Saintifika
Not a member yet
120 research outputs found
Sort by
Penerapan Metode Pembelajaran Student Teams Achiesvement Divisions Berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Morfologi Tumbuhan
Hasil observasi peneliti pada perkuliahan Morfologi Tumbuhan menunjukkan pertanyaan yang diajukan saat diskusi kelas jumlahnya < 3 dan hasil belajar kognitif <50%. Solusi alternatif untuk mengatasi masalah di atas, yaitu menggunakan metode pembelajaran Student Teams Achiesvement Divisions (STAD). STAD dipilih karena metode ini dapat memberikan kemudahan kepada siswa dalam memahami konsep materi pelajaran melalui diskusi kelompok. Penelitian ini ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis Lesson Study (LS) atau disebut PTKLS. Subjek penelitian adalah 39 mahasiswa matakuliah Morfologi Tumbuhan. Penelitian dilaksanakan selama dua siklus, dimana tiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Pada tiap siklus PTKLS meliputi tahap planning, implementing dan observing (meliputi tahap plan, do, see miliknya LS), serta reflecting. Materi yang digunakan dalam penelitian ini ialah perkembangan bunga angiospermae, polinasi, fertilisasi, buah dan bagian-bagiannya, biji dan bagian-bagiannya, pemencaran, serta perkecambahan. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar kognitif mahasiswa Morfologi Tumbuhan mengalami peningkatan dari siklus I (64,87) ke siklus II (65,02) sebesar 1,002257% dan keterlaksanaan pembelajaran di kelas berjalan dengan baik karena adanya plan, do, dan see miliknya LS pada fase implementing dan observing miliknya PTK. Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran STAD berbasis LS dapat meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa dan pembelajaran berjalan dengan baik
MODEL EVALUASI COUNTENANCE STAKE MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALISIS RASCH TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH KOLABORATIF
Tujuan penelitian ini adalah mengkaji keterampilan mahasiswa secara kolaboratif menyelesaikan saat diberikan permasalahan pembelajaran dan disebut Collaborative Problem Solving (CPS). Metode yang digunakan untuk mengkaji keterampilan CPS mahasiswa menggunakan evaluasi countenance stake. Analisis skema observation dan judgement menggunakan pendekatan Model Rasch. Metode pengumpulan data secara observasi untuk keterampilan CPS meliputi Cognitive Skills dan Social Skills, data lembar hasil penyelesaian masalah (LO), dan Kuesioner pengalaman belajar mahasiswa (CEQ). Hasil analisis congruence dan contigency dengan Model Rasch menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki cognitive skills yang cukup baik, namun social skills mahasiswa tidak dimiliki secara maksimal. Sehingga tingkat keberhasilan penyelesaian masalah masih kurang dari standar karena berbagai potensi ide solusi seluruh anggota tidak terakomodir secara baik. Selain itu, temuan penelitian memberikan rekomendaasi perlunya kajian lebih lanjut terkait keterempilan bernalar dan berpikir kreatif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah agar diketahui kreativitas berpikir dan cara bernalar seperti apa yang digunakan mahasiswa untuk mengambil keputusan atau solusi permasalahan
PEMANFAATAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE STAD DAPATMENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA-BIOLOGI TENTANG EKSKRESI PADA MANUSIA
Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk merespon tuntutan terhadap kehidupan globalisasi, perkembangan IPTEK, serta mempersiapkan siswa dalam menampilkan keunggulan dirinya yang tangguh, kreatif, mandiri, dan professional serta bertanggung jawab sesuai dengan standar mutu nasional. Salah satu strategi yang dapat mewujudkan tujuan diatas adalah melalui model pembelajaran tipe STAD. Apakah model pembelajaran ini akan menunjukkan peningkatan prestasi belajar siswa dalam merespon pelajaran . Oleh karena itu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan mengetahui prestasi belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran tipe STAD. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dan eksperimental. Populasi penelitian adalah siswa UPT SMP Negeri 8 Pasuruan semester ganjil Tahun Pelajaran 2015/2016. Teknik pengambilan sampel yang  digunakan adalah penarikan sampel acak berkelompok (cluster random sampling). Sampel penelitian terdiri dari kelas IX-E sebagai kelompokeksperimen .Instrumen yang digunakan meliputi RPP ,hasil belajar siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian meliputi analisis deskriptif proses pembelajaran, dan hasil belajar siswa. Dengan model pembelajaran tipe STAD dapat meningkatkan kemampuan prestasi hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran , hal ini terlihat dari skor penilaian hasil belajar siswa pada tindakan I sebesar 40% yang tidak tuntas, menurun pada siklus II menjadi 23,3% yang tidak tuntas dan ada kenaikan siswa yang tuntas belajar sebanyak 16,7%
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENGUATKAN SOFTSKILL SISWA
Mutu Sumber daya manusia dalam dunia kerja sangat ditentukan oleh pendidikan yang bermutu, baik pada tingkat dasar, menengah maupun tinggi. Pendidikan memegang peranan kunci dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Apabila dicermati, maka rasio kebutuhan  soft skill dan hard skill di dunia kerja menunjukkan bahwa yang membawa orang di dalam sebuah kesuksesan, 80% ditentukan oleh soft skill yang dimilikinya dan 20% oleh hard skill. Namun sistem pendidikan di Indonesia saat ini,  soft skill hanya diberikan rata-rata 10% saja dalam kurikulum (Sailah, 2008). Penguatan Soft skill tersebut hendaknya dilakukan pada semua mata pelajaran di Sekolah termasuk mata pelajaran IPA. Salah satu cara untuk menguatkan Soft skill siswa dalam mata pelajaran IPA adalah dengan menggunakan perangkat pembelajaran IPA berbasis kewirausahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah perangkat pembelajaran IPA berbasis kewirausahaan dapat menguatkan Softskill siswa. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pengembangan yang terdiri dari empat tahap yaitu tahap investigasi awal, tahap desain, tahap realisasi dan tahap tes, evaluasi dan revisi. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah silabus, RPP, bahan ajar, LDS, lembar observasi aspek Softskill siswa. Dalam tahap tes, evaluasi dan revisi dilakukan ujicoba terbatas dengan menggunakan perangkat pembelajaran IPA berbasis kewirausahaan pada materi pengolahan dan pemanfaatan limbah dikelas XI SMK NU Ungaran. Pengambilan data Softskill siswa diukur dengan menggunakan metode tes essay dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82% siswa mencapai Softskill dengan kategori kuat dan sangat kuat
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V C SDN 002 RATU SIMA, DUMAI BARAT, RIAU TAHUN PELAJARAN 2007/2008
Eksperimen adalah salah satu cara mengajar yang dilakukan oleh guru, dimana para siswa melakukan suatu percobaan tentang suatu masalah yang akan dipelajari, kemudian mengamati proses kegiatan tersebut, lalu menuliskan hasil percobaan dan juga adanya penyampaian hasil kegiatan dan kesimpulan dari percobaan itu kepada teman di kelas serta dievaluasi oleh guru. Dilakukan penelitian tindakan kelas dengan tujuan meningkatkan hasil belajar IPA melalui eksperimen pada siswa Kelas V C SDN 002 Ratu Sima, Dumai Barat, Riau dari Bulan November – Desember 2007. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas V C yang berjumlah 24 orang yang terdiri dari 14 orang siswa laki-laki dan 10 orang siswa perempuan. Parameter penelitian adalah daya serap, ketuntasan belajar, aktivitas siswa dan aktivitas guru. Instrumen penelitian adalah perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, LKS Eksperimen dan data yang telah diolah dengan menggunakan analisis diskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh daya serap siswa berdasarkan post test siklus I pertemuan I (67,5), pertemuan II (78,3) dan ulangan harian adalah 69,37 dengan kategori cukup. Pada siklus II pertemuan I (82,5), pertemuan II (87,5) dan ulangan harian adalah 84,16 dengan kategori baik. Ketuntasan belajar siswa pada siklus I dinyatakan tidak tuntas dengan presentase 58,30% dan pada siklus II dinyatakan tuntas dengan presentase 87,50%. Aktivitas belajar siswa rata-rata pada siklus I 75,69% dan siklus II 85,25%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V C SDN 002 Ratu Sima, Dumai Barat, Riau
POTENSI BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI ANTI RADANG PADA LUKA GORES MENCIT JANTAN (Morinda citrifolia L. Fruit Potency as Anti Inflamatory in Male Mice Scratch)
Morinda citrifolia L. is known commercially as mengkudu, grows widely throughout in Indonesia and is one of the most significant sources of traditional medicines. In fact, mengkudu contains a very important alkaloids, xeronine. This alkaloid helps in the normalization of abnormally functioning cells. This research aims is to knowing the influence of Morinda citrifolia L. fruit to the number of neutrophil cell in male mice scratch wound. There was 6 group as a treatment group, in which every group contain 4 mice. Every group had different time in neutrophil cell observation, it was 12, 24, 36, 48, 60 and 72 hour/ observation. The result showed that the number of neutrophil cell tend to decrease. And based on LSD test the number of neutrophil cell different signicantly in 48 hour of observation
Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif Reciprocal Teaching (RT) Untuk Meningkatkan Kemampuan Metakognitif Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang
Proses pembelajaran pada saat ini menuntut guru untuk lebih kreatif dan inovatif. Selain itu pendidik juga harus peka terhadap setiap permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran, sehingga permasalahan tersebut dapat segera diatasi. Pada saat ini muncul berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran, salah satunya adalah pelaksanaan proses pembelajaran pendidik yang masih pada hasil belajar kognitif saja, sehingga kemampuan siswa yang lain seperti metakognitif kurang diberdayakan. Permasalahan tersebut perlu diatasi, salah satunya dengan menerapkan strategi pembelajaran Reciprocal Teaching (RT). Tujuan penelitian ini ialah menjelaskan peningkatan proses pembelajaran dengan memperhatikan kemampuan metakognitif mahasiswa setelah diterapkan startegi pembelajaran Reciprocal teaching. Dalam penelitian ini digunakan dua siklus dengan masing-masing siklus mempunyai 4 tahap. Tahap-tahap ini berupa siklus spiral yang meliputi kegiatan 1) perencanaan, 2) pemberian tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Sampel penelitian yang digunakan adalah mahasiswa angkatan 2014 Kelas C sebanyak 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan strategi pembelajaran Reciprocal Teaching (RT) dapat meningkatkan kemampuan metakognitif mahasiswa IKIP Budi Utomo Malan
Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Materi Sistem Saraf, Indera, dan Hormon
Pembelajaran Biologi saat ini ditekankan pada pendekatan kontekstual dan konstruktivisme dimana bukan saja pengetahuan yang mereka peroleh namun bagaimana mereka dapat menyikapi dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari. Berdasarkan hasil observasi bahwa proses pembelajaran mata pelajaran Biologi seringkali dilakukan secara presentasi secara monoton dan belajar mandiri sehingga siswa kurang tertarik dan cenderung tidak memperhatikan. Siswa dituntut menggunakan lembar kegiatan siswa (LKS) yang kurang terarah dan kurang sesuai dengan kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) yang ditetapkan. Upaya pemecahan masalah yang dihadapi adalah dengan adanya inovasi bentuk lembar kegiatan siswa yang dirancang secara khusus berdasarkan KI dan KD serta karakteristik siswa dan kebutuhan sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan lembar kegiatan siswa yang layak dan valid yang sesuai dengan KI dan KD. Metode penelitian yang digunakan sesuai dengan model pengembangan Thiagarajan dengan empat tahap yakni define, design, develop, dan disseminate namun dalam penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap develop saja. Objek penelitian adalah siswa kelas XI SMAN 9 Malang. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa hasil penilaian validator menunjukkan kriteria valid dan layak untuk dipergunakan
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Mahasiswa pada Matakuliah Pengembangan Bahan Ajar
Berdasarkan observasi pembelajaran pada matakuliah pengembangan bahan ajar di IKIP Budi Utomo Malang Jurusan Pendidikan Biologi, secara garis besar kegiatan pembelajaran menggunakan model diskusi presentasi. Kegiatan diskusi presentasi yang dilakukan belum mampu mengakomodasi keaktifan mahasiswa. Sehingga diperlukan proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan melalui penelitian tindakan kelas (PTK) dengan penerapan pembelajaran berbasis proyek. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar mahasiswa pada matakuliah pengembangan bahan ajar melalui pembelajaran berbasis proyek. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Langkah PTK meliputi perencanaan, implementasi tindakan, pengamatan, dan evaluasi/Refleksi. Langkah tersebut dilakukan pada setiap siklus. Data yang didapatkan berupa data lembar observasi serta aktivitas kelompok dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, aktivitas belajar mahasiswa mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 69,03% menjadi sebesar 86,03% pada siklus II. Mahasiswa mampu melaksanakan seluruh tahapan proyek dengan baik pada siklus II. Produk yang dihasilkan sesuai dengan tuntutan kurikulum
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN FISIKA SISWA KELAS X MIA 3 SMA NEGERI 1 TENGGARONG (Materi Suhu dan Kalor)
Penerapan pendekatan saintifik melalui metode eksperimen merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan enam langkah pembelajaran ilmiah dipadukan dengan menggunakan metode eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan proses sains (KPS) siswa pada saat menerapkan pendekatan saintifik melalui metode eksperimen, dan untuk mengetahui hasil belajar Fisika siswa setelah diterapkan pendekatan saintifik melalui metode eksperimen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat pre-eksperimental one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu kelas X MIA 3 sebanyak 33 orang. Pengambilan data penelitian ini menggunakan teknik observasi dan teknik tes. Dari hasil penelitian diperoleh besarnya nilai rata-rata pada masing-masing aspek KPS antara lain: (1) Aspek Mengamati sebesar 90,3; (2) Aspek menyusun hipotesis sebesar 82,7; (3) Aspek menjalankan percobaan (eksperimen) sebesar 86,9; (4) Aspek menyimpulkan sebesar 79,5; (5) Aspek mengkomunikasikan sebesar 82,1. Nilai rata-rata pre-test dan post-test masing-masing sebesar 50,3 dan 77,6 dengan nilai presentase N-Gain sebesar 54,9%