49728 research outputs found
Sort by
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Naskah Drama Monolog Kemerdekaan Karya Putu Wijaya
Pendidikan karakter bisa ditanamkan melalui seni teater. Salah satunya terdapat dalam naskah drama monolog Kemerdekaan karya Putu Wijaya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam naskah drama monolog Kemerdekaan karya Putu Wijaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi pementasan monolog Kemerdekaan, wawancara kepada Putu Wijaya sebagai penulis sekaligus pemain, Purwanto Lephen sebagai penonton, dan dokumentasi pementasan monolog Kemerdekaan. Subjek penelitian diantaranya penulis naskah, pemain, dan penonton. Teknik validasi yang digunakan yaitu triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima nilai pendidikan karakter dalam naskah Kemerdekaan yaitu cinta tanah air, tanggung jawab, bersahabat/komunikatif, religius dan kreatif dalam elemen tekstur dan struktur. Nilai pendidikan karakter cinta tanah air dan tanggung jawab ditemukan lebih banyak dan dominan dari nilai pendidikan karakter yang lain
Teknik reverse sebagai latihan hand reversal pada pianis kidal
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keberhasilan penerapan teknik reverse bagi subjek pianis kidal sebagai salah satu strategi bermain piano untuk meningkatkan keterampilan tangan kiri melalui lagu ‘Beautiful Love’ karya Victor Young dan mengembangkan teknik latihan reverse agar menjadi solusi bagi subjek pianis kidal guna meningkatkan keterampilan tangan kiri berdasarkan tantangan yang dialami oleh subjek penelitian, yaitu teknik dan strategi latihan yang kurang memadai ataupun tepat ketika subjek kidal terpaksa beradaptasi untuk hidup dalam masyarakat yang mayoritas menggunakan tangan kanan. Dengan penggunaan teori hand reversal dan left handedness dan metode penelitian studi kasus, data dikumpulkan dari catatan pribadi subjek seputar timeline perkembangan latihan etude dan lagu serta refleksi pribadi subjek. Penelitian ini menemukan bahwa teknik reverse merupakan solusi yang tepat sebagai metode latihan untuk mengembangkan keterampilan tangan kiri subjek, dan bahwa penggunaan teknik reverse dapat digunakan secara maksimal dengan strategi yang tepat berupa pembagian waktu yang baik saat berlatih, serta melakukan latihan dengan cara bertahap mulai dengan tempo yang lambat hingga tempo yang ditargetkan dengan penerapan pada register middle C
Penciptaan film tari eksplorasi candi di Blitar ( Tresna )
Tesis ini merupakan penciptaan sebuah karya film tari yang terinspirasi dari pertunjukan panggung Sendratari Kresnayana Blitar. Ide penciptaan karya ini adalah penerapan prinsip-prinsip sinema atraksi guna menghasilkan gambar spektakuler yang dapat menarik perhatian dan membuat fokus penonton. Film Tresna menceritakan cuplikan kisah percintaan Kresna dan Setyaboma. Hasil dari pengalaman menonton pertunjukan langsung, ditemukan beberapa keterbatasan, diantaranya jarak antara panggung dan penonton yang jauh dan situasi alam terbuka yang tidak membangun fokus penonton terhadap pertunjukan. Berdasar pada hal tersebut menciptakan peluang untuk menciptakan karya film yang sebisa mungkin dapat mengikat perhatian penonton. Sebagai bagian dari penelitian, tesis ini membuat karya film sebagai metodologi untuk menyelidiki penggunaan prinsip-prinsip penggunaan sinema atraksi dalam pembuatan film tari tradisional Jawa guna mengikat perhatian dan emosi penonton. Penciptaan ini berupa film tari berjudul Tresna dengan durasi 13 menit. Hasil dari penelitian ini adalah meneliti keberhasilan penggunaan sinema atraksi dalam pembuatan film tari Tresna untuk mengikat perhatian dan emosi penonton, dan bagaimana idealnya menererapkan kekuatan sinema atraksi untuk megikat perhatian dan emosi penonto
Konstruksi mitos maskulinitas dalam arena bajidoran namin grup di Cicangor Karawang Jawa Barat
Tujuan penelitian ini, untuk menganalisis konstruksi maskulinitas pada bajidoran Namin Grup di Karawang. Permasalahan berawal dari fenomena kentalnya praktik maskulin dalam bajidoran. Bajidoran selama ini dikenal sebagai seni hiburan yang menyajikan estetika tarian dan karawitan Sunda. Namun dibalik itu, ternyata bajidoran memiliki kompleksitas rebutan kuasa dan dominasi maskulin di antara individu-individu yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Bajidoran (KPB). Uniknya, rebutan kuasa dan dominasi dilakukan oleh laki-laki dan perempuan. Fenomena ini sangat menarik untuk diteliti, mengapa arena bajidoran kental dengan praktik maskulinitas, bagaimana terjadinya konstruksi maskulinitas, teks-teks apa yang membentuk maskulinitas, serta mengapa mitos dan ideologi maskulinitas dikonstruksi dan direproduksi oleh Namin Grup dan KPB. Penelitian ini menggunakan teori maskulinitas R.W. Connell, arena Pierre Bourdieu, dan mitos Roland Barthes. Teori maskulinitas digunakan untuk memahami berbagai teks dan praktik maskulinitas yang terkait dengan ketubuhan dan tindakan maskulin; teori arena digunakan untuk menganalisis rebutan kuasa dan dominasi di antara KPB yang memiliki modal, habitus, arena, dan kelas sosial yang berbeda; teori mitos digunakan untuk menganalisis makna maskulinitas bagi KPB. Relasi ketiga teori tersebut digunakan untuk membongkar proses konstruksi maskulinitas dalam bajidoran sebagai bagian dari penelitian interdisiplin. Metode kualitatif dengan pendekatan etnografi baru digunakan dalam penelitian ini, dimana seorang peneliti menghargai pengalaman dan realitas orang yang diteliti, meskipun secara radikal berbeda dengan dirinya. Peneliti menerapkan tiga karakteristik etnografi baru, yaitu kejujuran pada fakta lain, refleksi diri, dan polivokalitas, yaitu perhatian terhadap realitas hidup/struktur yang lebih luas. Studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi, digunakan untuk mengumpulkan data penelitian di Karawang dan sekitarnya. Hasil analisis diperoleh data bahwa: 1) maskulinitas sangat kental dalam bajidoran karena: pertama, dikonstruksi oleh budaya, praktik sehari-hari, dan historis, hasil dialektis dari pengalaman KPB masa kini dan masa lalu. Kedua, situasi dan kondisi di arena bajidoran (relasi dan interaksi sosial) berpotensi besar untuk menghasilkan berbagai praktik maskulinitas. 2) Proses konstruksi maskulinitas melalui tujuh tahapan: produksi, sosialisasi, apresiasi, internalisasi dan eksternalisasi, relasi dan interaksi, pemanggungan, dan pembentukan. Ada delapan faktor yang mengkonstruksi maskulinitas, yaitu pola/tatanan, kata-kata mc dan pesinden, ibing pencug, kendang, selendang, modal ekonomi, minuman keras, dan unsur musikal. 3) Mitos maskulinitas dan ideologi, terus diproduksi dan direproduksi oleh Namin Grup, karena dibutuhkan untuk memenuhi berbagai kepentingan: ekonomi, ruang berekspresi, serta alat wicara KPB kepada publik. Penelitian ini menyimpulkan, bahwa pemanggungan maskulinitas dalam bajidoran Namin Grup merupakan alat wicara/komunikasi KPB dengan berbagai kepentingan, baik kepentingan ekonomi, prestise, gengsi, dan ajang pamer. Pemanggungan maskulinitas merupakan ekspresi praktik maskulin yang cair dan terbuka dalam konteks tertentu, yang tidak dapat diterima dalam kehidupan sehari-hari di luar panggung bajidoran
Perancangan motion comic edukasi untuk mencegah tindakan doxing dalam lingkup vtuber
VTuber atau singkatan dari Virtual Youtuber ini merupakan pembuat konten online yang menggunakan sebuah avatar yang dihasilkan dari teknologi komputer secara real-time. Layaknya kreator pada umumnya seorang VTuber dapat melakukan siaran secara langsung dan berinteraksi dengan audiennya, hanya saja apa yang mereka tampilkan adalah karakter dan persona baru yang sengaja dibuat. Karakter atau avatar yang kebanyakan digunakan berupa karakter 2 dimensi dan 3 dimensi seperti tokoh-tokoh yang biasa kita lihat dalam animasi atau film kartun. Fungsi dari virtual karakter itu sendiri digunakan sebagai media konten kreator untuk berkarya tanpa menunjukkan identitas asli. Namun meski begitu masih terdapat beberapa orang yang mengulik data tentang itu dan bahkan melakukan tindakan doxing kepada VTuber tersebut. Penyebaran data pribadi atau tindakan doxing sendiri merupakan bentuk kejahatan cyber yang bahkan dapat dikenai ancaman pidana bagi pelakunya. Karena itu dibuatlah perancangan komik ini sebagai media edukasi bagi remaja dalam komunitas VTuber itu sendiri. Hal ini penting dilakukan dalam upaya memberikan pemahaman tentang doxing serta pentingnya menjaga data, dan menghargai privasi seorang VTuber. Dalam perancangannya akan melalui proses pra produksi dan produksi. Sehingga dimulai dengan pengumpulan data, analisis 5W+1H kemudian melakukan perancangan dengan menyesuaikan karakteristik target audien dengan hasil akhirnya berbentuk motion comic. Komik ini nantinya juga akan ditayangkan dalam halaman Instagram untuk memperluas jangkauan audien. Dari perancangan ini diharapkan dapat menjadi media informasi baru dalam dunia VTuber
Perancangan Komik Web sebagai Media Informasi tentang Endometriosis Kepada Remaja Putri
Endometriosis adalah gangguan pada alat reproduksi perempuan yang terjadi karena adanya pertumbuhan jaringan endometrium atau dinding rahim yang tidak normal di bagian luar rahim. Gejala endometriosis ditandai dengan nyeri yang hebat di area panggul pada masa menstruasi. Jika dibiarkan, endometriosis bisa menimbulkan radang panggul, kanker ovarium, hingga kemandulan. Hal yang sangat disayangkan adalah endometriosis seringkali terlambat didiagnosis, rata-rata terlambat didiagnosis hingga 12 tahun. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang endometriosis. Melalui masalah tersebut maka dibuatlah perancangan media berupa komik web yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan perempuan tentang endometriosis. Untuk memperoleh data perancangan, penulis mengumpulkan data dan informasi melalui berbagai literatur, mengadakan kuesioner dan wawancara, serta data visual. Komik web yang dirancang membahas seputar endometriosis, yaitu tentang apa itu endometriosis, tanda-tanda endometriosis, penyebab endometriosis, dampak endometriosis, dan bagaimana cara mengobati endometriosis. Cara penyampaiannya dilakukan dengan storytelling yang menggambarkan kehidupan remaja yang menderita endometriosis
Penyintas kusta bukit Liposos Punakam sebagai ide penciptaan karya seni rupa
Penciptaan karya seni ini bermula dari keingintahuan terhadap Rumah Sakit Kusta Alverno di Kota Singkawang. Melalui observasi dan wawancara, penelusuran mengarah kepada pemukiman di bagian timur Kota Singkawang yaitu Bukit Liposos Pakunam. Dalam penelusuran ini peneliti sebagai seniman yang menyampaikan hasil refleksi mengenai pengalaman masuk dan mengalami langsung berinteraksi bersama penyintas kusta Bukit Liposos Pakunam. Dalam praktik kesenian peneliti ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman penerimaan diri mengenai makna hidup para penyintas kusta dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Melalui karya seni peneliti dapat memperkenalkan dan memberikan edukasi mengenai fenomena serta eksistensi para penyintas kusta yang kurang terlihat dan terdengar di tengah masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian artistik ini yaitu penelitian berbasis praktik (Practice Based Research) dan penelitian berarah praktik ( Practice Led Research). Dengan penerapan metode penelitian David Campbell yang terdiri dari lima Langkah yaitu : 1. Persiapan, 2. Konsentrasi, 3. Inkubasi, 4. Iluminasi, 5. Verifikasi/ Produksi. Dalam karya ini, peneliti tidak memposisikan para penyintas sebagai objek melainkan sebagai subjek yang menggerakan. Praktik berkesenian ini kemudian mempertemukan peneliti dengan proses kreatif yang tumbuh dari masyarakat, dari ruang yang dinamis dan kontekstual. Proses kreatif mengenai penyintas kusta Liposos Pakunam merupakan upaya untuk secara tidak langsung berbicara kepada masyarakat luas tentang bagaimana seharusnya kita bertindak, bersosial, melihat potensi yang dimiliki setiap orang, serta mengatasi segala stigma dan diskriminasi menyaru dalam wujud empati
Kolaborasi pentahelix pada desain komunikasi visual untuk UMKM di Millenial Job Center Jawa Timur
Millenial Job Center Jawa Timur merupakan sebuah program yang memberikan kesempatan kepada masyarakat Jawa Timur untuk mengembangkan keahliannya. Salah satu kegiatannya yakni memfasilitasi pembuatan desain untuk UMKM. Terdapat kolaborasi dari berbagai pihak saat MJC memfasilitasi para UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan kolaborasi pentahelix pada bidang desain komunikasi visual untuk UMKM di MJC. Selain itu juga bertujuan untuk menjabarkan visualisasi sebelum dan sesudah MJC memfasilitasi desain komunikasi visual untuk UMKM. Penjabaran mengenai kolaborasi di MJC menerapkan teori kolaborasi pentahelix. Teori ini diterapkan untuk mengetahui peran dari setiap sektor yang ada di MJC. Selain itu juga diterapkan teori desain komunikasi visual untuk menjabarkan visualisasi dari desain yang dihasilkan oleh proses kolaborasi tersebut. Penelitian ini menerapkan metode penelitian studi kasus. Pendekatan yang diterapkan yakni pendekatan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi pentahelix yang terjadi antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, masyarakat dan media masa saling bersinergi dan masing-masing memiliki peran yang penting. Akademisi berperan sebagai peneliti yang dapat menyumbangkan inovasi bagi MJC. Pemerintah Jawa Timur berperan sebagai pengatur regulasi, kemudian peran UMKM selaku pelaku usaha adalah berkoordinasi dengan talenta yang merancang desain. Sedangkan media masa memiliki peran menyebarkan informasi terkait MJC. Visualisasi sebelum dan sesudah MJC memfasilitasi desain logo, kemasan dan katalog untuk UMKM memiliki perbedaan dalam penerapan unsur dan prinsip desain
Penerapan Improvisasi Saksofon Alto Menggunakan Pendekatan Pentatonik dan Chordal Pada Lagu Mr. Magic Karya Grover Washington
Karya tulis ini membahas tentang penerapan Improvisasi saksofon alto menggunakan pendekatan pentatonik dan chordal pada lagu Mr. Magic Karya Groover Washington. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan improvisasi pentatonik dan chordal pada lagu Mr. Magic karya Groover Washington. Improvisasi menggunakan pentatonik dan chordal merupakan bagian dari materi saat berimprovisasi seiring perkembangan musik jazz banyak perubahan yang dilakukan saat berimprovisasi dan banyak juga para musisi yang bingung untuk memulai langkah awal saat berimprovisasi. Meskipun berimprovisasi dilakukan secara spontan, para improvisator harus paham tentang progresi akord dan tangga nada yang dimainkan sehingga tidak terdengar sembarangan saat berimprovisasi. Penulisan ini ditujukan untuk pemain saksofon yang kesulitan saat memulai improvisasi dan memiliki panduan dalam berimprovisasi menggunakan pentatonik dan akord. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan proses yang dilakukan melalui pengumpulan data (buku, jurnal, video, wawancara), analisis, eksplorasi, latihan dengan kelompok (combo) dan evaluasi. Hasil penerapan improvisasi pendekatan pentatonik dan chordal pada lagu Mr. Magic yang berhasil diterapkan yakni penggunaan pentatonik blues, altered scale pentatonik, pentatonik shifting, dorian, lydian, chromatic approach notes dan teknik-teknik artikulasi trills, altissimo, staccato. Adanya penelitian dalam berimprovisasi pentatonik dan kordal dapat dijadikan langkah awal untuk memulai improvisasi dan dapat digabungkan untuk memperbanyak kalimat saat berimprovisasi
"Ra'hina" Karya pertunjukan berdasarkan memori diri dan novel "aburing kupu-kupu" (Sindhutama)
Tesis karya pertunjukan dengan judul “Ra Hina”, berangkat dari kisah – kisah masa lalu yang masih tersimpan dengan rapi dalam memori. Menjadi seorang anak tunggal, kedua orangtua yang nyentrik, rasa cemas dan ketakutan yang disebabkan oleh banyak hal, perlahan memudar karena banyaknya keajaiban semesta yang menyinggahi dan bertemu dengan Romo Sindhunata dan karya Aburing Kupu – kupu Kuning. Penciptaan karya menggunakan pendekatan Autobiografi dan dance theater. Pendekatan tersebut sangat membantu proses penciptaan karya pertunjukan yang berangkat dari kisah personal, yang privat dan agak sensitif. Karya pertunjukan ini menghadirkan arsip – arsip masa lalu sebagai bagian dari artistik, yang juga direspon dibeberapa bagian. Arsip - arsip lain digantung di dinding untuk dilihat penonton sebagai pengantar untuk memahami lebih jauh pertunjukan yang sedang mereka tonton. Metode penciptaan ini terdiri dari eksplorasi, improvisasi dan pembentukan. Masing – masing adalah upaya untuk tidak sekedar mengolah gerak tubuh, tetapi juga pikiran yang berisi ingatan – ingatan “kunci” tentang hidup kita yang tidak terlalu panjang ini. Melalui karya pertunjukan Ra Hina, penonton diharapkan menemukan pintu masuk ke dalam rangkaian memori yang disuguhkan, sekaligus secara bersamaan merangsang ingatan tentang segala sesuatu yang subtil dan tak ternilai. Kata kunci: Memori, Anak tunggal, Perempuan, Perjuangan