120 research outputs found

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Model Problem-Based Learning Berbantuan Media Powerpoint Untuk Siswa Kelas XI SMK Materi Barisan dan Deret

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika yang valid, praktis dan efektif dengan model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan powerpoint pada materi Barisan dan Deret untuk siswa kelas XI SMK. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan model pengembangan Plomp yang terdiri atas 3 fase yaitu: (i) Penelitian Awal (Preliminary Research), (ii) Fase Pengembangan (Prototyping Phase), (iii) Fase Penilaian (Assessment Phase). Perangkat yang dikembangkan pada penelitian ini berupa: 1) Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), 2) Buku Siswa, dan 3) Media Pembelajaran Powerpoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran tersebut valid. Hal ini ditunjukkan oleh hasil validasi yang dilakukan oleh tiga validator yang berbeda. Kepraktisan didapat dari hasil observasi keterlaksanaan aktivitas guru yang menunjukkan kriteria baik. Sedangkan keefektifan dinilai dari tiga hal, yaitu hasil nilai TPBA siswa; hasil observasi aktivitas siswa; dan hasil respon siswa; yang ketiganya menunjukkan hasil baik dan positif

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) dan motivasi terhadap hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 11 Samarinda tahun ajaran 2014/2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dengan sampel kelas X-A sebanyak 36 siswa yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Rancangan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif pre-eksperimental dengan metode one-group pretest-postest design. Data dianalisis dengan analisis regresi ganda dan pengujian signifikansi dengan menggunakan uji F. Hasil penelitian diperoleh bahwa besarnya pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap hasil belajar siswa sebesar 20 % dengan Fhitung =  8.56 dan rata-rata hasil belajar siswa adalah 85,05. Besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa sebesar 23, 48 % dengan Fhitung = 10, 39 dan rata-rata motivasi belajar siswa sebesar 81,69. Sedangkan untuk pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar siswa adalah 37, 21 % dengan  Fhitung =  9,75. Hal ini menunjukkan bahwa nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel maka Hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) dan motivasi secara bersama-sama terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 11 Samarinda tahun ajaran 2014/2015

    KEKAYAAN JENIS TUMBUHAN HERBA ANGIOSPERMAE DI TAMAN HUTAN RAYA RADEN SOERJO SUB WILAYAH MOJOKERTO

    Full text link
    Abstract: Raden Soerjo The Indonesian archipelago, The Java Island still has a tropical rain forest area with high diversity of species that located in the Raden Soerjo Grand Forest Park, East Java. The diversity of plant species is an important foundation for forest. One of the species diversity to be maintained is teh herbaceous plant. The herbaceous plant is a plants that have soft and succulent stems, little or no secondary tissue at all. Purpose of the research was to know the type of herbaceous plant in Raden Soerjo Grand Forest Park. This research includes descriptive explorative research. The processes in this study include sampling, identifying, classifying, and calculating spesies richness. The research started from February to March 2018. The research method used cruising method, while the sampling technique is purposive sampling technique. The angiosperm herbaceous that found in Raden Soerjo Grand Forest Park are 1183 plants, consisting of 31 species and divided into 17 families. The families consist of Asteraceae, Araceae, Colchicaceae, zingiberaceae, Commelinaceae, Begoniaceae, Urticaceae, Polygonaceae, Orchidaceae, Amaranthaceae, Acanthaceae, Ranunculaceae, Xanthorrhoeaceae, Pytolaccaceae, Solanaceae, Rubiaceae and Balsaminaceae   Keywords: Identification, Raden Soerjo Grand Forest Park, Angiosperm Herbaceous Plan

    PENGARUH KOMBINASI MIKORIZA+MHB DENGAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)

    Full text link
    Abstract: Giving mycorrhiza + MHB with goat manure to cocoa seeds to increase cocoa growth. The purpose of this study was to examine the effect of mycorrhiza + MHB combination with goat manure on cocoa seed growth (Theobroma cacao L.). This research used Factorial Randomized Complete Random Design (RAL) with two factors ie first factor of mycorrhizal + MHB with three levels of 0 g (m0), 7.5 g (m1), and 12.5 g (m2), the second factor goat manure with three taragos 0 g (k0), 100 g (k1), and 200 g (m2), and combination factors m0k0, m0k1, m0k2, m1k1, m1k2, m2k2, m2k0, m2k1, and m2k2 . The data obtained were analyzed using Anova and Duncan's advanced test. From the results of this study can be concluded that giving mycorrhiza + MHB with goat manure significantly influence the growth of cocoa seedlings (Theobroma cacao L.). Treatment with 7.5 g of mycorrhiza + MHB with 200 g of goat manure showed the best results on the growth of cocoa seeds compared with other treatments   Keywords: Cocoa; Mycorrhiza + MHB; Growth; Goat Cage Manur

    KEANEKARAGAMAN JENIS TANAMAN PEKARANGAN DI DESA PAHAUMAN KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK, KALIMANTAN BARAT

    Full text link
    Luas pekarangan di Desa Pahauman semakin berkurang karena banyak area yang digunakan untuk pembangunan dan perluasan jalan. Hal ini dapat mengurangi luas lahan hijau yang sangat diperlukan di daerah tersebut terutama lahan pekarangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis dan keanekaragaman jenis tanaman yang ditanam di pekarangan dengan luas yang berbeda di Desa Pahauman. Metode yang digunakan adalah Purposive Random Sampling yakni berdasarkan kategori pekarangan sempit (151m²-300m²), pekarangan sedang (301m²-450m²), dan pekarangan luas (451m²-600m²). Hasil yang diperoleh bahwa keanekaragaman jenis tanaman tergolong rendah pada pekarangan sempit (H’ 0,8731), dan tinggi pada pekarangan sedang (H’ 4,0520) dan pekarangan luas (H’ 3,9944). Tidak terdapat tanaman yang mendominasi di setiap kategori pekarangan

    Perbedaan Daya Hambat Ekstrak Daun Kepuh (Sterculia foetida L.) dan Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) terhadap Pertumbuhan Propionibacterium acne

    Full text link
    Acne is a kind of disease caused by Propionibacterium acne bacteria. Acne (Acne vulgaris) is a skin disease with chronicle inflammation of follicles polisebacea which generally occurs in adolescence. Treatment commonly used Medicinal Chemicals with high levels that can be harmful to the body. Alternatives that can be used as a substitute for Medicinal Chemicals is medicinal herbal of plant. Plants that can be used as herbal medicines are Kepuh and Jatropha. Kepuh contain triterpenoid, Jatropha contains alkaloid, tannin, saponin and flavonoid. The compounds have the potential as an antibacterial. This research is an experimental research laboratory that uses the diffusion method. Concentration used is 1%, 3%, 5%, 7% and 9%. Based on the results of statistical tests ANOVA difference of Kepuh leaf extract and Jatropha forPropionibacterium acne showed significant differences among treatments with significance value of 0.001. Minimum Inhibitory Concentration (MIC) Kepuh leaf extract that can inhibit the Propionibacterium acne is 3% of 0.7 mm, while the MIC of Jatropha leaves extracts for Propionibacterium acne is 4% of 0.38 mm

    Pengujian Tingkat Kelembaban Lembaran Kertas Setelah Melalui Tahap Pengeringan

    Full text link
    Proses pembuatan kertas terbagi menjadi dua bagian utama yaitu Stock Preparation dan Paper Machine. Pada bagian Paper Machine terjadi berbagai proses fisika yang akan mempengaruhi kualitas kertas hasil produksi. Salah satu proses pada paper machine yang berkaitan dengan temperatur adalah tahap pengeringan (dryer section). Pada tahap pengering lembaran kertas akan mendapatkan perlakuan perbedaan temperatur. Proses pengeringan terjadi dengan cara menaikkan temperatur secara bertahap sampai mencapai temperatur maksimal kemudian diikuti kembali dengan penurunan temperatur. Temperatur awal pada tahap pengering sebesar 73oC, selanjutnya dinaikkan sampai 109oC, kemudian diturunkan lagi menjadi 82oC. Temperatur tahap pengeringan dapat mempengaruhi kualitas kertas. Proses pada tahap pengeringan dapat mempengaruhi ikatan antar serat, yakni ikatan hidrogen yang menyebabkan kekuatan jaringan meningkat. Parameter pengujian kualitas kertas yang berkaitan dengan temperatur pada tahap pengeringan adalah kelembaban kertas. Lembaran kertas yang melewati bagian pengering akan memiliki kelembaban antara 5% - 6%

    Karakteristik Antisipasi Analitik Siswa SMA Dalam Memecahkan Soal Integral

    Full text link
    In an accuracy required to solve problems. One way to help students achieve the accuracy that is by directing students on analytical anticipation. The purpose of this study was to look at the characteristics of analytic anticipation of students in solving integrals. This study, data were collected by the method of tests and interviews. Test form about the area polynomial of degree two. Interviews were conducted to class XII student who has received the integral material. Results of this study are (1) the students read about the more than 1 times, (2) students find things that are known and things that asked, (3) students to describe matter in detail, (4) students combine kritria-criteria which are known in the matter, (5) students can find the link between things that are asked and things are known, (6) the students do the problems carefully, and (7) the students consider other alternative answers

    ANALYSIS OF STUDENTS’ READINESS IN FACING NATIONAL EXAMINATION 2014 AFTER ADDITIONAL LEARNING GIVEN AT SMAN DARUSSHOLAH SINGOJURUH BANYUWANGI

    Full text link
    Ujian Nasional adalah sistem penilaian umumnya dianggap sebagai beban bagi siswa, dan begitu juga orang tua dan guru karena mereka merasa begitu khawatir jika mereka tidak bisa lulus ujian atau mendapatkan nilai buruk dalam beberapa kasus. Hasil Ujian Nasional 2013 di SMAN Darussholah Singojuruh menegaskan bahwa sekitar 40% dari siswa yang mendapat skor 5,5 - 6,0. Dengan demikian, komite SMAN Darussholah Singojuruh, sebagai wakil orang tua mereka diminta untuk memiliki belajar tambahan di sekolah dalam bentuk bimbingan belajar yang didukung oleh salah satu Pusat Kursus untuk meningkatkan kualitas kelulusan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional 2014. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk semua siswa kelas 3 SMAN Darussholah Singojuruh di tahun akademik 2013/2014 dari. Ada 194 siswa yang terdiri dari 3 kelas sains (93 siswa) dan 3 kelas sosial. Belajar atau kursus tambahan pusat telah diberikan setelah sekolah selama sekitar 90 menit dengan menargetkan semacam pelajaran Ujian Nasional. Data dari simulasi ujian nasional digunakan sebagai indikator 'kelulusan mencerminkan siswa siswa kesiapan akademis dalam menghadapi ujian. Hasil pengamatan selama menjalankan simulasi didukung oleh kuesioner untuk menunjukkan kesiapan siswa dalam menghadapi itu secara psikologis. Berdasarkan hasil analisis, data dari skor simulasi menunjukkan bahwa jumlah siswa yang mencapai lebih dari 6,0 dari kedua kelas ilmu pengetahuan dan kelas sosial lebih dari 90%. Selain itu, hasil pengamatan selama simulasi dikonfirmasi tingkat independen sekitar 95%. Hasil analisis kuesioner menunjukkan bahwa siswa SMAN Darussholah Singojuruh secara psikologis siap dalam menghadapi Ujian Nasional 2014. Ini menegaskan bahwa siswa yang secara akademis dan psikologis siap, bahkan lebih, mereka dianggap sangat siap untuk menghadapi ujian

    POTENSI BAKTERI INDIGEN DALAM BIODEGRADASI AIR SUNGAI

    Full text link
    Sungai Badeg merupakan salah satu sungai kecil di kota Malang yang tercemar limbah pabrik kulit. Hasil pengukuran kualitas pada sampel air sungai Badeg menunjukkan kondisi yang tidak memenuhi baku mutu air yaitu TSS sebesar 400 ppm, BOD sebesar 331 mg/L, COD sebesar 544 mg/L, DO sebesar 3,6 mg/L dan kadar lemak sebesar 280 mg/L. Lemak merupakan salah satu bahan organik yang sulit untuk diuraikan secara alamiah. Biodegradasi diharapkan dapat menjadi solusi perbaikan kondisi perairan dengan cara memanfaatkan aktivitas bakteri indigen dengan karakteristik pendegradasi lemak. Kegiatan biodegradasi dilakukan dengan cara mengintroduksi bakteri indigen (yang telah diseleksi dari proses isolasi dan memiliki potensi pendegradasi paling tinggi diantara jenis isolat lain yang ditemukan) kemudian dikultur dan diinokulasikan kembali pada sampel air sehingga proses transformasi akan berlangsung lebih optimal. Biodegradasi dilakukan secara in vitro, dan menunjukkan perubahan yang signifikan terhadap perubahan kadar TSS menjadi 293,3 ppm, BOD sebesar 117,3 mg/L, COD sebesar 165,3 mg/L, DO sebesar 19 mg/L dan kadar lemak sebesar 0,02 mg/L. Biodegradasi dengan memanfaatkan bakteri indigen dapat menjadi alternatif dalam memperbaiki kualitas perairan

    117

    full texts

    120

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saintifika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇