49728 research outputs found
Sort by
Material bekas banner sebagai ide perancangan kursi nostalgia
Material flexy banner berbahan dasar Polyvinyl Chlorida (PVC) memiliki dampak negatif bagi lingkungan karena sifatnya yang sulit terdekomposisi dengan tanah. Perancangan ini mengeksplorasi potensi material tersebut sebagai bahan anyaman untuk dudukan dan sandaran kursi berkonsep nostalgia. Metode perancangan menggunakan Double Diamond dengan mengadopsi elemen ATUMICS (artefact, technic, utility, material, icon, concept, dan shape) untuk diterapkan pada transformasi pembaruan desain. Riset penelitian penciptaan dilakukan dengan melibatkan partisipan untuk menggali preferensi dan kebutuhan emosi calon pengguna. Hasil dari perancangan ini adalah prototipe kursi dengan emosi nostalgia yang terbangun dari bentuk kursi sedan dengan bentuk yang lebih modern tetapi memiliki karakteristik bentuk kursi sedan lama. Anyaman banner digunakan sebagai material utama dalam mengangkat sisi nostalgia sekaligus menjawab isu lingkungan. Hasil evaluasi terdapat beberapa saran responden yang perlu diperhatikan terkait penggunaan material. Hal ini digunakan sebagi rujukan dalam pengembangan perancangan selanjutnya
Implementasi kurikulum merdeka dalam pembelajaran seni teater pada siswa kelas VII di MTs Negeri 5 Bantul
MTs Negeri 5 Bantul merupakan salah satu madrasah yang menerapkan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran. MTs Negeri 5 Bantul telah melaksanakan Kurikulum Merdeka sejak tahun 2023 dan baru diterapkan pada siswa kelas VII. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkapkan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pelajaran Seni Teater kelas VII di MTs Negeri 5 Bantul. Selain itu, untuk mengetahui hal-hal yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pelajaran Seni Teater kelas VII di MTs Negeri 5 Bantul. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini yaitu implementasi Kurikulum Merdeka dalam pelajaran Seni Teater. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII, guru Seni Teater, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, dan Kepala MTs Negeri 5 Bantul. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validasi data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan model dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTs Negeri 5 Bantul telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran Seni Teater kelas VII. Pelaksanaan proses kegiatan pembelajaran guru melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Siswa kelas VII telah mencapai target dimensi Profil Pelajar Pancasila dan karakteristik Kurikulum Merdeka pada kegiatan pembelajaran Seni Teater. Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang ditargetkan oleh guru yaitu elemen beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri, sedangkan karakteristik Kurikulum Merdeka telah diterapkan oleh guru seperti pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) dan dimensi Profil Pelajar Pancasila, pembelajaran berbasis kompetensi, dan pembelajaran fleksibel. Implementasi Kurikulum Merdeka terdapat faktor-faktor pendukung seperti sarana yang mendukung dan kesiapan guru dalam mengajar, sedangkan faktor penghambat yaitu kemampu
Workshop vokal jazz sebagai strategi peningkatan improvisasi vokal di Hams Musik Yogyakarta
Workshop merupakan sebuah media yang digunakan sebagai ruang belajar, diskusi, dan memperdalam kemampuan. Dalam pendidikan kegiatan workshop menjadi penunjang dalam mengembangkan kemampuan siswa. Hams Musik merupakan sekolah non formal yang terfokus dalam pengajaran bidang tarik suara, di Hams Musik salah satu kehiatan yang rutin di adakan yaitu workshop. Penelitian ini fokus kepada proses kegiatan workshop vokal jazz sebagai strategi peningkatan improvisasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sampel penelitian berupa 5 siswa yang dipilih oleh pimpinan Hams Musik. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tekik analisis data pada penelitian ini berupa reduksi data, penyajian data, dan juga penarikan kesimpulan. Rangkaian kegiatan dalam workshop ini terdiri dari 3 tahapan yaitu workshop, latihan, dan evaluasi. workshop vokal jazz terbukti efektif sebagai strategi peningkatan improvisasi di Hams Musik Yogyakarta
Kreativitas Musik Dhol Sanggar Seni Malabero di Kelurahan Malabero, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu
Sanggar Seni Malabero merupakan sebuah organisasi non pribadi yang berada di Kelurahan Malabero, Kota Bengkulu yang berupaya melakukan terobosan baru dalam garap karya komposisi musik yang menghasilkan karya musik tradisi baru. Kreativitas dari karya Betingkai diambil dari fenomena anak muda yang mempunyai sifat keras kepala dalam bermain musik, ide tersebut diambil dari keresahan pengkarya yang mencoba untuk melakukan sesuatu baru dalam menggarap musik. Bukan hanya berpaku tentang Tabut, tetapi musik Dhol dapat digarap dari ide apa saja bahkan sangat luas dari segi komposisi. Penelitian ini menggunakan teori yang berkaitan dengan objek penelitian sebagai referensi dan bahan bacaan. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif melalui pendekatan etnomusikologis. Menggunakan Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, studi Pustaka, dokumentasi, dan analisis data. Hasil dari penelitian ini adalah kreativitas yang menghasilkan karya musik tradisi baru. Terobosan ini menjadi contoh bagi grup dan sanggar yang ada di Bengkulu. Pro kontra yang terjadi berdampak besar terhadap atmosfer berkreativitas karya di Bengkulu. Dengan tawaran pemain yang minimalis mampu mempengaruhi atmosfer ruang berkarya di Bengkulu yang pada akhirnya mulai mengikuti gaya bermusik sehingga karya dari Sanggar Seni Malabero menjadi panutan bagi grup lain dalam berkesenian dan berkreativitas dalam menggarap musik Dhol di Kota Bengkulu
Interpretasi terhadap hari kiamat dan hari akhir dalam pandangan Islam sebagai ide penciptaan karya seni lukis
Kerusakan dan kedholiman manusia sudah di luar batas kewajaran. Namun manusia lupa hari kiamat dan hari akhir merupakan kejadian dahsyat yang telah dijanjikan datangnya. Hari kiamat adalah hari berakhirnya kehidupuan di dunia, sedangkan hari akhir merupakan permulaan kehidupan abadi di akhirat untuk mempertanggungjawabkan perkara di dunia. Melalui penciptaan karya lukis mengangkat interpretasi Islam mengenai hari kiamat dan hari akhir dapat mendeskripsikan peristiwa-peristiwa yang terjadi melalui tafsir ulama berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Karya lukis digambarkan melalui teknik pewarnaan impasto, wet on wet dan wet on dry. Setiap karya lukis yang dibuat dengan memperhatikan unsur-unsur seni rupa artistik. Melalui karya seni lukis, memindahkan ide pokok interpretasi Islam mengenai hari kiamat dan hari akhir menggunakan gaya surealistik serta menghasilkan 15 karya seni lukis dengan ukuran beragam dan bahan beragam
Pemasaran karya seni rupa kontemporer oleh duo seniman 'TEMPA' tahun 2015-2023
Perkembangan pasar seni rupa kontemporer semakin pesat. Namun, tidak semua seniman memiliki keterampilan kewirausahaan yang baik. Kegiatan pemasaran menjadi penting bagi para seniman untuk memperkenalkan produk seni mereka kepada konsumen. Didirikan pada tahun 2015 oleh dua seniman, Rara Kuastra dan Putud Utama, TEMPA telah berhasil memasarkan karya-karya mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik pemasaran karya seni rupa kontemporer oleh TEMPA tahun 2015-2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa praktik pemasaran karya seni rupa kontemporer TEMPA menggunakan strategi bauran pemasaran yang mencakup product, price, place, promotion, process, people, dan physical evidence. Melalui keberhasilan penjualan karya seni, TEMPA telah membuktikan efektivitas dari bauran pemasaran yang dilakukan. Kesuksesan ini menjadi bukti bahwa keterampilan kewirausahaan penting bagi seniman untuk meningkatkan penjualan karya seni mereka. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan baru dan kontribusi terhadap literatur akademis tentang pemasaran karya seni rupa kontemporer
Peran musik dalam produktivitas bekerja di Departemen Product PT Pintar Pemenang Asia
Sepanjang peradaban umat manusia, musik mengalami pergeseran ekstensif pada fungsinya di berbagai sudut aktivitas. Di antara berbagai riset mengenai pengaruh musik terhadap produktivitas bekerja, belum ada yang pernah menginvestigasi peran musik dalam produktivitas bekerja karyawan start-up. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara kualitatif peran musik dalam produktivitas bekerja di Departemen Product PT Pintar Pemenang Asia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi-ethnography dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran musik dalam produktivitas bekerja dapat diklasifikasikan menjadi empat, yakni musik sebagai penggerak, musik untuk mentransportasikan diri, musik untuk memposisikan diri, dan musik untuk mengalterasi mood. Keempat peran musik ini memenuhi seluruh indikator produktivitas bekerja, yakni kemampuan, meningkatkan hasil yang dicapai, semangat kerja, pengembangan diri, mutu, dan efisiensi. Jenis musik yang dipilih karyawan start-up dalam mendukung produktivitas bekerjanya tergolong beragam, di antaranya adalah musik pop, musik blues, musik rock, musik jazz, dan musik EDM
Garap gender Barung Gendhing Budheng-Budheng Laras Pelog Pathet Enem Kendhangan Semang
Skripsi yang berjudul “Garap Gender Barung Gending Budheng-Budheng Laras Pelog Pathet Nem Kendhangan Semang” adalah penelitian yang difokuskan pada pembahasan garap ricikan gender barung. Gending Budheng-Budheng merupakan gending gaya Yogyakarta yang termasuk dalam klasifikasi gending ageng. Gending tersebut bermula dari garap soran, namun pada penelitian ini disajikan dalam garap lirihan. Penelitian ini bertujuan untuk menafsir dan mendeskripsikan garap gender barung Gending Budheng-Budheng. Adapun jenis penelitian yang dipilih adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis yang berarti mendeskripsikan dan menganalisis garap gender barung Gending Budheng-Budheng Laras Pelog Pathet Nem Kendhangan Semang. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain: rancangan karya seni, pengumpulan data serta proses penggarapan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa cengkok genderan Gending Budheng-Budheng dapat digarap menggunakan cengkok umum, cengkok khusus dan cengkok gantungan. Selain itu, Budheng-Budheng yang mulanya merupakan gending soran, setelah digarap dalam bentuk lirihan, menimbulkan karakter musikal yang regu. Kesan musikal tersebut dapat dirasakan dengan adanya unsur garap seperti pada gending berlaras pelog pathet lima. Gending Budheng-Budheng dalam kesempatan ini disajikan dengan alternatif garap andhegan serta disajikan dengan garap irama 4
"Ordinarivm missae i pro ioanne-pavlo" Asimilasi-sistesis fitur etnik-modern pada idiom Gregorian-polifoni
Semangat inkulturasi yang digagas Gereja Katolik ritus Romawi sejak tahun 1970-an demi partisipasi aktif jemaat melalui pendekatan sosiokultur pada realitasnya turut menghasilkan problematika kompleks dalam praktik bermusik liturgi. Di sisi lain, Paus Pius X (1903) telah merekomendasikan suatu cara kompositoris dalam Instruksi Musik Sakral Tra Le Sollecitudini yang sedikit banyak terabaikan, akan tetapi dapat terbayangkan efektivitasnya sebagai solusi. Instruksi tersebut lantas menginisiasi penelitian mengenai keselarasan musikologis antara idiom-idiom etnik-modern dari Indonesia (beserta fitur-fiturnya) pada tradisi Nyanyian Gregorian dan Musik Polifoni, potensi subordinasinya, serta strategi untuk membentuk kesan universal dalam penerapan pada komposisi dengan multi-idiom. Penelitian yang berfokus pada pengkajian idiom-idiom ini cukup dilakukan melalui data-data sampel. Data-data sampel tersebut diolah secara analitis, lalu diukur secara musikologis melalui Konsep Musik Vokal Sakral sebagai alternatif manifestasi Instruksi yang cenderung abstrak karena normatif. Kemudian, penerapan hasil penelitian pada kekaryaan digarap dengan turut mempertimbangkan norma-norma liturgis dan kaitannya dalam syair suci. Penerapan yang berupaya menyelaraskan dengan penggabungan tertentu yang menghormati tradisi tersebut dimaknai dengan istilah Asimilasi-Sintesis. Melalui hasil analisis ditemukan bahwa idiom Dayak dan Jawa memiliki keselarasan substansi fitur dengan idiom Musik Polifoni. Sementara itu, fitur-fitur dari idiom Sunda dan Batak memiliki potensi untuk disubordinasi pada idiom Musik Polifoni, yang, melalui logika potensi tersebut lantas menimbulkan posibilitas bahwa “semua” idiom dapat disubordinasi pula fitur-fiturnya pada idiom Nyanyian Gregorian, hanya saja akan mengalami reduktivitas tertentu. Kemudian, melalui proses komposisi ditemukan bahwa fitur-fitur dari idiom-idiom etnik-modern dapat diatur kesan universalnya melalui pelbagai teknik yang berupaya mengurangi perbedaan atau kesan kontras melalui pembentukan fundamen kompositoris, konsistensi harmoni tertentu, penyelarasan dan manipulasi material sebagai jembatan dan penyatuan antar-idiom, serta penggunaan polimodus
Perancangan webkomik pengenalan sikap tanggung jawab dalam memelihara kucing
Manusia merupakan makhluk sosial. Mereka memerlukan interaksi dengan sesama makhluk hidup untuk dapat bertahan hidup. Baik itu dengan sesama manusia atau bahkan binatang, terutama binatang peliharan seperti kucing. Hal ini dikarenakan memelihara kucing dapat mendatangkan berbagai macam manfaat bagi pemiliknya. Namun sayangya tak semua orang yang memelihara kucing memelihara mereka dengan penuh tanggung jawab dan hanya memperlakukan mereka ala kadarnya, atau bahkan semena-mena. Meskipun hewan peliharaan bukanlah manusia dan memang binatang, tapi bukan berarti mereka boleh diperlakukan seenaknya tanpa kasih sayang. Hal ini dikarenakan mereka hadir di kehidupan seseorang karena orang tersebutlah yang memutuskan untuk memeliharanya, jadi sudah sepatutnya sebagai makhluk berakal untuk bertanggung jawab atas keputusan sendiri. Untuk itulah perancangan ini dibuat untuk memberi tahu betapa pentingnya sikap tanggung jawab seseorang untuk memelihara kucing dengan menunjukan ikatan erat kucing dan manusia akibat dari tanggung jawab tersebut. Media yang dipilih berupa webkomik agar pesan yang disampaikan bisa lebih mudah dipahami oleh audience