Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

opac.isi.ac.id
Not a member yet
    49728 research outputs found

    Representasi pengalaman menjadi ibu pada periode post-partum dalam fotografi konseptual

    No full text
    Penciptaan karya seni fotografi konseptual ini bertujuan untuk memvisualisasikan pengalaman post-partum atau masa setelah melahirkan yang dialami saat pertama kali menjadi seorang ibu. Metode penciptaan karya seni fotografi ini adalah fotografi konseptual dengan pendekatan fotografi ekspresi. Teknik perwujudan karya yang digunakan berupa fotografi hitam putih. Fotografi hitam putih dipilih karena mampu menerjemahkan representasi ingatan masa lalu serta membangun suasana dan rasa dari foto. Proses penciptaan ini melalui beberapa tahapan proses studi pustaka, eksplorasi, perwujudan dan konsultasi. Hasil penciptaan ini adalah bagaimana kemudian fotografi konseptual dapat digunakan sebagai bentuk rekonstruksi ingatan-ingatan perasaan seorang ibu yang dilalui pada periode post-partum dalam sebuah karya seni fotografi

    Perancangan gummed tape dispenser menggunakan material olahan dari sekam padi dan llimbah plastik

    No full text
    Meningkatkan kesadaran akan lingkungan juga sejalan dengan kebutuhan solusi pengepakan ramah lingkungan di kalangan UMKM di Indonesia, dengan tujuan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Gummed tape menjadi saalah satu roduk lakban yang digunakan untuk pengepakan karadus ataupun untuk menyegel kemasan.Namun, penggunaan gummed tape kurangnya alat yang memenuhi kriteria keberlanjutan dan efiesiensi. Tujuan perancangan adalah mengembangkan dispenser gummed tape yang terbuat dari material kombinasi sekam padi dan limbah plastik

    Perancangan Interior Museum H. Widayat di Sawitan Magelang

    No full text
    Perancangan interior museum seni H. Widayat di Sawitan, Kabupaten Magelang, dilakukan dengan tujuan utama meningkatkan minat kunjungan yang selama ini tergolong rendah. Latar belakang proyek ini berfokus pada pengenalan sosok H. Widayat, dan perancangan museum sebagai pusat kebudayaan, juga pendidikan seni. Permasalahan desain yang dihadapi adalah bagaimana merancang interior museum H. Widayat menggunakan pendekatan historis dengan sentuhan inovatif dan interaktif, sehingga pengunjung bisa mengenal lebih dekat H. Widayat serta merasakan pengalaman baru saat mengunjungi museum seni? Permasalahan desain yang dihadapi termasuk kebutuhan untuk menarik pengunjung lebih banyak dan lebih beragam, serta mengakomodasi berbagai fungsi ruang yang lebih dinamis. Metode desain yang digunakan dalam perancangan desain ini adalah metode desain thinking oleh Hasso Plattner Institute of Design. Konsep pendisplayan karya yang ada menggunakan konsep pendekatan kronologis/historis. Pendekatan/gaya ekletik juga digunakan dalam interior museum yang dirasa sesuai dengan karakter museum. Teknologi modern diintegrasikan untuk menciptakan pengalaman interaktif, seperti layar monitor untuk menampilkan koleksi, sensor dan kamera untuk kegiatan seni interaktif, serta proyektor dan layar LCD untuk pendisplayan karya seni. Prinsip desain inklusif juga diterapkan dalam perancangan ini untuk memastikan museum dapat dinikmati oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas melalui fasilitas ramp dan elevator. Solusi desain juga mencakup perubahan tata ruang dengan menambahkan area foodcourt dan ruang serbaguna untuk acara acara komunitas, yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik museum sebagai tempat berkumpul dan beraktivitas bagi pegiat seni dan masyarakat umum. Hasil perancanganin ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman baru saat mengunjung museum seni, sekaligus menjadi pusat kegiatan seni yang hidup dan menarik lebih banyak pengunjun

    Memperkenalkan Sejarah melalui Penyutradaraan Program Feature “Bahas Apa: Sejarah Dunia” Episode Bom Atom dengan Pendekatan Expository

    No full text
    Program feature televisi "Bahas Apa: Sejarah Dunia" bertujuan sebagai media pembelajaran sejarah, mengulas berbagai peristiwa bersejarah yang mempengaruhi dunia seperti perkembangan teknologi, revolusi, perang, krisis, dan tragedi global. Memperkenalkan peristiwa-peristiwa sejarah dengan cara kreatif dan menyenangkan menjadi motivasi di balik penciptaan program televisi ini. Episode pertama pada program ini membahas mengenai kisah sejarah bom atom dengan subjudul "Bom Atom: Lahirnya Senjata Maut Pemusnah Massal". Tujuan pembahasan asal muasal bom atom adalah untuk menghidupkan kembali peristiwa familiar yang pernah dibahas pada pelajaran sejarah di sekolah. Alasan pemilihan topik ini adalah karena informasi sejarah mengenai proses penciptaan bom ini belum pernah dibahas secara lengkap dan mendalam. Program "Bahas Apa: Sejarah Dunia" berbentuk serial dan disampaikan oleh pembawa acara berbentuk karakter virtual 2D bernama Depasa. Program ini dikemas dengan format feature dengan pendekatan expository. Pendekatan expository dipilih guna menghadirkan narasi dan visual dalam kisah sejarah, sehingga lebih mudah dipahami. Penyampaian narasi program ini menampilkan visual berupa ilustrasi digital, foto asli, rekaman sejarah asli, dan animasi motion graphics. Konsep visual ini dipilih untuk memberikan gambaran sejarah agar lebih menarik, memperkaya visualisasi, dan menjadi ciri khas dari program ini

    Interpretasi struktur gendhing bedhayan gaya Yogyakarta sebagai ide penciptaan komposisi karawitan

    No full text
    Penelitian ini merupakan interpretasi struktur gendhing bedhayan gaya Yogyakarta ke dalam penciptaan karya komposisi karawitan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari interpretasi struktur gendhing bedhayan tradisi Yogyakarta yang kemudian diwujudkan dalam sebuah karya komposisi karawitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Practice as Research through Performance (Praktik sebagai Penelitian melalui Pertunjukan) yang terdiri dari pra garap (observasi, diskografi, studi pustaka, wawancara), garap (eksplorasi, transkripsi/ penotasian, instrumentasi/pemilihan medium, praktik/latihan, revisi/penyempurnaan), dan pasca garap. Melalui penelitian ini didapatkan struktur gendhing bedhayan hasil interpretasi penulis yang berpijak pada struktur gendhing bedhayan tradisi Yogyakarta. Struktur hasil interpretasi penulis dimulai dari lagon, celuk, gendhing bagian dados, gendhing bagian dhawah, suwuk, bawa swara, gendhing ladrang, rambangan, gendhing ketawang, dan lagon. Struktur yang telah didapat dari hasil interpretasi disajikan dalam sebuah komposisi gendhing dengan beberapa variasi garap yang berbeda dari pakem penyajian gendhing bedhayan dengan tetap mengadopsi pola tabuhan karawitan tradisi. Komposisi ini menggunakan gamelan gaya Yogyakarta berlaras pelog

    Sukarelawan pengatur lalu lintas pada kemacetan jalan sebagai ide penciptaan karya seni grafis

    No full text
    Kemacetan adalah salah satu akibat dari kemajuan zaman dan teknologi. Bagaimana kita bertindak di jalan raya mencerminkan perilaku dalam berlalu lintas. Gaya hidup yang berlebihan akan berdampak pada siklus konsumsi manusia akan terus-menerus membutuhkan kendaraan pribadi dengan mengesampingkan kegunaan dan fungsi dari kendaraan tersebut, sehingga berdampak pada kemacetan jalan. Kurangnya rambu lalu lintas seperti lampu lalu lintas adalah salah satu dari sekian banyak faktor penyebab kemacetan jalan, hal ini menimbulkan kehadiran sukarelawan pengatur lalu lintas di persimpangan jalan yang disebut “Pak Ogah”. Dari rasa simpati yang tinggi “Pak Ogah” menjalani kegiatan atau rutinitas untuk mengatur jalan. “Pak Ogah” menjalani rutinitas beresiko akan diri sendiri di jalan raya untuk mengatur jalan agar tidak terjadi kemacetan dan sering kali dipandang sebelah mata oleh pengguna jalan. Dari permasalahan tersebut penulis sadar terhadap situasi kemacetan jalan yang banyak berkesinambungan dengan “Pak Ogah”. Atas segala kebaikan, simpati dan kepedulian “Pak Ogah” penulis terinspirasi untuk membuat karya seni grafis melalui teknik stensil. Penulis berharap meningkatkan kesadaran audience terhadap permasalahan kemacetan jalan dan rasa simpati terhadap peran besar “Pak Ogah”

    Analisis Desain Ilustrasi Aset Virtual Kartu Karakter pada Video Game Disney Twisted Wonderland

    No full text
    Penelitian ini fokus dalam mempelajari dan mendalami rencana ilustrasi groovy pada video game Disney Twisted Wonderland sebagai pendamping cerita, terutama cerita kartu karakter (vignette), menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode analisis visual milik Edmund B. Feldman, didukung teori ilustrasi dan Interpretasi komposisi dari Gillian Mawar. Penelitian akan dilaksanakan dalam 4 tahap, yaitu: deskripsi, analisis, interpretasi, dan penilaian. Dari hasil analisis yang diperoleh, terdapat 6 ilustrasi groovy yang tidak mengangkat vignette, yang mana empat di antaranya berasal dari kategori populer. Selain itu, perbedaan ilustrasi populer dan kurang populer dapat dilihat dari bagaimana ilustrasi kurang populer lebih rinci dalam menggambarkan objek dan lokasi, sementara yang populer lebih memiliki pencahayaan yang dramatis dan pose yang dinamis

    Legenda Aji Saka dalam penciptaan seni lukis

    No full text
    Banyak legenda yang berkembang di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu legenda yang secara turun temurun masih diceritakan adalah legenda Aji Saka. Di kalangan masyarakat Jawa, Aji Saka dikenal sebagai pencipta sistem tata tulis aksara Jawa. Dalam legenda Aji Saka dikisahkan kesatria Aji Saka yang merebut Kerajaan Medangkamulan dari kekuasaan raja Dewata Cengkar yang kejam, hingga kisah tentang kecerobohan Aji Saka yang membuat dua abdinya yang setia mati saling bunuh karena memegang teguh amanah. Aksara Jawa atau bisa disebut HA-NA-CA-RA-KA, konon tercipta dari peristiwa kematian dua abdi kesayangan Aji Saka. Kisah tersebut sangat menginspirasi dan menarik jika diceritakan kembali dalam bentuk karya seni lukis untuk anak saat ini. Gaya lukisan naif menjadi pilihan yang lebih sesuai untuk mempresentasikan nilai-nilai edukatif kepada generasi anak-anak saat ini yang secara historis terpisah jauh dari konteks legenda zaman dahulu. Visualisasi dengan menggunakan gaya seni lukis naif juga memiliki aspek menyenangkan dan lebih mudah diapresiasi. Sebagai masyarakat Jawa, sudah menjadi kewajiban penulis untuk mempelajari, menceritakan dan mengenalkan kembali kepada generasi anak-anak saat ini tentang legenda Aji Saka

    Penerapan metode Kodaly pada pembelajaran seni musik recorder di SMP Muhammadiyah 1 Seyegan

    No full text
    Dalam pendidikan seni, terutama dalam pembelajaran seni musik, jelas terlihat beragam kemampuan musikal siswa. Beberapa memiliki kemampuan musikalitas yang tinggi, sementara yang lain mungkin memiliki kemampuan yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Kodaly dalam pembelajaran seni musik recorder di SMP Muhammadiyah 1 Seyegan. Jenis penelitian yang digunakan ialah jenis Peneitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah guru seni budaya serta peserta didik kelas VII A dan objeknya ialah metode Kodaly pada pembelajaran seni musik recorder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk validasi data pada penelitian kulitatif menggunakan triangulasi teknik, dan untuk analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini telah berhasil menanggapi permasalahan yang diajukan dan membuktikan bahwa penerapan metode Kodaly hand sign dapat meningkatkan keterampilan bermain alat musik recorder di SMP Muhammadiyah 1 Seyegan. Dapat diamati bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada aspek keterampilan setiap siklus berlangsung. Pada tahap siklus pertama, hanya 12 siswa yang berhasil mencapai kriteria penilaian, mencakup 48% dari total siswa. Selanjutnya pada siklus II, terlihat bahwa 22 siswa berhasil mencapai kriteria penilaian mencakup presentase sebesar 88%. Total presentase peningkatan dari siklus I ke siklus II adalah 40%. Ini menunjukkan bahwa penggunaan metode Kodaly hand sign pada pembelajaran seni musik recorder mengalami peningkatan yang tinggi setiap kali siklus berjalan

    Penciptaan Motif Batik Lereng Kenikir Pada Gaun Cocktail

    No full text
    Penciptaan karya tugas akhir ini terinspirasi dari keindahan tanaman kenikir berupa daun dan bunganya yang unik. Keindahan dari dua jenis kenikir yaitu cosmos caudatus dan cosmos sulphureus disusun menjadi suatu komposisi yang menggambarkan bentuk lereng. Komposisi lereng merupakan gambaran lereng Gunungkidul yang sesungguhnya. Tujuan penciptaan ini menghasilkan motif lereng kenikir yang dituangkan ke dalam bentuk batik pada gaun cocktail. Metode penciptaan yang digunakan adalah metode penciptaan dari Malins, Ure, dan Gray yaitu Practice Based Research. Langkah awal dimulai dengan studi pustaka yang terkait dengan kenikir dan lereng. Selanjutnya tahap pengamatan objek penciptaan sekaligus pengamatan detail tanaman. Data-data hasil observasi tersebut diolah menjadi suatu rencana karya. Rancangan karya yang sudah dibuat kemudian diwujudkan menjadi gaun santai. Teknik yang digunakan yaitu teknik batik dengan pewarnaan batik menggunakan indigosol dan napthol. Pembentukan motif serta nilai estetika dari masing-masing karya terbentuk oleh teknik batik dan jahit untuk menggabungkan setiap motif batik yang terlukis pada setiap potongan polanya. Hasil kreasi tugas akhir ini berupa enam gaun cocktail dengan model dan detail motif yang bervariasi. Hadir dua gaun cocktail yang menampilkan detail Cosmos Caudatus, Dua Gaun Cocktail dengan Detail Cosmos Sulphureus, dan Dua Gaun Cocktail dengan Detail Kombinasi Cosmos Caudatus dan Cosmos Sulphureus. Karya ini memberikan kontribusi terhadap perkembangan fashion dalam aspek penataan motif yang disesuaikan dengan karakter gaun cocktail

    0

    full texts

    49,728

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    opac.isi.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇