESER TANAH BERPASIR
sesudah ditambahkan serat sabut kelapa.Pengujian parameter kuat geser menggunakan alat uji geser langsung dengan kondisi tegangantotal. Bahan sabut kelapa yang digunakan berasal dari perkebunan kelapa di Dolo. Penelitian inidigunakan variasi serat sabut kelapa 0,25% dan 0,5% terhadap berat kering tanah dengan variasikerapatan relatif (Dr) yaitu Dr = 30%, 50%, dan 80%.Hasil penelitian ini menunjukkan penambahan serat sabut kelapa dengan persentase 0,25% dan0,5% pada tanah pasir cenderung meningkatkan nilai sudut gesek (ø) dan kuat geser tanahpada kondisi kerapatan relatif yang semakin besar dibanding dengan tanpa serat sabuk kelapa.Penambahan serat sabut kelapa sebesar 0.25% pada tanah pasir cenderung meningkatkan nilaikohesinya dibanding tanpa serat sabut kelapa. Penambahan serat sabut kelapa sebesar 0.5%pada tanah pasir cederung menurunkan nilai kohesinya dibandingkan dengan 0.25% dan tanpaserat sabut kelapa pada kondisi kepadatan relatif yang sama. Walaupun kohesi tanah semakinkecil atau sama dengan nol tetapi penambahan serat sabut kelapa tetap meningkatkan kuatgeser tanah karena peningkatan kuat geser disebabkan oleh kenaikan sudut gesek internal
PEMANFAATAN METODE HEURISTIK PADA PENCARIAN JALUR TERPENDEK DENGAN ALGORITMA GENETIKA
Penelitian ini menggunakan pendekatan algoritma genetika pada pemecahan masalah rute jalur terpendek. Panjang kromosom yang berbeda dang en-gen dalam kromosom digunakan untuk mengkodekan masalah jalur tersebut. Proses persilangan mempertukarkan sebagian atau seluruh kromosom dan proses mutasi mempertahankan keragaman kromosom dalam populasi.Dilakukan prosedur algoritma genetika dengan mengambil 10 sampel individu dari populasi. Dan digunakan peluang crossover 100% dan peluang mutasi 50%. Setelah dilakukan 20 kali percobaan pencarian jalur terpendek dengan algoritma genetika Diperoleh sebuah individu terbaik dengan jalur paling optimal yaitu ”ss 04 05 09 dd” dengan jarak tempuh 31 m dan dengan persentase kesalahan sebesar 5%
PENGARUH PENAMBAHAN ADMIXTURE TERHADAP KARAKTERISTIK SELF COMPACTING CONCRETE (SCC)
Penelitian ini adalah eksperimen laboratorium yang sifatnya pengenalan terhadap materi SCC.SCC atau Self Compacting Concrete adalah sebuah inovasi dalam teknologi konstruksi betondewasa ini yang menggunakan bahan tambah (admixture) untuk menghasilkan beton berkinerjatinggi. Pada penelitian ini ingin diketahui pengaruh penambahan admixture kimiaSuperplasticizer “Mighty 150 S” dan Retarder “Conplast Dessue Possolit” terhadap karakteristikSCC. Superplasticizer diberikan dalam 3 variasi kadar (1,5%, 2,0%, 2,5%) dengan mengurangikadar air campuran. Metode pengujian SCC dengan Slump-Cone Test pada kondisi segar dantes kuat tekan pada umur 3, 7, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan keadaan selfcompactibilitySCC tercapai pada semua kadar Superplasticizer yang diberikan. Tingkatkelecakan aliran (workabilitas) SCC meningkat sesuai penambahan kadar Superplasticizer, dansebaliknya, kekuatan tekan SCC menurun sesuai penambahan kadar Superplasticizer. Kondisioptimal SCC tercapai pada kadar 1,5% Superplasticize
IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI JUAL LAHAN DAN BANGUNAN PADA PERUMAHAN TIPE SEDERHANA
Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat mendorong tingginya kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal yang layak dan terjangkau. Kebutuhan masyarakat akan perumahan sebagai tempat tinggal tidak ditunjang dengan adanya pasar tanah yang transparan akibatnya masyarakat tidak mempunyai informasi yang dapat digunakan dalam penilaian lahan dan bangunan sebagai penentuan nilai jual lahan dan bangunan pada perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi nilai jual lahan dan bangunan pada perumahan tipe sederhana, khususnya perumahan di Palu Timur.Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara langsung kepada penghuni perumahan sebagai responden secara sampling. Pengolahan data dilakukan dengan metode statistic deskriptif dan statistic non parametric, berupa nilai Relatif Rank Index (RRI) Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi nilai jual lahan dan bangunan pada perumahan tipe sederhana yaitu 1) Ketersediaan transportasi 2) Jaringan air bersih, 3) Jaringan listrik, 4) Kondisi jalan dan 5) Luas lahan dan banguna
Produktivitas Tenaga Kerja dan Peralatan Terhadap Sistem Bongkar Muat di Pelabuhan Pantoloan
Efektivitas dan efisiensi adalah merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam perencanaan dan pengembangan fasilitas/prasarana pelabuhan agar supaya penanaman modal benar-benar tepat sasaran tidak terjadi pemborosan tetapi juga tidak terjadi salah perhitungan. Dalam hal ini pelabuhan Pantoloan yang mempunyai peran dan fungsi sebagai pelabuhan nasional yang melayani pelayaran nusantara, sangatlah perlu untuk diketahui kinerja operasionalnya saat kini. Permasalahan yang akan diteliti melalui suatu studi adalah: menghitung ukuran produktivitas tenaga kerja, sistem kerja dan biaya yang diperlukan, menghitung ukuran kerja penggunaan peralatan baik di kapal maupun di darat. Berdasarkan permasalahan di atas, maka dipakai metode dari Depertemen Perhubungan untuk menghitung komponen-komponen tersebut berupa: menghitung produktivitas tenaga kerja, menghitung pemanfaatan peralatan dan menghitung pemanfaatan dermaga. Adapun hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: Dengan memakai sistem borongan tingkat produktivitas tenaga kerja masih rendah dan banyak waktu yang terbuang, pemanfaatan peralatan di kapal masih rendah kecuali untuk peti kemas, sedangkan peralatan darat juga masih rendah. Nilai BOR yang diperoleh masih jauh dari optimal, Akibatnya pengembangan kawasan sekitarnya masih kecil kemungkinannya
POTENSI BAHAN GALIAN DAN MITIGASI BENCANA ALAM DI WILAYAH SULAWESI TENGAH
Proses geologi yang terjadi di Sulawesi Tengah membawa potensi bahan galian baik bahan galian padat maupun cair, di darat ataupun di wilayah laut. Potensi tersebut umumnya telah diselidiki, sebagian telah berproduksi, sebagian dalam tahap eksplorasi dan penyelidikan pendahuluan. Namun, proses geologi tersebut juga terkait dengan potensi bencana. Bentuk topografi dan kerawanan longsor pada banyak kawasan serta ruas-ruas jalan strategis di wilayah ini sangat terkait dengan struktur material yang rapuh dan dipicu kegempaan serta perubahan tata guna lahan. Karenanya, sangat dibutuhkan optimalisasi terhadap pemanfaatan bahan galian dan secara bijak mengelola lingkungan dimana didalamnya termasuk prasarana jalan, jembatan, permukiman dan pengembangan wilaya
PENGARUH TINGKAT KEPADATAN TANAH TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH
Untuk mendapatkan lahan yang datar pada daerah perbukitan adalah dengan melakukan “cut and fill”, sehingga kemungkinan bangunan dilatakan pada daerah “cut and fill”. Perbedaan kepadatan tanah asli dengan tanah timbunan akan berpengaruh pada daya dukung tanahnya. Hasil penelitian ini menunjukan, kepadatan tanah timbunan lebih rendah 13% - 39% dari kepadatan tanah ditempat, daya dukung tanah timbunan lebih rendah hingga 50% dari daya dukung tanah asli. Tetapi bila kepadatan tanah timbunan lebih tinggi (dengan persentase 13 % - 39%) dari tanah ditempat, nilai daya dukung tanah perubahan/peningkatannya sangat signifikan terhadap kondisi setempat yaitu 55% - 848%
Penerapan Rekayasa Nilai (Value Engineering) pada Konstruksi Bangunan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari solusi yang terbaik dan termurah yang dapat dilaksanakan pada bagian konstruksi dapur (pantry) Puskesmas Krembangan Baru Surabaya. Setelah diadakan rekayasa nilai (value engineering) maka diperoleh item berbiaya tinggi diantaranya pondasi, dinding dan struktur. Kemudian dicari alternative desain dengan criteria biaya yaitu Life Circle Cost (LCC) dan Initial Cost serta dengan criteria non biaya matriks zero one dan matriks berpasangan. Hasilnya diperoleh desain yang memenuhi syarat untuk pondasi yaitu dengan mengecilkan dimensinya tetapi tetap memenuhi persyaratan keamanan, dinding didalam dibuat gypsum board dan di cat kapur gamping. Dengan alternative tersebut diperoleh penghematan sebesar 19,6% dari total biay
Pengembangan Indikator Kinerja PDAM Uwelino Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah
Penelitian ini ditujukan untuk mengembangkan indikator untuk memperoleh alat ukur yang mampu merepresentasikan kinerja pelayanan sistem penyediaan air minum, dengan mengambil studi kasus pada PDAM Uwelino Kabupaten Donggala untuk area pelayanan Kota Palu. Produk akhir ini diharapkan menjadi masukan bagi PDAM Uwelino maupun pelanggan khususnya untuk mengevaluasi kondisi pelayanan sistem penyediaan air minum di Kota Palu. Hasil penelitian ini adalah diperolehnya indikator kinerja PDAM yang sesuai dengan elemen-elemen sistem yang terdapat pada PDAM Uwelino. Meskipun beberapa indikator telah diperoleh, namun peneliti menyadari bahwa beberapa kriteria penilaian pelayanan khususnya indikator keuangan masih perlu di kaji lebih mendalam untuk memperoleh indikator kinerja keuangan yang cocok dengan karakteristik pelayanan yang berhubungan dengan kebutuhan dasar publi