SMARTek
Not a member yet
182 research outputs found
Sort by
OPTIMASI PARAMETER MODEL MOCK UNTUK MENGHITUNG DEBIT ANDALAN SUNGAI MIU
Model Mock merupakan model hidrologi yang digunakan untuk mengananalisis sistem DASdalam memprediksi respon hidrologi dari suatu masukan kejadian hujan dan iklim. Model Mockperlu dioptimasi/kalibrasi untuk memperoleh nilai parameter optimal dengan cara menyesuaikanparameter model hingga hasil optimasi menghampiri data historis. Penyesuaian parametermodel dilakukan dengan memaksimalkan koefisien korelasi dan volume error dari debiitpengukuran dan debit optimasi. Hasil optimasi menunjukkan bahwa nilai parameter optimalselama 24 periode yang dinyatakan dengan fungsi tujuan memiliki koefisien korelasi sebesar 0.75dan volume error sebesar 0.0009
Pengendalian Motor Sinkron Magnet Permanen Menggunakan Direct Model Reference Adaptive Control dan Adaptive Field Weakening Control
Paper ini akan membahas sebuah pendekatan kendali adaptive untuk Motor sinkron magnet permanen (MSMP) tipe surface mounted dalam seluruh rentang kecepatannya. Pendekatan ini membutuhkan koordinasi antara arus sumbu direct id dan arus sumbu quadratur iq. Direct Model Reference Adaptive Control digunakan untuk mengendalikan arus sumbu quadratur. Sedangkan arus sumbu direct dikendalikan dengan pendekatan Adaptive Field Weakening pada saat kecepatan bertambah dimana inverter dalam kondisi saturasi. Skema kendali dari Adaptive Field Weakening yang dikembangkan dapat menentukan besar id yang tepat pada sembarang kondisi operasi tampa perlu mengetahui torka beban, parameter motor atau inverter. Kata kunci: MSMP, adaptive control, field weakening, fluks, DMRA
ANALISIS PENGELOLAAN PERSAMPAHAN PERKOTAAN (Sudi kasus pada Kelurahan Boya Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala)
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan pengelolaan sampah di Kota Donggalaserta mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah di Kota Donggala.Penelitian ini telah dilakukan di dalam wilayah kota Donggala pada Tahun 2003. Data penelitiandikumpulkan melalui observasi, dengan menggunakan kuisioner kepada 100 orang respondenserta survei wawancara. Teknik analaisis data dilakukan dengan membagi data hasil survey kedalam dua tipe variabel yaitu variabel bebas (X) dan variabel tidak bebas (Y).Hasil penelitian mendapatkan bahwa pengelolaan persampahan di Kota Donggala sudahcukup baik. Beberapa faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah di Kota Donggalaadalah partisipasi masyarakat, tingkat pendidikan staf dan jumlah tenaga kebersiha
KARAKTERISTIK BETON RINGAN DENGAN MENGGUNAKAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN PENGGANTI AGREGAT KASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik beton ringan tempurung kelapa yang meliputi berat isi, kuat tekan, modulus elastisitas, kuat tarik belah, kuat lentur dan kuat lekat tulangan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bahan dan Beton Fakultas Teknik Untad. Benda uji beton ringan yang dibuat sebanyak 18 buah yaitu 10 buah Silinder (D15 x 30 cm), 5 buah kubus (15 x 15 x 15 cm) dan 3 buah balok (15 x 15 x 60 cm). Fraksi volume agregat ringan tempurung kelapa yang digunakan adalah 0.35, faktor air semen (FAS) adalah sebesar 0.5 serta pengujian benda uji dilakukan pada umur 28 hari.Pada penelitian ini, diperoleh nilai rata-rata dari karakteristik beton ringan tempurung kelapa meliputi nilai berat isi rata-rata yaitu 1.701 kg/m3, nilai kuat tekan rata-rata yaitu 14.054 MPa, nilai modulus elastisitas (Ec) yang diperoleh dari kemiringan garis pada kurva elastis (0.5 f’c) yaitu 4595.590 MPa, nilai kuat tarik belah rata-rata yaitu 1.713 MPa, kuat lentur rata-rata yaitu 2.329 MPa, dan kuat lekat tulangan rata-rata dengan menggunakan tulangan ulir Ø 8.8 mm yaitu 10.308 MP
FAKTOR FAKTOR PENENTU DALAM ANALISIS SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DALAM SUATU KAWASAN (Studi kasus: Kota Parigi)
Kejadian kebakaran dapat terjadi di mana dan kapan sapa. Untuk itu tulisan ini bertujuan untukmengetahui dan memahami faktor-faktor penting yang sangat menentukan tingkat keberhasilanupaya pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran di suatu kawasan atau wilayah.Upaya tidak hanya berfokus pada bangunan (building) tetapi juga terhadap lingkungan (site)dimana bangunan tersebut berdiri guna menjawab kebutuhan-kebutuhan dan tantanganbahaya kebakaran dimasa-masa mendatang.Pembahasan menggunakan kajian teori dan peraturan-peraturan terkait menggunakan metodeparadigma rasionalistik dan metode kualitatif. Teori konsep Wilayah Manajemen Kebakaran(WMK) dengan parameter dan indikator yang tercakup di dalamnya diimplementasikan tanpamengabaikan kebijakan lokal (local logic) dan potensi khusus yang dimiliki.Kesimpulan akhir menunjukkan bahwa intensitas, volume bangunan, sistem jaringan transportasi,sarana dan prasarana termasuk potensi air serta potensi kebakaran, jarak antar wilayah danletak sumber air adalah faktor-faktor yang sangat penting bagi upaya pencegahan danpenanggulangan bahaya kebakaran. Faktor yang tak kalah penting lainnya adalah partisipasimasyarakat, aspek rescue dan akhirnya aspek penegakan hukum.Kata Kunci : faktor-faktor, kebakaran, kawasa
Laju Korosi Tulangan Pada Mutu Beton Berbeda
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung laju korosi dari tulangan beton yang tertanam pada berbagai mutu beton. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa silinder beton dengan di tanam tulangan bediameter 6, 8 dan 10 mm. Variasi mutu beton yang digunakan dalam peneliatian ini adalah 12,5; 17,5 dan 22,5 MPa. Benda uji tersebut di rendam dalam berbagai jenis keada, yaitu air tawar, air laut, larutan H2SO4 5 gr/mL dan larutan HCl 5 gr/mL. Pengujian laju korosi dilakukan mulai hari ke 7 sampai hari ke 90 dari umur perendaman benda uji. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa laju korosi pada tulangan beton pada mutu beton yang baik akan lebih rendah dibandingkan dengan beton mutu yang rendah. Tingkat laju korosi tulangan beton pada beton dengan mutu 12,5 ; 17,5 dan 22,5 MPa yang dilakukan perendaman pada lingkungan air tawar adalah 3.10 x 103 µm/thn, 3.02 x 103 µm/thn and 2.64 x 103 µm/thn; pada perendaman dilarutan H2SO4 5 gr/mL adalah 17.17 x 103 µm/thn, 8.69 x 103 µm/thn and 6.11 x 103 µm/thn; pada perendaman dilingkungan air laut adalah 17.24 x 103 µm/thn, 8.84 x 103 µm/thn dan 6.14 x 103 µm/thn; dan pada perendaman dilarutan HCl 5 gr/mL adalah 21.67 x 103 µm/thn, 7.81 x 103 µm/thn dan 6.11 x 103 µm/thn. Dampak dari korosi yang disebabkan oleh lingkungan luar yang paling buruk adalah bila terletak pada larutan HC
Konstruksi Bangunan Laut dan Pantai Sebagai Alternatif Perlindungan Daerah Pantai
Daerah pantai merupakan kawasan yang paling produktif dan memiliki keanekaragaman hayati (biodiversity) yang tinggi, selain itu daerah pantai menyediakan ruang dengan aksebilitas lebih tinggi bagi kegiatan transportasi dan kepelabuhanan serta ruang yang relatif mudah dan murah bagi kegiatan industri, pariwisata dan pemukiman. Permasalahan yang terjadi pada daerah pantai dalam pemanfaatannya sering mengalami kerusakan/perubahan kualitas lingkungan fisik dan biofisik. Tujuan dari penulisan adalah mengkaji upaya-upaya penangggulangan kerusakan daerah pantai secara dini. Kerusakan pantai bila tidak teratasi secara dini, maka lambat laun akan berdampak terhadap kerusakan daerah pantai yang diperpanjang hingga mencapai daerah sempadan pantai tersebut
Aplikasi dan Tinjauan Teknis Bluetooth Untuk Komunikasi Tanpa Kabel
Bluetooth adalah sebuah perangkat komunikasi tanpa kabel (wireless) yang beroperasi pada pita frekuensi (2400 – 2483,5) MHz yang dikenal sebagai pita ISM (Industrial Scientific and Medical) tanpa lisensi. Sistem bluetooth menyediakan layanan komunikasi point-to-point dan point-to-multipoint, konsumsi daya rendah dengan tiga kelas output power yang berbeda, yaitu : kelas 1: 100 mW ; kelas 2: 2,5 mW dan kelas 3: 1 mW, dengan menaikkan output power dari 1 mW ke 100 mW, dapat menambah radius jangkauan dari 10 meter ke 100 meter. Fasilitas layanan berupa komunikasi suara dan data secara real-time pada 79 kanal dengan lebar kanal masing-masing 1 MHz, menggunakan salah satu metode spread spectrum yaitu FHSS (Frequency Hopping Spread Spectrum). Saat ini, bluetooth didukung oleh banyak perusahaan terkenal yang bergerak dibidang elektronika dan telekomunikasi yang tergabung dalam Special Interest Group (SIG)
Sikap Masyarakat Terhadap Perletakan Tempat Jemur Kaitannya dengan Estetika (Studi kasus: RT. 43 RW.09 Kel. Cokrodiningratan Kec. Jetis Yogyakarta)
Tujuan peneltian ini adalah secara khusus mengetahui sikap masyarakat terhadap perletakan tempat jemur kaitannya dengan estetika (keindahan) dan secara umum untuk mengetahui pola perilaku masyarakat pada lingkungan permukiman dengan kepadatan tinggi dalam memanfaatkan lahan terbatas untuk kegiatan menjemur pakaiannya. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data angket tertutup dan pengukuran sikap dengan skala Likert diperoleh hasil bahwa sikap masyarakat ditinjau dari aspek kognitif dan afektif sangat baik, sedangkan pada aspek konatif (psikomotorik) kurang baik. Ini menunjjukkan bahwa pada dasarnya mereka mengetahui dan memahami persyaratan dan perletakan tempat jemur yang baik dan menyadari perletakan tempat jemur di depan rumah akan mengganggu view, kenyamanan dan sirkulasi. Namun karena faktor kebiasaan dan lahan yang terbatas sehingga mereka terpaksa menjemur di depan ruma
Pemodelan Fluktuasi Nitrogen (Nitrit) Pada Aliran Sungai Palu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; parameter kualitas air Sungai Palu, khususnya senyawa nitrogen (nitrit), menguji apakah kandungan nitrit tersebut memenuhi standar baku mutu air yang dipersyaratkan untuk air minum. Mensimulasikan fluktuasi persebaran nitrit sepanjang Sungai Palu berdasarkan jarak sampling dari muara sungai (ditentukan pada garis pantai Teluk Palu) dan didasarkan pada waktu (bulan) pengambilan sampel. Metode Penelitian yang dilakukan adalah observasi langsung dan pengamatan laboratorium, kemudian dinalisis dengan pendekatan statistik (model regresi sederhana), untuk mensimulasikan fluktuasi Nitrogen (nitrit) sepanjang aliran Sungai Palu. Kandungan Nitrit dalam air Sungai Palu masih memenuhi standar Baku Mutu yang dipersyaratkan untuk keperluan air minum, tetapi perlu pengolahan terlebih dahulu sebelum diminum. Dari hasil pengamatan, pada bulan Juli 2005 Nitrit sebesar 0,007 mg/L melampaui ambang batas air Kelas 1, namun masih dalam batas toleran. Simulasi nitrit memeprlihatkan bahwa; pada jarak yang semakin dekat dengan garis pantai (Teluk Palu) konsentrasi Nitrit semakin tinggi, semakin ke arah hulu semakin kecil. Berdasarkan bulan selama 6 bulan penelitian dalam tahun 2006, kandungan Nitrit tertinggi pada bulan Agustus dan Juli, konsentrasi terendah pada bulan April. Faktor jarak dari muara sungai (Teluk Palu) berhubungan sangat erat dengan kenaikan/penurunan konsentrasi Nitrit. Sedangkan variabel waktu (bulan) pengambilan sampel, tidak memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan konsentrasi Nitrogen (nitrit) sepanjang aliran Sungai Pal