49728 research outputs found
Sort by
Proses Penciptaan dan Penyajian Patung Publik pada Jogja Street Sculpture Project #5
Pameran Jogja Street Sculpture Project (JSSP) merupakan program Asosiasi Pematung Indonesia (API) yang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, berbentuk pameran patung di ruang publik. JSSP kelima dengan tema Ruwat Gatra Rasa: Mendefinisikan Ulang Bentuk dan Ruang yang terletak di sepanjang Jalan Malioboro. Penulis meneliti tentang proses kreasi penciptaan dan penyajian seni patung publik menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori proses kreasi, teori fungsi seni, penyajian patung publik, dan elemen-elemen seni patung. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, wawancara, dan observasi. Kepentingan masyarakat hadir dalam empat tahapan penciptaan, (1) Pra Perancangan, (2) Perancangan, (3) Perwujudan, dan (4) Penyajian. Aspek respon publik juga dipaparkan, di mana antisipasi interaksi publik juga diperhatikan dalam proses penciptaan karya yang dipamerkan oleh seniman dan panitia penyelenggara. Dalam aspek penyajiannya, penulis mengkaji elemen seni patung yang hadir, respon publik, dan perbaikan yang dilakukan senima
Representasi kasih sayang ibu lewat sulam tangan pada wedding dress
Kasih sayang ibu menjadi rumah yang paling nyaman bagi seluruh anggota keluarga terutama anak-anaknya. Figur ibu melekat penuh dihati setiap orang, sehingga menimbulkan kedekatan batin. Kehilangan menjadi suatu hal yang tidak luput dari manusia. Kondisi tersebut seringkali terjadi tanpa aba-aba dan meninggalkan luka batin yang tidak bisa diobati begitu saja. Mengenang salah satu media untuk mengungkapkan isi hati bagi yang merasakan kehilangan. Menciptakan suatu karya dalam bentuk sulam tangan pada wedding dress dapat dilakukan untuk proses mengenang tersebut. Terdapat beberapa metode pendekatan yang meliputi pendekatan estetika, psikologi, serta ergonomi, lalu dalam proses penciptaan karya ini menggunakan metode Practice-Ied Research. Berbagai metode pendekatan dan penciptaan tersebut diolah dan berguna dalam proses penulisan hingga perwujudan karya akhir. Proses perwujudan karya ini dibuat dalam berbagai tahapan yaitu diawali dengan sketsa, mengumpulkan bahan, memotong bahan, menjahit, menyulam hingga menghias busana dengan payet. Hasil akhir karya ini menjadi salah satu wujud untuk mengenang kasih sayang ibu yang dibalut dalam sulam tangan pada wedding dress. Sulam tangan yang terdapat dalam wedding dress ini menjadi media untuk memvisualisasikan bentuk kasih sayang dari seorang ibu melalui pengalaman empiris seseorang. Karya ini terdiri dari 6 busana wedding dress, diantaranya berbentuk longdress, rok, kebaya kutu baru modifikasi, dan dress midi
Pustaha Batak sebagai motif batik pada busana ready to wear
Pustaha Batak merupakan artefak sastra dari masyarakat Suku Batak yang berasal dari Sumatera Utara yang kini keberadaannya lebih banyak diluar negeri. Keresahan penulis muncul karena kesulitan mengakses pengetahuan mengenai Pustaha di Indonesia yang merupakan tempat asalnya. Tujuan utama penulis mengenalkan dan menggugah minat masyarakat akan keberadaan Pustaha maka penulis menciptakan karya Tugas Akhir yang berjudul Pustaha Batak sebagai motif Batik pada busana Ready To Wear. Harapannya Pustaha Batak dapat terus hidup dalam masyarakat dengan adaptasinya pada masa kini. Teknik yang digunakan dalam membatik adalah batik tulis pewarnaan celup naptol. Karya mengaplikasikan warna khas Batak yaitu merah, hitam dengan putih. Bahan utama batik adalah kain katun dengan kombinasi kain jacquard, sifon, dan suede. Metode pendekatan estetika dan ergonomi menjadi acuan dalam proses penciptaan karya yang berpusat pada visual dan efektivitas penggunaan karya pada manusia atau kenyamanan. Teori penciptaan SP Gustami digunakan dalam perwujudan karya, meliputi tiga tahap yaitu eksplorasi, perancangan dan perwujudan yang disertai dengan enam langkah didalamnya. Hasil akhir dari proses penciptaan adalah enam look karya busana ready to wear. Karya busana mencakup kemeja, celana, rok dan luaran dengan siluet busana Y, I dan A. Motif yang terdapat pada busana adalah motif aksara Batak dalam Pustaha Agung (The Great Pustaha). Selain aksara, motif dilengkapi dengan ornamen gorga appul – appul dan stilasi ornamen pada pustaha
Perancangan Interior Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kota Yogyakarta
Pengadaan Mal Pelayanan Publik saat ini menjadi perhatian dari pemerintah daerah setempat sebagai pembaruan fasilitas daerah yang telah ada.. Penulis dalam hal ini juga memiliki tujuan lain yaitu agar Mal Pelayanan Publik selain digunakan sebagai penunjang sarana dan prasarana juga dapat menjadi wadah untuk memperkenallkan budaya yang ada di daerah Yogyakarta.. Sehingga siapa saja yang berkunjung ke Mal Pelayanan Publik Yogyakarta secara tidak lansungjuga dapat menikmati suasana interiornya
Buku Sakti ChatGPT Untuk Programmer
> Tidak ingin tereleminasi di ERA AI? > Merasa insecure dengan adanya generative AI? > Ingin bisa memprogram dengan kecepatan tinggi? > Ingin bisa bersaing dengan programmer/freelancer lain? > Sudah nyoba ChatGPT tapi hasil tidak memuaskan? > Ingin menguasai Prompt Engineering untuk Programming?"There are no programmer in 5 years" itu kata Muhammad Emad Mostaque CEO Stability AI. Perusahaan dibalik Stable Diffusion. Pernyataan Emmad Mostaque mungkin kontroversial. Tapi yuk simak fakta ini. Kamu bisa coding backend website api based hanya dalam 8 jam, coding website fullstack monolitik hanya dalam 12 jam, coding aplikasi computer vision jadi dalam 8 jam, coding game pesawat tempur jadi dalam 7,5 jam saja dan hampir 100% kode programnya fully generated oleh ChatGPT!Kabar baiknya kamu bisa dengan mudah mempelejari prompt engineringnya di Buku Sakti ChatGPT Untuk Programmer. Kami tidak sepenuhnya sepakat dengan Emad Mostaque. Kita bukan sedang melawan AI, pertarungannya adalah programmer biasa vs programmer yang memanfaatkan AI. Dan sekarang banyak programmer yang ngebut banget memprogramnya karena dibantu chatgpt. bagaimana dengan kamu? daripada insecure mending kuasain skill ini sekarang agar kamu bisa bersaing di era AI. Keberadaan Chatgpt dan Generative AI itu Inevitable takan bisa dibendung. Pilihanya adalah beradaptasi atau tereliminsa
Nga-ceng : interprestasi motif Gaga Lincak pada ricikan gambang dalam komposisi karawitan
Penelitian ini merupakan interpretasi motif gambang Gagak Lincak ke dalam karya komposisi karawitan. Motif gambang merupakan salah satu teknik tabuhan sebagai unsur pembentuk cengkok dalam ricikan gambang. Salah satu motif gambang yang kerap dijumpai pada sajian lagon adalah motif Gagak Lincak. Terciptanya karya komposisi Nga-Cêng bermula dari ketertarikan penulis akan motif Gagak Lincak yang unik dan berbeda dari motif-motif gambang lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi naratif serta Practice as Research through Performance (Praktik sebagai Penelitian melalui Pertunjukan) yang terdiri dari pra garap (observasi, diskografi, studi pustaka, wawancara), garap (eksplorasi, transkripsi/penotasian, instrumenasi/ pemilihan medium, praktik/latihan, revisi/penyempurnaan), dan pasca garap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari interpretasi motif gambang Gagak Lincak yang kemudian diwujudkan dalam sebuah karya komposisi karawitan. Melalui penelitian ini maka didapatkan pola-pola tabuhan hasil interpretasi penulis yang berpijak pada unsur-unsur musikal motif Gagak Lincak serta pemaknaan dari segi etimologi istilah Gagak Lincak
Why Surrealism Matters
Why Surrealism Matters karya Mark Polizzotti menawarkan tinjauan segar terhadap gerakan Surealisme, seratus tahun setelah André Breton menerbitkan Manifesto of Surrealism. Buku ini menjelaskan mengapa Surealisme tetap relevan dan memikat dalam dunia seni, sastra, dan budaya kontemporer. Polizzotti mengeksplorasi warisan Surealisme dalam berbagai media populer seperti Monty Python, Theatre of the Absurd, serta pengaruhnya dalam tren mode, film, dan sastra. Sambil menyoroti tokoh-tokoh ikonik seperti Breton, Leonora Carrington, Salvador Dalí, René Magritte, Man Ray, dan Dorothea Tanning, ia juga memperluas narasi Surealisme yang selama ini berpusat pada pria dan Prancis, menjadi lebih inklusif dan global. Buku ini juga menunjukkan bagaimana para Surealis menggagas isu-isu yang masih relevan hingga kini, termasuk keadilan rasial dan ekonomi, politik seksual, identitas, ketegangan kelas, dan aktivisme politik. Ditulis secara ringkas dan menggugah, buku ini menegaskan bahwa “revolusi Surealis” tetap hidup dan dinamis hingga hari ini
Edukasi masyarakat tentang bahaya keluar pada waktu maghrib melalui media hyper casual game model endless runner
Mitos bahaya keluar pada waktu maghrib sebagai sebuah edukasi pada masyarakat yang beredar secara lisan menyatakan bahwa adanya hantu kolong wewe yang mengejar anak kecil di waktu maghrib, yang mana pada waktu tersebut risiko kecelakaan meningkat akibat kondisi visibilitas yang kurang. Maka dari itu, masyarakat dulu menciptakan cerita-cerita mitologi untuk menakuti anak- anak supaya tidak berani untuk keluar pada waktu maghrib dan dapat mengurangi risiko tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi pustaka. Metode ini melibatkan proses mencari, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis literatur yang relevan dengan topik penelitian dari berbagai sumber online. Selain itu metode ini dipilih karena mudahnya akses ke berbagai sumber literatur dari mana dan kapan saja, proses pencarian dan pengumpulan informasi bisa dilakukan dengan cepat, serta banyak sumber online yang tersedia secara gratis. Hasil penelitian menghadirkan cara lain yang lebih interaktif dan menyenangkan yaitu dengan media game dan tetap memunculkan unsur-unsur mitologi seperti kolong wewe yang sedang mengejar anak kecil pada waktu maghrib. dengan cara ini, masyarakat khususnya anak-anak remaja dapat teredukasi tentang mitos tersebut
Produk Kain Eco Print Leera By Edelweiss Dalam Fotografi Komersial
Fotografi adalah salah satu media promosi yang paling efektif bagi para pelaku usaha dalam memperkenalkan produk mereka. Salah satu jenis fotografi yang sering dimanfaatkan untuk keperluan ini adalah fotografi produk. Dalam proses pembuatan fotografi produk, terdapat berbagai aspek yang harus diperhatikan. Hal ini meliputi pencahayaan, sudut pengambilan gambar, komposisi, serta pemilihan properti pendukung yang relevan. KOnsep low key dipakai bertujuan untuk memunculkan focus of interst, yang dimana audiens langsung tertuju kepada produk tanpa terganggu pada hal lain pada foto. Penggunaan elemen cahaya dipilih sebagai komponene uatama yang mendukung keseluruhan visual
Foto Dokumenter Nurohmad Seniman Batik Cap Bermotif Weton
Nurohmad (49) merupakan seniman yang mengembangkan motif batik berdasarkan penganggalan weton Jawa dan berhasil menciptakan inovasi canting cap berbahan dasar limbah kertas. Penciptaan ini perlu dilakukan untuk memberikan pembelajaran dalam menggambarkan proses kreatif dan dedikasi Nurohmad dalam melestarikan weton melalui kain batik yang berada di dusun Sawit, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Penciptaan karya ini memiliki tujuan untuk memvisualisasikan aktivitas sehari-hari Norhmad seniman batik cap bermotif weton dalam fotografi dokumenter dengan penyajian deskriptif