49728 research outputs found
Sort by
Analisis Estetika Warna pada Foto Potret Karya Brandon Woelfel.
Foto potret telah menjadi tren yang sangat populer di era digital. Dengan kemudahan akses kamera dan media sosial, siapa pun dapat berbagi karya fotonya dengan dunia. Brandon WOefel, seorang fotografer potret yang karyanya menjadi ppopuler setelah diunggah oleh akun @dailyart pada tahun 2019 dengan pengikut 9,2 juta ribu orang dan 681 komentar. Keunikan gaya fotografi Brandon, yang ditandai dengan penggunaan warna warna mencolok pada fotonya. Desain penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan kaidah analisis Terry Barret dalam menganalisa secara mendalam karya fotografi potret Brandon WOefel tahun 2028, 2019, 2020, khususnya dalam kaitannya dengan estetika warna
Potret Environmental Sopir "Artis" Bus Sumber Selamat
Penciptaan karya fotografi ini bertujuan untuk memvisualisasikan ciri khas, kepribadian dan karakter masing-masing sopir "artis" bus Sumber Selamat kelas ekonomi. Sopir "artis" Sumber Selamat memiliki ciri khas waktu tempuh yang cepat dengan aksi salip-menyalip di atas rata-rata. Keahlian dan kepribadian unik mereka menjadikan mereka dijuluki "artis" oleh penumpang dan penggemarnya. Penciptaan karya menggunakan fotografi potret environmental untuk menampilkan kepribadian dan ciri khas sopir dengan latar lingkungan keseharian mereka. Metode penciptaan meliputi pengumpulan data melalui observasi dan wawancara langsung, eksperimentasi teknik fotografi seperti penggunaan lensa beragam dan pencahayaan tambahan, serta perwujudan karya. Hasil akhir penciptaan berupa visualisasi karakter dan kepribadian unik dua puluh satu orang sopir "artis" bus Sumber Selamat melalui foto potret environmental. Penciptaan ini dapat menjadi referensi untuk penelitian terkait bus Sumber Selamat dalam bidang lain serta menambah arsip fotografi potret environemnental di Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Representasi Mencintai dalam Diam melalui Fotografi Ekspresi
Skripsi penciptaan karya fotografi ini mengangkat tema mengenai mencintai dalam diam. Penciptaan fotografi ekspresi ini bertujuan untuk merepresentasikan pengalaman pribadi tentang mencintai dalam diam terhadap laki-laki yang disukainya. Proses penciptaan ini melalui beberapa tahapan yaitu observasi, eksperimentasi, perwujudan, dan konsultasi. Dalam proses eksperimentasi penciptaan karya fotografi ini menggunakan teknik color mixed lighting untuk menciptakan kontras dan harmoni warna yang mencerminkan perasaan mencintai dalam diam yang telah dialami dengan menggunakan warna merah muda, oranye, dan kuning. Hasil dari eksperimentasi tersebut warna merah muda dijadikan sebagai latar utamanya, sedangkan warna oranye dan kuning sebagai warna pendukung yang penempatannya berubah-ubah. Hasil dari penciptaan karya fotografi ini merupakan kumpulan kejadian-kejadian yang dirasakan saat mencintai seseorang secara diam-diam. Dari penciptaan ini dapat disimpulkan bahwa fotografi ekspresi menggunakan color mixed lighting dapat menjadi medium untuk mengeksplorasi sebagai pengekspresian pengalaman diri dan penyampaian pesan melalui karya visual
Peran Lembaga Budaya Dalam Preservasi Sinrilik Sebagai Warisan Budaya Takbenda Sulawesi Selatan
Penelitian ini menjelaskan tentang mengapa Sinrilik mengalami penurunan jumlah penutur serta bagaimana peran lembaga budaya dalam preservasi Sinrilik sebagai warisan budaya takbenda Sulawesi Selatan. Melalui pendekatan kualitatif dan dengan metode deskriptif analitik. Tujuan utama penelitian ini adalah untk memahami mengapa Sinrilik mengalami penurunan jumlah penutur serta upaya konkret lembaga budaya dalam menjaga keberlangsungan Sinrilik, mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi, serta menyusun rekomendasi untuk memperkuat peran lembaga budaya. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi dan observasi lapangan yang melibatkan Lembaga Transkrip Tradisi Lisan Indonesia, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Makassar, para penutur (Pasinrilik) serta Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa mengapa Sinrilik mengalami jumlah penurunan penutur disebabkan oleh adanya permasalahan pelaksanaan Renja, pelaksanaan program dan implementasi, persoalan pelaksanaan kebijakan nasional-regional serta kesadaran masyarakat pendukung. Adapun hasil analisis pada evaluasi program kerja serta rekomendasi dalam preservasi Sinrilik melalui peran lembaga budaya dalam preservasi Sinrilik sebagai warisan budaya takbenda yaitu melalui perlindungan Sinrilik, pengembangan Sinrilik, pemanfaatan Sinrilik dan pengembangan Sinrilik. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam memahami dan mengatasi tantangan dalam preservasi Sinrilik dalam keilmuan tata kelola seni, serta menyediakan saran-saran implementatif untuk meningkatkan upaya pelestarian warisan budaya takbenda Sulawesi Selata
Pengaplikasian environmental-friendly material dan motif bunga lotus gaya batik Lasem pada busana kasual
Penciptaan Karya Tugas Akhir yang berjudul Pengaplikasian Environmental-Friendly Material dan Motif Bunga Lotus Gaya Batik Lasem pada Busana Kasual adalah penciptaan yang didasari kekhawatiran penulis terhadap keberlanjutan alam. Perubahan tren fesyen yang sangat cepat mendorong masifnya produksi fast fashion yang berakhir pada penumpukan limbah tekstil. Penciptaan karya dengan pengaplikasian environmental-friendly material merupakan wujud dukungan penulis terhadap isu lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Penciptaan busana kasual dengan kolaborasi bahan ramah lingkungan dengan batik motif bunga lotus dilakukan sebagai wujud karya seni sekaligus untuk menyampaikan pesan keberlanjutan alam kepada pada pengguna dan penikmatnya. Teori pendekatan yang dipakai dalam penciptaan kali ini adalah teori estetika , ergonomis dan fungsi, sementara metode penciptaaan yang digunakan adalah metode penciptaan practice based research oleh Ramlan Abdullah dan Cindy L. Dalam metode ini, setiap langkah yang dilakukan akan dilaporkan dengann tujuan memperoleh pengetahuan baru hasil dari praktik yang telah dilakukan. Teknik pengerjaan yang diterapkan dalam keseluruhan pengerjaan karya ini yaitu teknik scouring, teknik batik, pewarnaan celup mengunakan pewarna alam, dan teknik colet dengan pewarna remasol. Karya yang dihasilkan dari penciptaan Karya Tugas Akhir ini berupa busana kasual multifungsi dengan motif bunga lotus berwarna bitu dan putih menggunakan environmental-friendly material berupa kain serat alam dan pewarna alam. Karya Tuga Akhir ini diharapkan dapat dinikmati dari segi keindahannya dan dapat menjadi kampanye ramah lingkungan serta mengenalkan tekstil tradisional Indonesia
Fantasi predasi sebagai ide penciptaan karya seni lukis
Seni dapat menghadirkan fenomena yang terjadi dalam kehidupan. Bagi penulis hal tersebut berpengaruh besar pada imajinasi dan kreativitas dalam proses penciptaan karya. Ide/gagasan yang diangkat ialah fantasi predasi, yang mana predasi merupakan peristiwa pemangsaan oleh pemangsa (predator) terhadap mangsa, yang direpresentasikan dengan metaforik bergaya fantasi dengan pendekatan pop surealistik. Proses perwujudan karya fantasi predasi ini menggunakan pripsip jukstaposisi pada beberapa objek, dan visualisasi karya disampaikan dalam bentuk ungkapan metaforik dari objek yang memiliki keterkaitan dengan interaksi predasi. Pada perwujudan bentuk figur dalam predasi dan objek pendukungnya difantasikan dengan pengolahan distorsi dan disformasi pada setiap figurnya dengan maksud menganalogikan kesan kengerian interaksi predasi dengan visual yang cenderung jenaka dan penuh warna. Hal ini diaplikasikan dalam menghadirkan 15 karya lukis yang masing-masing merepresentasikan ide/gagasan bersadarkan pengalaman dan perspektif personal
Rekontruksi mimpi buruk sebagai ide penciptaan karya seni patung
Mimpi buruk merupakan suatu pengalaman yang misterius bahkanmenakutkan atau mengerikan. Beberapa dari kita mungkin tidak dapatmelupakan mimpi buruk tersebut ketika sudah bangun, masih tersimpanjuga perasaan-perasaan seperti sedih, takut, kecewa, paranoid, dan marah,serta beberapa perasaan lain yang mengandung emosi negatif.Penulisan ini mencoba mengeksplorasi endapan-endapan perasaanyang tersisa ketika sadar (bangun dari tidur yang memuat mimpi buruk) danmelalui karya seni patung sebagai media ungkap atas mimpi buruk tersebut.Ketika mencoba mengenal lebih dalam terhadap mimpi buruk, melakukanpendekatan terhadap pengalaman empiris, dan membaca melalui kacamatapsikoanalisis, konsep tentang hadirnya mimpi buruk dan perasaan yangmenyertainya kiranya tidak bisa diabaikan bagai bunga tidur begitu saja atauomong kosong. Penulisan ini diharapkan dapat menambah wawasan danmerangsang kepekaan terhadap mimpi buruk yang dialami sebagai suatumekanisme tertentu untuk refleksi diri dan/atau dapat membantu pembacamenjadi pribadi yang lebih baik
Etik tantra sebagai ide penciptaan karya seni grafis guna stabilisasi kondisi mental
Etik Tantra secara umum adalah aturan hidup yang diterapkan dalam ajaran Buddha Tibet. Tujuan dari etika ini adalah untuk mendorong seorang praktisi Tantra untuk mengalami kehidupan sepenuhnya, menerima yang baik, yang buruk, dan segala sesuatu di antaranya. Bentuk menerima kenyataan apa adanya ini memberikan jenis pandangan baru yang memiliki peran besar dalam hal stabilitas kondisi mental seseorang. Mengambil inspirasi dari etika ini, penulis telah membuat serangkaian karya seni sebagai upaya untuk menghadapi mekanisme penanggulangan bawah sadar yang dibuat oleh otak yang mengubah memori. Menerima ingatan yang telah diubah ini memberikan kesempatan bagi penulis untuk melihat realita dalam perspektif yang baru, dan penulis ingin memvisualisasikan perasaan ini dengan cara yang khusus melalui cetak saring. Dengan menggunakan seni cetak saring, bahasa bunga, warna, dan tekstur sebagai sarana untuk bercerita, penulis mendapatkan kemampuan untuk memetakan lingkaran kehidupan
Ikan Discus dalam karya panel
Penciptaan karya Tugas Akhir ini bersumber dari pengalaman penulis dalam menjaga sebuah kios ikan yang dipenuhi dengan berbagai jenis ikan, termasuk ikan discus. Ikan discus menarik perhatian penulis karena keindahan motif dan warna tubuhnya. Ikan discus yang berasal dari Sungai Amazon, kini banyak dikembangbiakkan di Indonesia karena diminati oleh para pecinta ikan hias. Hal ini menjadi inspirasi bagi penulis untuk menciptakan karya seni yang tidak hanya menampilkan keindahan motif ikan discus, tetapi juga berperan dalam melestarikan seni batik. Metode Pendekatan menggunakan Pendekatan Estetika dari The Liang Gie dan Metode Penciptaan mengikuti Metode S.P. Gustami meliputi tiga tahapan utama, yakni eksplorasi (pencarian sumber ide, konsep, dan landasan penciptaan), perancangan (rancangan desain karya), dan perwujudan (pembuatan karya). Setelah mengalami proses metode pendekatan estetika dan metode penciptaan melalui ekplorasi, perancangan, dan perwujudan, terciptanya tujuh karya karya panel dengan ukuran 100 x 80 cm sebanyak tiga buah karya, 90 x 70cm sebanyak tiga buah karya, dan 110 x 80 cm sebanyak satu buah karya. Dalam menciptakan karya Tugas Akhir ini menggunakan Teknik Batik Tulis dan Teknik pewarnaan colet dengan pewarna sintetis remasol dan napthol. Penulis berharap karya ini dapat berperan dalam memajukan seni kriya, khususnya dalam bidang seni batik
Perancangan aktivasi branding program jaminan kehilangan pekerjaan (JKP)
Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) adalah hasil dari program Kementerian Ketenagakerjaan dengan BPJS Ketenagakerjaan. Program JKP sebagai jaminan sosial berperan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar yang layak bagi pekerja yang mengalami PHK seraya mendapatkan pekerjaan kembali. Kebermanfaatan yang ditawarkan program JKP meliputi; bantuan uang tunai, prioritas akses informasi pasar kerja, hingga pelatihan kerja. informasi dan mekanisme terkait tata cara pada program JKP yang rumit menimbulkan ketidakpahaman target audiens, memicu berbagai anggapan seperti hoaks dan ketidakjelasan program, perancangan aktivasi branding untuk mensosialisasikan informasi mengenai mekanisme dan tata cara program JKP dinilai sesuai untuk membantu mengatasi isu tersebut, dengan metode kuantitatif melakukan survei melalui form kepada target audiens dan pengagas program juga analisis literatur, hasil data kemudian diolah menggunakan metode analisis SWOT. Perancangan ini terdiri dari sebuah video motion graphic yang didistribusikan pada laman media sosial didampingi dengan poster seri infografis, dengan teori aktivasi branding, teori motion graphic, serta teori kampanye visual. Perancangan ini befokus pada aktivasi branding secara formal, namun menggunakan pendekatan desain yang menggabungkan gaya flat design dengan teknik kolase agar memunculkan kebaruan dibandingkan dengan karya sejenis sebelumnya, dengan perancangan aktivasi branding ini diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap target audiens juga manfaat terhadap keilmuan dan perkembangan ilmu desain komunikasi visual