49728 research outputs found
Sort by
Analisis Struktur dan makna Chant Bianco Verde dan Siamo Noi bagi kelompok suporter sepakbola Brigata Curva Sud pendukung PSS Sleman
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna mendalam di balik frasa chant “Bianco Verde” dan “Siamo Noi” serta menganalisis manifesto yang dianut oleh kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS). Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini menggali pengalaman subjektif anggota Brigata Curva Sud dalam memahami dan menghayati identitas mereka sebagai bagian dari komunitas suporter. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa “Bianco Verde” dan “Siamo Noi” memiliki makna yang sangat kaya bagi suporter Brigata Curva Sud. Kedua frasa ini tidak hanya sekedar kata – kata, tetapi juga menjadi simbol identitas sebagai kelompok suporter yang mendukung PSS Sleman. Manifesto – manifesto yang dianut oleh Brigata Curva Sud, seperti “No Leader Just Together”, “Ora Muntir”, “No Ticket No Game”, Mandiri Menghidupi”,“Awaydays”,dan “Still Solo”, turut membentuk identitas dan perilaku kolektif para anggotanya. Musik juga memainkan peran penting dalam merekatkan solidaritas dan memperkuat semangat kolektif di antara para anggota. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Brigata Curva Sud adalah lebih dari sekedar kelompok suporter. Mereka adalah sebuah komunitas yang memiliki nilai – nilai, tradisi dan identitas yang kuat. Melalui berbagai manifesto, Brigata Curva Sud telah menciptakan berbagai chant untuk PSS Slema
Live music dan tingkat kenyamanan pengunjung cafe Tarumatani, Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh live music terhadap tingkat kenyamanan pengunjung di Kafe Tarumartani Yogyakarta serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi kenyamanan tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa live music di Kafe Tarumartani berperan signifikan dalam menciptakan suasana yang nyaman dan menarik bagi pengunjung. Faktor seperti genre musik yang sesuai, volume yang pas, serta interaksi musisi dengan penonton menjadi elemen kunci yang mendukung kenyamanan. Live music menciptakan suasana yang mendukung relaksasi, interaksi sosial, serta perpanjangan durasi kunjungan pengunjung di kafe. Selain itu, elemen estetika kafe seperti pencahayaan hangat turut memperkuat pengalaman positif pengunjung. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pengelola kafe untuk mengoptimalkan live music sebagai strategi menarik dan mempertahankan loyalitas pengunjung
Model pembelajaran picture and picture pada tari kreasi untuk anak tunarungu Kelas III di SLB B Karnnamanohara
Proses pembelajaran seni tari pada anak tunarungu sangat memiliki ketergantungan dengan guru, karena siswa tidak dapat mendengar iringan musik sehingga guru selalu menjadi bagian dari pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Picture and picture pada materi tari kreasi bagi anak tunarungu kelas III di SLB B Karnnamanohara. Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas III berjumlah 7 orang, sedangkan objek penelitian ini yaitu model pembelajaran Picture and picture pada pembelajaran tari kreasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian, divalidasi menggunakan triangulasi teknik serta dilakukannya analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui model pembelajaran Picture and picture dapat memudahkan siswa dalam menangkap materi belajar tari dan mengingat ragam gerak dengan berbagai arah hadap dibandingkan dengan metode drill menggunkan media YouTube sebelumnya. Siswa lebih fokus dalam memahami perpindahan gerak dan ragam gerak yang akan digerakan berdasarkan gambar yang sudah disiapkan guru. Selain itu, model ini dapat memudahkan guru dalam menyampaikan materi belajar, tujuan belajar, mengintruksikan gerak melalui gambar sebagai kode transisi perpindahan gerak tari dengan waktu yang lebih singkat dan sederhana menggunakan bahasa isyarat
Penerapan gaya visual ilustrasi herge pada desain karakter dalam film iklan animasi "Depot Ayam Bu Koes"
Depot Ayam Bu Koes adalah usaha yang menjual daging ayam dan frozen food, tetapi usaha ini mengalami penurunan pembeli/konsumen, untuk itu perlu memperluas target market agar tidak mengalami kerugian. Dengan alternatif Film iklan animasi 2D yang diadaptasikan dengan visual ilustrasi Herge’.diharapkan dapat berupaya meningkatkan ketertarikan konsumen yang mayoritas kalangan orang dewasa. Penelitian ini dirancang dengan metode penciptaan kreatif Ghaham Wallas terdiri dari empat tahapan, persiapan, inkubasi, Ilminasi, verifikasi. Hasil penelitian ini bertujuan untuk menambah ketertarikan target audiens pada sebuah film iklan animasi “Depot Ayam Bu Koes” dengan desain karakter yang diadaptasi dari visual ilustrasi Herge’ dengan alasan, karena pada kalangan orang dewasa ditakutkan minat menonton tayangan film animasi sudah menurun dibandingan melihat tayangan sinetron atau tayangan lain yang diperankan oleh tokoh nyata, maka membuat alternative referensi visual ilustrasi Herge’ dengan karakter kartun tetapi tetap mendekati bentuk realis, yang diharapkan kalangan orang dewasa dapat tertarik dalam sebuah film iklan animasi ‘Depot Ayam Bu Koes
Kepompong ulat jati pada perhiasan logam
Penciptaan karya Tugas Akhir berjudul “Kepompong Ulat Jati Pada Perhiasan Logam” merupakan salah satu cara penulis untuk berbagi pengalaman kepada masyarakat luas terkait kepompong ulat jati (ungkrung), yang memiliki keistimewaan tersendiri bagi masyarakat Gunungkidul. Dalam karya ini penulis fokus pada eksplorasi bentuk dan detail visual kepompong ulat jati. Perhiasan logam dipilih sebagai media pengungkapan perasaan penulis terkait kepompong ulat jati, selain itu penulis juga ingin memberikan nuansa berbeda terhadap karya perhiasan yang biasanya mengambil inspirasi dari sesuatu hal yang dianggap indah oleh kebanyakan orang. Namun dalam karya ini penulis membuat perhiasan dengan mengambil ide dari kepompong ulat jati yang dianggap menggelikan bahkan menjijikan oleh kebanyakan orang. Dalam penciptaan karya Tugas Akhir ini menggunakan metode pendekatan sekaligus landasan teori ICS-USI-USA (Idea, Concept, Shape – User, Solution, Innovation – Utility, Significance, and Aesthetic) yang didalamnya memuat indikator-indikator kualitas suatu karya, seperti ide, konsep, wujud atau bentuk karya; pengguna atau target market, solusi dan inovasi; daya guna, daya makna (kebermaknaan), dan keindahan. Metode penciptaan yang digunakan dalam proses perwujudan karya ini menggunakan metode Practice-mixed Research. Penciptaan karya menghasilkan 3 set perhiasan yang terdiri dari 9 perhiasan. Perhiasan tersebut meliputi 2 buah kalung, 2 buah gelang, 1 earcuff, 1 pasang anting, 1 cincin, 1 bross dan 1 tusuk konde yang terbuat dari bahan tembaga. Setiap set mempunyai nama “Harmony of Cocoon”, “Sound of Cocoon” dan “Secret of Cocoon”. Serangkaian karya ini diberi judul “Memento Vivere”. Dalam konteks judul tersebut diambil dari bahasa Latin yang artinya “ingatlah untuk hidup”. Kata Kunci: Kepompong Ulat Jati, Perhiasan, Loga
Lagu populer pada upacara perkawinan adat Batak Toba di Yogyakarta
Penggunaan lagu "Ini Rindu" dalam upacara perkawinan adat Batak Toba di Yogyakarta menunjukkan fenomena yang menarik, terutama dalam konteks pro dan kontra di kalangan masyarakat. Keunikan utama dari fenomena ini terletak pada aspek reinstrumentasi musiknya, di mana terjadi elaborasi yang kompleks antara instrumen modern berupa keyboard dengan instrumen tradisional Batak Toba yaitu sulim (seruling bambu) dan taganing (gendang). Selain itu, penggunaan lirik berbahasa Batak Toba yang ditempatkan secara strategis pada bagian reff dan bridge menambah kekhasan lagu ini. Dalam perkembangannya, masyarakat Batak Toba menunjukkan respon yang beragam; sebagian mendukung penggunaan lagu ini sebagai preferensi musik dalam upacara perkawinan, sementara sebagian lain menunjukkan ketidaksetujuan. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini difokuskan pada dua aspek utama: menganalisis bentuk musikal lagu "Ini Rindu" sebagai lagu populer dalam konteks perkawinan adat Batak Toba dan mengkaji secara mendalam bentuk-bentuk hibriditas musikal yang terdapat di dalamnya. Metodologi penelitian yang diterapkan menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif etnomusikologis. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa teknik yang komprehensif, meliputi studi pustaka untuk mengkaji literatur terkait, observasi langsung terhadap penggunaan lagu dalam upacara perkawinan, wawancara mendalam dengan para pelaku dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi audio-visual. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa lagu "Ini Rindu" memiliki struktur musik tiga bagian yang terdiri dari verse, reff, dan bridge. Hibriditas musikal yang menjadi fokus penelitian terutama teridentifikasi pada bagian reff dan bridge, di mana unsur intramusikalnya, khususnya dalam hal aksentuasi dan penggunaan bahasa, menjadi hal yang penting dalam penyajian musiknya
Meratap di Ruang Langkah
Karya “Meratap di Ruang Langkah” adalah koreografi kelompok ditarikan oleh empat penari perempuan yang mempresentasikan sebuah pengalaman empiris mengenai perasaan kesedihan disebabkan kerinduan ketika merantau. Ketika perasaan tersebut hadir penata seringkali melantunkan Sastra Lisan yang terdapat di provinsi Lampung yaitu Hahiwang. Hahiwang merupakan tempat ungkap perasaan sedih yang disebabkan adanya suatu emosi yang ditandai perasaan kehilangan, perpisahan serta kerinduan khususnya para perempuan. Lantunan tersebut dicurahkan ke dalam setiap bait Hahiwang, dalam bentuk pantun berjenis puisi. Setiap bait yang terdapat dalam Hahiwang merupakan ungkapan perasaan sedih ketika perpisahan untuk merantau, perjalanan hidup diperantauan, kerinduan kepada orang tua, keluarga dan kampung halaman serta ingatan-ingatan mengenai segala hal yang dilewati ketika merantau. Menggunakan konsep alih wahana yang dikemukakan oleh Sapardi Djoko Damono, memiliki tiga wahana berupa: sastra lisan (melalui Hahiwang yang dilantunkan), sastra tulis (lantunan yang ditulis kedalam bentuk pantun), dan tari. Sastra lisan yang telah dialihwahanakan ke dalam sastra tulis kemudian dialihwahanakan dalam bentuk visual berupa tari dan didukung elemen-elemen lain berupa musik, rias busana, properti dan pemanggungan. Pemilihan penari ditentukan berdasarkan struktur penulisan Hahiwang, Air dan tanah menjadi bekal dari ibu penata saat merantau sebagai tradisi di lingkup masyarakat Lampung, agar nyaman ketika tinggal di perantauan. Dalam prosesnya menggunakan metode Creating Through Dance, dikemukakan oleh Alma M. Hawkins melalui tiga tahapan yaitu eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Secara visual karya ini dipentaskan di proscenium stage menggunakan tipe segmented tersusun atas 4 segmen yang didapat dari empat bait yang terdapat dalam hahiwang yang telah ditulis.karya ini menggunakan musik MIDI dan Live Instrumen berdurasi 17 menit menggunakan properti koper, air dan tanah serta kain puti
Perancangan komik tari topeng Cirebon sebagai upaya peningkatan nilai-nilai budaya kepada remaja
Tari Topeng Cirebon merupakan salah satu kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan dan dijaga. Karena dalam Tari Topeng Cirebon, memiliki banyak makna baik tentang kehidupan yang bisa diimplementasikan oleh remaja kedalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, untuk menarik minat remaja terhadap Tari Topeng Cirebon, dillakukan pendekatan dengan menyajikan budaya tari ini dalam bentuk komik. Komik merupakan salah satu media yang dapat digunakan sebagai pembelajaran kepada remaja, karena menggabungkan elemen visual dan narasi yang menarik. Konsep komik ini dikemas dengan cerita, tokoh, dan gaya ilustrasi yang disesuaikan untuk remaja tanpa mengurangi mankna dan informasi pada Tari Topeng Cirebon, sehingga lebih mudah untuk dipahami
Perancangan concept art game Pecak Silat Betawi
Pencak silat betawi merupakan salah satu jenis bela diri dan budaya sudah ada setidaknya 200 ratus tahun. Namun dikarenakan efek globalisasi di abad 21 ini banyak budaya Indonesia salah satu nya pencak silat betawi yang dianggap tidak lagi relevan. Dengan berjalanya waktu jika keadaan akan tetap seperti ini maka eksistensi pencak silat betawi akan mulai punah dan termakan oleh bela diri luar lainya. Game action-RPG yang sangat kental dengan aksi dan tetap memberikan daya lihat yang mendetail terhadap konsepnya. Cyberpunk sebagai tema futuristik yang naik didunia kultur popular dapat menjadi sarana baik untuk menarik daya tarik audiens. Dengan 5w+1H menganalisa berbagai buku mengenai pencak silat Betawi, proses pembuatan concept art serta jenis-jenis permainan role-playing dirancanglah concept art ini yang bertujuan untuk memberi ide serta langkah awal untuk pengembang video gim baik di Indonesia atau pun luar negri untuk memberikan pengalaman bermain video gim asik dan menarik yang dapat membangkitkan daya tarik pencak silat betawi
Perancangan interior hotel Adma Bandung dengan konsep collabonature
Hotel Adma adalah hotel bintang 3 yang terletak di Jl. Gegerkalong Girang, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat. Dengan lokasi yang strategis di tengah kota dan dekat dengan berbagai tempat wisata, hotel ini sangat memudahkan para wisatawan untuk singgah. Hotel Adma bertujuan untuk menyediakan ruang istirahat yang nyaman dan ruang kreatif komunal yang dapat menghubungkan pengunjung untuk saling bertukar pengalaman, menciptakan ekosistem baru bagi para traveler. Hotel ini memiliki berbagai macam fungsi ruang dengan empat bangunan terpisah. Namun, terdapat isu lingkungan yang muncul dalam proses perancangan, terutama dalam penerapan prinsip bangunan hijau yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi antara aspek desain untuk mewujudkan ruang yang berkelanjutan dan efisien. Perancangan interior Hotel Adma Bandung menggunakan konsep Collabonature, yang mengintegrasikan prinsip Green Architecture dengan gaya Mid-Century. Implementasi desain ini berfokus pada elemen-elemen pembentuk ruang yang berkolaborasi dengan elemen alam, seperti penggunaan material ramah lingkungan, pencahayaan alami, ventilasi yang efisien, dan integrasi vegetasi, untuk menciptakan atmosfer yang harmonis. Diharapkan, perancangan ini akan dapat mengatasi permasalahan isu lingkungan di dalam bangunan dan memastikan fungsi ruang yang lebih maksimal serta sesuai dengan prinsip keberlanjutan. Pendekatan ini dapat meningkatkan daya tarik Hotel Adma di kalangan wisatawan, khususnya segmen flashpacker, yang semakin peduli terhadap keberlanjutan lingkungan dalam memilih akomodasi